Selasa, 08 November 2011

Mencari Apa Yana aku Cari

 

 

 Mencari Jalan Ke Surga   

 

 

 Ah, rasa-rasanya kamu semua bakalan tunjuk jari nih kalo ditanya, “Siapa yang pengen masuk surga?”. Betul? Iya deh, ngaku aja, nggak usah malu-malu (apalagi sampe malu-maluin!). Banyak orang ingin masuk surga kok. Jangankan kaum muslimin, orang kafir dan orang musyrik pun sangat antusias ingin masuk surga (tentu surganya sesuai definisi dan pemahaman mereka, atau jangan-jangan bukan surga yang didapat, tapi neraka buat mereka?). Kalo gitu, surga untuk semua dong? Ah, jangan nebak-nebak en berprasangka gitu. Begini deh, meski banyak orang ingin masuk surga, dan dengan jalan yang berbeda-beda, tapi hakikatnya surga cuma untuk orang-orang yang beriman. Buat yang nggak berimanmah harap ‘dipersori' aja, surga bukan jatah mereka tuh.

 Sobat muda muslim, ibarat orang yang akan bepergian, maka tentu saja kudu punya bekal dan peta atau penunjuk jalan yang memadai. Kalo nggak? Bisa kehabisan bekal dan mungkin tersesat jalan. Rugi dan malah membahayakan banget kan?

 Itu sebabnya, seperti halnya orang yang sedang menuju suatu tempat, maka panduan hidup kita di dunia ini juga kudu jelas. Supaya apa? Supaya terhindar dari salah jalan, dan tentunya hidup jadi lebih efektif karena sudah tahu peran kita di dunia ini. Nggak nyari-nyari posisi lagi atau nggak asal berbuat. Inilah pentingnya panduan hidup. Kalo nggak? Jangan salahkan orang lain kalo diri tersesat gara-gara nggak punya panduan dan nggak tahu jalan.

 Kalo diri sendiri kebetulan nggak tahu jalan, maka bergandengan tangan dengan orang lain yang tahu jalan akan membantu kita mencapai tempat tujuan dengan aman. Tapi kalo ada orang yang buta jalan, tapi sok tahu itu namanya nekatz guys! Coba deh kalo ada orang yang, maaf, buta matanya, tapi begitu dituntun sama orang yang sehat matanya malah menolak, apalagi sampe ngomong, “Gua juga bisa, tahu!” Eh, benar saja, ternyata bisa kejebur tuh! (wong mata nggak bisa ngelihat, tapinekatz jalan sendiri tanpa panduan).

 Sebagai seorang muslim, sebenarnya kita udah punya panduan hidup yang oke punya. Kita punya “buku harian” yang “ajaib” banget, yakni al-Quran. Kalo kita baca setiap hari, dikaji setiap ada kesempatan, dan kita renungkan setiap kali selesai mengkajinya, ditambah dengan pengamalan yang mantep, bukan tak mungkin kita bisa menatap masa depan dengan mata yang terus berbinar, hati yang tenang, dan pikiran yang waras. Nggak bakalan was-was lagi, dan siap menghadapi segala risiko. Inilah pentingnya hidup, dan enaknya punya panduan dalam menjalaninya.

 Sobat muda muslim, kalo dalam karya fiksi kita mungkin pernah baca “Banyak Jalan Menuju Roma”, maka, kalo boleh nyontek dan kita plesetkan, sebenarnya banyak juga jalan menuju surga. Maksudnya banyak hal yang bisa mengantarkan kita ke surga. Asal semua amalan tersebut dilandaskan kepada ajaran Islam dan ikhlas melakukannya. Mudah kan? Nah, tunggu apalagi, kita pancangkan niat yang mantap dan hanya karena Allah Swt. kita berbuat. Bukan karena yang lain. Terus, sesuaikan juga dengan patokan ajaran Islam. Jangan lupa, tetap semangat lho. So, nggak usah ragu en nggak usah bimbang, apalagi takut.Mulai sekarang, kita bisa mulai untuk mencari jalan ke surga.Siap semua kan? Ayo jalan! (tapi lihat kanan kiri, entar nabrak lho! Hehehe…)

 Jalan ke surga, mudah dan murah

 Sobat muda muslim, ini bukan kampanye soal murah dan murahan. Nggak. Ngapain juga kita cuap-cuap kalo tanpa makna. Tul nggak? Insya Allah, ini sebagai gambaran bahwa jalan menuju surga itu nggak sulit, nggak pula mahal. Tapi sebaliknya mudah dan murah. Emang sih, kalo ukuran kita di dunia biasanya untuk bisa mendapatkan kenikmatan yang “wah”, kudu dibeli dengan harta yang banyak dan tentu saja agak sulit meraihnya. Kalo pengen naik pesawat yang pelayanannya oke punya, kita kudu keluar duit banyak dan tentunya membuat kita pusing, ribet dan ya boleh dibilang sulit. Tapi sodara-sodara, surga insya Allah mudah dan murah untuk didapatkan. Fasilitas “wah”, tapi harga murah dan caranya mudah.

 Kenapa mudah dan murah? Kalo kamu ke mesjid, terus ngasih sedekah dengan memasukkan uang ke keropak amal yang disediakan, dan kamu juga ikhlas melakukannya, insya Allah berpahala, meski harta yang disisihkan jauh lebih murah dari harga semangkuk bakso. Oke?

 Selain bersedekah dengan harta, kamu juga bisa bersedekah dengan senyuman.Wah, asyik juga neh bisa TP alias tebar pesona! Husss.. jangan sembarangan, nggak boleh nakal gitu ah! (luruskan niat ya). Nah, ngasih senyuman yang tulus ikhlas kepada teman-teman kita, insya Allah udah termasuk ibadah. Tentu saja, karena membuat hati dan pikiran saudara kita seneng kan bagian dari ibadah. Betul? Ehm, itu juga mudah dan murah kan?

 Oya, selain bersedekah harta dan sikap yang enak dipandang mata, ternyata jalan menuju surga bisa juga lewat baca al-Quran. Ih, asyik banget ya? Inilah bedanya membacakalamullah dengan bacaan biasa. Kalo baca al-Quran dinilai pahala lho, bahkan setiap huruf yang dibaca pun mengandung bobot nilai yang besar. Beda dengan bacaan biasa, misalnya baca komik atau baca koran. Ada sih manfaatnya baca koran, yakni kita jadi tahu informasi, tapi nggak dapat pahala dari bacaan tersebut. Tuh, emang mudah dan murah jalan menuju surga itu kan?

 Sobat muda muslim, baca al-Quran, lalu mengkaji dan memahaminya, (termasuk dalam hal ini belajar tentang Islam yang lainnya adalah beberapa jalan yang bisa mendapatkan pahala. Kalo udah bicara pahala, maka surga memang tempat mereka yang banyak pahalanya (sebagai ganjaran dari amal baiknya tentu).

 Guys, sebagai tambahan dan penekanan, agar amal baik kita alias amal sholeh kita, bermakna dan bermanfaat, maka kudu dibarengi dengan keimanan dan ketakwaan. Karena amal sholeh (kebaikan) kalo nggak dilandasi dengan keimanan ketika berbuatnya maka akan dinilai sia-sia (ih, bener-bener kudu ati-ati deh!).

 Jadi, memang mudah untuk bisa mendapatkan surga itu, cukup beriman dan beramal sholeh. Mudah dan murah kan? Beriman nggak perlu bayar dengan harta, karena memang keimanan nggak bisa dibeli dengan uang. Tapi keimanan bisa diraih dengan proses berpikir dan dengan niat yang kuat untuk mendapatkannya. Iman nggak bisa diperjualbelikan,Bro !

 Allah Swt,. berfirman:

 “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.”(QS al-Baqarah [2]: 25)

 Tuh, jadi gembiralah wahai orang-orang yang beriman dan beramal sholeh (amal kebaikan). Soalnya, jaminannya surgaeuy! Nah, ladang beramal itu banyak banget sobat. Ngaji, itu salah satu ladang beramal kita. Meski ngaji itu mudah dan murah, tapi anehnya nggak sedikit yang ogah dateng ke pengajian. Jangankan nggak diundang untuk dateng ke pengajian, kita udah bela-belain ngajak dan ngasih surat undangan untuk hadir di pengajian pun, susahnya minta maaf tuh. Tapi, ketika di RW sebelah ada dangdutan digelar, eh, nggak diundang juga udah pada semangat datang (paling dulu dateng en paling depan nontonnya!). Tuing! Ati-ati sobat!

 Sobat muda muslim, nggak usah takut dan nggak usah ragu dengan kebenaran Islam ini. Karena apa? Karena Allah pun sudah menjanjikan surga buat orang-orang yang beriman dan berpegang teguh dengan ajaran Islam ini.Nggak bakal goyah walau godaan datang silih berganti dan beragam. Ia tetep istiqomah dengan kebenaran Islam dan nggak luluh oleh gemerlap yang ditawarkan ajaran lain. Allah Swt. berfirman:

 “Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang kepada (agama)Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dariNya (surga) dan limpahan karuniaNya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepadaNya.”(QS an-Nisaa' [4]: 175)

 Subhanallah, sungguh pahala yang besar dan nikmat yang tiada taranya buat kita. Sayangnya, banyak juga di antara kaum muslimin yang nggak bisa dengan kuat berpegang teguh pada ajaran Islam. Mereka ada yang lebih memilih ke jalan yang sesat ketimbang petunjuk yang benar.

 Eh, kok bisa sih? Begini ceritanya. Jabatan, kekayaan, dan status sosial, bisa menjadi tujuan seseorang dan untuk meraihnya, kadang rela mengorbankan idealisme yang selama ini diyakini dan diembannya. Bukan tak mungkin lho, demi meraih sebuah jabatan, atau menggenggam kekayaan, dan menyandang status sosial, orang bisa dengan mudah menggadaikan idealismenya, menjual akidahnya, dan menelantarkan keimanannya. Duh, ati-ati deh!

 Tengok deh dalam kehidupan sekarang ini, ternyata banyak teman kita yang lebih memilih larut dalam gemerlap budaya pop yang datangnya dari Barat ketimbang bermesraan dan cinta ama budaya Islam. Atas nama modernisasi, misalnya, remaja muslim nggak sedikit yang berlomba tampil ala Barat; dandanan yang asal nyangkut di badan dan kagak mikir lagi apakah itu menutup aurat apa nggak, makanan yang nggak dilihat lagi apakah itu halal atau haram, bahkan dalam soal hiburan pun banyak teman kita yang menilainya dengan ukuran yang dibuat sendiri; yakni hiburan tersebut menyenangkan atau tidak diukur dari hawa nafsunya. Mereka nggak merhatiin apakah hiburan itu nyerempet-nyerempet dosa atau berbau maksiat, asal senang, “hajar aja bleh”. Gawat euy!

 Ke surga? Bareng Islam dong!

 Sobat muda, biarlah orang kafir dan orang musyrik asyik berkhayal dan melamun tentang surga. Karena sejatinya mereka nggak punya peta yang benar untuk menuju surga. Cuma Islam yang punya peta yang benar.

 Nggak percaya? Allah saja sudah menjanjikan bahwa, “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam”(QS ali Imran [3]: 19) . Berarti, ini sudah tertutup kemungkinan buat yang lain (kaum kafir dan kalangan musyrik) untuk bisa menuju surga. Kalo kataSheila on 7 mah , “berhenti berharap” deh! Hmm.. kasihan banget ya?

 Duh, kita bukan ngeledekin atau menghina, karena memang faktnya demikian. Kita nggak bisa berbohong. Jujur saja, bahwa memang cuma Islam yang punya peta jalan menuju surga lengkap dengan berbagai cara untuk mendapatkannya.

 Nah, masalahnya, kita sebagai umatnya justru belum sepenuhnya “ngeh” tentang persoalan ini. Udah diberi petunjuk, udah menyandang gelar muslim pula, eh masih aja hobi ngelakuin maksiat. Tulalit banget kan? Ngakunya muslim, tapi seks bebas jalan terus, pake narkoba doyan juga. Duh, gimana atuh bisa dapetin surga? Jangan sampe hidayah yang diberikan Allah kepada kita jadi sia-sia karena kita nggak pandai menjaganya. Karena kita lebih tergoda kehidupan lain yang sebenarnya cuma menawarkan kenikmatan sesaat, udah gitu sesat pula. Amit-amit deh!

 Sobat, itu sebabnya, yuk kita bareng-bareng mengamalkan ajaran Islam ini. Kuatkan keimanan kita, dampingi dengan ilmu yang benar, dan hiasi dengan amal baik. Trio “iman, ilmu, dan amal” ini kudu hadir dalam kehidupan beragama kita. Insya Allah ini sebagai bekal mencari jalan ke surga.So , semoga nggak ada lagi teman remaja muslim yang nggak punya peta jalan menuju surga.

 Biar mantep nih, yuk mulai ngaji aja deh, selain memenuhi perintah mencari ilmu, juga karena ngaji bisa bikin kita jadi berilmu, kita pun bisa tahu soal halal-haram. Semoga kita menjadi generasi yang beriman, bertakwa, dan ngerti betul apa yang harus kita lakukan untuk mencari jalan ke surga. Semoga pula kita bisa sama-sama “reuni” di surga, nggak ada salahnya jika kita bilang, “Kutunggu dirimu di surga”. Insya Allah. Semangat ya![sausan]

 

   Buletin Studia30 Maret 2005 - 15:54 Ketika Empati Hadir di Televisi    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== STUDIA Edisi 238/Tahun ke-6 (4 April 2005)

 Reality showkini jadi idola. Ketika acara hiburan dipenuhi rekayasa di balik skenario,reality show hadir tanpa arahan sutradara atau koreografer. Rasa haru, marah, sedih, gembira, dan berbagai ekspresi wajah yang ditampilkan pemerannya begitu nyata, real, dan murni dari hati nurani. Yang kayak gini yang ditunggu-tunggu pemirsa. Dunia hiburan tanpa rekayasa dan muka dua. Jadi wajar dong kalo acara ini mendapat sambutan hangat sehangat pantat penggorengan di kalangan penonton televisi. Plok…plok…plok…!

 Bagi remaja, pasti nggak asing denganreality show ‘Katakan Cinta', ‘Harap-Harap Cemas (H2C)', atau ‘Playboy Kabel'. Atau ajang pencarian bakat dalam AFI, KDI, Indonesian Idol, atau API.Ada juga acara yang menghibur pemirsa di atas penderitaan korban yang dikerjain oleh timNgaciir ,Paranoid , atauMbikin Orang Panik . Nggak mau ketinggalanreality show yang coba mengusik privasi selebritas seperti dalamKetok Pintu atauCuri-curi Kesempatan .Wah, banyak banget ya?

 Sayangnya, acara-acarareality show di atas terutama yang suka ngisengin orang sering terlihat mengabaikan etika penyiaran.Merekam dan menyiarkan perilaku korban yang dikerjain tanpa seizin dari yang bersangkutan. Kan malu diliat orang. Kayak nggak punya ke….eh, rasa malu aja. Tul gak?

 Makanya nggak heran kalo nada protes banyak dilontarkan masyarakat demi mengkritisi acara-acarareality show di atas. Untuk acara hiburan, kayaknya keinginan masyarakat nggak neko-neko. Syaratnya paling-paling jangan sampe menjadikan pornografi dan pornoaksi sebagai menu utama; nggak ngejual mimpi di tengah himpitan ekonomi; nggak menyesatkan remaja dengan pancingan gaya hidup hedonis ala selebritas; tapi justru bisa memancing sikap empati melalui tayangan yang melibatkan masyarakat bukan sebagai korban, melainkan pihak yang diuntungkan. Asyik kan?

 Ramainyareality showsosial

 Nampaknya, keinginan masyarakat sedikit banyak sudah mulai terkabul.Kini produsen acara-acara televisi berani tampil beda dengan menyajikan hiburan berkualitas.Reality showyang mengemas bantuan sosial. Wah acara baru nih? Bukan, …ini baru acara!

 Untuk menguji sikap masyarakat kita dalam menolong orang,reality show bertajuk ‘Tolooong! ' mencoba menjembatani pemirsa. Sedih juga ya ngeliat masih banyak masyarakat yang kayaknya berat banget untuk ngasih bantuan tanpa imbalan.

 Ngasih duit secara cuma-cuma kepada orang yang membutuhkan. Tema inilah yang diusung dalam ‘Uang Kaget (Easy Money )' dan ‘Rejeki Nomplok '. Hal yang sama juga terjadi pada ‘Lunas '. Bedanya, dalamUang Kaget masyarakat yang terpilih kudu pake uang 10 juta dalam waktu 30 menit. Abis nggak abis kudu dikumpulin, en dibalikin sisa uangnya. KaloRejeki Nomplok , duit 5 juta dikeluarin untuk belanja didampingi sang hostest. Sementara untukLunas , uang yang dikasih kudu dipake buat bayar hutang sampe Lunas. Siip dah! Asyik banget kan?

 Nggak cukup dengan pembagian uang tunai, bantuan dimodifikasi dalam bentuk pembenahan tempat tinggal seperti dalam ‘Bedah Rumah '. Ada juga yang mendandani kendaraan bermotor atau mobil yang udah butut. Sst.. adareality show yang pasti paling diminati para jomblo:Nikah Gratis . Siapa sih yang nggak kepengen?

 Sobat, lega juga ya ngeliat ramainya acarareality show sosial di atas. Ternyata masih ada yang ingin berbagi kebahagiaan dan kesenangan dengan orang lain yang membutuhkan. Syukur-syukur acara ini ikut ngedongkrak sikap empati pemirsa yang kian langka terhadap lingkungan sekitarnya. Nggak cuek bebek aja. Semoga! (pake tanda seru biar kedengerannya nggak pesimis. Hehehe...)

 Agar sedekah berbuah berkah

 Sobat, perintah untuk membelanjakan harta kita di jalan Allah seperti bersedekah udah sering kita denger. Ketika bersedekah, selain harta yang kita sedekahkan halal, kita juga kudu ikhlas. Agar ridho Allah Swt. menyertai amal baik kita itu. Kayak gimana sih ikhlas itu? Catet nih, sobat.

 Ikhlas adalah kesamaan perbuatan seseorang antara lahir dan batin. Menurut Abu Qasim al-Qusyairi:“Ikhlas adalah menjadikan satu-satunya yang berhak ditaati dalam sebuah niat ialah Allah Swt. Artinya, bahwa yang diinginkan dengan ketaatannya itu hanyalah untuk bertaqarrub kepada Allah semata, tidak untuk yang lain, misalnya dipamerkan kepada seseorang, mencari popularitas, atau ingin disanjung-sanjung atau pun tujuan-tujuan lain selain bertaqarrub kepada Alah Swt.”

 Sobat, menjaga keikhlasan niat dalam beramal kebaikan seperti bersedekah itu ternyata nggak gampang lho. Bener. Idealnya kan, kalo ikhlas mau ngasih, ya ngasih aja. Nggak perlu menyengaja ngadain jumpa pers, ngundang media massa untuk meliput, atau dikemas dalam acarareality show . Kalo nggak hati-hati, bisa terkontaminasi oleh sikapriya' . Pahala yang kita dapet bisa nyusut tuh, atau malah nggak dapat sama sekali. Rugi banget kan? Ya, benar-benar rugi, bo!

 Emang sih, amal kebaikan yang dikemas dalamreality show sosial disatu sisi nggak selalu untuk menuai sanjungan. Mungkin saja dipake sebagai motivasi untuk diteladani pemirsa. Tapi khawatir juga lho kalo kegiatan amal itu orientasinya berubah. Yang tadinya sekadar liputan orang menolong, jadi meliput orang ditolong. Demi mempertahankanrating tinggi dan iklan masuk.Wah, gawat nih! Ini amal saleh atau amal salah ya?Wallahu'alam.

 Teladan dari para pendahulu kita

 Sobat muda muslim, kedermawanan adalah ciri khas dan tabi'at asli kaum muslimin. Ikhlas. Nggak pakeriya' atau nyari popularitas. Hal ini dicontohkan oleh Rasul saw. dan para sahabatnya yang kaya maupun yang miskin.

 Anas r.a. berkata: “Tidak pernah Rasulullah dimintai sesuatu melainkan pasti ia memberikannya. Sungguh telah datang seorang peminta kepadanya, maka diberinya kambing yang berada di antara dua bukit, hingga ia kembali kepada kaumnya dan mengajak kaumnya: Hai kaumku segeralah kamu masuk Islam, karena Muhammad memberi seperti pemberian orang yang sama sekali tidak kuatir habis atau menjadi miskin. Sungguh dahulunya seseorang masuk Islam tidak lain karena ingin dunia, tetapi tidak lama kemudian mendadak ia cinta pada Islam melebihi dari semua kekayaan dunia. ”(HR Muslim)

 Pada suatu hari, Abdurrahman bin Auf mendengar Rasulullah saw. berkata kepadanya:“Wahai Ibnu Auf sesungguhnya kamu termasuk orang yang kaya raya, akan tetapi kamu akan memasuki surga dengan merangkak. Maka berilah pinjaman kepada Allah (yaitu menafkahkan hartanya di jalan Allah), niscaya Allah akan menolongmu membebaskan kedua kakimu.”(HR Imam Ahmad)

 Semenjak mendengar itu Abdurrahman menjadi sahabat yang paling ‘royal' dalam bersedekah. Suatu hari dia membeli tanah seharga 40.000 dinar kemudian membagikan semuanya kepada keluarga Bani Zahra, kepada isteri-isteri Rasululah saw. dan kaum muslimin yang fakir. Pada kesempatan lain, dia menyediakan 500 ekor kuda untuk berjihadfisabilillah . Pada hari yang lain lagi, ia menyerahkan 1500 ekor kuda. Pada saat meninggalnya, dia mewasiatkan 50.000 dinar dan berpesan pula agar para pejuang Badar yang masih hidup, masing-masing diberi 400 dinar. Ini berbagi rizki, bukanEasy Money lho!

 Suatu hari Abdullah bin Amir membeli rumah Khalid bin ‘Uqbah yang ada di pasar seharga 90.000 dirham.Pada malam harinya ia mendengar tangis keluarga Khalid. Dia bertanya kepada keluarga itu, ada apa ini? Mereka menjawab:“Mereka menangisi rumah mereka itu” Abdullah berkata:“Wahai anak, datangilah mereka dan beritahukanlah bahwa rumah dan uang itu untuk mereka semua” . Kagak pake ‘Bedah Rumah'. Langsung dikasih rumah utuh.

 Tatkala Qais bin Sa'ad bin Ubadah sakit, saudara-saudaranya belum juga pada menjenguknya. Ada yang kemudian berkata kepada Qais:“Mereka malu karena hutang-hutang mereka kepadamu.” Maka Qais berkata“Allah akan menghinakan harta yang mencegah saudara-saudara untuk berziarah.” Lalu dia menyuruh seseorang untuk mengumumkan“Siapa saja yang ada tanggungan hutang pada Qais, sekarang ia telah membebaskannya.” Maka hari-hari berikutnya, tangga rumah Qais menjadi pecah karena banyaknya orang yang datang menjenguknya. Ini baru ‘Lunas'!

 Asma' bin Rabi'ah, seorangtabi'in senior darithabaqah ‘ula (generasi pertama) pernah menikahkah seorang pemuda yang tak dikenalnya dengan budak wanita yang dibelinya. Padahal waktu itu, si pemuda hanya melihat budak wanita yang disukainya masuk ke rumah Asma' bin Rabi'ah. Nah, ini baru “Nikah Gratis”.

 Catatan untuk kita semua

 Sobat, ramainyareality sosial yang menyentuh aspek sosial sudah sepantasnya meninggalkan catatan tersendiri buat kita semua. Sebuah catatan untuk direnungkan.

 Pertama,reality show sosial dikemas seperti apapun tetep judulnya hiburan. Itu artinya, dengan mengantongi label hiburan tentu pihak produsen akan mencari sudut pandang terbaik agar tayangannya menarik untuk dilirik. Hasilnya, ekspresi wajah yang terharu atau tangisan tersedu-sedu menjadi tontonan yang dinanti pemirsa. Perilaku orang yang diburu waktu untuk ngabisin uang dijadikan daya tarik untuk menyedot perhatian pemirsa.

 Tidakkah kondisi ini seperti memanfaatkan kecintaan manusia (terutama kaum fakir miskin) terhadap harta sebagai komoditi bisnis hiburan? Masihkah tersisa keikhlasan pada diri para pelaku bisnis hiburan itu dalam mendermakan harta seandainya bukan kamera dari kameraman yang merekam perbuatan terpuji mereka di lokasi syuting? Melainkan ‘kamera' Allah swt dan ‘rekaman' malaikat Raqib dan Atid yang tentu saja jauh dari popularitas, rating tinggi, atau banjir sponsor iklan. Lagian, nggak jelas juga kriteria pemilihan ‘calon korbannya'.

 Kedua, buat kita selaku penonton setia acarareality show sosial, semoga nggak tergeser pemahaman kita akan nilai ibadah dalam membelanjakan harta kita di jalan Allah. Dengan atau tanpa adanya acara itu, nggak bikin sikap murah hati dan menolong saudara dalam diri kita jadi surut.Dan yang paling penting, bersedekah, berinfak, atau mendermakan harta nggak pantas dipamerkan. Sebab bisa mengundang decak kagum walaupun kita tidak mengharapkannya. Kata Rasul, kalo tangan kanan kita yang ngasih.Jangan sampe tangan kiri kita tahu. Diem-diem aja ya.

 Ketiga, beratnya beban hidup rakyat yang coba diangkat dalam acarareality show sosial seharusnya mendapatkan perhatian penuh dari negara. Kemiskinan, lilitan utang, sulitnya berumah tangga, atau memperoleh tempat bernaung yang layak adalah sebagian kecil dari permasalahan sosial yang betah berkembang biak di tengah lingkungan kita. Makanya negara kudu mau membuang sistem demokrasi-kapitalis (yang dipake buat ngatur hidup kita agar sengsara sepanjang masa) ke tong sampah. Lalu berusaha untuk menerapkan sistem Islam dalam bingkai negara Khilafah Islamiyah demi untuk mensejahterakan rakyat. Bukan para konglomerat.

 Nah sobat, jangan tunggu kita kaya untuk berderma. Jangan berharap banyak pada aturan kapitalis sekuler untuk menjadikan hidup kita lebih baik. Jangan berhenti menolong keluarga, kerabat, tetangga, atau saudara-saudara di sekitar kita sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Jangan pula diam membisu dengan segala kemaksiatan yang ada di hadapan kita. Mari kita buktikan, bahwa empati tidak hanya ada di televisi. Tapi nyata di depan mata. Yo'i gak guys![hafidz]

 

 Artikel Islami26 Maret 2005 - 16:29 Antara Ridha dan Pasrah    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

 Ridha berasal dari kata radhiya-yardha yang berarti menerima suatu perkara dengan lapang dada tanpa merasa kecewa ataupun tertekan. Sedangkan menurut istilah, ridha berkaitan dengan perkara keimanan yang terbagi menjadi dua macam. Yaitu, ridha Allah kepada hamba-Nya dan ridha hamba kepada Allah (Al-Mausu'ah Al-Islamiyyah Al-'Ammah: 698). Ini sebagaimana diisyaratkan Allah dalam firman-Nya,''Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya.''(QS 98: 8).

 Ridha Allah kepada hamba-Nya adalah berupa tambahan kenikmatan, pahala, dan ditinggikan derajat kemuliaannya. Sedangkan ridha seorang hamba kepada Allah mempunyai arti menerima dengan sepenuh hati aturan dan ketetapan Allah. Menerima aturan Allah ialah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Adapun menerima ketetapannya adalah dengan cara bersyukur ketika mendapatkan nikmat dan bersabar ketika ditimpa musibah.

 Dari definisi ridha tersebut terkandung isyarat bahwa ridha bukan berarti menerima begitu saja segala hal yang menimpa kita tanpa ada usaha sedikit pun untuk mengubahnya. Ridha tidak sama dengan pasrah. Ketika sesuatu yang tidak diinginkan datang menimpa, kita dituntut untuk ridha. Dalam artian kita meyakini bahwa apa yang telah menimpa kita itu adalah takdir yang telah Allah tetapkan, namun kita tetap dituntut untuk berusaha. Allah berfirman,''Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.''(QS 13: 11).

 Hal ini berarti ridha menuntut adanya usaha aktif. Berbeda dengan sikap pasrah yang menerima kenyataan begitu saja tanpa ada usaha untuk mengubahnya. Walaupun di dalam ridha terdapat makna yang hampir sama dengan pasrah yaitu menerima dengan lapang dada suatu perkara, namun di sana dituntut adanya usaha untuk mencapai suatu target yang diinginkan atau mengubah kondisi yang ada sekiranya itu perkara yang pahit. Karena ridha terhadap aturan Allah seperti perintah mengeluarkan zakat, misalnya, bukan berarti hanya mengakui itu adalah aturan Allah melainkan disertai dengan usaha untuk menunaikannya.

 Begitu juga ridha terhadap takdir Allah yang buruk seperti sakit adalah dengan berusaha mencari takdir Allah yang lain, yaitu berobat. Seperti yang dilakukan Khalifah Umar bin Khathab ketika ia lari mencari tempat berteduh dari hujan deras yang turun ketika itu.Ia ditanya, ''Mengapa engkau lari dari takdir Allah, wahai Umar?'' Umar menjawab, ''Saya lari dari takdir Allah yang satu ke takdir Allah yang lain.''

 Dengan demikian, tampaklah perbedaan antara makna ridha dan pasrah, yang kebanyakan orang belum mengetahuinya. Dan itu bisa mengakibatkan salah persepsi maupun aplikasi terhadap makna ayat- ayat yang memerintahkan untuk bersikap ridha terhadap segala yang Allah tetapkan. Dengan kata lain pasrah akan melahirkan sikap fatalisme. Sedangkan ridha justru mengajak orang untuk optimistis.Wallahu a'lam.

 ----------
Sumber: Republika - Jumat, 18 Maret 2005

 

 

   Artikel Islami08 Juni 2005 - 11:52 Aih... Aih...    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Author: Abu Aufa*

 Cinta, duuuh cinta...
Virus cinta emang bisa bikin blingsatan dan jungkir balik gak karuan.Uring-uringan, hingga makan tak enak, tidur pun tak nyenyak. Bahkan dapat merubah pribadi seseorang, yang awalnya benci banget kata-kata puitis nan manis, mendadak jadi pujangga yang pandai menebar janji tuk memikat hati.

 Sambil bersimpuh dengan seikat bunga mawar ditangan, sang pujangga pun merayu sang pujaan, "Duhai belahan hati, tak dapat kuhidup tanpa dirimu di sisi."

 Kadang ia bergaya bagaikan bintang film India, "Adinda..., belahlah dadaku ini, kan kau lihat ada dirimu di sana."

 Sang gadis pun tersipu malu, hidung kembang-kempis dan jempol kaki jadi gede, "Idih... abang bisa aja nih."

 Tak peduli siang malam, yang dipikirkan hanya juwita sayang impian seorang. Tak tahan dengan rayuan maut sang pujangga karbitan, si gadis pun langsung jatuh cinta. Jiwa terbang ke awang-awang, bermain dengan bintang gemintang.

 Akhirnya, adik jadi milik abang seorang.

 Cihuiii... nikah juga!!!

 Pesta tiga hari tiga malam pun diadakan, ngikutin tradisi bintang-bintang sinetron atau anak orang-orang kaya. Meriah, dengan orkes dangdut setiap malam yang memekakkan telinga, juga tak ketinggalan pemutaran layar tancap di depan rumah.

 Tamu-tamu begitu banyak yang datang, dan tak henti-hentinya ucapan selamat dihaturkan, "Duuh neng, cantiknya...," seraya tangan mencubit gemes pengantin perempuan.

 "Aduuh!" ternyata nyubitnya sakit juga, sambil ngedumel dalam hati, "Iih... luntur deh make-up, nih ibu reseh banget sih!"

 Tapi senyuman masih mengembang, memikirkan banyaknya amplop yang akan diterima, dan kembali berbisik dalam hati, "Sudah tradisi...," menirukan iklan produk biskuit di tivi.

 Rasa puas serta bahagia terpancar dari kedua pasangan, dan tentu saja keluarga besar. Bangga, bisa membuat pesta gede-gedean karena katanya itu simbol kaum terhormat dan kaya raya.

 Rencana bulan madu pun tak lupa dipikirkan, "Bang, ntar kita bulan madu kemana?" tanya istri sambil bergelayut manja.

 "Kemana aja boleh, terserah adikku sayang," sambil mencium pipi dengan mesra, muaaah! Maklum, pengantin baru.

 "Huu... yang benar dong jawabnya," pura-pura merajuk.

 "Kalo ke bulan, adik mau ikut?"

 "Ikuuut...," sambil memegang erat tangan kekanda tercinta.

 Aih... aih...

 * * *

 Cinta, duuuh cinta...
Di awal pernikahan duhai sungguh indah, sayang-sayangan yang bikin mabuk kepayang. Makan saling suap-suapan, di jalan pun tangan saling bergandengan, hingga kadang membuat iri yang belum menemukan pasangan. Tak lupa foto adinda yang sedang tersenyum dipajang di meja kerja, dielus-elus saking cintanya, karena tak sabar ingin segera pulang ke rumah.

 Jam kerja kadang digunakan untuk telpon-telponan, "Lagi ngapain, honey?"

 Karena masih pengantin baru, masih gede rasa cemburu.

 "Hani? Siapa tuh Hani? Kan namaku bukan Hani, pacar baru lagi ya?"

 Hiks... hiks... hiks...

 Hah???

 * * *

 Waktu berlalu, hari berganti hari hingga tahun berganti tahun. Layaknya sebuah kehidupan, tentu ada pasang surut. Roda pun tak selalu di atas, selalu ganti berputar. Begitu juga perjalanan bahtera rumah tangga anak manusia, kadang manis tak jarang pula sebaliknya.

 Gejolak cinta di masa muda yang begitu bergelora untuk mendapatkan pasangan jiwa lalu berganti dengan keluh kesah, hingga bosan pun meranggas cinta. Suami yang dulu begitu mesra, perlahan mulai lupa dengan yang di rumah. Sang istri kini lebih sering merenung sambil bersenandung lagu Kemesraan-nya Franky Sahilatua, berharap kemesraan yang dulu janganlah cepat berlalu.

 Istri kadang sendirian, karena kekanda tercinta suka pulang larut malam. Makan malam yang dihidangkan pun kini tak lagi disentuh, karena restoran telah menjadi pilihan. Dilayani pelayan-pelayan yang berpenampilan rapih, bagi sang suami lebih menyenangkan daripada disambut istri yang wajahnya penuh dengan masker bengkoang dan celemek kucel penuh bau masakan beraneka-ragam. Bahkan tak jarang kepala bermahkotakan rol rambut aneka warna.

 Ah... Rumah tangga kini tak lagi tampak mesra. Suami yang dulunya selalu berjanji sehidup semati, kini lain di bibir, lain di hati. Sindir menyindir sering jadi luka yang menyayat pedih.

 * * *

 "Neng... manusia itu tak ada yang sempurna, semua pasti ada kekurangannya," nasehat Wak Haji di mushola kecil yang diapit rumah-rumah mewah di kompleks perumahan tersebut.

 "Suami istri saling cekcok atau bertengkar itu hal yang biasa," beliau kembali menambahkan.

 "Wak Haji juga dong?" cepat memotong.

 "Lha iya, emang saya bukan manusia?"Wak Haji menjawab sambil mesem-mesem.

 "Lho, mestinya Wak Haji ngasih contoh yang baik, masak udah haji kok bertengkar?"

 Lalu kembali berkomentar, "Kalo Wak Haji yang udah tua gini masih juga suka berantem, lha kita yang muda ini nyontohnya ke siapa? Wak Haji mikir dong, mikir...!"

 Wuaaah...!!!

 "Aih... aih... Wak Haji gitu aja marah, terusin deh" senyum-senyum.

 Sambil menahan gemes, Wak Haji pun melanjutkan, "Neng juga harus inspeksi diri sendiri..."

 "Mungkin introspeksi ya Wak, maksudnya?" membenarkan.

 "Oh iya, ya itu..., Neng juga harus intrupsi"

 "Introspeksi Wak, bukan intrupsi!" kembali membenarkan, sembari menahan kesal.

 "Aduuh... susah ya pakai istilah tingkat tinggi, apa tadi, inflasi?" Wak Haji bertanya kembali.

 Wuaaah...!!!

 "Aih... aih... Neng, gitu juga marah, he... he... he...," Wak Haji terkekeh-kekeh, girang banget bisa membalas.

 "Tak ada gading yang tak retak, demikian juga rumah tangga. Lautan masih terlalu luas terbentang, ribuan karang siap menghadang, ombak pun kadang menerjang. Karena itu semua persoalan tak hanya dapat dipecahkan dengan cinta, tapi juga butuh sikap dewasa," nasehat Wak Haji.

 Kembali beliau menambahkan,

 "Untuk bersikap dewasa harus ada yang namanya ujian. Nah..., jadikan ujian itu sebagai pernik-pernik dalam pernikahan, ia akan menjadi indah saat setiap pasangan menyikapinya dengan dewasa, bukan dengan amarah. Sikap dewasa akan menyuburkan cinta, sehingga istri atau suami akan lebih mengutamakan pasangannya. Misalnya nih contoh gampangnya, kadang si istri lebih senang berdandan untuk orang lain daripada suaminya, atau sebaliknya."

 "Maksudnya Wak Haji?" bertanya, karena belum jelas.

 "Iya, coba si Neng inspeksi, eh... apa tadi, inflasi?" sahut Wak Haji seraya membenarkan letak kopiahnya.

 "Idih mulai lagi nih, introspeksi, Wak Haji" sambil menahan senyum.

 "Eh iya, si Neng coba introspeksi diri, apa iya kalo dandan di rumah juga seperti ini? Padahal Islam menganjurkan kalo berdandan untuk suami di rumah itu jauh lebih baik daripada untuk orang lain," nasehat Wak Haji bagaikan air bening yang merembes di telaga hati.

 Si Neng hanya terdiam, membenarkan. Kemudian ia merenung betapa indah, bahkan teramat indah Islam mengajarkan syariat kepada para pemeluk-Nya, hingga mengatur hal-hal yang sangat sederhana. Ia tertunduk malu, karena terkadang terlalu berlebihan berdandan untuk orang lain saat keluar rumah, padahal yang lebih utama semestinya itu adalah hak kekanda, sang belahan jiwa.

 * * *

 Krek... Suara pintu dibuka, suami tercinta baru pulang kerja.

 "Aih... aih..., mau kemana malam-malam begini?" tanya suami curiga, melihat istri yang berdandan begitu cantiknya.

 Ia hanya diam, dan tersenyum manis sementara kekanda tercinta masih bengong, menatap tak percaya.

 "Nggak kemana-mana, emangnya gak boleh tampil cantik di rumah?" jelas adinda sambil mengedipkan genit sebelah matanya.

 "Kata Wak Haji, istri itu harus melayani suami dengan baik, termasuk tampil cantik saat ia ada di rumah," menirukan apa yang telah didengarnya di mushola.

 Suami terharu, aaah... ia memang telah tampil beda. Suami pun sadar bahwa dirinya dan juwita tercinta memang sudah beranjak jauh dari masa-masa muda yang penuh gelora, tapi kekuatan cinta akan selalu menjadikan seseorang berusaha memberikan yang terbaik kepada yang dicintainya. Sang pujangga lalu berjanji dalam hati, untuk selalu menjadi pujangga cinta bagi adinda, sang belahan jiwa.

 "Abang...," istri berkata perlahan.

 Dalam hati sudah mengira, pasti adinda akan meminta maaf atas segala kekhilafan yang dilakukannya, sehingga dengan cepat ia berkata,

 "Sudahlah dek, abang juga salah, suka mengabaikan tanggung jawab di rumah," terharu, mata tambah berkaca-kaca.

 "Aih... aih..., emangnya saya mau ngomong apa," gerutunya dengan manja, "Cuma mau nanya, kan udah awal bulan, uang gajiannya mana?"

 Hah???

 WaLlahua'lam bi shawab.

 *MERENGKUH CINTA DALAM BUAIAN PENA* Al-Hubb FiLlah wa LiLlah,

 

 -----------
Abu Aufa
(Tulisan ini telah dimuat di buku Diary Kehidupan 2, untuk pembelian di Jepang silahkan menghubungi Sdr.Deddy Nur Zaman:http://www.nurcendekia.com/ )

 FERRY HADARY
OHKAWA Laboratory
Department of Control Engineering and Science
Faculty of Computer Science and Systems Engineering
Kyushu Institute of Technology-Japan

    Buletin Studia23 Maret 2005 - 14:41 Pacaran? Pikir Lagi, Deh!    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== STUDIA Edisi 232/Tahun ke-6 (21 Februari 2005)

 Pacaran, sepertinya telah dinobatkan oleh remaja saat ini sebagai satu-satunya ekspresi cinta kepada lawan jenis. Otomatis ikatan baku syahwat ini sedikit banyak mempengaruhi jalinan persahabatan cewek-cowok. Makin sulit ditemukan hubungan dekat remaja-remaji yang murni pertemanan. Selaluuu aja ada benih-benih cinta di hati yang tersemai tanpa mereka sadari. Nggak heran kalo banyak remaja yang terprovokasi oleh komplotanProject Pop dan Chrisye dalam hits terbaru mereka, ‘burkat'Buruan deh katakan …. Makanya Yovie dan Nuno juga nggak tahan untuk bilang, ‘inginku…tidak hanya jadi temanmu…ataupun sekadar sahabat '. Pengenya jadi apa dong?

 Pacar. Yup, status pacar yang banyak diburu kaum jomblo sebagai simbol kemenangan dan kebanggaan. Begitu pentingnya status ini hingga dijadikan ‘mata pelajaran' rutin oleh media massa bagi para pemirsanya. Walhasil, para pelajar berseragam putih biru donker pun menjadikan tempat belajarnya sebagaiSekolah Mencari Pacar (SMP).Parah tenan iki!

 Sobat, banyak remaja yang ngerasa kalo jadi pacar atau punya pacar bikin hidup terasa lebih indah. Katanya sih, mereka udah nemuinsoulmate alias belahan jiwanya. Seseorang yang memanjakan perasaan cintanya; yang menjaga dan melindunginya; yang begitu perhatian dan peduli padanya; yang menyediakana shoulder to cry on ; yang mengulurkan tangannya saat salah satunyadown ; hingga rela berkorban untuk memenuhi permintaan sang buah hati. Pokoknya romantis abis!

 Selanjutnya, hari-hari mereka lalui dengan kebersamaan. Acara jalan bareng sambil gandengan tangan atau mojok berdua untuk saling bertukar cerita jadi menu wajib. Di kampus, sekolah, mal, halte, bioskop, atau di bawah guyuran hujan nggak masalah. Kalo nggak bisa jalan bareng, minimal mengobral kata-kata cinta via SMS. Inilah penyakit orang kasmaran. Enggan berpisah walau sesaat. Bawaannya kangen mulu. Padahal doinya cuma permisi ke toilet. Waduh!

 Tapi sobat, apa bener pacaran itu selamanya indah?

 Banyak rugi di balik pacaran

 Kalo diperhatiin sekilas, bisa jadi orang mengganggap pacaran itu nggak ada ruginya. Padahal, banyak juga lho ruginya. Makanya jangan cuma sekilas merhatiinnya. Nggak percaya? Simak deh poin-poin berikut:

 1. Rugi waktu

 Sobat, coba kamu iseng-iseng nanya ke temen yang pacaran, berapa banyak waktu yang dia berikan untuk pacarnya?A. satu jam B. dua jam C. satu hari D. satu minggu (kayak soal ujian aja pakemultiple choice ). Jawabannya: nggak ada yang cocok! Sebab ketika ikatan cinta di antara mereka diucapkan, masing-masing kudu terima konsekuensi untuk ngasih perhatian lebih buat sang pacar. Itu berarti, harusstand by alias siap setiap saat jika diperlukan doi (sopir taksi kaleee!). Ini yang bikin repot.

 Gimana nggak, waktu yang kita punya nggak cuma buat ngurusin sang pacar. Emang sih teorinya nggak seekstrim itu. Biasanya mereka mencoba saling mengerti kalo kekasihnya juga punya kepentingan lain.Tapi kalo masing-masing minta dimengerti, bisa-bisa muncul sikap egois. Merasa dirinya paling penting dan paling berhak untuk diperhatikan.Ending -nya, teori dan praktek sangat jauh panggang dari api. Tetep aja mereka terpaksa ngorbanin waktu untuk sekolah, kantor, keluarga, atau teman sebaya biar doi nggak ngambek. Kalo sudah begini, demi mempertahankan pacaran, urusan lain bisa berantakan. Betul?

 2. Rugi pikiran

 Sehebat-hebatnya manusia mengelola alokasi pikiran dan perhatian untuk ngurusin hidupnya, belum tentu dia mampu mengendalikan rasa cintanya. Asli. Ketika kita jatuh cinta, nggak gampang kita mikirin urusan laen. Semua pikiran kita selalu mengerucut pada satu objek: Pacar. Mau ngapain aja selalu teringat padanya. Seperti kata Evi Tamala, ‘mau makan teringat padamu…. mau tidur teringat padamu…lihat cheetah teringat padamu…. ' Ups!Sorry , jangan ngerasa di puji ya. Gubrak!

 Nggak heran kalo sitaan pikiran yang begitu besar dalam berpacaran bisa bikin prestasi belajar menurun. Itu juga bagi yang berprestasi. Bagi yang nilainya pas-pasan, bisa-bisa kebakaran tuh nilai rapot. Mereka sulit berkonsentrasi. Meski jasadnya ada dalam kelas belum tentu pikirannya nangkep penjelasan dari guru. Yang ada, pikirannya tengah melanglang buana ke negeri khayalan bersama sang permaisuri pujaan hati. Dan nggak akan sadar sebelum spidol atau penghapuswhiteboard mendarat dengan sukses di jidatnya.

 3. Terbiasa nggak jujur

 Lucu. Kalo kita ngeliat perilaku standar remaja yang lagi kasmaran. Di rumah dia uring-uringan karena sakit perut (tapi bukan diare lho), tapi akibat makan cabe tapi lupa makan goreng bakwannya karena saking asyiknya nontonDora the Explorer . Sang ibu pun terpaksa telpon ke sekolah untuk minta izin. Menjelang siang, tiba-tiba pacar telpon. Nanyain kabar karena khawatir. Terus dia bilang,‘sayang ya kamu nggak sekolah. Padahal nanti siang aku minta di antar ke toko buku terus hadirin undangan temenku yang ulang tahun di KFC…'

 Tak lama berselang, keajaiban terjadi. Tiba-tiba sakitnya sembuh dan siap nganterin doi. Padahal sebelum ditelpon pacarnya, sang ibu minta tolong dibeliin minyak tanah di warung sebelah rumah, jawabnya: ‘nggak kuat jalan Bu. Kan lagi sakit '.

 Ini baru contoh kecil. Seringkali orang yang pacaran secara otomatis berbohong, agar terlihat baik binperfect di mata pacar.

 4. Tekor materi

 Sobat, dalam berpacaran, keberadaan materi sangat menentukan mati hidupnya itu hubungan. Meski ngakunya nggak begitu mentingin materi, tetep aja kalo nraktir bakso di kantin sekolah atau nonton hemat ditwenty one kudu pake duit.

 Yang bikin runyam, kebanyakan dari remaja yang berpacaran perekonomiannya sangat tergantung dengan jatah yang dikasih ortu. Pas lagi ada duit, jatah uang saku sebulan ludes dalam hitungan jam di malam minggu pertama setiap bulan. Kalo lagi nggak punya duit sementara pacar ngajak jalan, bisa nekat mereka. Nilep uang SPP atau terlibat aksi kriminal. Repot kan?

 Nah sobat, ternyata pacaran tak selamanya indah.Ada juga ruginya. Banyak malah. Rasanya nggak sebanding dong kalo kita harus kehilangan waktu luang, prestasi belajar, teman sebaya atau kedekatan dengan keluarga, karena waktu, pikiran, tenaga, dan materi yang kita punya, banyak dialokasikan untuk sang pacar. Belum lagi dosa yang kita tabung selama berpacaran. Padahal pacar sendiri belum tentu bisa mengembalikan semua yang kita korbankan ketika kita kena PHK alias Putus Hubungan Kekasih. Apalagi ngasih jaminan kita selamat di akhirat. Nggak ada banget tuh. Rugi kan? Pasti, gitu lho!

 Pacaran, dilarang masuk!

 Sobat muda muslim, meski dalam al-Quran tidak terdapat dalil yang jelas-jelas melarang pacaran, bukan berarti aktivitas baku syahwat itu diperbolehkan. Pacaran di-black list dari perilaku seorang muslim karena aktivitasnya, bukan istilahnya.

 Orang pacaran pasti berdua-duaan. Padahal mereka bukan mahram atau suami-istri. Yang kayak gini yang dilarang Rasul dalam sabdanya:“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh baginya berkhalwat (bedua-duaan) dengan seorang wanita, sedangkan wanita itu tidak bersama mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga di antara mereka adalah setan”(HR Ahmad)

 Kehadiran pihak ketiga alias setan sering dicuekin oleh orang yang lagi pacaran. Padahal bisikannya bisa bikin mereka gelap mata bin lupa diri. Cinta suci yang diikrarkan lambat laun ber-metamorfosis menjadi cinta birahi. Ujung-ujungnya mereka akan dengan mudah terhanyut dalam aktivitas KNPI aliasKissing ,Necking ,Petting , sampeIntercousing . Dari sekadar ciuman hingga hubungan badan.Naudzubillah min dzalik ! Makanya Allah Swt. telah mengingatkan dalam firmanNya:

 Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.(QS al-Isrâ [17]: 32)

 Kalo masihngeyel dengan peringatan Allah Swt. di atas, dijamin kesengsaraan bakal menimpa kita. Banyak kok fakta yang berbicara kalo gaya pacaran sekarang lebih didominasi oleh penyaluran hasrat seksual. Akibatnya, secara tidak langsung pacaran turut membidani lahirnya masalah aborsi, prostitusi, hingga penyebaran penyakit menular seksual. Karena itu, pacaran dilarang masuk dalam keseharian seorang muslim. Akur? Kudu!

 Agar cinta nggak bikin sengsara

 Sobat muda muslim, perlu dicatet kalo Islam melarang pacaran bukan berarti memasung rasa cinta kepada lawan jenis. Justeru Islam memuliakan rasa cinta itu jika penyalurannya tepat pada sasaran. Sebab Allah menciptakan rasa itu pada diri manusia dalam rangka melestarikan jenisnya dengan kejelasan nasab alias garis keturunan. Karena itu hanya satu penyaluran yang diridhoi Allah, dicontohkan Rasulullah, dan pastinya tepat pada sasaran. Yaitu melalui pernikahan. Rasulullah saw bersabda:“Wahai sekalian pemuda, barang siapa yang sudah mempunyai bekal untuk menikah, menikahlah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat memejamkan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang belum mempunyai bekal untuk menikah, berpuasalah, karena puasa itu sebagai benteng baginya.”(HR Bukhari dan Muslim)

 Untuk mengendalikan rasa cinta pada diri manusia, Islam juga punya aturan maen yang meminimalisasi fakto-faktor pembangkit rasa itu. Secara umum, interaksi antara pria dan wanita dalam Islam hanya diperbolehkan dalam aktivitas yang mengharuskan kerjasama di antara mereka. Seperti ketika jual beli di pasar, berobat ke dokter, belajar di sekolah atau kampus, bekerja di kantor, dsb. Dengan catatan, ketika aktivitas di atas selesai, maka masing-masing kudu kembali kepada habitatnya. Nggak pake acara curi-curi kesempatan berduaan sehabis sekolah bubar, mau pergi ke pasar, atau pas berangkat kerja.

 Kalo pas lagi ada keperluan mendesak dengan lawan jenis, kita bisa ajak teman biar nggak berduaan. Selain itu, kita juga diwajibkan menjaga pandangan biar nggak jelalatan ketika bertemu dengan lawan jenis. Sebab jika pandangan kita terkunci, sulit mengalihkannya. Seperti kata A. Rafiq, ‘lirikan matamu…. menarik hati… ' (dangdut terus neh! Tadi Evi Tamala. Hihihi..)

 Nggak ketinggalan, Islam juga mewajibkan muslimahnya untuk menutup aurat secara sempurna dan menjaga suaranya agar tidak mendesah bin mendayu-dayu ketika berkomunikasi dengan lawan jenisnya. Sebab bisa memancing lawan jenis untuk berinteraksi lebih jauh.Wah, di sinilah perlu jaga-jaga ya.

 Sobat muda muslim, selain dosa, ternyata pacaran juga banyak ruginya. Makanya kalo virus merah jambu mulai meradang di hatimu, cuma ada satu solusi jitu: merit binti menikah. Nggak papa kok masih muda juga. Tapi kalo ngerasa belum mampu, kamu bisa rajin-rajin berpuasa untuk meredam gejolak nafsu. Dan tentunya sambil terus belajar, mengasah kemampuan, dan mengenali Islam lebih dalam, jangan lupa perbanyak kegiatan positif: ngaji dan olahraga, misalnya. Moga kita sukses di dunia dan di akhirat ya. Mau kan? Mau doooong! Siip.. dah![hafidz]

 

   Buletin Studia23 Maret 2005 - 15:07 Nikmati Cinta Tanpa Pacaran    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== STUDIA Edisi 231/Tahun ke-6 (14 Februari 2005)

 Cinta tak pernah bosan untuk diobrolkan.Urusan cinta pun tak pupus oleh waktu, ia senantiasa hadir dalam kehidupan kita. Asyik untuk dibahas, tak lelah untuk menuliskannya, dan getol untuk mendiskusikannya. Karena cinta memiliki keunikan dan sekaligus “keajaiban”.

 Uniknya cinta bisa dilihat dan dirasakan dari berbagai sisi. Paling nggak neh, cerita tentang cinta yang berakhir bahagia sama nikmatnya dengan mendengar kisah duka karena cinta. Selain unik, cinta memang “ajaib”. Bisa mengobati rasa rindu, mampu melicinkan perasaan, dan juga menumbuhkan kreativitas yang tak pernah ada habisnya.

 Nah, bicara tentang cinta, ada satu fenomena yang menarik dan perlu mendapat perhatian dari kita semua. Sepertinya sebagian besar dari kita selalu merasa “gatal” bahwa jika cinta tak diekspresikan dengan aktivitas mencintai, akan berakhir dengan kegelisahan. Itu sebabnya, jangan heran jika akhirnya banyak yang kabur dalam memaknai cinta. Banyak yang gelap mata, dan nggak sedikit yang miskin ilmu. Dikiranya mengekspresikan cinta, ternyata malah menggeber nafsu. Padahal, cinta tak sama dengan aktivitas mencintai. Tak berbanding lurus pula. Tapi kenapa harus dipaksakan untuk disamakan?

 Guys, sejatinya cinta tetap bisa tumbuh dan terpelihara meski tak diekspresikan dengan aktivitas mencintai. Itu sebabnya pula, cinta tetap ada meski tanpa diwujudkan dengan pacaran. Karena cinta memang beda dengan pacaran. Buktinya banyak orang jatuh cinta, dan nggak sedikit yang memendamnya. Mereka cukup merasakan cinta di dalam hatinya. Entah karena tak kuasa mengatakannya kepada orang yang dicintainya, atau memang sengaja ingin memelihara dan merawatnya sampai pada suatu saat di mana kuncup itu menjadi mekar dan berbunga di taman hatinya (duilee...).

 Dua alasan tadi tak perlu dipertentangkan. Karena yang terpenting adalah bahwa tanpa diekspresikan dalam aktivitas saling mencintai pun cinta tetap akan tumbuh di hati. Kenyataan ini pula yang mengukuhkan bahwa cinta tidak selalu sama dan tak sebangun dengan aktivitas mencintai. Jelas, ini mematahkan mitos selama ini yang meyakini bahwa jika jatuh cinta harus diwujudkan dengan aktivitas mencintai bernama pacaran. Ya, namanya juga mitos, bukan fakta,Bro . Lihat aja, mereka yang masih melajang sampe tua, bukan berarti tak memiliki rasa cinta. Mereka pasti memiliki cinta kok. Cuma karena cinta tak mesti dieskspresikan dengan aktivitas mencintai seperti pacaran atau juga pernikahan, ya tak membuatnya sakit tuh. Cuma mungkin gelisah aja karena nggak bisa berbagi cinta dengan seseorang yang bisa menyambut cintanya. Tapi tak membuatnya sakit.

 Namun meski demikian, bukan berarti cinta tak boleh diekspresikan sama sekali dalam aktivitas mencintai. Nggak juga. Ini sekadar ngasih gambaran bahwa kita jangan keburu menyimpulkan bahwa pacaran adalah jalan pintas untuk mengekspresikan cinta. Nah, kalo pun harus diekspresikan dengan aktivitas saling mencintai, tentunya hanya wajib di jalan yang benar sesuai syariat. Tul nggak? Yup, hanya melalui ikatan pernikahanlah cinta kita bisa dan halal diekspresikan dengan kekasih kita. Begitu lho. Mohon dicatat dan diingat ya. Makasih.

 Jatuh cinta nggak dilarang

 Sobat muda muslim, jatuh cinta itu nggak dilarang kok. Lagian, siapa yang bisa melarang orang lain untuk tidak jatuh cinta. Nggak bakalan bisa. Namun, jangan pula kemudian nganggep bahwa mentang-mentang jatuh cinta nggak dilarang, lalu mengekspresikannya dengan pacaran jadi sah-sah aja. Ah, kalo itu sih udah tulalit atuh. Bedaeuy , antara cinta dan aktivitas mengekspresikan cinta,Bro . Oke?

 Oya, boleh tuh jatuh cinta meski nggak perlu orang yang kita cintai itu mencintai kita juga. Artinya, cinta tak selalu harus saling bersambut. Jadi, kalo kita jatuh cinta kepada seseorang, tak perlu orang tersebut juga mencintai kita. Namun, seringkali kita nggak siap untuk menerima “penolakan” dari orang yang kita cintai.Sakit. Bahkan bisa sakit banget kalo orang yang nolak dekat dengan kita.Kita setengah mati mencintainya, eh, dia malah setengah hidup menolaknya. Itu kan kagak nyetel namanya. Siapa yang gondok? Tentu saja dua-duanya. Lho kok? Iya. Pertama, orang yang mencintai merasa bertepuk sebelah tangan, dan tentunya kecewa begitu tahu rasa cintanya tak berbalas. Kedua, orang yang menolak juga kecewa, karena kok bisa-bisanya dicintai oleh orang yang tak dicintainya. (Wacks, jangan nyindir dong!)

 Jadi, kalo udah jatuh cinta, nikmati saja tanpa harus diekspresikan dengan pacaran. Caranya gimana? Ehm, ketika kita jatuh cinta, jangan keburu geer dan tergesa untuk ungkapkan cinta. Itu bisa berbahaya bagi yang belum bisa menerima beban kecewa. Emang sih perasaan cinta itu nggak bisa ditahan-tahan. Nggak bisa dihalangi dengan kekuatan apa saja. Bahkan adakalanya nggak bisa digeser-geser en dipindah-pindah ke lain hati (emangnya pot bunga, digeser-geser?). Maka jangan heran kalo kita ingin rasanya buru-buru menuntaskan rindu kita kepada seseorang yang membuat kita nggak nyenyak tidur siang-malam. Kita ingin agar perasaan kita benar-benar saling berbalas. Kita ingin jadikan ia sebagai dermaga tempat cinta kita berlabuh. Sampai tanpa sadar bahwa kita dikendalikan oleh cinta, bukan kita yang mengendalikannya.

 Tapi saran saya, jangan keburu “geer” deh kalo tiba-tiba kamu punya rasa cinta kepada lawan jenis. Kenapa? Karena kalo kamu belum kuat menahan bebannya, bisa blunder. Kamu bisa sakit hati. Bayangin aja ketika kamu terlalu “geer” alias gede rasa, kamunekatz menembak teman gadismu. Kita bisa dan siap ngincer lalu nembak lawan jenis kita. Tapi, seringkali di usia sepantaran kamu yang masih ABG dan “pensiunan” ABG sering nggak siap menerima kenyataan, gitu lho.

 Kok bisa? Hmm.. mungkin karena kurang pengalaman kali ye (atau bisa juga nggak pede), jadinya pas ditolak, teroris bertindak (idih, serem banget). Iya, saya pernah baca di koran bahwa ada seorang remaja laki yang cintanya ditolak gadis pujaannya, dan langsung bertindak dengan mengerahkan teman-temannya untuk meneror si gadis dan pacar pilihannya hingga ada korban jiwa. (hmm.. itu sih namanya cinta berbuah tahlilan!)

 Jadi intinya, boleh saja jatuh cinta. Nggak ada yang larang kok kalo kamu jatuh hati. Wajar aja lagi. Tapi,mbok ya jangan keburugeer gitu lho, hingga menafsirkan kalo cinta harus diwujudkan dengan bersatunya dua hati, lalu tergesa ungkapkan cinta. Padahal, seringkali di antara kita yang masih bau kencur ini nggak siap dengan kenyataan. Dalam bayangannya, cinta itu harus bersatu, cinta itu harus saling memiliki, itu sebabnya mau tidak mau cinta itu harus berbalas. Padahal, banyak kasus berakhir dengan kecewa. Itu karena kita ngotot cinta sama si dia, sementara si dia juga ngotot nolak kita. Walah, itu namanya percintaan sepihak. Jadi, jangan cepetgeer ya!

 Sekarang saya mau tanya, memang kalo kamu suka sama seorang seleb, kamu cinta sama seorang seleb, dan kamu sayang sama dia, kudu juga berbalas? Nggak juga kok menurut saya. Kenapa? Begini, kamu yang cewek cinta nggak sama Nicholas Saputra?Senang banget kan kalo kebetulan ketemu dan diajak makan bareng? Wuih... tapi sejauh ini, pernah nggak melamunkan supaya dia jadi kekasihmu? Mungkin sebagian dengan pede dan gagah berani menganggukkan kepala sebagai jawaban atas pertanyaan ini, tapi sangat boleh jadi yang lain malah menjawab: Mimpi kali yeee!(ini tergantungbargaining position -nya sih)

 Pendam saja dulu rasa itu

 Waktu sekolah, saya juga punya rasa cinta kepada seorang gadis teman satu sekolah, tapi karena saya tak berani mengungkapkannya, saya cukup jadikan ia sebagai “objek” kreativitas saya dalam puisi dan cerpen.Selama tiga tahun saya cuma memendamnya dalam hati rasa cinta kepada gadis satu sekolah itu. Saya hanya bisa cerita kepada teman saya dan si dia sendiri nggak pernah tahu kalo sedang “dicintai” sama saya.Ajaib memang. Di sini saya merasa mencintai tanpa bersalah dan enjoy aja lagi. Saya bisa menikmatinya dan menerjemahkannya dalam puisi. Ya, saya merasa bahagia saja dalam mencintai meski dia sama sekali nggak tahu.

 Tapi.. setelah saya mulai nekat mengungkapkan cinta, barulah muncul masalah. Salah satunya ya rasa bersalah di antara kami. Ternyata eh ternyata ia sama sekali tak mencintai saya, dan menganggap sekadar teman biasa. Rasanya langit bagai runtuh menimpa saya (kerena sudah terlanjur mencintai sepenuh hati. Kandas deh!). Ya, saya merasa bersalah karena saya begitu besar mencintai dia (padahal dulu asyik-asyik aja tuh saat belum diungkapkan perasaan cinta itu).Dia juga mungkin merasa bersalah karena telah begitu halus menolak cinta saya. (KLBK alias Kenangan Lama Bangkit Kembali neh. Gubrak!)

 Jadi intinya, nikmati saja dulu cinta itu dengan diam-diam. Tunggu saatnya tiba. Saat di mana kita sanggup menahan beban dan siap ditelan kenyataan. Biarkan ia tumbuh subur dulu. Kalo pun kemudian harus kecewa, ya itu risiko. Tapi minimal, kita pernah mencintai seseorang yang bisa memekarkan kuncup di hati kita dan membuat kita jadi kreatif tanpa rasa bersalah sedikit pun. Lagian bukankah Bang Ebiet pernah bersenandung,“Sebab cinta bukan mesti bersatu...” Ehm, pantesan seorang kenalan saya pernah bilang ke saya waktu curhat: “Cinta pertama saya bukan dengan istri saya, tapi saya masih inget sampe sekarang gimana perasaan saya waktu mencintai teman saya itu. Karena itu cinta pertama, tapi ternyata nggak jadi...” Nah lho!

 Itu sebabnya, banyak orang sekadar “cinta sepihak” dan memendamnya dalam hati. Karena tak berniat untuk mengungkapkannya. Tapi ternyata aman-aman saja kok. Jelas, ia tidak merasa bersalah. Baik kepada dirinya maupun kepada orang lain. Mungkin ini tipe orang yang seperti digambarkan dalam lagunya Bang Ebiet G. Ade, “Apakah Ada Bedanya”:“Cinta yang kuberi sepenuh hatiku, entah yang kuterima aku tak peduli... aku tak peduli.. aku tak peduli” (Duile.. ini bukan putus asa apalagi patah arang, tapi sekadar mengungkapkan betapa masih ada orang yang sebenarnya ingin total mencintai dan tak peduli dengan balasannya dari orang yang dicintainya. Ini persepsi saya, dan saya ambil sebagian lirik saja dalam lagu itu. Karena saya yakin Bang Ebiet punya maksud lain dengan menuliskan lagu tersebut)

 Pacaran itu merugikan

 Kamu pasti apal deh lagunya Peter Pan yang sebagian isi liriknya begini nih,“Apa yg kau lakukan di belakangku/Mengapa tak kau tunjukkan di hadapanku/Apa yang kau lakukan di belakangku/ di belakangku/ di belakangku...” Yup, lagu ini judulnya adalah “Di Belakangku”. Apal kan?

 Ehm, rasa-rasanya Ariel nyanyinya berdasarkan pengalaman tuh, mungkin sama seperti pengalaman banyak teman kita yang diterjemahkan dalam bentuk lagu. Pengalaman apa? Hmm... moga-moga saja bener nih. Yup, kayaknya pengalaman diselingkuhi sama pacarnya tuh. Wah, wah, inilah satu satu sisi gelap pacaran. Emang sih, yang udah nikah juga bisa selingkuh, tapi lebih rugi dan konyol lagi masih pacaran malah udah dikadalin sama pasangannya. Belum jadi suami-istri aja udah nggak bisa dipercaya, apalagi kalo udah menyatu dalam pernikahan? Pikir-pikir lagi ye.

 Oya,loss pride alias hilang harga diri juga adalah dampak dari pacaran. Kok bisa? Yah, namanya juga pacaran, masih bisa sambung-putus sesukanya. Jadi, ketika bubaran, banyak yang “ember” cerita ke yang lain. Misalnya, “Kamu pacaran sama dia? Jangan mau, dulu pernah sama aku, dia kalo tidur ngiler!” Wacks?

 Nah, soal pacaran cukup sampe di sini dulu ya, karena keterbatasan halaman. Pekan depan insya Allah disambung lagi dengan penekanan lebih dalem soal hubungan pranikah tersebut, oke? Pekan ini kita lebih fokus bahas bahwa cinta bisa tumbuh meski tanpa pacaran. Yakin itu. Oke?[solihin]

 

 Buletin Studia21 April 2005 - 17:04GIRL Power!    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== STUDIA Edisi 241/Tahun ke-6 (25 April 2005)

 Bulan April identik dengan bulannya para cewek, emansipasi menuntut persamaan hak dalam segala bidang. Lihat tuh ada yang udah jadi tukang insinyur sejajar dengan si Doel anak sekolahan, ada yang jadi bu dokter, pilot, polisi, guru, profesor, dan ilmuwan. Ada nggak ya jenis profesi yang belum terjamah perempuan? Bisa dibilang nggak ada tuh. Eh, kira-kira mau nggak aktivis penyeru emansipasi itu untuk jadi sopir bajaj ala Bajuri? Phew!

 Tapi ngomong-ngomong sobat, apakah program emansipasi or feminisme ini steril dari eksploitasi? Hmm… kalo kamu jeli, lahan basah untuk cewek emang rawan eksploitasi, lho. Kalo udah kena istilah yang satu ini, nggak ada makna lain selainphysically . Ya, eksploitasi fisik, Non. Itu bisa kamu lihat di iklan. Misalnya aja, mobil yang nggak ada hubungannya dengan tubuh, selalu kudu ditemani cewek dengan pakaian minim. Permen yang dulunya konsumsi anak kecil, juga nggak lepas dari penampilan cewek seksi. Bahkan pake ada cowok yang mendampingi, saling berdekatan, dekat, dan semakin dekat untuk menunjukkan nafas segarnya. Tahu sendiri deh kalo udah dekat gitu mau ngapain. Hiii…naudzubillah.

 Herannya nih, banyak cewek yang menikmati banget dirinya jadi barang jualan kayak gini. Bahkan ajang ratu kecantikan mulai tingkat kabupaten hingga dunia pun digelar untuk menjaring gelar cewek paling cantik sedunia. Tentu dengan nama pagelaran masing-masing. Mereka pun berbondong-bondong untukfastabiqul-aurat alias berlomba-lomba pamer aurat. Seakan-akan dengan semakin cantik wajah dan bagusnya tubuh mereka, semakin tinggi pula pujian dan pujaan yang diberikan. Betul nggak sih, cewek tuh emang suka kayak gitu?

 Emang enak dieksploitasi?

 Tergantung. Enak apa nggaknya dieksploitasi tiap cewek beda-beda. Kalo nggak percaya, silakan kamu tanya sendiri. Yang jelas bisa beragam jawabannya, tentu sesuai pertanyaan kamu juga dong. Jawaban mereka pun nggak bisa dilepaskan dari pemahamannya tentang apa itu eksploitasi dan gimana pula cara dia memandang dirinya sebagai cewek. Oya, jangan pula dilupakan, bahwa jawaban doi itu juga pasti mencerminkan pemahamannya tentang kehidupan ini. Jadi khas banget.

 Kalo pertanyaan kita diajukan kepada mereka yang antusias daftar untuk jadi “putri-putrian” itu, jelas mereka akan menjawab enak. Wajar. Tentu, karena menyandang gelar “Putri Indonesia” kan terkenal, tajir, enhappy pula. Mau apa-apa juga tinggal bilang. Cowok-cowok pada ngantri untuk jadi pacar. Weleh...surga dunia deh pokoknya bagi mereka ini.

 Tapi kalo pertanyaan diajukan kepada muslimah yang sholihah, jawaban yang didapat pastinya; NO WAY. Karena cewek tuh mulia, nilainya nggak sama dengan segepok rupiah. Islam telah menempatkan cewek pada kedudukan yang tinggi, dilindungi fisiknya dengan kerudung dan jilbab. Kepribadian mereka dihiasi dengan akhlak karimah, akhlak yang baik. Bagusnya bodi dan cantiknya wajah, adalah hal yang nggak bisa kita pesan sebelumnya. Di akhirat pun juga nggak bakal ditanyakan kenapa wajah kita begini atau begitu. Tapi yang pasti ditanya adalah amal kita, bagaimana menyikapi dan ‘memanfaatkan” wajah yang sudah dianugerahkan itu.

 Cewek, bukan fisiknya yang harus dinilai tapi akal dan akhlaknya itu yang lebih utama. Biar bodi bagus dan wajah cantik kalo nggak nutup aurat, apa gunanya? Cuma jadi santapan ringan mata-mata jalang cowok-cowok di jalan. Belum lagi otak yang pas-pasan kalo nggak dibilang STD banget, STanDard gitu loh. Nggak ada istimewanya sama sekali. Banyak tuh di ajang Miss or Putri yang diajak ngomong tentang fenomena sosial pada tulalit jawabannya. Apalagi iptek, nggak nyambung dah.

 Kenapa bisa ada dua jawaban yang bertolak belakang?Itu nggak lain dan nggak bukan karena persepsi mereka. Bukankah persepsi itu ada karena pemahaman? Nah, bagi mereka yang memahami bahwa dengan tampilnya mereka dengan kecantikan fisik itu adalah puncak kesenangan, maka golongan ini akan mati-matian diet ketat demi kaos singlet dan celana jeans seksi biar ngepas. Rela berjam-jam menghabiskan waktu di salon untuk mendapat perawatanmeni-pedi (itu tuh, perawatan tangan en kuku plus perawatan kaki:manicure enpedicure ) dan bentuk rambut yang lagi ngetren.Mereka merasa harus tampil sebaik mungkin secara fisik di depan umum. Urusan otak dan akhlak, nomer sekian. Dosa? Bisa jadi malah nggak kepikiran. Waduh! Hmm... dunia dianggapnya adalah tempat untuk bersenang-senang sepuas hati belaka. Hmm.. kasihan banget ya. Yuk, kita sadar yuukk..

 Ketika ingin menjadi sosok yang berkepribadian, bukannya sibuk berbenah diri dengan memoles iman dan akhlak, malah ikut kursus kepribadian. Itu pun sekadar diajarkan bagaimana sikap duduk kalo pake rok mini, tangan ditaruh di mana, posisi kepala, posisi leher, bagaimana tersenyum dsb. Jadilah ketika di ajang adu wawasan, artichauvinisme nggak bisa jawab (hmm.. masih inget kan kasus ini 2 tahun lalu di ajang Putri Indonesia?)

 Sementara bagi mereka yang memahami bahwa cewek kudu diakui eksistensinya karena kecerdasan dan akhlaknya, maka mereka akan giat dan sibuk membaguskan imannya, mengembangkan wawasannya, dan mengasah kecantikan akhlaknya. Kamu mau pilih mana?

 Gimana harusnya jadi cewek?

 Sobat muda muslimah, jadi cewek tuh kamu kudu bisa menghargai diri sendiri dulu. Kalo kamu aja yang punya diri nggak bisa menghargai, gimana orang lain akan bisa kamu harapkan untuk bisa menghargai dirimu. Iya nggak sih? Coba deh renungkan.

 Dari jamanbaheula sampe jaman kiwari yang serba digital, cewek tuh emang cantik. Sejelek-jeleknya penampilan cewek, tetap aja aura tubuhnya menyimpan keindahan. Karena itu Islam tahu banget gimana menghargai tubuh ini. Jilbab dan kerudung adalah dua pakaian muslimah yang kudu dipakai bila keluar rumah. Dengan pakaian takwa ini sebagai cewek kamu punya otoritas penuh untuk pegang kendali siapa aja yang boleh lihat aurat kamu. Jangan diobral, gitu lho.

 Itu sebabnya, kamu jangan terpengaruh oleh mereka yang berbusana minim dengan menunjukkan lekuk liku tubuhnya. Bukannya dihormati, harga mereka hanya sebatas suitan nakal cowok urakan, hingga ditowel en dijawil-jawil. Emang kamu mau diperlakukan seperti itu? Ogah banget tuh!Wong , sebagus apa pun nasib model yang mendulang rupiah karena rela umbar aurat, harga diri mereka masih bisa dinilai dengan uang.

 Bukan fisik aja yang butuh cantik, tapi kepribadian harus jauh lebih cantik. Cantik menurut siapa? Cantik menurut Allah yang itu artinya sesuai dengan aturanNya. Kepribadian bukan dilihat dari dari gaya jalannya yang lenggak-lenggok. Bukan pula dari seberapa manis senyum yang ditebarkan. Tapi kepribadian adalah pola pikir dan pola jiwa seseorang. Ketika kamu mencampakkan ideologi selain Islam, saat itulah kamu disebut berpola pikir Islam. Ketika kamu naksir cowok tapi menjaga diri dari pacaran dan hanya mau dengan jalan nikah saja, saat itu kamu berpola jiwa Islam. Dari perpaduan unik ini kamu adalah seseorang dengan kepribadian unik pula.

 Jelas dong jauh banget dibandingkan dengan cewek baik-baik yang menjaga aurat, diri dan kehormatannya. Harta dunia nggak bakal bisa membelinya. Cuma surga yang pantas sebagai imbalannya. Ibarat mutiara, nilainya jelas beda antara yang dijual di pinggir jalan sehingga semua orang akan mudah menjamahnya dengan yang dijual di etalase dan hanya yang berhak saja yang bisa menyentuhnya. Beda banget deh!

 Rasulullah saw. bersabda:“Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan hidup adalah wanita (istri) yang shalihah” (HR Muslim )

 Sampai kapan?

 Sampai kapan kamu, para cewek mau dieksploitasi kayak gini? Ketika pelecehan seksual hingga perkosaan jadi menu sehari-hari. Ketika keluar rumah, selalu dibayangi rasa was-was. Khawatir kalo di jalan ada yang ngejailin; ditowel or disuitin hingga mungkin hal-hal yang lebih jauh. Udah gitu, hukum juga nggak bisa diharap lagi. Mau seperti ini terus?

 So, mau nggak mau, kita para cewek kudu bangkit mulai sekarang, detik ini juga. Kita mampu untuk mengubah nasib kita sendiri. Bukan dengan feminisme, bukan dengan emansipasi, bukan pula dengan eksploitasi, tapi dengan harga diri, yakni ISLAM.

 Dalam Islam kedudukan cewek jelas. Tidak seperti dalam sstem kapitalisme dengan demokrasinya yang memuja kebebasan individu. Namanya juga bebas, jadi manusia diberikan kebebasan berbuat; mau telanjang kek or pake koteka kek, tekek kek, ups…maksudnya bebas semau gue. Sementara Islam, Non, punya ketegasan dalam batasan aurat wanita yang boleh diperlihatkan. Cuma muka dan kedua telapak tangan doang yang boleh diliatin di depan umum. Itu artinya hampir seluruh tubuh wanita adalah aurat yang kudu ditutup rapat dan nggak boleh dilihat oleh lawan jenis yang bukan mahram di tempat umum.

 Kedudukan sebagai anak nih, cewek tuh sejajar dengan cowok. Mempunyai kesempatan mendapat pendidikan dan perlakuan yang sama dari ortunya. Bahkan dalam hadisnya, Rasulullah saw, menyatakan bahwa siapa yang mempunyai anak cewek dan bisa mendidiknya dengan baik, maka ortunya akan masuk surga.

 Lalu cewek sebagai ibu. Keyakinan mana sih yang punya konsep mulia bahwa surga di bawah telapak kaki ibu? Nggak ada, selain Islam saja. Kedudukan ibu lebih mulia tiga derajat daripada ayah.

 Terus cewek sebagai istri, Rasulullah saw. sangat menekankan untuk bertingkah laku yang baik padanya. Memberi hak yang layak mulai masalah berpakaian, makanan, pendidikan, dll. Untuk itu, suaminya harus bisa memenuhinya dengan benar dan baik.

 Oya, di masyarakat pun, cewek mempunyai kedudukan mulia dalam semua aspeknya, lho. Hak politiknya sudah diakui jauh sebelum feminisme didengungkan pada abad pertengahan. Ketika Khalifah Umar bin Khaththab mengeluarkan peraturan untuk membatasi mahar pernikahan, tampillah seorang wanita yang dengan tegas menegurnya karena hal itu tidak sesuai dengan tuntunan al-Quran. Dan Umar pun mengaku salah sehingga peraturan negara ditetapkan sesuai apa yang telah tertuang dalam al-Quran dan as-Sunah saja.Subhanallah , seorang wanita menegur pemimpin negara dan suaranya didengarkan? Tak ada lain kecuali bila Islam diterapkan sebagai ideologi negara, sehingga wanita pun termuliakan. Insya Allah.

 AYO Bangkit!

 Hari gini jadi cewek masih mau dieksploitasi? KUNO! Udah terbukti kamu nggak bakal dapat apa pun dengan mengumbar aurat kamu di depan umum. Yang ada cuma pelecehan demi pelecehan yang membikin kamu semakin nggak ada artinya.Nggak ada artinya di hadapan manusia, apalagi di hadapan Allah. Yakin itu.So , ati-ati ya.

 Sobat muslimah, cowok yang baik-baik nggak bakal mau sama cewekon the sale alias obralan. Gimana nggak, obralan kalo harga dia jadi murah, aurat tubuhnya jadi pemandangan umum. Jangankan cowok baik-baik, cowok urakan pun ketika sudah dihadapkan untuk memilih istri pasti yang dicari adalah yang masihfresh from the oven . Doi nggak mau dapat istri yang udah ‘bekas' dipelototin di jalan-jalan, dicatwalk , di mal, dan di plaza yang memang ajang empuk untuk pamer aurat. Belum lagi kalo sampe pernah ditowel sana-sini, dan yang lebih parah kalo sempat di-test drive segala (mobiiil kaleee...). Amit-amit!

 Itu sebabnya, kamu jangan mau dikendalikan oleh opini umum tentang “cewek modern”.Jadi cewek itu kuduU are U (ngikut iklan neh... hehehe...).Yes, be the way you are. Jadilah diri kamu sendiri. Yang kayak gimana? Yang sesuai fitrah kamu sebagai cewek, sebagai muslimah. Tunjukkingirl power kamu, ubah dunia dengan prestasi-prestasi, bukan dengan eksploitasi. Ayo bangkit![riafariana]

  Buletin Studia23 Maret 2005 - 15:14 “Bersekolah” di Sinetron Remaja    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== STUDIA Edisi 234/Tahun ke-6 (7 Maret 2005)

 Makhluk berseragam dengan usia belasan sudah akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Dari hari Senin sampe Sabtu, setiap pagi biasanya mereka mangkal di pinggiran jalan atau di halte-halte bis. Tapi jangansu'udzon dulu ya. Mereka bukan lagi nunggu pelanggan lho (emangnya mbok jamu?). Tapi nunggu jemputan ‘satu untuk semua' alias angkutan umum. Itu juga kalo sopir ikhlas dengan tingkah polah mereka yang naeknya rame-rame, turunnya rame-rame, bayar ongkosnya juga rame-rame alias patungan. Harusnya bayar untuk sepuluh orang, cuma dibayarlima . Alasannya, yanglima cuma ikut-ikutan. Asal deh!

 Kini, kehadiran mereka nggak cuma meramaikan angkot, tapi sudah merambah dunia layar kaca. Membanjiri sinetron remaja yang ngerasa belum afdhol kalo nggak nyisipin status pelajar bagi para pemerannya. Biar akrab ama keseharian pemirsanya yang dominan remaja. Lihat saja, untuk komunitas seragam putih-abu abu kita mengenal Cinta, Karmen, Maura, Alia, dan Milly yang bersekolah di SMA ‘Ada Apa Dengan Cinta?'. Nggak jauh dari situ ada SMA ‘Kawin Gantung' yang dihuni Ridho, Memey dan konco-konconya.Ada juga SMA ‘ABG' atau SMA ‘Cinta SMU' yang juga ikut ambil bagian.

 Komunitas seragam putih-biru juga nggak mau ketinggalan. Meski sering dibilang masih bau kencur, mereka berani bilang kalo SMP juga punya daya pikat. Ada Bom kuadrat (baca: Bom-Bom) dan Lala yang tengah mengenyam pendidikan di SMP ‘Bidadari'. Atau Nadya, Alex, Sofi, dan Jason dari SMP ‘Inikah Rasanya'.

 Malah, adek-adek kita yang berseragam putih-merah pengen ikutan nimbrung juga. Seperti hebohnya aksi “Jenderal Kancil” dengan “Putri Malu”. Atau kisah lugu “Bulan dan Bintang”. Bener-bener komplit. Tapi seperti apa sih keseharian temen-temen pelajar kita itu?

 Rusaknya citra pelajar, guru, dan sekolah

 Secara umum, perilaku temen-temen kita di atas emang nggak beda ama kita selaku pelajar. Berangkat sekolah pake seragam, ikut kegiatan belajar di kelas, ngemil di kantin pas istirahat, dan kudu taat aturan sekolah. Bedanya, kita hidup di dunia nyata sementara mereka menjalani status pelajarnya di dunia layar kaca yang seolah nyata. Kita dituntut manut ama kurikulum pendidikan keluaran Diknas sementara mereka kudu ngikut skenario bimbingan sutradara. Sayangnya, justru perbedaan ini yang menimbulkan kesan pelecehan terhadap sekolah, guru, atau perilaku kaum terpelajar yang dipertontonkan para pemainnya.

 Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dijadikan ajang pamer aurat, kekayaan, dan harga diri. Cara berpakaian siswi SMA, terutama pemeran utamanya, sangat mengumbar syahwat. Kemeja lengan pendek yang dikeluarin, transparan dan ketat hingga kancing bagian dadanya terlihat mau copot eh copot..copot. Rok yang dikenakannya pun mirip pemain tenis lapang. Mini dan jauh di atas lutut. Adakah sekolah yang melegalisasi seragam‘fasthabiqul aurat' (berlomba-lomba memamerkan aurat) kayak gini?

 Eskploitasi gaya hidup mewah bin glamour yang menjual mimpi juga terasa kental di dunia dalam syuting ini. Aksesoris yang menunjang penampilan seperti ponsel terbaru, arloji, busana, sepatu, hingga kendaraan berseliweran di sekolah. Semuanyahigh class punya. Para pemain berlomba memamerkan kekayaannya. Nggak ada lagi rebutan angkot. Yang ada rebutan tempat parkir. Nggak ada kegiatan KBM. Yang keliatan nggak jauh dari acara makanfast food , shopping, atau ngeceng di mal.

 Keberadaan guru sebagai pendidik hanya untuk meramaikan saja. Seperti yang diperankan pelawak Komar di SMU ‘Kawin Gantung'. Tidak ada lagi rasa hormat yang seharusnya ditunjukkan murid pada gurunya. Profesi guru kehilangan kewibawaan di hadapan murid. Yang lebih parah dijadikan bahan tertawaan. Citra pahlawan tanpa tanda jasa disulap jadi pecundang tanpa wibawa.

 Perilaku pelajar yang diperankan juga cenderungpermissif dan bebas dari aturan sekolah. Siswanya berani memamerkan tatto, rambutnya dicat dengan warna mencolok kayaktraffic light , memakai anting, slayer, topi koboi, gelang, atau berperilaku layaknya preman. Kancing baju bagian atas di buka dan kemeja lengan pendeknya digulung. Kata-kata kasar dengan nada celaan, cacian, makian mereka lontarkan sebagai bentuk kebencian, iri hati, dan kedengkian kepada lawan mainnya. Pergaulan bebas di antara mereka menjadi menu utama. Segala hal yang berbau cinta menyita perhatian, waktu, tenaga, dan juga materi para pemerannya sepanjang cerita. Seolah, urusan cinta adalah hidup-mati mereka. Sehingga dianggap wajar jika harus menelantarkan kepentingan sekolah. Waduh, itu namanya sebuah ancaman serius nih.

 Sobat muda muslim, tega bener ya orang-orang yang nyomot status pelajar dan keberadaan sekolah dalam filmnya sekadar untuk menghilangkan dahaga mereka yang haus materi. Padahal mereka juga bisa kayak gitu karena jasa-jasa guru dan pihak sekolah. Ya…beginilah hidup di alam kapitalis. Norma, etika, ataupun hukum agama tidak lebih berharga dari setumpuk harta. Ciloko tenan!

 Sinetron remaja, miskin kreativitas

 Sobat, kekhawatiran masyarakat akan pengaruh negatif dari sinetron remaja udah sering dilontarkan. Baik melalui media massa cetak maupun media elektronik. Salah satunya, surat pembaca yang dimuat Republika pada hari Rabu, 18/08/2004 dari seorang siswi SLTP IT Al-Hikmah bernama Hana. Menurut Hana, sinetron-sinetron itu memberi pengaruh besar terhadap merosotnya moral dan akidah pelajar Indonesia. (Eramuslim, 26/08/04 ). Sayangnya, pihak produser pura-pura nggak denger dan nggak tahu.Cuek bebek. Buktinya, sudah enam bulan berlalu darisurat Hana, produk sinetron remaja malah makin amburadul dan kian gawat. Nggak ngaruh bow!

 Repotnya lagi, sekarang televisi sudah menjadi anggota keluarga. Itu berarti, nggak ada keluarga yang lolos dari informasi yang disampaikan lewat kotak ajaib ini. Padahal seorang pakar dan peneliti pertelevisian, Dwyer, menyimpulkan, sebagai media audio visual, TV mampu merebut 94 % saluran masuknya pesan-pesan atau informasi ke dalam jiwa manusia yaitu lewat mata dan telinga.TV mampu untuk membuat orang pada umumnya mengingat 50 % dari apa yang mereka lihat dan dengar di layar TV walaupun hanya sekali ditayangkan. Atau secara umum orang akan ingat 85 % dari apa yang mereka lihat di TV setelah tiga jam kemudian dan 65 % setelah tiga hari kemudian (Dwyer, 1988). Gaswat bangetkan kalo acara televisi didominasi unsur hiburan yang minim unsur pendidikan?

 Kalo kita amati, setidaknya ada tiga aspek dalam sinetron-sinetron yang punya potensi mengkikis keislaman kita. Antara lain aspek kekerasan, aspek moralitas, aspek seksualitas.

 “Aspek moralitas misalnya, yang menyangkut nilai-nilai baik, buruk, benar, salah. Aspek ini memang tidak kelihatan seperti aspek kekerasan, tapi menjadi aspek yang penting. Perilaku tertentu yang di masyarakat dianggap salah, di sinetron ditampilkan begitu saja tanpa ada penekanan bahwa perilaku itu salah. Banyak sekali sinetron yang seperti itu,” ungkap Guntarto, Kepala Kajian Anak dan Media, Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI). (idem )

 Aspek seksualitas terlihat dari cara berbusana pemain yang menonjolkan daya tarik seksualnya hingga ekspresi cinta di antara mereka yang cenderung vulgar. Dari sekadar bergandengan tangan, berciuman, hingga berpelukan mesra layaknya suami-istri.

 Sementara aspek kekerasan menjadi bumbu penyedap yang menajamkan konflik. Pemainnya diarahkan untuk menyelesaikan masalah dengan melibatkan jotosan kepalan tangan, urat leher yang menegang, dan jebakan-jebakan yang bisa merenggut nyawa.

 Dr. Arif Sadiman M.Sc dalam tulisannya yang berjudul “Pengaruh televisi pada perubahan perilaku ” (jurnal teknodik No. 7/IV/Teknodik/Oktober 1999) mengutip Laporan UNESCO, 1994 yang menyatakan bahwa pada tahun 1994 koran-koran di Singapura menyajikan hasil polling pendapat yang dilakukan pihak kepolisian kepada 50 pemuda yang terlibat tindak kekerasan. Hasil polling tersebut menyimpulkan bahwa kebanyakan dari mereka yang melakukan tindak kekerasan suka menikmati film-film kekerasan di TV.

 Orientasi materi-lah yang membuat produksi sinetron di negeri kita miskin kreativitas. Selalu berkutat pada harta, tahta, wanita, dan cinta. Yang pada akhirnya masa depan remaja pun dikorbankan. Teganya... teganya... teganya.... (jadi inget Meggy Z!)

 Menggagas sinetron remaja berkualitas

 Sobat, kamu pernah tahu sinetron remaja bertajuk ‘ACI' atau ‘Jendela Rumah Kita' yang dulu sempet populer? Masih ingat dengan kisah persahabatan Ading dan Dado? Atau pernah nonton ‘Keluarga Cemara'?

 Sepertinya sinetron-sinetron di atas bisa mewakili tayangan yang pas buat remaja.Jalan ceritanya minim dari aspek bermasalah yang kita bahas sebelumnya. Menyajikan kesederhanaan, persahabatan, kehidupan di sekolah, belajar mandiri dan berusaha tidak membebani orang tua. Faktor edukasi lebih dominan dibanding eksploitasi modernitas yang menjebak remaja menjadi plagiator budaya sekuler Barat. Mungkinkah terjadi regenerasi film-film di atas saat ini?

 Kenapa nggak? Kita yakin para pekerja seni itu mampu mewujudkannya. Langkah awal yang diperlukan adalah keikhlasan mereka untuk menyebarkan kebaikan. Dengan keikhlasan itu, mereka pasti mampu mempertahankan idealisme di tengah godaan materi yang mengkebiri kreativitasnya. Mengangkat kehidupan remaja yang kental dengan proses pendidikan formal di sekolah seperti mengemas fenomena Kurikulum Berbasis Kompetensi yang lagi popuer atau cerita ringan tentang remaja yang menjalani setiap proses yang harus dilaluinya sebelum menemukan perubahan. Semuanya tanpa harus kehilangan unsur hiburan.

 Dengan begini, kita semua berharap pelajar mampu meraih predikat seperti yang dijanjikan Allah swt. Baik di dunia nyata atau dalam layar kaca.

 ...Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS al-Mujâdilah [58]: 11)

 Sobat, pada akhirnya, kita semua tentu harus menyadari bahwa predikat yang Allah janjikan di atas akan sulit kita raih jika mengandalkan tayangan berkualitas saja. Selain jarang, tayangan itu juga kudu bersaing dengan tayangan sejenis yang tidak bermutu bagi pemirsa, tapi berduit bagi pengelola tv swasta, dan kebal dari pengawasan Komisi Penyiaran Indonesia. Belum lagi kian hari gaya hidup pelajar yang bebas aturan seperti dalam sinetron kian banyak dipraktikkan oleh temen-temen kita. Sehingga semakin besar peluang kita terpengaruh oleh budaya barat jika tidak ditopang dengan keistiqomahan kita. Dan untuk itu, sangat wajar rasanya jika hadir di tempat-tempat pengajian atau sekadar diskusi untuk mengenal Islam lebih dalam menjadi langkah awal untuk meraih predikat kaum terpelajar yang ditinggikan derajatnya oleh Allah Swt.So, tunggu apa lagi?[hafidz]

   Buletin Studia23 Maret 2005 - 16:47 All About LOVE    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== STUDIA Edisi 233/Tahun ke-6 (28 Februari 2005)

 Love, cinta,liebe , atau menjadi deretan huruf apa pun ia dan dalam bahasa apa pun, selalu saja indah dan asyik untuk dibicarakan. Iya nggak sih?Bo'ong banget kalo kamu sampe menggelengkan kepala. Bahkan topik inilah yang paling universal untuk dibicarakan atau pun dinikmati. Apalagi untuk remaja-remaji seusia kamu, kayak nggak ada tema lain yang mendominasi pembicaraan selainlove and love mulu. Iya apa iya? Moga kamu nggak bosen selama sebulan full kami ngomongin ‘si daun waru' ini. Soalnya kami emang pengen kamu jadi remaja cerdas, termasuk dalam memahami dan menyikapi cinta. Setujukan ?

 Sobat muda, cinta emang indah dan nikmat untuk dibicarakan atau pun dirasakan. Cinta ternyata ibarat dua sisi mata pisau yang tajam. Bila tak benar menggunakannya bukan tak mungkin kita malah akan terluka karenanya. Seperti kata Kahlil Gibran neh bahwa di balik sayap indah cinta, waspadalah ada terselip sebilah pisau tajam untuk mencabikmu. Ciee…nggak usah bingung bagi kamu yang nggak ngeh dengan bahasa kiasan Bung Gibran ini.

 Ketika kamu jatuh cinta, dunia terasa indah dan berbunga-bunga. Kamu jadi rajin ke sekolah, rajin belajar, suka tersenyum, nyapa kiri-kanan, dll. Tapi semua itu akan berubah banget ketika kamu dapetin orang yang kamu cintai dengan tulus ternyata tidak membalas cintamu. Hiks…langit seakan runtuh. LaguPupus -nya Dewa 19 didendangkan berulang-ulang. Emang enak bertepuk sebelah tangan? Kamu pun merasa jadi orang paling merana sedunia dan selalu terbayang gimana caranya gantung diri di pohon tomat. Tapi apa iya sih, cinta cuma sebatas itu?

 What is love?

 Apa cinta itu? Bila ada sepuluh orang kamu tanya tentang pertanyaan ini, akan ada sepuluh jawaban pula yang bakal disodorkan. Bahkan para filsuf dan pemikir dari jamanbaheula hingga jaman kiwari masih pada kebingungan untuk mendefinisikan tentang cinta ini.Bahkan ada yang bilang, cinta tidak untuk didefinisikan karenait's all about feeling (duilee.. sampe segitunya)

 Tapi ada satu hal yang kita pasti sepakat, bahwa semua makluk hidup pasti mempunyai cinta. Induk ayam saja rela mengais-ngais tanah demi mendapat seekor cacing demi disuapkannya pada mulut anaknya. Belum lagi kalo kamu berusaha mendekati anak ayam yang masih imut, jangan salahkan bila kamu bakal diterjang sama induknya. Semua itu karena dorongan naluri, rasa cinta.

 Apalagi yang namanya manusia, keberadaan naluri mencintai dan dicintai ini sudahbuilt-up diberi dari sononya. Karena rasa ini adalah perwujudan dari naluri mempertahankan jenis atau bahasa kerennya,gharizah nau' . Bisa kamu bayangkan bila seorang suami tidak mencintai istri dan anaknya, maka ia tak akan mau bersusah payah bekerja mencari nafkah. Begitu juga seorang ibu, tanpa cinta tak mau ia merasakan lelahnya mengandung sembilan bulan lamanya, sekitnya melahirkan dengan nyawa sebagai taruhannya, menyusui hingga dua tahun, dan mendidik serta membesarkan anak-anaknya.

 Tanpa cinta, tak mungkin Rasulullah Muhammad saw. menghabiskan seluruh hidupnya untuk berpikir dan berbuat demi umatnya. Bahkan di saat detik-detik akhir kehidupannya saatsakaratul maut menjelang, tahu nggak apa yang diingat beliau tercinta ini?‘umati…umati' , (umatku…umatku). Bukan menyebut nama anak-anaknya, bukan pula menyebut nama istri-istrinya, apalagi menyebut harta yang memang tidak beliau punya, tapi Rasulullah menyebut umatnya. Termasuk kita yang hidup ribuan tahun jaraknya dari beliau pun sudah disebut dalam lisan sucinya. Betapa beliau mengkhawatirkan umatnya dengan penuh cinta. Malu nggak sih kita bila mengingat ini, sedalam apa balasan cinta kita untuk Rasulullah saw.? Maka sungguh indah senandung lagu milik Bimbo dengan penggalan lirik seperti ini:‘Rindu kami padamu, ya Rasul, rindu tiada terperi. Berabad jarak darimu ya Rasul, serasa dikau di sini'.

 Siapa sih yang nggak merasa cinta pada sosok mulia ini? Pasukan perang Tabuk rela menjadikan tubuhnya sebagai tameng anak panah demi menyelamatkan sang Nabi tercinta. Tubuh dan nyawa mereka tak ada artinya dibandingkan dengan keselamatan sang Rasul mulia. Bahkan ketika mendengar berita tentang isu wafatnya Rasul, semua sahabat menangis tersedu-sedu. Dan ketika mendapati beliau masih hidup tetapi dengan luka sekujur tubuh, para sahabat lega meski masih merasa sedih dengan terlukanya sosok yang dicintai. Ingin rasanya mereka menjadi pengganti rasa luka itu selama bisa mengurangi rasa sakit yang diderita Rasulullah akibat tusukan pedang dan anak panah. Semua itu mereka lakukan karena cinta.

 Bila kita mau menoleh pada hal lain barang sejenak, akan kita dapati matahari yang bersinar tanpa syarat ke bumi, hujan pun turun untuk membasahi ladang gersang, dan tanah yang masih juga menumbuhkan tanaman buat manusia. Semua itu terjadi dengan begitu teratur, begitu indah, dan begitu setia. Dari siapa? Tentu dari Yang Maha Memiliki Cinta itu sendiri; Allah Swt.

 Perwujudan cinta

 Lalu bagaimana dengan kita? Dengan apa kita harus membalas semua rasa cinta yang pernah, sedang, dan akan terus kita rasakan hingga akhir hayat kita itu? Ada pepatah yang mengatakan kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah.Kamu pasti tahu dong, beda panjang jalan dan galah. Jauh banget kan? Kalau kasih ibu saja sepanjang itu, lalu bagaimana dengan kasih dan cinta Muhammad saw. pada umatnya? Lalu bagaimana lagi dengan kasih dan cinta Allah Swt. pada kita? Sungguh, seandainya seluruh pohon di bumi ini dijadikan pena dan air laut sebagai tintanya tetap tak bisa melukiskan sedalam dan sejauh apa cinta Allah pada kita.

 Pernahkah kita merasakan dengan sadar cinta Allah dalam setiap tarikan dan hembusan nafas? Dalam setiap langkah yang kita buat, dalam setiap detik waktu yang terlewat, pernahkah itu kita sadari? Semua itu ibarat matahari, yang karena terbiasanya kita dengan sinarnya kita jadi lupa pada jasanya. Bayangkan bila sedetik saja Allah menarik pasokan oksigen untuk kita hirup, makhluk seisi dunia bisa kelabakan. Tapi Allah begitu sayang dan cinta terhadap kita sehingga tak peduli orang yang durhaka terhadapNya juga diberi pasokan oksigen yang sama dengan mereka yang taat. Meski tentunya ada konsekuensi juga kan? Mereka yang taat jelas tempat kembalinya di akhirat; surga. Begitu pun dengan yang durhaka sudah dintentukan tempatnya; neraka.

 Sobat muda muslim, pernah nggak kamu dicintai oleh orang lain yang begitu tulus mencintaimu tanpa pamrih? Apa yang ingin kamu lakukan? Kamu pasti berusaha membalas ketulusannya dan berusaha mencintainya dengan tulus pula. Lalu, bagaimana dengan membalas ketulusan Allah dan rasulNya yang sudah begitu mencintai kita tanpa pamrih? Yaitu dengan berusaha menjalankan perintaNya dan menjauhi laranganNya.

 BTW, kalo kamu sedang jatuh cinta, apa sih yang akan kamu lakukan demi si dia? Kalo si dia nggak suka liat kamu pakai baju merah, pasti kamu nggak bakal pakai baju itu demi menyenangkan hatinya meski sebetulnya kamu setengah mati suka warna merah. Jika si dia suka banget makan bakso kamu pasti berusaha setengah mati bisa mentraktirnya makan bakso meski kamu lagi kanker alias kantong kering. Kenapa bisa begitu? Karena cinta identik dengan ketaatan. Identik dengan keinginan untuk membahagiakan. Itu pulalah yang ingin kita lakukan bila ingin membalas cinta Allah dan RasulNya. Wajar dan sangat adil kan?

 Bentuk riilnya?

 Ketika kamu melaksanakan sholat lima waktu dan puasa Ramadhan, kamu sedang melakukan sebentuk bukti riil cinta kepadaNya.Tapi itu belum cukup, karena Islam bukan hanya agama ritual saja. Ketika kamu menutup aurat, kamu melakukannya karena cinta. Ketika kamu patuh dan sopan pada orang tua, sayang pada yang lebih muda, ringan tangan pada saat orang lain membutuhkanmu, bersedia mendengar keluh kesah kesedihan teman yang lagi durundung duka, itu semua juga sebagian bukti cinta.

 Ketika kamu menasihati temanmu untuk tidak berpacaran dan tidak suka membolos, itu juga bukti cinta. Ketika kamu tahu menjalankan syariat Islam adalah wajib dan kamu mendakwahkannya pada yang lain, itu juga bentuk cinta. Bahkan tersenyum pun (asal bukan senyum yang TP alias tebar pesona yah) itu juga bentuk kecintaan kita pada sesama.

 Jangan mentang-mentang kamu udah ngaji duluan, lalu merasa sok bener sendiri tanpa mau membagi cintamu itu dengan mendakwahkannya. Emang surga milik kamu sendiri? Nggak kan? Alangkah enaknya surga itu bila kita bisa menghuninya beramai-ramai. Bukankah kamu lebih suka rumahmu didatangi banyak temanmu daripada bengong sendirian nggak ada yang diajak ngomong. Tul nggak?

 Cuekin aja kalo ada temanmu yang suka becanda bilang “Enak lho masuk neraka bisa ketemu bintang film macam Britney Spears, J-Lo, Mas Nunu alias Keanu Reeves or Brandon Lee”. Anggap saja mereka adalah orang-orang yang membutuhkan sentuhan cintamu dalam bentuk dakwah,amar makruf nahi munkar . Jangan benci mereka dan jangan pula dijauhi. Sentuh akal dan perasaannya sehingga mereka dapat memperoleh hidayah dan ‘terjerumus' dalam cinta; Islam.

 Karena cinta

 Yup, benar sekali bahwa semua kejadian di dunia ini tidak pernah terlepas dari yang namanya cinta. Mulai dari nongolnya kamu di dunia ini adalah hasil pertautan cinta ibu-bapakmu sampai kamu bisa beriman dan berislam hingga hari ini juga karena cintanya Rasul terhadap umatnya, juga cinta Allah terhadap hambaNya. Cinta bukan melulu Tejo yang naksir Surti, tidak selalu sang putri yang menunggu pangeran idaman datang meminang. Tapi cinta adalah kehidupan itu sendiri.

 Pernahkah kamu menikmati setiap aliran cinta yang merambati tubuhmu di saat kamu menarik nafas segar di pagi hari, merasakan sejuknya embun yang menetes di wajahmu, dan bugarnya badan untuk memulai beraktivitas? Bila belum, cobalah. Pejamkan matamu dan rilekskan pikiranmu. Maka biarkan ada yang bening mengaliri sanubarimu. Oksigen yang terhirup, embun yang lembut, sinar mentari yang hangat, tubuh yang sehat, iman yang kuat dan pikiran yang mantap, itu semua ada karena cinta.

 Jadi bukan Joy Tobing aja yang bisa menyenandungkanKarena Cinta . Kita juga bisa. Karena memang setiap detil kehidupan ini terjadi, semua karena cinta.So , kamu-kamu udah pada ngeh kan, bahwa cinta bukan melulu seperti yang kamu pahami selama ini, sekadar hubungan taksir-menaksir antar lawan jenis.

 Cinta ternyata bisa begitu luas dan indah. Semoga dengan diguyurnya kamu sebulan ini dengan semua hal tentang cinta, bisa membuka hati dan akalmu tentang makna cinta itu sendiri. Sehingga kamu pun bisa melangkah dengan mantap di kehidupan dengan menaburkan sebanyak mungkin cinta kepada sesama. Bukan cinta sempit yang sulit dibedakan dengan nafsu, tapi lebih mengarahkan arti cinta kepada kebenaran itu sendiri, yakni Al-Islam. Agama yang selama ini menjadi pilihan hidup kita. Nggak berlebihan kan? Bahkan tulisan ini pun dibuat juga karena cinta kami pada kamu, sang calon pemegang tongkat estafet dakwah di masa depan. Sungguh, betapa indah dan ringan semua hal bila kita mendasarkannya karena cinta. Yakinlah.[ria]

 

   Buletin Studia23 Maret 2005 - 14:45 Cinta, Tak Sebatas Asmara    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== STUDIA Edisi 230/Tahun ke-6 (7 Februari 2005)

 Seandainya di bulan Februari nggak ada tanggal merah jambu, mungkin temen-temen kita nggak pada sibuk berburu pernak-pernik bernuansa cinta. Bagi para pelaku bisnis, tanggal merah jambu ini identik dengan tambang uang. Dalam nuansa penuh warna pink di pusat-pusat perbelanjaan juga disemarakkan balon warna-warni berbentuk hati, semua produk berlabellove alias cinta pun banyak dicari.

 Berbagai produk ditawarkan. Mulai dari kartu ucapan, cokelat dengan bentuk dan kemasan yang bervariasi, bunga, boneka, bantal, aneka baju berwarna pink, pernak-pernik (semacam cardigan, bando, ikat rambut, jepit rambut), hingga buku dan CD. Udah gitu pake diskon lagi. Gimana konsumen nggak pada ngiler. Tinggal pilih, cocok, bayar.

 Hari kasih sayang yang setiap tahun jatuh pada tanggal 14 Februari ini lho yang kita sebut tanggal merah jambu itu. Dunia mengenalnya, Valentine Days (VD). Hari gini, kita bisa tergolong remaja ku'in (pinjem istilah MbakNovember Rain di sebuah milis) alias kurang informasi kalo nggak kenal VD. Momen yang udah pasti nggak akan lewat dari pengamatan remaja sejagat raya. Bagi mereka, maknanya begitu spesial. Sehingga kian bejibun remaja-remaji yang ikut berpartisipasi dalam merayakannya dari tahun ke tahun.

 Penulis sempet survey ke lapangan perihal perayaan VD ini di mata remaja. Sebut sajaVika dan Yuli (siswi kelas 3 SMUN 3 Bogor ) sertaValentiana (siswi kelas 2 SMP PGRI 1 Bogor ), biasanya mereka saling ngasih ucapan baik secara langsung, via kartu, SMS, atau EMS yang pasti melankolis abis. Ada juga acara tuker kado antar temen cewek dan nggak ketinggalan cium pipi kiri-kanan. Atau makan bareng di café atau rumah teman. Kalo pendapatFajar (Siswa kelas 2, SMU Taruna Andika ) laen lagi. Doi bilang, temen-temennya suka jalan-jalan bareng pacar. Malah ada yang sampebooking di hotel dan ML. Waduh!

 Sobat, makin syerem aja ya ekspresi cinta remaja di bawah bendera Valentine Days. Padahal dari hasil survey penulis, nggak semua remaja tahu banget asal-usul VD itu sendiri. Paling-paling tahu artinya hari kasih sayang doang. Nggak lebih. Walau mereka aktif merayakannya setiap tahun. Emang sih, kebanyakan ikut-kutan ajakan temen atau terprovokasi oleh media massa. Tapi tetep aja menikmati. Hayoo ngaku aja! Nah, biar kita-kita nggak tergolong anggota PKI alias Pemuda (i) Kurang Informasi, ada baiknya kita tengok sekilas sejarah VD. Yuk?

 Sekilas sejarah VD

 Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapiversi terkenal adalah kisah Pendeta St. Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St. Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya. Claudius II melihat St. Valentine mengajak manusia kepada agama Nashrani lalu dia memerintahkan untuk menangkapnya.

 Dalamversi kedua , Claudius II  memandang para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St. Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan “Dari yang tulus cintanya, Valentine .” Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama Nashrani bersama 46 kerabatnya.

 Versi ketiga menyebutkan ketika agama Nashrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar  akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan “dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini .”

 Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini, para pendeta memutuskan mengganti kalimat “dengan nama tuhan Ibu ” dengan kalimat “dengan nama Pendeta Valentine ” sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nashrani.

 Sobat, dengan informasi tentang sejarah VD di atas, semoga kamu makinhaqul yakin kalo VD adalah budaya non Islam. Bukan cuma sekedar seremonial biasa. Jadi, seperti pendapatIsmail (salah satu alumnus SMU Bina Sejahtera ), “Nggak baek ngikutin perayaan agama laen kayak Valentine Days. Sekedar tahu sih boleh aja.” Nah, biar nggak kejerumus. Hindari ya? Akur kan? Pasti dong! Sip deh!

 Cinta kita begitu luas

 Sobat muda muslim, mendengar obrolan remaja tentang cinta, sepertinya makna cinta itu makin menyempit. Sesempit ruang bernapas dalam KRL Jakarta-Bogor kelas ekonomi di pagi hari. Maknanya nggak jauh dari cerita indah yang menghiasi keseharian Kenshin Himura dan Kori dalam Samurai-X. Selalu diartikan kasih asmara antar lawan jenis. Padahal Allah swt. menciptakan rasa ini dalam diri manusia nggak cuma dalam rangka memadu kasih dua insan yang tengah kasmaran. Bisa juga berupa kecintaan seorang bapak kepada anak dan istrinya, cinta kita pada orang tua dan keluarga, atau kepada saudara seakidah.

 Seorang bapak, nggak kenal lelah untuk mencari nafkah sebagai ekspresi cintanya pada keluarga. Sekecil apapun kesempatan yang Allah berikan untuk menghidupi keluarganya, akan dia kejar meski harus membanting tulang dan bermandi keringat. Baginya, jadi pedagang asongan, petugas parkir, atau tukang bakso keliling dengan penghasilan minim lebih mulia dan terhormat dibanding seorang pencopet, maling, atau penjudi.

 Cinta kita pada orang tua sudah seharusnya membuat kita belajar untuk mandiri berbakti kepadanya.Menginvestasikan setiap pemberian mereka dalam ilmu yang bermanfaat dan kedewasaan dalam besikap dan berbuat. Sebabsomeday , kita pun akan jadi orang tua yang mengurus keluarga sendiri dan juga mereka yang telah renta.

 Cinta kepada saudara seakidah akan menghancurkan tembok sekolah, rumah, suku, atau negara, yang menyekat kita. Rela mengorbankan harta, tenaga, waktu, pikiran, atau apapun yang dimiliki sesuai kemampuan untuk saudaranya.Dalam hadis Mutafaq ‘alaih dari Anas dari Nabi saw. ia bersabda:

 “Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

 Dan yang terakhir adalah kecintaan kita kepada Allah dan RasulNya. Menurut al-Zujaj: “Cintanya manusia kepada Allah dan RasulNya adalah menaati keduanya dan ridho terhadap segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa Rasulullah saw”. Sehingga seorang hamba akan bersegera memenuhi seruan-Nya. Meski harus ditukar dengan cintanya pada anak-istri, keluarga, atau harta benda(lihat QS at-Taubah [9]: 24)

 Nah sobat, inilah makna cinta bagi seorang muslim. Begitu universal dan luas. Saking luasnya nggak perlu dibatasi dengan hari khusus macam VD. Atau diekspresikan dengan pacaran dan gaul bebas yang malah menempatkan cinta itu sendiri atas nama nafsu syahwat. Kita bisa mencintai sepanjang hari selama hidup kita dan tidak terbatas cuma kepada lawan jenis aja. Karena itu, cintailah cinta dari sang Pemberi Cinta.

 Serangan budaya di depan kita

 Sobat muda muslim, di era globalisasi kayak sekarang, emang nggak gampang menghindari serangan budaya sekular barat. Dunia begitu sempit. Sementara jangkauan pengaruh budaya itu malah makin meluas dengan bantuan kecanggihan teknologi. Di duniacyber maupun di dunia nyata, arus budaya itu keluar masuk nggak pake karcis dan bebas menyapa remaja. Kondisi ini diperparah oleh kampanye ‘selamatkan remaja dari status jomblo' melalui tayangan sinetron atau reality show yang bertemakan cinta remaja. Pada akhirnya, kian banyak remaja yang tergoda untuk ikut-ikutan gaul bebas dan menodai cintanya dengan lumuran hawa nafsu. Ancur dah! Lantas musti gimana dong?

 Nggak usah bingung. Kalo kita nggak bisa menghindari, bukan berarti kita nggak bisa membangun benteng dalam diri kita. Caranya, perkuat akidah kita biar nggak latah ngikut budaya rusak itu karena diajak temen atau terprovokasi oleh media massa. Itu sebabnya, kita wajib nyadar kalo perilaku kita di dunia nggak akan lolos dari pengamatanNya, juga dari catatan Malaikat Raqib dan ‘Atid yang setia sampai mati mendampingi kita. Allah Swt. berfirman:“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”(QS al-Isrâ [17]: 36)

 Untuk urusan cinta, Islam udah ngatur ekspresinya biar nggak ketuker dengan ayam jago yang maen sosor aja kalo udah kebelet. Nggak ada tuh, yang namanya pacaran, HTS (Hubungan Tanpa Sex), ataupun pacaran islami. Yang ada dalam Islam adalah mekanisme khitbah dan nikah untuk penyaluran hasrat mencintai lawan jenis. Dan perlu dicatet, mekanisme ini bukanlah pilihan, tapi kewajiban. Allah Swt. berfirman:

 ”Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.(QS al-Ahzab [33]: 36)

 Selain itu, kita juga kudu berani berkata ‘tiiidaaak..!'pada ajakan teman untuk bermaksiat kepadaNya. Seperti berpartisipasi dalam perayaan VD, tahun baru,April Mop , dugem, atau gaul bebas dengan lawan jenis. Ngapain juga kita kudu ngikut ajakan dia? Demi nilai persahabatan? Huh, gombal! Seorang sahabat yang baik dan benar (kayak EYD aja), pasti ngajak kita untuk taat, bukan untuk bermaksiat. Catet ya…

 Oke deh sobat, kita bukan anak kecil lagi yang gampang latah ngikutin temennya yang ngajak nggak bener. Kita udah cukup dewasa untuk menjadikan hidup ini lebih berarti. Sebab hidup nggak cuma sekali. Ada kehidupan ke dua di akhirat nanti. Dan belajar terus tentang Islam menjadi pilihan terbaik dalam mengisi masa muda kita. Jadi, tunggu apa lagi, ikut ngaji nyok? Nyook…! Kita tunggu lho... Siap kan? Tetap semangat![hafidz]

 


 

   Artikel Islami14 Juli 2005 - 10:45 Icha allah menyayangimu…    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

 Hmm…. Sekali lagi icha menarik nafas panjang.Hari ini langkahnya terasa gontai.Baru saja ia berpapasan dengan faisal di koridor kampus. andai saja faisal teman biasa, tak mengapa. Masalahnya seminggu yang lalu. faisal mengutarakan niatnya. untuk melamar icha. Bukannya ia tidak suka faisal. Sama sekali bukan itu!. Memangnya siapa yg tak kenal ical? Mahasiswa berprestasi, cerdas, aktif di senat, tajir, dan cakepnya amboi… bak Keanu reeves!!…. Pokoknya modis 200% deh. Hampir semua cewek di angkatannya. adalah fansnya ical. Gilaa…. Apa beneer!.” Seloroh mirna temen kuliahnya. “Iya mir” jawab ica pendek . SoWhats wrong? , cincaii lah… ambil aja non! Kapan lagi, eh .. jarang loh ical suka pada seorang gadis” lanjut irma sok meyakinkan. Icha hanya melengos ”yachhh irma…, ana beda dengan icha yang dulu!” lanjut icha.

 Sejak itu. Icha gak pernah lagi curhat ke orang lain. Pikirnya malah tambah runyam. Wajar saja. Si Faisal yang banyak digandrungi wanita. masih saja tergila-gila dengan icha. Semua teman-temannya mafhum. Icha memang duplikatnya Dian sastro. Bedanya. Icha berjilbab. Banyak temannya yang menyayangkan. Keputusannya dulu untuk berjilbab besar. “Duh icha…, dikemanain tuh rambut indah sunsilk?”ucap dini Temanya suatu hari. Duh..duh..Kasian icha… Dasar gaul! Orang berjilbab kok, dianggap aneh..trus gimana dong yang masih suka pake U can see! Malah lebih parah ding!. Gak pa pa..Tapi ada juga sih nilai positifnya. Boim dkk yang sejak dulu sering ngegangguin icha, dimanapun dan kapanpun.Dan jadi peloporicha fans club . Sekarang gak berani lagi. Paling Banter kalo icha lewat. Mereka Cuma bilang “awas, ada ustadzah cakep lewat”. He…he..he…

 Akhir-akhir ini icha merasa hidupnya berubah. Dari seorang remaja menjadi seorang wanita dewasa. Sebagai wanita normal dia juga tertarik pada pria. Cuma untuk gharizah an nau ini, kudu harus dikontrol iya gak! sering juga sih dia ngebayangin punya keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, lengkap dengan anak kecil yang lucu2 (duileee!) Tetapi… saat ini, icha merasa tidak sreg dengan orang yang melamarnya.Meski secara pribadi ia kenal faisal sejak SMA. Eh..Sekedar tahu aja ya….Dulu mereka memang pacaran. Bahkan dinobatkan sebagai the couple of the year saat perpisahan sekolah. Tapi itu dulu waktu zaman jahiliyah non…, nah.. Setelah semester 2 di perguruan tinggi, hubungan mereka putus. Saat itu, icha mulai kenal dengan kajian islam. Ia pun tahu, bahwa berkhalwat dan pacaran itu hukumnya haram. Awalnya icha kenal dakwah Cuma karena sering sholat di mushollla akhwat. Trus Kenalan dengan Kak Yulia, PJ akhwat yang paling disegani disana. Bagaimana tidak disegani? Seniornya ini adalah aktivis kampus, mahasiswi teladan, dan calon dosen di Fakultasnya. Sudah banyak yang melamarnya. (Mungkin aja karena factor facenya. mengingatkan orang.pada kareena kapoor. Aktris bollywood. Bikin kaum adam antree... iya Ding!. Zerius). Tetapi sering ditolak dengan halus. Alasannya klise, mo berkarir dulu. Padahal Icha tahu. Sebenarnya Seniornya itu punya kriteria khusus tentang calon pendamping. Beliau menyukai ikhwan yang pemikiran, dan perasaannya sesuai syara', begitupun Aqliyah dan nafsiyahnya. Agar mereka bisa tetap bahu-membahu dalam aktivitas dakwah.. “laki2 seperti itu sangat sulit kutemui. Seperti mencari jarum dalam jerami. Kita hanya bisa berdoa & berusaha dik!.Tapi yakinlah jodoh di tangan allah”ucap kak yulia bijak.

 Sore itu icha ingin lekas pulang, kuliah pak jabir tentang ekonomi pembangunan tidak lagi menarik untuknya.Sampai dikamar. setelah sholat ashar, ia pun duduk di meja belajarnya. Masih terngiang kata2 faisal beberapa hari yang lalu “cha, dalam waktu dekat ini orangtuaku akan datang dari Amrik. So.. gua mo ngajak beliau untuk ketemu ortumu buat ngelamar”kata ical. Saat itu ica diam saja. Ayah ical memang konglomerat yang lebih banyak di luar negeri. Perusahaannya tersebar di Indonesia. Maklum…., rekanannya Aburizal Bakrie.

 Andai saja…,.andai sajakata2 ical itu didengarnya beberapa tahun lalu. saat ia masih liberal & sekuler. saat ia belum memakai jilbab besar, saat ia belum mengenal dakwah dan harakah, saat ia masih mencari jati dirinya. Mungkin ia akan menerima ical. Tapi sekarang?...

 Saat ini icha merasa masih banyak yang belum ia lakukan, ia merasa masih belum siap. Tapi yang utama. ia tidak bisa menerima faisal dari segi akhlak dan kepribadiannya. Baginya lelaki yang ia dambakan adalah lelaki yang bisa mengayominya dunia dan akhirat. Ia teringat kata kak yulia, murabbinya “mencari pendamping hidup itu tidak gampang, seidealnya lelaki adalah yang paham tentang agama, sebab dari sanalah kebahagiaan hakiki akan terpancar” pesan beliau suatu hari sehabis halaqah Kitab Nizhamul Ijtima'i. Hati icha senantiasa berdesir membayangkan ada lelaki seperti itu. Sebenarnya ada satu hal lagi, irfan, temannya. sesama aktivis dakwah, aktif disenat, berotak cemerlang, mahasiswa sederhana, agak pemalu.& senantiasa menjaga iffahnya. Yang ini diakui betul oleh icha. Sebab ia pernah berpapasan dengan irfan, icha pun menegurnya sebab ada keperluan, waktu itu seakan-akan ada tabir yang berada diantara mereka, sampai2 orang disekitar mereka saat itu menyangka mereka sedang musuhan!. “Masya allah..,andai saja mereka tahu, perintah menundukkan pandangan”, gumam icha dalam hati.

 Sebenarnya irfan juga tidak kalah facenya. Sejak dulu sudah lama jadi pembicaraan dikalangan cewek. Masalahnya simple! babyfacenya itu yang mirip won bin. Bikin gak kuat kaum hawa….serius 100 prosen!!

 Malam itu icha tidak bisa tidur. Baru jam 1 dini hari ia terlelap. Azan zubuh membangunkannya dari pembaringan. Seketika itu ia bangkit, berwudhu, dan sholat . Dalam doanya ia bermunajat kpd allah “ya allah! Ya tuhanku! Tunjukkanlah jalan keselamatan untukku, tunjukkanlah padaku pilihanMu, akuberlindung kepadaMu , dari hawa nafsuku, dan aku berlindung kepadamu dari keputusanku dan bisikan syaitan !!”. ungkap icha penuh khusyu.

 Sebulan sejak saat itu, ia sudah terlupa, dan mulai menyibukkan diri lagi dengan aktivitas dakwah, halaqah,bersama teman-teman dimajelisnya. Menulis tulisan di mading dan membaca kitabnizamul iijtima'i fil islam mnya syekh taqiyuddin, sedikit banyak membuatnya lupa dari masalah. Baginya,aktivitas dakwah menenangkan jiwa dan perasaanya, dari rutinitas kuliah & dilema yang dihadapinya. sejak aktif dalam harakah dakwah beberapa tahun lalu, icha seakan menemukan jati dirinya. Ia tahu bahwa keberadaan manusia diatas bumi ini. bukan untuk mengejar kepuasan individu semata, tetapi juga kewajiban untuk berjamaah, dan berjuang menegakkan syariat islam. Ia tidak ingin menjadi wanita yang bodoh ditengah ummat, diperbodoh zaman, sama dengan wanita kebanyakan.ia inigin seperti aisyah ra, wanita shalihah ummul mukminin, cerminan kesucian, kehormatan, & keberanian. sekaligus mencapai karir & cita-citanya sebagai seorang ekonom.

 Ayahnya sendiri punya perusahan tekstil. meskipun tidak begitu besar, sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, tongkat estafet pemimpin keluarga mau tidak mau harus diterimanya, meskipun ia wanita satu-satunya. Ibunya sendiri sudah lama tiada. Sejak ia masih SMP. Ia masih ingat ketika wawan, adik keduanya lahir. Ibunya dilarikan ke ICU. Karena perdarahan hebat. Sejak saat itu mereka hidup tanpa belaian kasih ibu. Ayahnya seorang yang bertanggung jawab. Tidak mau menikah lagi. Ia berjanji akan tetap setia pada isterinya. Ia membesarkan ketiga anaknya dengan penuh kasih sayang.

 Hari itu cuaca bulan desember cukup cerah. suasana masih pagi ketika icha bersiap-siap pergi kekampus. Saat ia membuka pintu depan. Ia kaget melihat faisal sudah nankring di depan pagar. diatas mobil opel blazernya. Ical memanggil” Hai icha!, mo ke kampus yah... Yuk sama2 “ sahut ical sambil memmbukakan pintu depan mobilnya, Icha tersenyum” Ah..makasih yach… tapi ana udah janjian dengan dewi” tolak ica halus. Ical tersenyum nakal “yah sudah anak manis!, gua gak akan maksa. tapi ntar kalo gua udah jadi suami kamu, ente gak akan nolak lagi kan! ” ujar ical. Icha hanya diam saja. Tak bisa menggambarkan suasana hatinya saat itu. Sampai ical menderumkan mobilnya. Mobil itu baru saja belok di tikungan jalan ketika Dewi, teman akrabnya, datang. Dewi kaget ”ada apa ya? Kok tumben-tumbenan! Sih ical ke rumah antum pagi2?” Icha pun menjawab sekenanya “tadi dia ada perlu dengan ana!, jadi dia nyamperin sampe kerumah! Gitu non…” ujar icha beralasan. Dia memang tak mau ada orang lain tahu tentang masalahnya. Oh gitu yaah..”gumam dewi berkelakar.

 Icha! besok ada mashirah ke gedung DPRD, ikut yah” ajak dewi lagi. Ketika mereka sudah diatas angkot. Icha jadi semangat”insya allah wi!, klo untuk kepentingan umat sih, no doubt, wajib!!” ujarnya berkelakar. “ha..ha…ha…”. Mereka pun tertawa bersama sampai2 mengherankan penumpang lain.

 Hari itu, setelah jam pertama. kuliah pak daus tentang ekonomi makro lagi kosong, anak2 pada riuh bersorakan, ditengah keriuhan itu, tampil irfan kedepan ruangan sambil mengambil mikrofon “assalamualaikum wr wb ucapnya berwibawa. Disertai senyumnya yang khas “Teman2 yang kami hormati. Kami dari hizbut tahrir Indonesia mengundang teman-teman dalam aksi umat menentang sekularisme dan kapitalisasi pendidikan” sahut irfan, “Acara ini bersifat nasional. Dalam rangka menentang kebijakan pemerintah yang menyakiti umat”Tambah irfan lagi. ” kumpul jam 8 pagi di halaman mesjid agung. kita akan longmarch dari mesjid Agung, sampai ke depan gedung kantor DPRD wilayah semarang, kehadiran teman-teman sangat kami harapkan. demi suksesnya acara umat kali ini!! billahit taufiq wal hidayah wassalamualaikum wr.wb” ucap irfan dgn khidmat. Icha hanya bisa menundukkan mata melihat irfan di hadapannya. Baginya irfan adalah sosok pria ideal di hatinya.

 Keesokan paginya sejak jam 8 pagi. Halaman mesjid sudah dibanjiri oleh peserta masiroh dari segala penjuru kota. Tepat pukul 9 massa mulai bergerak menuju kedepan gedung DPRD, peserta kali ini cukup membludak, barisan ikwan didepan, disusul barisan akhwat, dan kendaraan bermotor di belakang, hari itu peserta mencapai puluhan ribu orang, membanjiri kota, tetapi tidak sampai memacetkan jalan raya. Panitia mashirah tampak kewalahan menjaga barisan agar tetap rapi. Ada yang bertugas dokumentasi, ada yang sebagai orator, ada yang menebar selebaran & pamflet. semuanya melebur dalam aksi, tak terkecuali irfan yang diserahi tugas sebagai orator oleh mahliyahnya, memberi semangat kepada peserta mashirah. “allahu akbar!... Allahu akbar!!!.... Saudaraku sekalian!!! panasnya hari ini, tentu belum seberapa dengan panasnya api neraka, yang akan membakar kalian, jika tidak bangkit dan menentang hokum kufur, hukum sekuler. allahu akbar!,allahu akbar!” Takbir irfan. sembari membakar semangat jamaah hari itu.

 Siang hari aksi dihentikan. setelah utusan peserta mashirah bertemu dengan anggota DPRD, sambil membacakan surat peryataan sikap. Tepat jam 1 siang selepas zuhur massa pun bubar.

 Hari itu, Sesampai di rumah icha merasa sangat kelelahan sampai-sampai tidak mendengar suara bik inah. Wanita separuh baya yang sudah lama ikut dirumahnya. dari luar kamar membangunkannya. “icha…ichaa, bangun ada telepon!”ujar bi inah, dari siapa bi!” tanya ica sambil bermalas-malasan di kasur. Pikirnya itu pasti ical. Soalnya belakangan ini dia memang rajin nelpon icha.“dari irfan non, katanya ada yang penting tuh. ” seru bi inah. Icha kaget”Irffan nelfon? Ada apa ya?”Tanya icha dalam hati.. Soalnya baru kali ini irfan menelponya. Seakan terloncat dari pembaringan, icha bergegas keluar kamar, menuju meja telepon, ‘”halo!Assalamualaikum”,sahut ica.

 terdengar suara dari seberang” “walaikum salam!” ,terdengar suara menimpali” halo! ini irfan, afwan! Ukhti, ana cuman mo nyampein pesan bisa gak kita ketemu besok di mushalla?” sahut suara dari seberang. ada apa ya?”ujar icha diplomatis , ada yang penting ingin ana sampaikan” lanjut irfan. sedikit memaksa. OK deh jam 1 ba'da zuhur ya… ..”sahut icha. OK cha…syukron. ya wass”.ujar irfan. sambil menutup pembicaraan. Seharian itu. Icha bertanya2. Entah apa yang irfan ingin sampaikan. Esok harinya selepas kuliah terakhir. Icha bergegas ke musholla. tepat jam 1 siang, selepas sholat zuhur di musollah, satu persatu jamaah meninggalkan ruangan, icha menungggu cukup lama. sampai2 icha mengira, irfran lupa dengan janjinya.

 Saat itu ia sudah mulai beranjak keluar pintu. ketika terdengar suara yang sangat dikenalnya dari balik hijab. Assalamualikum…. Afwan! Ada icha di sebelah? Tanya suara dari balik hijab. “ Wass. Iya!.... ini ana sendiri” ujar icha. “Alhamdulliillah icha, ini irfan. Maaf terlambat soalnya ada halaqah dengan MABA” ujar irfan apologis. “gak pa-pa. Belum lama kok!”sergah icha meredam suasana yang agak kaku. Irfan menimpali” afwan! gini loh, ana ingin sampaikan masalah adik saya latifah, dia juga ingin aktif dalam kajian dakwah kita, hanya saja ana kesulitan mencari musrifah untuknya, soalnya adik ana hanya ingin musrifah yang “khusus”...” sahut irfan penuh tanda tanya. “ana berharap ukhti berkenan menjadi musrifahnya…”ujar irfan. “Oh ya…, kalau itu, insya allah dengan senang hati ana gak keberatan, ana bersedia jadi murabbinya. ntar…! latifah bisa mulai sabtu ini. Kebetulan Antum tahu kan ruangan tempat akhwat biasa halaqah?. Antar aja kesana. Nanti ana tungguin di sana. Okey!, oh ya.. apa sih maksud akhi dengan “khusus” tadi?, ana masih gak ngerti… “. sahut icha penasaran. “Hmmm… “Sambil malu2 irfan menimpali, “oh itu…., afwan ukhti!! Sekali lagi afwan. adikku cuman ingin,akwat yang menjadi murabbinya itu, adalah wanita pilihanku, dalam arti calonku…..”ujar irfan meyakinkan. Terhenyak rasa hati icha, entah kaget, . entah gembira , mendengar penjelasan irfan. Dari bahasannya tadi, irfan bersungguh-sungguh. Tak kuasa air matanya menetes. membasahi pipi icha yang putih bersih. Hari itu seakan-akan allah menjawab doanya. “ antum masih ada disebelah ya? tanya irfan merasa tidak di tanggapi, icha tersadar”Eh iya!.., tapi tunggu fan…, antum serius ya!....”ucap ica dengan nada gembira. “Kalo antum sungguh2, bersumpahlah atas nama allah!”ujar icha meminta kepastian. irfan pun menimpali”Demi Allah!, azza wa jalla hari ini menjadi saksi. Semoga allah mengazabku jika aku berdusta!.” ucap irfan dengan tegas. Akhirnya Mereka pun berpisah sambil mengucapkan salam. Sebelumnya ical telah berjanji. untuk segera melamar icha usai mereka wisuda. Cuaca sore itu seakan menggambarkan perasaan hati icha, sampai2 bik inah ikut keheranan. melihat icha yang pulang. lain dari biasanya. Yah begitulah icha kadang murung eh..tiba2 aja langsung gembira.icha…cha…

 yah.. Malam itu, sholat tahajjud icha sangat khusyu. dalam doanya, ia bermunajat kepada allah “ya allah, janganlah engkau pisahkan aku dengan dakwah yang kucintai ini, sekalipun masa memintaku untuk meninggalkannya, ya allah anugerahkanlah kepadaku pasangan hidup yang engkau ridhoi menjadi pembimbingku dunia & akhirat. Dia menyayangiku dan aku punmenyayanginya. Ya Allah, Kekalkanlah kami dalam dakwah. Amin Ya rabbal alamin !“. Selesai sholat ia pun bertafakur di atas sajadah. Entah esok atau entah lusa. Ia sudah menemukan jawaban dari doanya. Ia sudah mantap dengan pilihan hatinya. Malam itu seakan menjadi saksi. atas pilihannya, dalam hati ia berkata “icha… allah menyayangimu…sangat menyayangimu ….”(for another icha, he still waiting for u..).

 ------------------
andi ariyandy asir
ibn_asier@yahoo.com

   Artikel Islami14 Juli 2005 - 10:58 Surat Cinta dari Manusia-Manusia yang Malamnya Penuh Cinta    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Kami tujukan kepada : Insan yang tersia-sia malamnya

 Wahai orang-orang yang terpejam matanya, Perkenankanlah kami, manusia-manusia malam menuliskan sebuahsurat cinta kepadamu. Seperti halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami rajut di sepertiga terakhir. Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahasianya yang penuh pesona. Kami tahu dirimu bersusah payah lepas tengah hari berharap intan dan mutiara dunia. Namun kami tak perlu bersusah payah, sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara dari surga.

 Wahai orang-orang yang terlelap, Sungguh nikmat malam-malammu. Gelapnya yang pekat membuat matamu tak mampu melihat energi cahaya yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat dirimu terlena,menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya. Aduhai kau sangat menikmatinya.

 Wahai orang-orang yang terlena, Ketahuilah, kami tidak seperti dirimu !!Yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas tak terkira. Atau yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda. Kami tidak seperti dirimu !! Kami adalah para perindu kamar di surga. Tak pernahkah kau dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya di surga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukannya, menyebarkan salam serta mendirikan sholat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam." Sudahkah kau dengar tadi ? Ya, sebuah kamar yang menakjubkan untuk kami dan orang-orang yang mendirikan sholat pada saat manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya.

 Wahai orang-orang yang keluarganya hampa cinta, Kau pasti pernah mendengar namaku disebut. Aku Abu Hurairah, Periwayat Hadist. Kerinduanku akan sepertiga malam adalah hal yang tak terperi. Penghujung malam adalah kenikmatanku terbesar. Tapi tahukah kau ? Kenikmatan itu tidak serta merta kukecap sendiri. Kubagi malam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga. Satu untukku, satu untuk istriku tercinta dan satu lagi untuk pelayan yang aku kasihi. Jika salah satu dari kami selesai mendirikan sholat, maka kami bersegera membangunkan yang lain untuk menikmati bagiannya. Subhanallah, tak tergerakkah dirimu ? Pedulikah kau pada keluargamu ? Adakah kebaikan yang kau inginkan dari mereka ? Sekedar untuk membangunkan orang-orang yang paling dekat denganmu, keluargamu ?

 Lain lagi dengan aku, Nuruddin Mahmud Zanki. Sejarah mencatatku sebagai Sang Penakluk kesombongan pasukan salib. Suatu kali seorang ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentari diriku, katanya, " Nuruddin itu kecanduan sholat malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah yang benar." Kemenangan demi kemenangan aku raih bersama pasukanku. Bahkan pasukan musuh itu terlibat dalam sebuah perbincangan seru. Kata mereka, " Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan karena pasukannya yang banyak. Tetapi lebih karena dia mempunyai rahasia bersama Tuhan". Aku tersenyum, mereka memang benar. Kemenangan yang kuraih adalah karena do'a dan sholat-sholat malamku yang penuh kekhusyu'an. Tahukah kau dengan orang yang selalu setia mendampingiku ? Dialah Istriku tercinta, Khotun binti Atabik. Dia adalah istri shalehah di mataku, terlebih di mata Alloh. Malam-malam kami adalah malam penuh kemesraan dalam bingkai Tuhan.

 Gemerisik dedaunan dan desahan angin seakan menjadi pernak-pernik kami saat mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud kami yang panjang. Kuceritakan padamu suatu hari ada kejadian yang membuat belahan jiwaku itu tampak murung. Kutanyakan padanya apa gerangan yang membuatnya resah. Ya Alloh, ternyata dia tertidur, tidak bangun pada malam itu, sehingga kehilangan kesempatan untuk beribadah. Astaghfirulloh, aku menyesal telah membuat dia kecewa. Segera setelah peristiwa itu kubayar saja penyesalanku dengan mengangkat seorang pegawai khusus untuknya. Pegawai itu kuperintahkan untuk menabuh genderang agar kami terbangun di sepertiga malamnya.

 Wahai orang-orang yang terbuai, Kau pasti mengenalku dalam kisah pembebasan Al Aqso, rumah Allah yang diberkati. Akulah pengukir tinta emas itu, seorang Panglima Perang, Sholahuddin Al-Ayyubi. Orang-orang yang hidup di zamanku mengenalku tak lebih dari seorang Panglima yang selalu menjaga sholat berjama'ah. Kesenanganku adalah mendengarkan bacaan Alqur'an yang indah dan syahdu. Malam-malamku adalah saat yang paling kutunggu. Saat-saat dimana aku bercengkerama dengan Tuhanku. Sedangkan siang hariku adalah perjuangan-perjuangan nyata, pengejawantahan cintaku pada-Nya.

 Wahai orang-orang yang masih saja terlena, Pernahkah kau mendengar kisah penaklukan Konstantinopel ? Akulah orang dibalik penaklukan itu, Sultan Muhammad Al Fatih. Aku sangat lihai dalam memimpin bala tentaraku. Namun tahukah kau bahwa sehari sebelum penaklukan itu, aku telah memerintahkan kepada pasukanku untuk berpuasa pada siang harinya. Dan saat malam tiba, kami laksanakan sholat malam dan munajat penuh harap akan pertolongan-Nya. Jika Alloh memberikan kematian kepada kami pada siang hari disaat kami berjuang, maka kesyahidan itulah harapan kami terbesar. Biarlah siang hari kami berada di ujung kematian, namun sebelum itu, di ujung malamnya Alloh temukan kami berada dalam kehidupan. Kehidupan dengan menghidupi malam kami.

 Wahai orang-orang yang gelap mata dan hatinya, Pernahkah kau dengar kisah Penduduk Basrah yang kekeringan ? Mereka sangat merindukan air yang keluar dari celah-celah awan.Sebab terik matahari terasa sangat menyengat, padang pasir pun semakin kering dan tandus. Suatu hari mereka sepakat untuk mengadakan Sholat Istisqo yang langsung dipimpin oleh seorang ulama di masa itu. Ada wajah-wajah besar yang turut serta di sana, Malik bin Dinar, Atho' As-Sulami, Tsabit Al-Bunani. Sholat dimulai, dua rakaat pun usai. Harapan terbesar mereka adalah hujan-hujan yang penuh berkah. Namun waktu terus beranjak siang, matahari kian meninggi, tak ada tanda-tanda hujan akan turun. Mendung tak datang, langit membisu, tetap cerah dan biru. Dalam hati mereka bertanya-tanya, adakah dosa-dosa yang kami lakukan sehingga air hujan itu tertahan di langit ? Padahal kami semua adalah orang-orang terbaik di negeri ini ? Sholat demi sholat Istisqo didirikan, namun hujan tak kunjung datang.

 Hingga suatu malam, Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani terjaga di sebuah masjid. Saat malam itulah, aku, Maimun, seorang pelayan, berwajah kuyu, berkulit hitam dan berpakaian usang, datang ke masjid itu. Langkahku menuju mihrab, kuniatkan untuk sholat Istisqo sendirian, dua orang terpandang itu mengamati gerak gerikku. Setelah sholat, dengan penuh kekhusyu'an kutengadahkan tanganku ke langit, seraya berdo'a : "Tuhanku, betapa banyak hamba-hamba-Mu yang berkali-kali datang kepada-Mu memohon sesuatu yang sebenarnya tidak mengurangi sedikitpun kekuasaan-Mu.Apakah ini karena apa yang ada pada-Mu sudah habis ? Ataukah perbendaharaan kekuasaan-Mu telah hilang ? Tuhanku, aku bersumpah atas nama-Mu dengan kecintaan-Mu kepadaku agar Engkau berkenan memberi kami hujan secepatnya." Lalu apa gerangan yang terjadi ? Angin langsung datang bergemuruh dengan cepat, mendung tebal di atas langit. Langit seakan runtuh mendengar do'a seorang pelayan ini. Do'aku dikabulkan oleh Tuhan, hujan turun dengan derasnya, membasahi bumi yang tandus yang sudah lama merindukannya.

 Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani pun terheran-heran dan kau pasti juga heran bukan ? Aku, seorang budak miskin harta, yang hitam pekat, mungkin lebih pekat dari malam-malam yang kulalui. Hanya manusia biasa, tapi aku menjadi sangat luar biasa karena doaku yang makbul dan malam-malam yang kupenuhi dengan tangisan dan taqarrub pada-Nya.

 Wahai orang-orang yang masih saja terpejam, Penghujung malam adalah detik-detik termahal bagiku, Imam Nawawi. Suatu hari muridku menanyakan kepadaku, bagaimana aku bisa menciptakan berbagai karya yang banyak ? Kapan aku beristirahat, bagaimana aku mengatur tidurku ? Lalu kujelaskan padanya, "Jika aku mengantuk, maka aku hentikan sholatku dan aku bersandar pada buku-bukuku sejenak. Selang beberapa waktu jika telah segar kembali, aku lanjutkan ibadahku." Aku tahu kau pasti berpikir bahwa hal ini sangat sulit dijangkau oleh akal sehatmu. Tapi lihatlah, aku telah melakukannya, dan sekarang kau bisa menikmati karya-karyaku.

 Wahai orang-orang yang tergoda, Begitu kuatkah syetan mengikat tengkuk lehermu saat kau tertidur pulas ? Ya, sangat kuat, tiga ikatan di tengkuk lehermu !! Dia lalu menepuk setiap ikatan itu sambil berkata, "Hai manusia, Engkau masih punya malam panjang, karena itu tidurlah !!". Hei, Sadarlah, sadarlah, jangan kau dengarkan dia, itu tipu muslihatnya ! Syetan itu berbohong kepadamu. Maka bangunlah, bangkitlah, kerahkan kekuatanmu untuk menangkal godaannya. Sebutlah nama Alloh, maka akan lepas ikatan yang pertama. Kemudian, berwudhulah, maka akan lepas ikatan yang kedua. Dan yang terakhir, sholatlah, sholat seperti kami, maka akan lepaslah semua ikatan-ikatan itu.

 Wahai orang-orang yang masih terlelap, Masihkah kau menikmati malam-malammu dengan kepulasan ? Masihkah ? Adakah tergerak hatimu untuk bangkit, bersegera, mendekat kepada-Nya, bercengkerama dengan-Nya, memohon keampunan-Nya, meski hanya 2 rakaat ? Tidakkah kau tahu, bahwa Alloh turun ke langit bumi pada 1/3 malam yang pertama telah berlalu. Tidakkah kau tahu, bahwa Dia berkata, "Akulah Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Kuberi, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni. Dia terus berkata demikian, hingga fajar merekah.

 Wahai orang-orang yang terbujuk rayu dunia, Bagi kami, manusia-manusia malam, dunia ini sungguh tak ada artinya. Malamlah yang memberi kami kehidupan sesungguhnya. Sebab malam bagi kami adalah malam-malam yang penuh cinta, sarat makna. Masihkah kau terlelap ? Apakah kau menginginkan kehidupan sesungguhnya ? Maka ikutilah jejak kami, manusia-manusia malam. Kelak kau akan temukan cahaya di sana, di waktu sepertiga malam. Namun jika kau masih ingin terlelap, menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya, maka surat cinta kami ini sungguh tak berarti apa-apa bagimu. Semoga Alloh mempertemukan kita di sana, di surga-Nya, mendapati dirimu dan diri kami dalam kamar-kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Semoga...

 Wassalamu'alaykum warohmatulloohi wabarokaatuh,
(Manusia-Manusia Malam)

 Artikel Islami23 Maret 2005 - 17:09 Allah Mengajarkan Cinta    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

 

 Pernahkah hatimu merasakan kekuatan mencintai
Kamu tersenyum meski hatimu terluka karena yakin ia milikmu,
Kamu menangis kala bahagia bersama karena yakin ia cintamu
Cinta melukis bahagia, sedih, sakit hati, cemburu, berduka
Dan hatimu tetap diwarnai mencintai, itulah dalamnya cinta

Pernahkah cinta memerahkan hati membutakan mata
Kepekatannya menutup mata hatimu memabukkanmu sesaat di nirwana
Dan kau tak bisa beralih dipeluk merdunya nyanyian bahagia semu
Padahal sesungguhnya hanya kehampaan yang mengisi sisi gelap hatimu
Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsunya

Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia
DitulisNya ketika mencipta makhluk-makhlukNYA di atas Arsy
Cinta dengan ketulusan hati mengalahkan amarah
Menuju kepatuhan pengabdian kepada Allah dan Rasulnya
Dan saat pena cinta Allah mewarnai melukis hatimu,
satu jam bersama serasa satu menit saja

Ketika engkau memiliki cinta yang diajarkan Allah
Kekasih menjadi lentera hati menerangi jalan menuju Illahi
Membawa ketundukan tulus pengabdian kepada Allah dan RasulNya
Namun saat cinta di hatimu dikendalikan dorongan nafsu manusia
Alirannya memekatkan darahmu membutakan mata hati dari kebenaran

Saat kamu merasakan agungnya cinta yang diajarkan Allah
Kekasih menjadi pembuktian pengabdian cinta tulusmu
Memelukmu dalam ibadah menuju samudra kekal kehidupan tanpa batas
Menjadi media amaliyah dan ketundukan tulus pengabdian kepada Allah
Itulah cinta yang melukis hati mewarnai kebahagiaan hakiki

Agungnya kepatuhan cinta Allah bisa ditemukan dikehidupan alam semesta
Seperti thawafnya gugusan bintang, bulan, bumi dan matahari pada sumbunya
Tak sedetikpun bergeser dari porosnya, keharmonisan berujung pada keabadian
Keharmonisan pada keabadian melalui kekasih yang mencintai
Karena Allah adalah kekasih Zat yang abadi

Cintailah kekasihmu setulusnya maka Allah akan mencintaimu
Karena Allah mengajarkan cinta tulus dan agung
Cinta yang mengalahkan Amarah menebarkan keharmonisan
Seperti ikhlas dan tulusnya cinta Rasul mengabdi pada Illahi
Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki

Sumber: Allah Mengajarkan Cinta oleh Eko Jalu Santoso, Cibubur - Pebruari
2005.

   Artikel Islami23 Maret 2005 - 16:36 Sifat Jahiliyah    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

 Masa jahiliyah seperti yang pernah terjadi di jazirah Arab belasan abad yang silam memang telah berlalu, namun demikian pada dasarnya pemikiran akan selalu ada dan setiap kaum itu ada pewarisnya. Maka meskipun Abu Jahal dan Abu Lahab serta antek-anteknya telah tiada, akan tetapi tidak menutup kemungkinan gaya dan karakter mereka masih melekat pada sebagian ummat yang hidup di masa ini.

Syaikh Muhammad at-Tamimi, seorang imam dakwah tauhid di masanya, telah menyebutkan lebih dari seratus karakteristik jahiliyah yang kita semua diperintahkan untuk menyelisihinya. Karena keterbatasn tempat maka dalam kesempatan ini hanya kami sebutkan sebagiannya saja. Di antara yang terpenting untuk diketahui adalah sebagai berikut:

1.Syirik Dalam Beribadah

Orang-orang jahiliyah melakukan syirik atau penyekutuan di dalam beribadah dan berdoa kepada Allah subhanahu wata'ala. Di samping memohon kepada Allah subhanahu wata'ala mereka juga memohon kepada orang orang shaleh yang telah mati, mereka meminta syafaatnya di sisi Allah dengan persangkaan bahwa Allah dan orang-orang shalih tersebut menyintai hal itu. Allah subhanahu wata'ala telah berfirman, artinya,
"Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak pula kemanfa'atan, dan mereka berkata, "Mereka itu adalah pemberi syafa'at kepada kami di sisi Allah". (QS.Yunus:18).

Di dalam ayat lain disebutkan, artinya,
"Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata), "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". (QS.az-Zumar:3)

Kemusyrikan semacam ini merupakan masalah paling besar yang diingkari oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka beliau mengajarkan keikhlasan (pemurnian/tauhid) dalam beribadah hanya kepada Allah subhanahu wata'ala semata. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberitahukan bahwa agama yang beliau bawa adalah agama seluruh rasul, dan Allah subhanahu wata'ala tidak akan menerima kecuali orang yang ikhlas. Juga menjelaskan bahwa siapa saja yang melakukan kesyirikan dengan dasar istihsan (menganggap baik) maka Allah subhanahu wata'ala mengharamkan baginya surga dan tempat kembalinya adalah neraka.

Masalah inilah yang menjadi garis pemisah antara seorang muslim dengan seorang kafir, dan dengan sebab itulah terjadi perseteruan antara tauhid dengan syirik. Dan untuk inilah (memerangi kesyirikan) Allah subhanahu wata'ala mensyari'atkan jihad, sebagaimana difirmankan, artinya,
"Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah." (QS. al-Anfal:39)

2.Bercerai Berai Dalam Agama

Di antara sifat jahiliyah adalah bercerai berai (tafarruq) dalam agama, sebagaimana difirmankan Allah subhanahu wata'ala, artinya,
"Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan.Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." (QS. 30:31-32)

Demikian pula dalam urusan dunia, mereka juga berpecah belah, dan masing-masing memandang diri mereka yang paling benar. Maka datanglah Islam menyeru untuk bersatu dalam agama, sebagaimana difirmankan oleh Allah subhanahu wata'ala, artinya,
"Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu, "Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya." (QS. Asy-Syura:13)

Kita dilarang untuk meniru-niru mereka dan dilarang berpecah belah. Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya,
"Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat." (QS.Ali Imran:105)

Dalam ayat sebelumnya disebutkan, artinya,
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai." (QS. Ali Imran:103)

3.Tidak Menaati Ulil Amri

Menurut mereka, menyelisihi ulul amri (pemegang urusan ummat, red) dan tidak menaati mereka merupakan keutamaan dan kemuliaan. Sedangkan mendengarkan dan taat kepada waliyul amri adalah kerendahan dan kehinaan. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk mendengarkan dan taat kepada ulul amri,bersabar atas kezhaliman penguasa dan memberikan nasehat kepada mereka. Beliau sangat menekankan itu, menjelaskannya serta mengulang-ulanginya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, artinya,
"Sesungguhnya Allah ridha pada kalian dalam tiga hal; "Jika kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan dengan sesuatu apapun; Jika kalian berpegang teguh dengan tali Allah dan tidak berpecah belah; dan jika kalian saling memberi nasehat kepada orang yang diserahi oleh Allah untuk memegang urusan kalian." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Berbagai problem yang dihadapi manusia baik dalam masalah agama ataupun keduniaan tidak lain disebabkan karena adanya masalah dalam tiga hal ini, atau salah satu dari ketiganya.

3.Membangun Agama di Atas Taqlid

Bahwa agama orang jahiliyah sebagian besarnya dibangun di atas landasan taqlid (ikut-ikutan), dan ini merupakan kaidah terbesar seluruh orang kafir baik yang dulu maupun di masa kini, sebagaimana difirmankan Allah subhanahu wata'ala, artinya,
"Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, "Sesungguh nya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguh nya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka". (QS.az-Zukhruf:23)

Dalam ayat lainnya disebutkan, artinya,
"Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Ikutilah apa yang diturunkan Allah". Mereka menjawab, "(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakan nya".Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)?" (QS. 31:21)

Oleh karena itu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam datang dengan menyerukan firman Allah subhanahu wata'ala, artinya,
"Katakanlah, "Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu." (QS.Saba':46)

Juga firman Allah subhanahu wata'ala, artinya,
"Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)." (QS. Al-A'raf:3)

5. Bangga dengan Banyaknya Pengikut

Di antara prinsip yang dipegang olah kaum jahiliyah adalah merasa bangga dan terlena dengan banyaknya jumlah mereka, dan mereka menjadikanya sebagai hujjah atas kebenaran sesuatu. Dan sebaliknya mereka berhujjah bahwa yang batil adalah segala sesuatu yang asing bagi mereka dan sedikit pengikutnya.

6. Mengukur Kebatilan dengan Orang Lemah

Orang jahiliyah menganggap bahwa segala sesuatu yang pengikut nya orang-orang lemah adalah kebatilan. Mereka mengatakan sebagaimana di dalam firman Allah subhanahu wata'ala, artinya,
"Mereka berkata, "Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?"

Mereka juga menggunakan qiyas yang keliru dan mengukur kebatilan dengan kecerdasan, sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala,
"Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya, "Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja ." (QS.Hud:27)

Sumber: "Masailul Jahiliyyah Allati Khalafa fiha Rasulullah Ahlal Jahiliyyah" Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. (KM)

Netter Al-Sofwa yang dimuliakan Allah Ta'ala, Menyampaikan Kebenaran adalah kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah adalah dengan menyampaikan buletin ini kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahuinya.
Semoga Allah Ta'ala Membalas 'Amal Ibadah Kita. Aamiin

--------
sumber : alsofwah.or.id

   Artikel Islami23 Maret 2005 - 14:34 Seandainya ada Perda Dilarang Tidak Sholat    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

 Jum'at 5 Februari 2005 lalu DPRD DKI telah menetapkan Perda tentang larangan merokok di tempat umum. Perda ini memuat aturan yang mengharuskan para perokok melakukan hobinya ditempat yang telah ditentukan. Dengan kata lain para perokok dilarang merokok seenaknya di tempat umum. Kita semua, terutama masyarakat yang selama ini merasa terganggu dengan asap rokok menyambut baik pelaksanaan perda ini.

 Selain melarang merokok di tempat umum, perda tersebut juga mengharuskan pengelola gedung-gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, mall, dan gedung-gedung lainnya menyediakan tempat merokok, mirip seperti yang ada di beberapa bandara.

 Saat membaca berita itu saya sedang berada di sebuah mushola di salah satu hotel terkenal di Jakarta. Kebetulan kantor tempat saya bekerja sedang ada acara di hotel di bilangan Sudirman Jakarta itu. Dalam hati saya berpikir, seandainya ada perda dilarang tidak sholat, tentu akan lebih menggembirakan. Jika perda dilarang merokok mengharuskan pengelola gedung perkantoran, mall, atau hotel menyediakan smoking area, maka jika ada perda dilarang tidak sholat maka pengelola gedung tersebut harus menyediakan tempat sholat yang baik, nyaman, dan mudah ditemukan.

 Sudah bukan rahasia lagi bahwa di hotel, perkantoran, atau pusat perbelanjaan, tempat yang bernama mushola pasti letaknya di basement, dekat tempat parkir. Tempat yang bernama mushola itu tidak lebih dari sebuah ruang kecil yang di dalamnya digelar karpet dan sajadah. Selanjutnya pada dinding sebalah barat ditempelkan kaligrafi yang menandakan itulah arah kiblat.

 Sering saya bertanya, layakkah tempat semacam ini disebut sebagai mushola. Tempat kita sholat menghadap Allah SWT. Karpet dan sajadah yang kumal dan entah berapa lama tidak dicuci, membuat kita kurang nyaman saat menghadap Sang Khalik. Dan yang paling merasa tidak nyaman adalah kaum wanita, terutama yang kebetulah tidak membawa mukena. Pasalnya mukena yang disediakan di mushola itu umumya sudah tidak lagi bisa disebut putih.

 Tidak adakah tempat lain yang lebih baik yang bisa digunakan sebagai tempat sholat. Atau pengelola gedung menganggap enteng arti sholat. Mushola di mall, hotel atau perkantoran umumnya sulit ditemukan. Keadaan ini membuat orang menjadi malas untuk melaksanakannya. Kita harus bertanya kepada beberapa orang satpam untuk bisa melaksanakan kewajiban sholat saat berada di mall atau gedung perkantoran. Keadaan inilah yang akhirnya membuat orang melupakan kewajiban itu.

 Seandainya ada perda dilarang tidak sholat, maka tempat yang bernama mushola itu tidak lagi sempit, kumal dan susah ditemukan.Mushola akan berwujud ruangan ber-AC yang harum, terang dan tertata rapi. Hamparan sajadah dan karpet yang bersih. Al Qur'an yang tertata dengan apik pada rak yang juga tertata rapi. Dan beberapa mukena putih bersih yang dilipat dan tersimpan dengan rapi. Semoga hal itu bisa tercapai. (Abu Alif)

 Artikel Islami23 Maret 2005 - 16:38 99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================   01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
45. Perbanyak silaturrahim;
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
47. Bicaralah secukupnya;
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
56. Cintai keluarga Nabi saw;
57. Jangan terlalu banyak hutang;
58. Jangan terlampau mudah berjanji;
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
70. Jangan melukai hati orang lain;
71. Jangan membiasakan berkata dusta;
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
76. Jangan membuka aib orang lain;
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu;
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan merusakan;
99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang


 "Sebarkanlah walau satu ayat pun" (Sabda Rasulullah SAW) "Nescaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar." (Surah Al-Ahzab:71)

 ----------
sumber : Milis Daarut Tauhiid

   Artikel Islami23 Maret 2005 - 16:38 Tipe Wanita yang Disunnahkan untuk Dilamar    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

 Dalam melamar, seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan beberapa sifat yang ada pada wanita yang akan dilamar, diantaranya:
1.  Wanita itu disunahkan seorang yang penuh cinta kasih. Maksudnya ia harus selalu menjaga kecintaan terhadap suaminya, sementara sang suami pun memiliki kecenderungan dan rasa cinta kepadanya.

1. Selain itu, ia juga harus berusaha menjaga keridhaan suaminya, mengerjakan apa yang disukai suaminya, menjadikan suaminya merasa tentram hidup dengannya, senang berbincang dan berbagi kasih sayang dengannya. Dan hal itu jelas sejalan dengan firman Allah Ta'ala,

1. Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan Dia jadikan di antara kalian rasa kasih dan saying.(ar-Ruum:21).
2. Disunahkan pula agar wanita yang dilamar itu seorang yang banyak memberikan keturunan, karena ketenangan, kebahagiaan dan keharmonisan keluarga akan terwujud dengan lahirnya anak-anak yang menjadi harapan setiap pasangan suami-istri.

2. Berkenaan dengan hal tersebut, Allah Ta'ala berfirman,
2. Dan orang-orang yang berkata, 'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa'. (al-Furqan:74).

2. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
2. Menikahlah dengan wanita-wanita yang penuh cinta dan yang banyak melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian pada hari kiamat kelak. Demikian hadist yang diriwayatkan Abu Daud, Nasa'I, al-Hakim, dan ia mengatakan, Hadits tersebut sanadnya shahih.
3. Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu seorang yang masih gadis dan masih muda. Hal itu sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab Shahihain dan juga kiab-kitab lainnya dari hadits Jabir, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bertanya kepadanya,

3. Apakah kamu menikahi seorang gadis atau janda? dia menjawab,"Seorang janda."Lalu beliau bersabda, Mengapa kamu tidak menikahi seorang gadis yang kamu dapat bercumbu dengannya dan ia pun dapat mencumbuimu?.

3. Karena seorang gadis akan mengantarkan pada tujian pernikahan. Selain itu seorang gadis juga akan lebih menyenangkan dan membahagiakan, lebih menarik untuk dinikmati akan berperilaku lebih menyenangkan, lebih indah dan lebih menarik untuk dipandang, lebih lembut untuk disentuh dan lebih mudah bagi suaminya untuk membentuk dan membimbing akhlaknya.

3. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri telah bersabda,

3. Hendaklah kalian menikahi wanita-wanita muda, karena mereka mempunyai mulut yang lebih segar, mempunyai rahim yang lebih subur dan mempunyai cumbuan yang lebih menghangatkan.

3. Demikian hadits yang diriwayatkan asy-Syirazi, dari Basyrah bin Ashim dari ayahnya, dari kakeknya. Dalam kitab Shahih al_Jami' ash_Shaghir, al-Albani mengatakan, "Hadits ini shahih."
4. Dianjurkan untuk tidak menikahi wanita yang masih termasuk keluarga dekat, karena Imam Syafi'I pernah mengatakan, "Jika seseorang menikahi wanita dari kalangan keluarganya sendiri, maka kemungkinan besar anaknnya mempunyai daya piker yang lemah."
5. Disunahkan bagi seorang muslim untuk menikahi wanita yang mempunyai silsilah keturunan yang jelas dan terhormat, karena hal itu akan berpengaruh pada dirinya dan juga anak keturunannnya. Berkenaan dengan hal tersebut, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

5. Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscahya kamu beruntung. (HR. Bukhari, Muslim dan juga yang lainnya).
6. Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu taat beragama dan berakhlak mulia. Karena ketaatan menjalankan agama dan akhlaknya yang mulia akan menjadikannya pembantu bagi suaminya dalam menjalankan agamanya, sekaligus akan menjadi pendidik yang baik bagi anak-anaknya, akan dapat bergaul dengan keluarga suaminya.

6. Selain itu ia juga akan senantiasa mentaati suaminya jika ia akan menyuruh, ridha dan lapang dada jika suaminya memberi, serta menyenangkan suaminya berhubungan atau melihatnnya. Wanita yang demikian adalah seperti yang difirmankan Allah Ta'ala,

6. "Sebab itu, maka wanita-wanita yang shahih adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminyatidak berada di tempat, oleh karena Allah telah memelihara mereka". (an-Nisa:34).

6. Sedangkan dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
6. "Dunia ini adalah kenikmatan, dan sebaik-baik kenikmatannya adalah wanita shalihah". (HR. Muslim, Nasa'I dan Ibnu Majah).
7. Selain itu, hendaklah wanita yang akan dinikahi adalah seorang yang cantik, karena kecantikan akan menjadi dambaan setiap insan dan selalu diinginkan oleh setiap orang yang akan menikah, dan kecantikan itu pula yang akan membantu menjaga kesucian dan kehormatan. Dan hal itu telah disebutkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam hadits tentang hal-hal yang disukai dari kaum wanita.

7. Kecantikan itu bersifat relatif. Setiap orang mempunyai gambaran tersendiri tentang kecantikan ini sesuai dengan selera dan keinginannya. Sebagian orang ada yang melihat bahwa kecantikan itu terletak pada wanita yang pendek, sementara sebagian yang lain memandang ada pada wanita yang tinggi.

7. Sedangkan sebagian lainnya memandang kecantikan terletak pada warna kulit, baik coklat, putih, kuning dan sebagainya. Sebagian lain memandang bahwa kecantikan itu terletak pada keindahan suara dan kelembutan ucapannya.

Demikianlah, yang jelas disunahkan bagi setiap orang untuk menikahi wanita yang ia anggap cantik sehingga ia tidak tertarik dan tergoda pada wanita lain, sehingga tercapailah tujuan pernikahan, yaitu kesucian dan kehormatan bagi tiap-tiap pasangan.

 

 --------
Sumber: Fikih Keluarga, Syaikh Hasan Ayyub, Cetekan Pertama, Mei 2001, Pustaka Al-kautsar

 

   Artikel Islami23 Maret 2005 - 16:38 SIAPAKAH ANDA ?    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

 Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s

 Siapakah orang yang manis senyumanya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabb, Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.

 Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

 Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.

 Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.

 Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

 Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.

 Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.

 Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.

 Siapakah org yg PELIT ?
Orang yg pelit ialah org yg membiarkan tulisan ini begitu saja, malah dia tidak akan menyampaikan kepada org lain.

 

   Artikel Islami23 Maret 2005 - 16:38 Meluruskan Pinsil Yang Bengkok    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

 Seperti yang biasa dialami siswa kelas IV SD, seorang anak tahun ini untuk pertama kalinya berkenalan dengan praktik percobaan pada pelajaran ilmu pengetahuan alam. Sebenarnya praktik percobaan yang ada di buku pelajarannya masih sangat sederhana. Seperti tentang sifat-sifat air yang selalu mengisi ruangan yang tertutup, selalu tampil datar, dan sebagainya. Rupanya, rangkaian percobaan IPA ini terasa kurang seru bagi anak yang rasa ingin tahunya sangat besar ini. Dia tidak puas dengan rangkaian kegiatan percobaan ilmu pengetahuan alam yang diberikan oleh guru kelasnya. Sang guru bercerita padaku bahwa di waktu istirahat sekolah, anak ini sering mendatangi perpustakaan sekolah dan mengintip pelajaran ilmu pengetahuan alam di kelas yang lebih tinggi. Salah satu pertanyannya, membuatku juga tergelitik untuk mengintip buku pelajaran tersebut. Pertanyaan itu adalah, bagaimana caranya membuat agar bayangan pinsil di dalam genangan air yang ada di dalam gelas bisa tetap tampak lurus ? Adakah yang tahu jawabannya ?

 Suatu hari, seorang teman berkata padaku bahwa biar bagaimanapun bayangan itu akan mengikuti tubuh aslinya. Jika tubuh aslinya bengkok, maka bayangannya juga akan bengkok dan begitu sebaliknya. Kami sama sekali tidak sedang berbicara tentang percobaan ilmu pengetahuan alam. Dia datang padaku untuk mengemukakan sebuah kenyataan, bahwa masyarakat sering memperlakukan seseorang berdasarkan stigma (cap) tertentu pada seseorang dimana stigma itu sama sekali tidak akan terhapuskan seumur hidupnya.

 "Tiang yang bengkok akan memantulkan bayangan tiang yang juga bengkok; tiang yang lurus akan menghasilkan bayangan yang lurus."

 Aku terdiam mendengar penuturannya.
Terus terang; aku sama sekali tidak setuju dengan pepatah itu.

 Sesuatu yang lurus akan menghasilkan bayangan yang lurus, itu memang benar. Tapi, bukan berarti bahwa keadaannya akan demikian. Kisah tentang pantulan bayangan pinsil di dalam gelas air yang kelihatan bengkok itu adalah contohnya. Selurus apapun batang pinsil tersebut dia tetap akan bengkok jika dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air.

 Ah. Pikiranku jadi melayang pada seorang temanku yang berusaha untuk meniti jalan taubat dengan susah payah. Hm, dia seorang wanita muslimah yang masih muda. Usianya belum lagi genap 22 tahun.Tapi ketika remaja dia melalui masa remajanya dengan pergaulan yang salah. Ganja, narkotika hingga seks bebas semua pernah dilakoninya. Membuat tubuhnya kurus dan terlihat lebih tua dari usia belianya yang sesungguhnya. Dia pernah mengikuti rehabilitasi untuk pengguna narkoba dan disinilah hidayah Allah datang padanya. Keluar dari rehabilitasi, dia bukan hanya bisa menghentikan rasa ketergantungan obatnya alias sembuh, tapi juga berubah menjadi seorang muslimah yang berusaha untuk menjalani kehidupan islami secara kaffah.

 Jilbab lebar tidak pernah lepas dari tubuhnya.Al Quran dan tasbih selalu menemaninya kemanapun dia pergi. Perilakunya pun terjaga. Dia benar-benar berusaha untuk taubat. Sayangnya, lingkungan tempatnya tinggal sudah terlanjur mencapnya sebagai gadis "tidak baik" yang akan "Tidak baik" selamanya.Jika dia mengaji, orang akan mencemoohnya sebagai berpura-pura mencari perhatian. Jika dia berderma, orang akan menaruh prasangka bahwa dia sedang mencari muka. Jika dia memberi nasehat, maka tidak ada seorang pun yang percaya.

 "Alah, perbaiki ajah diri kamu sendiri. diri sendiri belum bener kok mau nasehati orang lain!!" kalimat pedas itu kerap kali dia dengar. Lebih parahnya lagi, orang tuanya tidak percaya jika dia sekarang sudah berubah. Jika dia berpuasa sunnah, orang tuanya menuduhnya sedang memakai obat hingga dia tidak nafsu makan. Jika dia diam mengaji di kamar orang tuanya menegurnya sebagai gadis yang kehabisan uang saku sehingga tidak bisa lagi menghabiskan malam panjang di luar sana. Serba salah. Teman-temannya pun sering mengganggunya karena tidak percaya dia sekarang sudah berubah. Jangankan colekan usil, bahkan sindirin yang mengajak untuk bermaksiat kerap kali dia dengar.

 "Ayolah, kamu kan dulu doyan banget begituan. Mana mungkin sekarang jadi pertapa ? Sok Muna lu ! Anak kyai mana sih yang mau elu gebet ampe elu jaim banget gini ?" Tak ada seorangpun yang percaya bahwa dia sudah bertobat. Tak ada yang peduli bahwa "dia yang sekarang" sudah berbeda dengan "dia yang dulu". Apapun kebaikan yang dia lakukan tetap saja dipandang hina. Apapun kebajikan yang dia usahakan tak ada yang akan melihatnya sebagai sebuah kebajikan. Masa lalunya sebagai "gadis bukan baik-baik" sudah terlanjur menjadi pakaian yang sekarang sangat sulit dilepaskan meski sebenarnya si pemilik tubuh sudah ingin melepaskan pakaian itu.

 "Aku harus bagaimana mbak ? Lelah rasanya menghadapi lingkungan yang tidak pernah mau percaya bahwa aku sudah berusaha untuk bertobat. Jika ini memang ujian atas hijrahku di jalan Allah, mengapa ujian ini tidak memperlihatkan satupun tanda sebagai jalan keluar yang mudah. Aku khawatir akan kalah dalam hal ini. Aku takut jadi orang yang kalah dalam menerima ujian Allah." Dengan tersedu dia mencurahkan perasaannya padaku. Kesedihan dan kekhawatirannya adalah kesedihan dan kekhawatiran jika dia kembali mundur seperti dulu. Godaan untuk melakukan maksiat yang selalu disodorkan sepanjang waktu; bukan tidak mungkin suatu saat bisa meruntuhkan iman seseorang. Ledekan dan hinaan yang terdengar terlalu sering bukan tidak mungkin suatu saat akan membuatnya merasa kelelahan dan akhirnya membenarkan apa yang selama ini dituduhkan oleh lingkungan. Bukankah akan lebih mudah dan ringan berenang sesuai dengan arus yang mengalir daripada berenang dengan melawan arus ?

 Seperti itulah gambaran kehidupan temanku. Dia seperti pinsil yang tegak dan lurus. Tapi karena berada di dalam sebuah gelas yang berisi air, maka bayangannya akan selalu terlihat bengkok. Sekeras apapun usaha yang dia lakukan tak ada yang bisa melihatnya lurus. Kecuali jika pinsil itu dipindahkan ke sebuah media yang lain. Media kering yang memperlihatkan keseluruhan tubuh pinsil itu. Mungkin di atas buku tulis. Atau di atas meja. Atau bahkan di atas lantai. Lihat pinsil itu dan lihatlah, apapun posisi yang diberlakukan semua akan setuju bahwa pinsil itu lurus. Tegak, terbalik, tidur, loncat-loncat, diam atau bergerak. Pinsil itu lurus, tidak bengkok. Jadi jawaban untuk pertanyaan anak SD yang ingin tahu cara meluruskan pinsil yang bengkok yang ada di dalam gelas berisi air adalah dengan cara mengeluarkannya dari dalam gelas berisi air tersebut.

 Itulah jawaban Allah atas doa-doa yang dipanjatkan temanku itu setiap kali dia berdoa meminta perlindungan Allah selalu dalam usahanya untuk hijrah dari kehidupan jahiliyahnya dahulu. Alhamdulillah, akhirnya temanku itu menikah dan pindah ke lingkungan yang jauh berbeda dengan lingkungannya yang lama. Tidak ada yang tahu bagaimana masa lalunya dahulu dan kalaupun tahu tidak ada yang peduli karena yang mereka lihat adalah masa kini. Keshalehannya kian terlihat dan terasah. Dia sendiri bisa menikmati kemesraan mencintai Allah dengan lebih bahagia.

 "Aku tidak setuju dengan pernyataan kamu tentang tiang dan bayangannya." Setelah bernostalgia dengan pengalaman perjalanan tobat temanku, aku segera memberikan jawabanku atas pernyataan temanku.

 "Tapi itu peribahasa yang sudah umum berlaku mbak. Coba mbak pikirkan, apakah bisa sebuah bayangan melenceng jauh dari tubuh asli yang dipantulkannya ?" Temanku bertanya ringan tapi aku merasa kian tertantang untuk memberikan jawaban.

 "Bisa." Jawabku mantap dan yakin.
"Bisa ? Bagaimana ? Bagaimana membuat bayangan yang berbeda dari tubuh yang dipantulkan ?" Temanku bertanya tidak percaya. Lagi-lagi aku bersyukur karena bergaul dengan anak SD yang duduk di kelas IV SD di atas. Ternyata, pelajaran itu kadang bisa kita peroleh dari hal-hal remeh yang ada di kehidupan sehari-hari.

 "Jika kamu berjalan di pagi hari menghadap ke arah barat. Coba lihat bayanganmu ? Ukur tingginya, apakah tinggi tubuhmu setinggi bayangan itu ? Tidak. Bayangan itu sudah menipumu. Tinggi tubuhnya jauh lebih tinggi dari tubuh aslimu."

 "Tapi bayangannya sama kan mbak ? Tidak berubah jadi bengkok ? Jika saya berdiri lurus apakah bayangan saya bengkok ? Tidak. Dia tetap akan lurus."

 "Bengkok. Bisa bengkok, jika jalanan di depan kamu adalah sebuah lubang yang cekung, atau sebuah dinding yang membuat bayangan itu patah, maka bayangannya akan bengkok. Kenapa harus melihat pada bayangan padahal bayangan itu adalah sesuatu yang gelap dan sifatnya selalu menipu pandangan. Peribahasa itu dibuat untuk menguatkan pandangan masyarakat akan pentingnya melihat keseluruhan seseorang. Seseorang yang baik itu adalah seseorang yang punya masa lalu yang baik, masa depan yang baik, masa kini yang baik, keluarga yang baik, teman yang baik, musuh yang baik. Tapi apakah ada orang yang sempurna seperti itu ? Padahal Allah-lah Yang Maha Mengetahui segalanya tapi hidayah-Nya bisa datang pada siapapun, dimanapun dan kapanpun tanpa melihat masa lalu, keluarga dan sebagainya." Dalam hati aku ingin mengatakan bahwa apakah anak seorang yang orang tuanya haji akan jadi jaminan bahwa si anak akan bermental baik dan islami ? Apakah anak seorang pelacur akan juga jadi pelacur ? Tidak. Jawaban "Tidak" disini untuk dua hal. "Tidak" yang pertama untuk mengatakan bahwa tidak selalu keadaannya akan seperti itu dan jawbaan "Tidak" yang kedua karena ternyata aku tidak mengemukakan contohku itu dalam diskusi kami. Contoh itu terlalu lazim digunakan dan biasanya seseorang yang sudah tahu akan merasa bosan disodori sesuatu yang lazim. Percuma contoh itu aku utarakan, keberadaannya akan dipandang remeh oleh mereka yang merasa sudah hapal.

 Sekali lagi, tanpa aku sadari aku membandingkan dua orang yang berbeda dalam kepalaku. Yang pertama adalah temanku yang insya Allah telah berhasil untuk hijrah ke jalan yang lurus dan insya Allah diridhai Allah. Yang kedua adalah seseorang yang baru saja aku temui setelah sekian tahun tidak pernah bertemu. Sewaktu kuliah dulu, dia adalah muslimah yang tidak pernah melepas jilbabnya kemanapun dia pergi. Tapi ketika bertemu kembali ternyata jilbabnya sudah dia tanggalkan dan gaya hidupnya sudah jauh berbeda. Jika ukuran materi dunia jadi patokan seseorang untuk berhasil dan sukses, dia termasuk dalam kelompok orang yang berhasil dan sukses. Tapi dengan beberapa tambahan, pakaian yang minimalis, rambut yang berubah warna sesuai tuntutan acara yang diikuti dan pergaulan yang "modern". "Aku sekarang sudah jadi wanita modern." Katanya dengan penuh kebanggaan.

 Hidayah Allah sungguh bisa datang pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Tapi rasanya, jika hidayah itu sudah datang, maka usaha untuk mempertahankannya adalah usaha yang tidak kenal batas lelah dan hanya berakhir ketika kematian tiba. Jadi, jika hidayah Allah datang dan diberikan, genggamlah dia selalu meski rasanya seperti menggenggam bara, jangan pernah dilepaskan. Perjalanan masih sangat panjang dan akhiratlah tujuan akhir yang ingin kita tuju bersama.
(oleh: Ade Anita, oleh-oleh dari hasil diskusi dengan beberapa sahabat dan yang tersayang, Ibam)

 (Berkatalah salah seorang di antara mereka: "Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman, yang berkata: "Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang yang membenarkan (hari berbangkit)?. Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan untuk diberi pembalasan?" Berkata pulalah ia: "Maukah kamu meninjau (temanku itu)?" Maka ia meninjaunya, lalu dia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala. Ia berkata (pula): "Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku, jikalau tidaklah karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret ke neraka.(Qs 37: 51-57)

 -------
sumber : Portal Kita,06 February 2003

 

   Artikel Islami23 Maret 2005 - 16:39 Diary Hati...    03 Februari 2003


Dear diary… …

04 Februari 2003
Hari ini aku bahagiaaa baget, ry. Pagi-pagi sekali Dad ‘n Mom bangunin aku. Mereka mencium pipiku dan ngucapin happy b' day. Tapi setelah itu aku langsung disuruh bangun buat shalat shubuh. Yee, kirain mau kasih hadiah. Tunggu dulu. Pas sarapan, Mom kasih kado berpita merah jambu. Katanya dari Dad ‘n Mom. Langsung dech aku buka. Kamu tahu isinya apa? Jilbab, lagi? Ya, ini adalah jilbab kelima yang dihadiahkan oleh Dad ‘n Mom sejak ultahku yang ke dua belas. Dan seperti biasa ada secarik kertas bertuliskan ‘SEMOGA TETAP ISTIQOMAH'. Hm… Dad ‘n Mom ini, kayaknya gak percaya dech kalau aku sudah bisa beristiqomah berjilbab semenjak masuk SMP dulu. Oh iya hampir lupa, bang Aldi kasih aku sebuah novel dan tiga buah buku kumpulan cerpen remaja islami. Wah senangnya. Nggak biasanya lho abangku yang satu ini ngasih aku hadiah buku banyak begini. I love you all.

Di sekolah aku habis-habisan dikerjain temen-temen sekelas. Mulai dari dicuekin sejak jam pelajaran pertama sampai pulang sekolah, pas mau pulang dibanjur air beraneka rupa, dilemparin telor, ditaburin tepung terigu. Pokoknya jail abis. Tapi aku seneng mereka ingat hari ulang tahunku.Thanks dude.

06 Februari 2003
Dear diary…
Aku bosan dengan novel dan kumpulan cerpen yang sering dihadiakan bang Aldi. Isinya monoton. Tema-tema yang diangkat pasti tidak jauh dari tokoh utamanya yang anak Rohis, cewek-cewek, eh akhwat yang mencoba istiqomah berbusana muslimah, kesedihan sang tokoh utama karena orang tuanya meninggal dan dia terpaksa menjadi gelandangan atau gembel, orang-orang yang segera insyaf dari dosa dan maksiat yang dilakukannya setelah mendengar adzan atau orang mengaji, dan masih banyak lagi tema-tema membosankan lainnya.

Mengapa yach para pengarang novel dan cerpen itu selalu menggambarkan tokoh utamanya sebagai seseorang yang tampan atau cantik, pintar di sekolah, aktiv di organisasi – utamanya Rohis –, jago basket atau karate, gape ngomong English and so on and so on.Sungguh, they are too good to be true. Atau aku aja yang ngiri kali yach? He he he ….

08 Februari 2003
Dear diary…
Aku sayang Dad ‘n Mom, namun kadang-kadang aku nggak suka sama sikap mereka yang sok tahu. Gimana nggak sebel coba. Tadi pagi pas sarapan aku minta ijin buat datang ke pestanya Sherly, teman sekelasku. Kakaknya – Dani – baru menyelesaikan studinya di Aussie, jadi Sherly and Dani kompakan mengadakan syukuran yang nanti diadakan bertepatan dengan hari Valentine. Biar seru katanya.

Kamu tahu reaksi mereka, Ry? Aku diberondong banyak banget pertanyaan. Mulai dari Pestanya siang atau malem? Yang dateng siapa aja? Acaranya ngapain aja? Pulangnya jam berapa? Entar dateng dan pulang sama siapa? dan banyak lagi. Kenapa sich mereka kok heboh banget, apalagi Bang Aldi. Abangku yang satu ini kayaknya nggak suka dech ngeliat adiknya ini seneng dikit ajah.

Mati-matian aku meyakinkan mereka. Aku bilang pestanya jam delapan malem, yach paling-paling sempe jam sebelasan gitu. Emang agak malem sich. Khan biasanya aku harus sudah ada di rumah paling malem jam sembilanan gitu, kasian yach.Aku bilangin juga bahwa aku nggak dateng sendirian kok nantinya. Ada si Erin, Wiwi, Evelyn, Siska dan Doni, pacarnya Siska yang nanti jadi sopir dan siap antar jemput. Mengenai acaranya, ya apalagi? Namanya juga pesta syukuran. Pasti ada acara makan-makan, ngumpul-ngumpul bareng temen-temennya Sherly dan kakanya, ngobrol banyak hal. Itu ajah kok.

Kata Mom gimana besok dech dan itu sudah cukup membuat kesan bahwa aku tidak akan diizinkan.

12 Februari 2003
Dear diary…
Kadang-kadang kepikiran lho buat sesekali ngelanggar apa yang dilarang Dad ‘n Mom. Kayak apa yach rasanya?

Bukankah selama ini aku sebagai seorang anak tergolong penurut. Aku nggak pernah bertingkah yang macem-macem, sebagai seorang perempaun aku turuti perintah Mom untuk menutup aurat sejak masuk SMP, nilai rapotku tidak terlalu jelek, walaupun belum dapat dikatakan memuaskan. Tapi aku selalu berusaha lho untuk memenuhi semua kriteria anak baik di mata Dad ‘n Mom.

13 Februari 2003
Jadi rencananya gini ry…
Besok siang – mungkin sampai sore, I hope so – ada rapat untuk acara pelantikan anak-anak PMR yang baru (gini gini aku memiliki jiwa sosial yang tinggi lho). Terus aku bilangin aja ke Mom minta izin pulang agak terlambat, mungkin agak malem. Baju buat ke pesta akan aku bawa pas paginya. Berat dikit nggak pa pa, yang penting Mom nggak curiga. Nah, pas sorenya Siska and the gang suruh jemput aku disekolah.Dengan begitu aku bisa bolos rapat, bilang aja ada keperluan mendadak.

Gimana? Rencanaku oke khan.

14 Februari 2003 ultahnya Sherly
Dear diary…
This is the day. Waktu berangkat tadi pagi, aku ngelihat sorot mata Mom mencurigai sesuatu. Aduh aku jadi gemeteran waktu itu. Tapi bukan Adella namanya kalau enggak bisa merayu Mom sedemikian rupa. Namun bagaimanapun juga, sorot mata Mom menyiratkan sesuatu. Apa yach?

Siang sampe sorenya aku rapat PMR. Sebenarnya aku nggak konsen, tapi mau gimana lagi. Namanya juga demi memenuhi undangan teman.

And then, let the party started. Tepat jam enam sore Siska and the gang datang. Langsung aku cabut dari rapat setelah sebelumnya ganti kostum (cie…) di ruang OSIS. Kulihat Siska,Erin, Wiwi dan Evelyn nampak cantik dengan pakaian yang serba pink, seperti juga jilbab dan pakaian yang aku kenakan. Emang malam ini khan dress coat-nya serba pink, namanya juga hari valentine.

Tiba di rumah Sherly yang berada di kawasan elitkotaini, kami langsung masuk. Sherly menyambut kami di ruang tengah. Ia memperkenalkan Dani kepada kami. Lucu juga… Aku, Erin, Wiwi, dan Evelyn sepakat. Setelah itu kami dipersilahkan menuju ruangan pesta akan berlangsung.

Tempat pesta itu terletak di pinggir kolam, di sayap kanan rumah mewah itu. Tempat itu sudah disulap sedemikian rupa sehingga atmosfir valentinenya begitu terasa. Balon-balon berbentuk hati, pita-pita yang dibentangkan dari sudut ke sudut, serta lampu-lampu hias semuanya berwarna pink. Di salah satu sudut – food court – tertata rapih aneka hidangan yang mengundang selera sementara di sudut lainnya ada sebuah panggung kecil yang menjadi sentra acara. Dentuman house music membuat suasana pesta kian meriah. Undangan yang datang sudah cukup banyak. Kebanyakan teman-teman Dani sewaktu SMU dulu, sesisanya adalah teman-teman Sherly yang sudah kukenal.Kami pun asyik ngobrol ke sana ke mari sebelum acara dimulai. Dalam keramaian itu aku merasa ada sepasang mata yang sejak aku datang tadi selalu memperhatikan aku. Aku mencari-cari kesekeliling. Ah, nggak ada yang…. Tunggu dulu, kayaknya Dani ngeliatin aku terus dech. Gimana nggak diperhatiin coba, aku khan eye catching banget. Aku satu-satunya gadis berjilbab di pesta itu, atau… Ah aku aja yang kege-eran kali yach.

Aku menikmati acara demi acara dalam pesta itu, sampai akhirnya acara blind date itu membuat perasaanku tak menentu. Saat itu semua undangan dipasang-pasangkan dan mereka di beri waktu satu jam untuk saling mengenal untuk selanjutnya tiap-tiap pasangan akan disuruh tampil keatas panggung menyatakan perasaan mereka. Waktu itu entah disengaja atau tidak aku berpasangan dengan Dani. Semula aku tidak memiliki perasaan curiga apa pun juga walaupun aku tahu tujuan acara ini agar tiap undangan yang jomblo bisa mendapatkan pasangan. Aku tahu reputasi Dani sebagai play boy dari Sherly. Malam ini Dani tidak bertingkah macam-macam, kok. Kami hanya ngobrol tentang pengalaman dia di Aussie. Aku merasa cukup aman dengan pakaianku sehingga cowok play boy macam Dani nggak akan berani macam-macam. Namun dugaanku salah. Di sela-sela obrolan kami saring aku dapati mata Dani liar memperhatikan sekujur tubuhku. Dari ujung jilbab sampai ujung kaos kaki yang aku kenakan. Dari bau nafasnya aku tahu jenis minuman apa yang berada di gelas yang ia pegang, walaupun ia tidak – atau mungkin belum – nampak mabuk. Dan satu hal yang membuat keputusanku bulat adalah saat ia berusaha memegang tanganku, bahkan akan merangkulku.

STOP. Dengan tergesa dan tanpa permisi aku berlari pulang. Meninggalkan beberapa pasang mata yang menatapku heran, meninggalkan Dani dengan kegagalannya menyentuhku, meninggalkan hingar bingar pesta yang kian menggila, serta meninggalkan kebodohanku datang ke pesta semacam itu. Aku biarkan air mataku menganak sungai. Aku menyesal dan merasa berdosa telah melakukan ini semua.

Sampai di rumah sudah pukul sepuluh lebih dua belas menit. Kulihat Mom menungguku di teras. Aku langsung menghambur ke pelukan Mom dan menangis sejadi-jadinya. Tidak ada kata yang terucap. Mom membimbingku ke kamar dan menyuruhku istirahat.

15 Februari 2003
Diary….
Aku malu sekali atas kejadian kemarin. Ketika sarapan, kulihat Dad, Mom dan bang Aldi saling diam. Aku sudah siap apabila nanti aku akan disidang habis-habisan. Aku harus mempertanggungjawabkan kesalahanku. Namun tidak ada yang berkomentar. Semua orang asik dengan sarapannya masing-masing. Kuberanikan diri berkata Adella minta maaf atas kejadian semalem. Semua saling pandang. Dad angkat bicara. Katanya Semoga kamu dapat mengambil pelajaran atas kekhilafan kemarin. Oh Dad, kenapa Daddy tidak marah atau menghakimi aku? Mom? Mom menarik nafas sebelum berkata Sekarang kamu tahu khan alasan kami melarangmu? Ya, lebih dari mengerti, Mom. Bang Aldi diam saja.

Satu hal lagi Mom, tantang rapat itu Adella tidak bohong. Mama hanya tersenyum dan berkata Tentu saja sayang, Mom tidak pernah mengajarkan anak Mom berbohong khan? Terima kasih Mom atas kepercayaannya. Aku janji tidak akan mengkhianatimu lagi, Mom.

17 Februari 2003
Dear Diary…
Tiga hari setelah kejadian di pesta itu Sherly minta maaf. Aku bilang itu bukan kesalahannya. Tapi tetap saja dia merasa berdosa karena telah mengundang aku. Sudahlah kita lupakan saja kejadian 14 Februari yang kelabu itu.

20 Februari 2003
Diary…
Hari ini Evelyn curhat. Katanya, semua cowok itu brengsek. Evelyn ingat kejadian di pesta Sherly. Ketika ia melihat aku lari keluar dari pesta itu, ia sedang bersama sorang laki-laki yang baru ia kenal malam itu. Laki-laki itu berkata Wah Dani lagi apes hari ini. Nggak biasanya ada cewek yang nolak dia. Baru pemanasan ajah udah lari. Gimana kalau… Evelyn tidak harus melanjutkan kisahnya, aku sudah tahu apa yang direncanakan Dani dan teman-temannya dalam pesta itu. Syukurlah keputusanku meninggalkan pesta itu menyadarkan Evelyn, Wiwi, Erin serta teman-teman sekelasku – terutama yang wanita – untuk menyadari ada apa di balik pesta itu sekaligus menggagalkan rencana Dani cs.

Aku tidak habis pikir, seorang wanita berjilbab saja masih menjadi sasaran mata jalang laki-laki yang haus syahwat, apalagi mereka yang pada saat pesta itu menggunakan pakaian serba terbuka.

24 Februari 2003
Dear diary…
Hari ini aku pinjam majalah remaja edisi Valentine yang di beli Wiwi kemarin. Tentu saja isinya semua tentang Valentine. Dari acara valentine yang paling romantis, pernak-pernik valentine, pakaian yang asik buat nge-date di malam valentine, serta rencana artis-artis – baik lokal maupun internasional – dalam merayakan valentine. Kayaknya semua itu nggak cocok dech sama aku. Terlalu menyeramkan dan membuat bulu kudukku berdiri, apalagi bila ingat kejadian di pestanya Sherly itu. Hi…..

28 Februari 2003
Diary…
Malam ini hujan turun cukup deras memberikan sensasi kesejukan di hati ini. Hilang sudah kekeringan yang selama beberapa bulan terakhir mencengeram bumi. Entahlah, aku ingin agar bulan Februari ini segera berakhir agar dapat kugoreskan lembar kisah baru di lembaranmu ini. Biarlah semua kenangan buruk di bulan yang mereka sebut ‘Bulan Cinta' larut bersama tetes-tetes airu hujan yang terserap bumi.

Have a nice sleep, Adella. Semoga mimpi indah.


Bandung, 13 Agustus 2003
Teruntuk rekan-rekan jilbaber yang senantiasa istiqomah
[sly@percikan-iman.com]

   Artikel Islami23 Maret 2005 - 16:40 Aku Makin Cantik Hari Ini    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

 Tahukah engkau, aku makin cantik hari ini! Sungguh, aku makin cantik! Lebih cantik dari kemarin, dari kemarinnya lagi, dan dari kemarin-kemarinnya lagi. Coba lihat, dahiku tidak berkerut-kerut oleh pikiran dan kepedihan seperti beberapa hari yang lalu. Bibirku tidak mengerucut oleh kejengkelan dan kemarahan seperti kemarin. Mukaku tidak lagi tertekuk penuh beban dan beBeTe an seperti waktu-waktu yang lewat. Tubuhku tidak lagi lesu karena keputus asaan dan kehilangan harapan.

 Sungguh, aku makin cantik hari ini! Coba perhatikan, mataku bersinar-sinar oleh kegembiraan. Bibirku merekah lebar oleh senyum ketulusan. Pipiku merona merah oleh semangat pengharapan. Urat-urat wajahku santai memancarkan aura kepasrahan. Dan semuanya menjadikan wajahku berseri-seri. Sungguh, cantiknya aku hari ini!

 Sudah sepekan aku banyak tertawa, menari dan menyanyi, menikmati hidup ini dan tidak membiarkan permasalahan mempengaruhi suasana hati. Ah, cantiknya diriku karenanya. Sudah sepekan aku berusaha banyak menyapa dan memaafkan semua saudara. Dan itu telah membuatku lebih cantik hari ini. Sudah seminggu aku berusaha lebih banyak berderma pada sesama. Kini aku merasakan cantik sebagai balasannya. Sudah seperempat bulan aku berusaha lebih mensyukuri setiap karunia Ilahi. Dan kini kurasakan Allah menambahi nikmat itu dengan menjadikanku cantik sekali.

 Bahagianya aku karenanya! Dan bahagia itu, kurasakan kian membuatku cantik saja.

 ***

 Ada kalanya kita membenci diri kita sendiri. Ada kalanya kita tidak menyukai apa yang kita lakukan. Ada kalanya kita melakukan kesalahan. Ada kalanya kita terpuruk dalam kepedihan. Ada kalanya kita tenggelam dalam kesedihan. Ada kalanya kita tak mengerti mengapa hidup berjalan tidak seperti yang kita bayangkan. Ada kalanya perjalanan menjadi demikian berat kita rasakan. Hingga sikap kita pun terbawa oleh perasaan.

 Hingga kita mengambil langkah tanpa pertimbangan.Tindakan yang dilakukan pun merupakan reaksi spontan. Akibatnya yang tertinggal kemudian hanya penyesalan dan keterpurukan yang semakin dalam. Dan tahukah dikau? Semua itu akan menyebabkan penampilan dan tampang kita menjadi makin buruk saja.

 Maka berbahagialah ketika kita bisa melewati masa-masa seperti itu dengan elegan. Saat kita bisa menahan diri terhadapa sesuatu yang sangat kita inginkan. Saat kita bisa menghadapi segala permasalahan dengan tenang.

 Saat kita berhasil menaklukkan musibah dan hambatan penyebab kesedihan. Hidup tidaklah berjalan seperti yang kita inginkan, karena itu melewati saat-saat yang tidak meneyenangkan adalah sebuah hal yang membahagiakan. Misalnya, sesungguhnya aku adalah seorang yang sangat emosional. Adalah membahagiakan bagiku ketika dalam banyak hal akhir-akhir ini aku dapat meredam emosiku.

 Dan itu membuat aku merasa cantik sekali. Aku adalah seorang yang sangat ekspresif, sehingga perasaan apapun yang tersimpan di hati akan nampak dengan jelas pada bahasa tubuh. Maka sungguh membahagiakan ketika dalam banyak hal kemudian aku dapat menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya dan dapat tetap tampil stabil.

 Dan sungguh, aku merasa makin cantik karenanya. Adalah hal yang menyenangkan ketika aku tidak panik, padahal aslinya aku adalah seorang yang gampang panik. Maka sungguh menyenangkan, ketika aku dapat mengontrol semua emosi, pikiran dan perasaan sehingga berhasil mengatasi diri sendiri. Betapa membahagiakan tatkala kita berhasil mengalahkan diri sendiri. Ketika aku dapat melakukannya, maka ini adalah pencapaian terbesar dalam hidupku.

 Hingga kemudian kegagalan-kegalan yang telah kita lalui bukanlah sesuatu yang sia-sia. Selama kita tak kehilangan pelajaran dari kegagalan yang kita alami, semua itu akan menjadi bukti sejarah atas pembelajaran hidup. Rasulullah bersabda, sesungguhnya seorang muslim yang terbaik bukanlah yang tidak pernah berbuat kesalahan, namun mereka yang tiap kali melakukan kesalahan mengakuinya, menerimanya dan kemudian berusaha bangkit untuk memperbaikinya, lagi dan lagi. Tak perlu ada sakit hati, tak perlu ada kecewa karena sesungguhnya segala sesuatu bagi orang muslim adalah baik saja, selama dia bersyukur tiap mendapat nikmat dan sabar saat tertimpa musibah.

 Karena itu, dengan bangga kunyatakan, aku makin cantik hari ini. Apakah engkau juga? Hei, jangan lupa, ingatkan daku jika engkau melihatku lebih jelek esok hari!

 Azimah Rahayu
azi_75@yahoo.com

   Artikel Islami23 Maret 2005 - 16:40 Mengakhirkan dan Meninggalkan Sholat    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Dikutip dari Kitab Habib Hasan bin Sholeh Al-Bahr Al-Jufri

 Saudara-saudara Rahimakumullah, ketahuilah bahwa sesungguhnya bencana yang dahsyat, perbuatan yang paling buruk, dan aib yang paling nista adalah kurangnya perhatian masyarakat kita pada Sholat Lima Waktu, Sholat Jum'at dan Sholat Berjamaah, padahal semua itu adalah ibadah-ibadah yang dengannya Allah meninggikan derajat dan menghapuskan dosa-dosa maksiat. Dan sholat adalah cara ibadah seluruh penghuni bumi dan langit.

 Rasulullah SAW bersabda: "Langit merintih dan memang ia pantas merintih, karena pada setiap tempat untuk berpijak terdapat malaikat yang bersujud atau berdiri (sholat) kepada Allah Azza Wa Jalla." (HR. Imam Turmudzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

 Orang yang meninggalkan sholat karena dilalaikan oleh urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya.

 Dengarkanlah nasihatku tentang nasib orang yang meninggalkan sholat, baik semasa hidup maupun setelah meninggal. Sesungguhnya Allah merahmati orang yang mendengarkan nasihat kemudian memperhatikan dan mengamalkannya.

 Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya sholat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa', 4:103)

 Abu Hurairah RA meriwayatkan, "Setelah Isya' aku bersama Umar bin Khattab RA pergi ke rumah Abu Bakar AsShiddiq RA untuk suatu keperluan. Sewaktu melewati pintu rumah Rasulullah SAW, kami mendengar suara rintihan. Kami pun terhenyak dan berhenti sejenak. Kami dengar beliau menangis dan meratap."

 "Ahh..., andaikan saja aku dapat hidup terus untuk melihat apa yang diperbuat oleh umatku terhadap sholat. Ahh..., aku sungguh menyesali umatku."

 "Wahai Abu Hurairah, mari kita ketuk pintu ini," kata Umar RA. Umar kemudian mengetuk pintu. "Siapa?" tanya Aisyah RA. "Aku bersama Abu Hurairah."

 Kami meminta izin untuk masuk dan ia mengizinkannya. Setelah masuk, kami lihat Rasulullah SAW sedang bersujud dan menangis sedih, beliau berkata dalam sujudnya:

 "Duhai Tuhanku, Engkau adalah Waliku bagi umatku, maka perlakukan mereka sesuai sifat-Mu dan jangan perlakukan mereka sesuai perbuatan mereka."

 "Ya Rasulullah, ayah dan ibuku menjadi tebusanmu.Apa gerangan yang terjadi, mengapa engkau begitu sedih?"

 "Wahai Umar, dalam perjalananku ke rumah Aisyah sehabis mengerjakan sholat di mesjid, Jibril mendatangiku dan berkata, "Wahai Muhammad, Allah Yang Maha Benar mengucapkan salam kepadamu," kemudian ia berkata, "Bacalah!"

 "Apa yang harus kubaca?"

 "Bacalah: "Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, mereka kelak akan menemui kesesatan." (QS. Maryam, 19:59)

 "Wahai Jibril, apakah sepeninggalku nanti umatku akan mengabaikan sholat?"

 "Benar, wahai Muhammad, kelak di akhir zaman akan datang sekelompok manusia dari umatmu yang mengabaikan sholat, mengakhirkan sholat (hingga keluar dari waktunya), dan memperturutkan hawa nafsu. Bagi mereka satu dinar (uang) lebih berharga daripada sholat." Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA.

 Abu Darda` berkata, "Hamba Allah yang terbaik adalah yang memperhatikan matahari, bulan dan awan untuk berdzikir kepada Allah, yakni untuk mengerjakan sholat."

 Diriwayatkan pula bahwa amal yang pertama kali diperhatikan oleh Allah adalah sholat. Jika sholat seseorang cacat, maka seluruh amalnya akan ditolak.

 Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Abu Hurairah, perintahkanlah keluargamu untuk sholat, karena Allah akan memberimu rezeki dari arah yang tidak pernah kamu duga."

 Atha' Al-Khurasaniy berkata, "Sekali saja seorang hamba bersujud kepada Allah di suatu tempat di bumi, maka tempat itu akan menjadi saksinya kelak di hari kiamat. Dan ketika meninggal dunia tempat sujud itu akan menangisinya."

 Rasulullah SAW bersabda: "Sholat adalah tiang agama, barang siapa menegakkannya, maka ia telah menegakkan agama, dan barang siapa merobohkannya, maka ia telah merobohkan agama." (HR. Imam Baihaqi)

 "Barang siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka ia telah kafir." (HR. Bazzar dari Abu Darda`), kafir yang dimaksud disini adalah ingkar terhadap perintah Allah karena perbuatan orang kafir adalah tidak pernah shalat. Dalam Shahih Muslim dijelaskan bahwa Rasulullah saw bersabda yang membedakan antara orang beriman dengan orang kafir adalah shalat. Maka maukah kita disamakan dengan orang kafir, padahal Rasulullah saw bersabda"Barang siapa mengikuti kebiasaan suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut". Orang2 kafir adalah orang yang tidak pernah shalat, maukah kita termasuk golongan mereka.

 "Barang siapa bertemu Allah sedang ia mengabaikan sholat, maka Allah sama sekali tidak akan mempedulikan kebaikannya." (HR. Thabrani)

 "Barang siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka terlepas sudah darinya jaminan Muhammad." (HR. Imam Ahmad dan Baihaqi)

 "Allah telah mewajibkan sholat lima waktu kepada hamba-Nya. Barang siapa menunaikan sholat pada waktunya, maka di hari kiamat, sholat itu akan menjadi cahaya dan bukti baginya.Dan barang siapa mengabaikannya, maka ia akan dikumpulkan bersama Firaun dan Haman." (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad) .

 *Wasiat ini mudah-mudahan sangat bermanfaat buat kita semuanya umat Islam.Tugas kita semua untuk saling mengingatkan sesama Muslim akan pentingnya Sholat!

 smoga bermanfaat,
amy@mca.co.id

 

   Buletin Studia23 Maret 2005 - 14:48 Ketika Musibah itu Datang    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 225/Tahun ke-6 (3 Januari 2005)

 Nggak ada orang yang nyangka. Nggak ada manusia yang bisa memprediksi dengan tepat akan terjadinya gempa bumi di dekat atau di bawah dasar laut yang memicu gelombang besar bernama tsunami. Menurut para ahli gempa, gelombang tsunami dapat mencapai panjang 161 kilometer dan menjalar dengan kecepatan 966 km/jam (konon kabarnya setara dengan kecepatan pesawat terbang jenis Boeing 747).

 Entah berapa panjang gelombang dan kecepatan menjalar tsunami yang dipicu gempa beruntun sepanjang hari di tiga tempat pusat gempa (Kepulauan Nicobar India 3 kali, Sumatera bagian utara 1 kali, Lepas pantai barat Sumatera 3 kali) dengan rata-rata kekuatan gempa di atas angka 5 pada skala richter (gempa pertama bahkan skala richter menunjuk angka 8,9). Yang jelas hasil sapuan tsunami yang terjadi pada26/12/04 itu menyebabkan puluhan ribu orang meninggal.

 Nggak tanggung-tanggung, musibah ini menghantam beberapa negara di Asia Selatan (dan sebagian kecil Afrika).Indonesia , khususnya (sebagian besar di wilayah Aceh) lebih dari 27 ribu korban meninggal dunia. Angka yang besar tentunya. Bahkan jika dijumlah secara total dari beberapa negara lainnya (India, Srilanka, Thailand, Malaysia, Myanmar, Maladewa, dan Bangladesh, bahkan sampe ke Somalia dan Tanzania) diprediksi mencapai lebih dari 55 ribu orang(Koran Tempo, 29 Desember 2004) .

 Selain menyebabkan puluhan ribu orang meninggal dunia, tsunami juga menyisakan kerusakan yang parah. Selain jutaan orang terpaksa mengungsi ke daerah aman, juga menghancurkan bangunan pribadi dan sejumlah fasilitas umum. Bahkandetik.com pada edisi28/12/04 menuliskan bahwakota Meulaboh (yang relatif paling dekat dengan pusat gempa) hampir 80% berantakan dengan jumlah korban meninggal menyentuh angka 10 ribu orang. Sampe tulisan ini selesai dibuat, korban masih terus bertambah.Wallahu'alam.

 Entahlah, yang jelas saya sendiri nggak begitu semangat menulis jumlah korban dan penderitaan mereka. Selain nggak bisa dilukiskan dengan kata-kata gimana perihnya, kamu sendiri udah cukup melihat penderitaan mereka lewat gambar bergerak di layar kaca. Jadi, alangkah baiknya jika kita langsung saja memberikan bantuan riil kepada mereka yang sedang membutuhkan. Minimal, ya minimal sekali adalah bantuan doa. Syukur-syukur buat kamu yang punya kelebihan rezeki, bisa memberikan bantuan dalam bentuk materi. Besar atau pun kecil, yang penting ikhlas, insya Allah jadi pahala.Meski tidak sampe menyelesaikan masalah, minimal meringankan beban dan penderitaan mereka. Semoga saja kepedulian kita yang disalurkan ke pos-pos tertentu untuk diteruskan ke mereka yang tertimpa musibah tidak disalahgunakan pengelolanya. Maklumlah, siapa sih yang nggak ijo ngeliat duit mengalir deras? Semoga Allah selalu bersama kita.

 Sobat muda muslim, saya nggak mau panjang lebar ngomongin kondisi tentang musibah ini, karena tulisan ini akan kalahupdate datanya oleh berita dari media elektronik dan cetak harian. Lagian, kalo cuma menuliskan fakta-faktanya tanpa berbuat untuk menolong mereka, juga kurang bijak. Karena, kita seolah cuma menjadikan mereka yang tengah menderita sebagai objek berita untuk dijual dan dinikmati.

 Di buletin ini, saya cuma ingin mengajak kita semua (tentunya termasuk saya sendiri) untuk merenung tentang “hikmah” di balik musibah ini. Kita berusaha interospeksi dengan kenyataan ini. Kita bisa mencoba menjernihkan pikiran kita, dan juga membersihkan hati kita. Kita jujur pada diri kita sendiri. Apakah selama ini kita sudah bisa mengenal diri sendiri, mengenal siapa pencipta kita, dan tentunya mengenal hak dan kewajiban kita sendiri selama ‘bertugas' di dunia ini. Selain itu, kita juga bisa merenungkan tentang makna hidup ini. Karena, pelajaran hidup ini tak mesti dialami langsung oleh diri kita sendiri, bisa saja kita merenungkan setiap peristiwa yang dialami oleh orang lain untuk dijadikan pelajaran bagi hidup kita.

 Pelajaran berharga: ujian atau murkaNya?

 Nggak salah-salah amat apa yang pernah disampaikan Bang Ebiet G. Ade lewat lagu berjudul “Untuk Kita Renungkan”. Puisi yang dimusikalisasi itu berisi pesan bagus, di antaranya ada lirik:“Anugerah dan bencana adalah kehendakNya, kita mesti tabah menjalani, Hanya cambuk kecil agar kita sadar, adalah Dia di atas segalanya.” Lengkapnya, boleh kamu dengerin lagunya sendiri deh, yang barangkali lebih asyik pesannya ketimbang “Ada Apa Denganmu”-nya milik Peter Pan.

 Sobat muda muslim, sungguh ini pelajaran yang sangat berharga. Jangan salah sangka lho. Maksud saya menuliskan “pelajaran berharga” sebagai subjudul di atas bukan berarti saya menganggap bahwa ini patut dinikmati. Nggak. Tapi yang jelas wajib direnungkan. Jadi, “berharga” di sini maksudnya adalah kejadian yang harusnya membuat kita kian taat kepada Allah dan sekaligus mengakui kelemahan kita.

 Bang Ebiet benar. Ini bukan hukuman, tapi hanya cambuk kecil agar kita sadar, bahwa Allah di atas segalanya. Allah Maha Kuasa atas apa pun, sehingga Dia “berhak” menunjukkan kekuasanNya untuk memberikan pelajaran dan mendidik kita, agar lebih taat kepadaNya.

 Kenapa ini disebut pelajaran dan Allah sedang berusaha mendidik kita, padahal adakalanya dengan peringatanNya yang terasa begitu keras? Jangan kaget dan jangan heran karena kita nggak pernah tahu skenario Allah. Apa yang kita anggap berat, mudah saja bagiNya. Apa yang kita anggap dahsyat, biasa saja bagiNya. Ini sekaligus menunjukkan keperkasaanNya dan kelemahan kita.

 Kejadian bencana alam ini bisa kita lihat dengan dua sudut pandang. Pertama, ini semata memang ujian dari Allah Swt. Insya Allah, bagi orang-orang yang beriman ini adalah ujian. Semoga dengan kejadian yang meskipun menurut kita sangat berat, menyesakkan, dan tentunya menyedihkan, tapi jika kita bersabar, insya Allah ada pahalanya. Jangan pernah berputus asa. Firman Allah Swt.:

 “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”(QS al-Baqarah [2]: 155-156)

 Kita kayaknya udah akrab juga dengan kalimat“Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun” . Bahkan kita sangat hapal dengan maksudnya. Yup, arti kalimat itu adalah “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNya-lah kami kembali.” Kalimat ini oleh paramufasir (ahli tafsir) dinamakan kalimatistirjaa (pernyataan kembali kepada Allah). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil. Indah sekali bukan, ditimpa musibah bukannya putus asa, tapi kita malah bersabar. Jadi berbahagialah karena kita sebagai seorang muslim dan insya Allah juga seorang mukmin.

 Dalam ayat lain, Allah Swt. juga menjelaskan bahwa segala musibah yang menimpa adalah atas kehendakNya:

 “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”(QS at-Taghaabun [64]: 11)

 Sobat muda muslim, kalo sudut pandang pertama musibah ini bisa bermakna ujian, maka pada sudut pandang kedua, justru kita khawatir nih, karena bisa jadi musibah itu adalah bentuk murkaNya. Mungkin lebih halus bisa disebut peringatanNya sebagai bagian dari azabNya karena kita sudah mulai lupa kepadaNya, karena kita sudah mulai berani melawanNya, bahkan nekat menentangNya serta mendustakanNya.Wallahu'alam.

 “Pelajaran” tentang peringatanNya itu bisa kita simak dalam firman Allah Swt. (yang artinya):“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang? Atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatanKu? Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasulNya). Maka alangkah hebatnya kemurkaanKu.”(QS al-Mulk [67]: 16-18)

 Sobat muda muslim, itu semua bisa kita analisis.Mengukur diri. Kita bisa interospeksi diri. Kita bisa menilai diri kita, dan berusaha mencocokkan apakah musibah ini adalah ujian atau justru bagian dari murkaNya? Masing-masing dari kita insya Allah bisa menjawabnya. Asal kita mau jujur pada diri sendiri.

 Masih ada waktu

 Ya, insya Allah masih ada waktu bagi kita. Kita juga masih diberikan kesempatan untuk berbenah diri, dengan melihat kejadian yang menimpa saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Berbenah untuk menjadi lebih baik. Mungkin saja kita bisa belajar lebih peka, lebih peduli, lebih perhatian kepada saudara kita. Mungkin juga kita bisa terdidik dan tercerahkan untuk lebih taat, untuk kian merasa lemah dan hanya Allah yang Maha segalanya, untuk kian meningkatkan kesabaran kita, bisa juga keimanan kita kepadaNya bertambah.

 Mungkin saja, skenario Allah ini seperti ingin memberikan gambaran kepada kita, bahwa kita sering nggak peduli, sering nggak perhatian dan merasa tak perlu pusing memikirkan nasib saudara kita yang jauh di negeri lain. Untuk kasus Palestina, Afghanistan, Fallujah (kabar terakhir, rakyat Fallujah yang tewas hampir mencapai 100 ribu orang akibat dibantai pasukan AS) dan wilayah lain, sebagian dari kita sering hanya melahapnya sebagai berita saja. Kita menjadi pribadi yang tega mengabaikan nasib saudara kita di belahan dunia lain, hanya karena terpisah oleh jarak yang jauh dan batas negara akibat ide nasionalisme yang memang menyesatkan. Itu sebabnya, mungkin saja Allah timpakan musibah sebagai peringatanNya dalam bentuk lain, yakni dengan saudara yang dekat dengan kita yang “habis” dilumat tsunami, agar kita sadar.Wallahu'alam.

 Sobat muda muslim, ini bukan kiamatkubra (kiamat besar di mana bumi akan lenyap dan akan menjadi akhir sejarah dunia), ini baru kiamatsughra (kiamat kecil) yang semoga saja menyadarkan kita untuk lebih beriman kepadaNya. Kalo pada “kiamat kecil” ini kita masih mungkin dan bisa untuk saling menolong, nanti pada kiamat besar (kiamat yang sesungguhnya) kita tak bisa saling menolong.

 Insya Allah kita tak pernah takut dengan kematian, tapi bukan berarti kita mengabaikan hidup. Kita bisa berupaya untuk mencegah segalanya, misalnya tentang upaya peringatan dini akan adanya gempa atau gelombang tusnami. Mungkin pemerintah bisa mengupayakan untuk melakukan upaya peringatan dini atau semacam posko antisipasi bencana dengan mengerahkan para ilmuwannya, dan tentunya dilengkapi dengan alat yang canggih menurut ukuran saat ini.

 Tapi jangan lupa lho sobat, sebagai seorang muslim, upaya kita dalam rangka pencegahan akan tidak berarti apa-apa jika Allah berkehendak lain. Itu sebabnya, selain usaha duniawi, juga kita gemar memupuk amal kebaikan agar ketika Allah menjemput kita lewat kematian dalam kondisi apa pun (sedang berjihad, diterjang gelombang tsunami, kecelakaan jalan raya, sakit, bahkan sedang tiduran di ranjang) pastikan kita udah banyak membawa amal baik yang akan “dipamerkan” di hadapan Allah. Alangkah ruginya kita, jika kematian yang memang datang tiba-tiba itu kita masih getol berbuat maksiat tanpa istirahat sedikit pun.

 Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang beriman, bertakwa, berilmu, bersabar, dan gemar melakukan amal sholeh. Amin. Semoga Allah mengampuni dosa kita semua dan dosa kaum muslimin yang telah meninggalkan kita selamanya. Amin.[solihin]

 

   Buletin Studia23 Maret 2005 - 11:12 Ada Jomblo di Tengah Kita    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 216/Tahun ke-5 (11 Oktober 2004)

 Semua itu mimpi o...o u o u o
Hanyalah bualan o...o u o u o
Semua itu bohong o...o u o u o
Aku tetap saja o... tetap sendiri

 Kamu pasti udah hapal ama lirik lagu yang dilantunkan Armand Maulana sang vokalis GIGI di atas. Apalagi kalo ditanya judul lagunya? Hmm…pasti deh pada ngacung. Tapi please…, yang belon pakeRexona jangan ikutan ngacung ya (eh, ini iklan ya?). Bukan apa-apa. Takut disangka sumber polusi udara. Hehehe….keep smile ya.

 Selaineasy listening , tuh lagu turut mempopulerkan istilah jomblo di kalangan anak muda. Liriknya seolah mengungkap kegelisahan hati seseorang yang belon punya gandengan. Soalnya, truk aja bisa punya gandengan masa' doi nggak. Betul? Betuul…! Tapi ngomong-ngomong, jomblo itu apa sih? Ih… tulalit deh!

 Gini, secara etimologi seperti tercantum dalamKamus Besar Bahasa Indonesia , jomblo itu artinya perempuan tua yang nggak laku-laku alias perawan tua. Tapi seiring berjalannya waktu, terjadi perluasan makna pada kata jomblo. Kini, jomblo dimaknai sebagai julukan ‘trendi' buat mereka (baik cowok maupun cewek) yang masih sendiri, belum punya pacar, dan belum punya gandengan (emangnya truk?). Pokoknya masih suka sendiri aja (atau memang belum ada yang ngajak barengan). Gitchu. Ehm, apakah kamu termasuk di dalamnya? Hehehe

 Pro-kontra seputar jomblo

 Dalam pergaulan remaja, perdebatan tentang status jomblo nggak kalah serunya dengan debat capres kemaren-kemaren.Banyak yang pro, tapi nggak sedikit juga yang kontra.

 Bagi yang pro, mereka enjoy bilang “its oke to be jomblo ”.Predikat itu bukan masalah bagi mereka. Justru mereka menikmati hidup tanpa pasangan. Sebagai wujud rasa syukur mereka, ada di antaranya yang bikin perkumpulan dengan nama Jojoba aliasJomblo-jomblo Bahagia . Malah ada juga yang tergabung dalam komunitasKelompok Jomblo Ceria yang disingkat Kejora. Ehm, Ijo Lumut (Ikatan Jomblo Lucu dan Imut ) boleh juga tuh. Ada yang mau gabung? Pilih yang oke visi, misi, dan programnya (duileee). Wis, sundut terus!

 Mereka ngerasa keberadaan pasangan malah bikin ribet. Kayak memasung kebebasan bin kreativitasnya gitu lho. Deket dikit aja ama temen lawan jenis, dicemburuin. Nggak mau ngikutin kemauan ‘yayang', dibilang nggak cinta. Nggak balas SMS ataumissed call aja disangka selingkuh. Punya pendapat berbeda malah dicemberutin. Kalo udah gini, tentubeing jomblo lebih asyik. Nggak terikat atau mengikat orang lain. Punya otoritas penuh nentuin langkah kakinya sendiri mau belok kiri, kanan, atau lurus tanpa intervensi dan pengawasan dari pihak lain. Mereka juga ngerasa nggak membebani orang lain untuk memenuhi keinginan-keinginannya.Nggak heran kalo para jomblo itu begitu bahagia dan ceria menikmati kesendiriannya. Huhuy!

 Sementara yang kontra, mereka juga punya alasan yang nggak kalah dahsyatnya. Bagi mereka, menyandang status jomblo seperti kutukan (wuiih syerem bener..). Soalnya hidup tanpa curahan kasih sayang dari lawan jenis ibarat sayur tanpa garam. Garing bin kering kerontang. Apalagi di kalangan remaja yang menobatkan pacaran sebagai simbol pergaulannya. Alamat bakal tersisih dari pergaulan dan memanen kata-kata sindiran yang pelan tapi dalem dan bikin kuping panas. Seperti yang dialami tiga cewek jomblo Gwen, Keke, dan Olin dalam film30 Hari Mencari Cinta yang dituding lesbian cuma karena nggak punya gacoan. Gimana nggak gondok? Nggak ku..ku.. deh!

 Makanya bagi kaum antijomblo, nggak punya pasangan bisa bikin depresi. Gejala yang ringan sih mungkin cuma uring-uringan, mimikmupeng ngeliat temennya yang pacaran, atau krisis percaya diri karena tak kunjung laku (emangnya jualan?). Tapi bagi yang sudah akut, gejalanya bisa parah. Karena nggak kuat lagi menahan rasa malu, gunjingan atawa sindiran, orang bisa menarik diri dari pergaulan sosial atawa malah terdampar di Rumah Sakit Jiwa. Bukannya kita nakut-nakutin ya, cuma bikin kamu parno (paranoid) aja. Yee...sama aja atuh!

 Kaum yang kontra ini, ada yang sampe mendeklarasikan berdirinya PJI alias Partai Jomblo Indonesia. Mereka memperjuangkan persamaan hak dalam mendapatkan jodoh. Mengingat ada di antara mereka yang terkena dampak buruk dari rolek alias risiko orang jelek. Loyalitas mereka dalam perjuangannya terukir dalam semboyannya yang menggugah semangat. “Jomblo itu pedih, Jendral...!” Walah!

 Mending jomblo daripada maksiat

 Sobat muda muslim, kian hari opini media yang memojokkan para jomblo kian tak terkendali. Remaja makin diarahkan untuk berani mengekspresikan rasa suka kepada lawan jenis dengan berpacaran. Tayangan-tayanganghibahtaintment yang berseliweran tiap hari di layar kaca, bikin permasalahan cinta menjadi masalah utama dalam hidup manusia. Kedekatan seorang selebritis dengan lawan jenis dikupas habis dengan bumbu sana-sini biar layak jual. Aksi “penembakan” yang dilakukan remaja diabadikan dalam “Katakan Cinta”. Perselingkuhan di antara mereka pun sampe melibatkan detektif H2C atau dengan pembuktianPlayboy Kabel .

 Parahnya, remaja mengkonsumsi semua tayangan di atas setiap minggu. Cinta... cinta....dan cinta..... Tiada hari tanpa obrolan cinta. Otomatis secara psikologi ada beban tersendiri dalam perkembangan jiwa mereka. Malu bin nggak pede dalam kesendiriannya. Merasa terasingkan ketika kebanyakan temen-temennya udah punya gebetan meski usia baru belasan. Pengaruh media membuat murid-murid SMP pun udahSaatnya Mencari Pacar . Berabe euy!

 Maaf, bukannya kita mau melestarikan status jomblo. Bukannya mau ngelarang temen-temen jomblo untuk nyari pasangan. Bukan juga mengajak para jomblo untuktabbatul (membujang). Tapi kalo upaya pelepasan predikat jomblo selalu berujung pada aktivitas pacaran, mendingan tetep istiqomah menyandang status jomblo. Seperti pepatah bilang, biar jomblo asal selamat dari aktivitas maksiat. Setuju?

 High Quality Jomblo= JI

 Sobat muda muslim, istiqomah dengan predikat jomblo bukanlah sebuah aib yang kudu disesali. Karena derajat manusia di hadapan Allah tidak dinilai berdasarkan predikat ini. Itu berarti kaum jomblo punya peluang yang sama besar dengan para alumninya yang udah merit untuk dapetin pahala Allah yang berlimpah. JadilahHigh Quality Jomblo (HQJ) di hadapan Allah. Caranya?

 Pertama, HQJ nggak semata dinilai dari penampilan fisik seperti yang disyaratkan dalam “Katakan Cinta”. Tapi dinilai dari keterikatannya dengan aturan Allah. Ini berlaku untuk setiap perbuatan dia. Dari bangun tidur sampe tidur lagi. Sehingga melahirkan sikapakhlakul kariimah . Dengan tetangga sebelah rumah akur. Nggak sungkan ngasih pertolongan sesuai kemampuannya. Anti sikap individualis bin egois. Santun dalam bertutur kata dan menyampaikan pendapat. Bersikap tegas tanpa harus bertindak keras. Atau terbuka untuk menerima perbedaan pendapat.

 Kedua, seorang HQJ nggak dosa punya tampang menawan hati. Itu kan anugerah dari Allah, ya kudu disyukuri. Tapi bakal dosa kalo anugerah itu dipake tebar pesona sana-sini. Apalagi sampai diobral. Emangnya produk sisa ekspor? Nggak lha yauw!

 Ketiga, seorang HQJ juga pandai memanfaatkan masa kesendiriannya. Waktu, pikiran, tenaga, dan isi dompetnya nggak dihabisin buat ngurusin cinta yang nggak sehat. Tapi dioptimalisasi untuk mengekspresikan cinta kepada Allah dan RasulNya. Kegigihannya dalam menuntut ilmu semata-mata demi kemaslahatan umat. Ngasih porsi yang lebih besar dari waktu yang dimilikinya untuk terjun ke dunia dakwah.

 Itu sebabnya, doi aktif ngaji, getol dakwah, sopan, dan taat syariat. Malah ada juga lho di antara mereka yang prestasi akademisnya berbanding lurus dengan kecintaannya terhadap perjuangan menegakkan Islam. Karena doi yakin Allah akan memberikan yang terbaik untuknya (ajal. jodoh, rejeki, kebaikan dsb). Rasul saw. bersabda:“Tidak layak seseorang, ketika menyaksikan suatu tempat di dalamnya ada kebenaran, kecuali dia akan mengatakannya. Sesungguhnya sekali-kali hal itu tidak akan pernah memajukan ajalnya dan tidak akan mencegah apa yang telah menjadi rezeki baginya” (HR al-Baihaqi )

 Nah sobat, tiap orang pantas dan pasti menjadi HQJ seperti di atas (kecuali yang udah merit kali ya). Jangan minder meski tampang kita pas-pasan. Kuncinya cuma satu, ridho ngikutin aturan Allah yang original dalam keseharian kita. Bukan aturan bajakan yang doyan kompromi ama sekulerisme dan anak cucunya. Sebab cuma buat yang original Allah bakal ngasih garansi. Nggak cuma seumur hidup, tapi dunia akhirat. Di akhirat kita selamat, di dunia kita bisa jadi anggota JI.

 Hah?! JI?! Sst…jangan bilang-bilang polisi ya. Entar didatengin pasukan antiteror 88 lagi. JI di sini artinya Jomblo Idaman yang bisa menjelma jadi CIA (Cowok Incaran Akhwat) atau FBI (Female Bidikan Ikhwan). Masa' nggak kepengen sih?

 Mengakhiri masa jomblo

 Sobat muda muslim, meski telah menjadi anggota JI, semoga kamu nggak puas dengan predikat itu. Apalagi sampe mengikrarkan diri untuk menjadi jomblo abadi binti sejati. Jangan deh. Gimanapun juga, Rasul mensunnahkan kita yang sudah mampu untuk mengakhiri masa jomblo. Dengan menikah, kita turut menambah barisan perjuangan Islam dan kaum Muslimin. Bagi ikhwan, jangan lewatkan peluang menjadi suami dan seorang ayah. Betapa nikmatnya memikul tanggung jawab. Terlahir suatu kekuatan yang mampu menggali potensi untuk menafkahi keluarga. Dan bagi akhwat, rasakan asyiknya menjadi seorang ibu dan pengatur rumah tangga, menjadi madrasah buatjundullah tercinta, atau mendampingi suami meraih ridho ilahi. Bener lho!

 Makanya kudu tetep semangat. Meski usia sudah masuk kepala tiga atau masih berstatus mahasiswa. Percaya deh, Allah pasti akan menunjukkan jalan bagi hambaNya yang hendak menikah demi menjaga kehormatannya. Kuncinya sabar dan tawakkal.

 Sabar tatkala kendala menghadang di tengah perjalanan kita. Misalnya calon mertua belon bisa menerima kita. Itu cuma butuh introspeksi dan usaha gigih untuk melumerkan diding esnya. Sama halnya dengan kesiapan materi yang selalu menjadi momok di kalangan ikhwan sebelum naik ke pelaminan. Yang perlu dilakukan hanya menentukan batas waktu yang jelas untuk memotivasi usaha persiapan materi. Bisa usia, tanggal, bulan, atau tahun. Jangan menggantungkan kesiapan diri kita pada materi. Karena materi nggak akan pernah membuat kita siap. Betul?

 Sobat muda muslim, perlu dicatet ya, kalo perlu pake stabilo merah menyala, kita di sini tidak bermaksud manas-manasin para jomblo untuk segera melepaskan statusnya. Kita cuma ngomporin doang kok. Hehehe…nggak ding, kita cuma mau ngasih informasi yang lengkap seputar pro kontra status jomblo dalam kacamata Islam. Ehm, moga paham.

 Kita udah cukup dewasa untuk menentukan pilihan.Kalo masih betah dengan status jomblo, jadilahHigh Quality Jomblo . Kalo nggak tahan ama sundutan untuk merit, ikhlaskan niat untuk meraih pernikahan berkah. Intinya, mari kita sama-sama berusaha agar keseharian kita tak lepas dari keterikatan dengan aturan Allah. Jomblo atau mantan jomblo, ya nggak masalah. Betul? Betuuuul![hafidz]

 

==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================    Buletin Studia23 Maret 2005 - 16:29 Jadi Cowok Kudu Berani    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 202/Tahun ke-5 (5 Juli 2004)

 Tayangan televisi yang menguji keberanian kian menjamur menghibur pemirsa.Reality show ‘Tantangan', ‘Berani Donk', ‘Nekatz', atau ‘Fear Factor' begitu menarik perha-tian. Buktinya antusias masyarakat untuk ikut ambil bagian membludak. Udah ditonton banyak orang, diliput, dapet duit lagi. Meski tantangan-nya agak-agak gokil tetep aja sang kontestan yang didominasi cowok pantang mundur. Disuruh makan cacing, dibotakin kepalanya, atau berjalan di atas seutas tali yang meng-hubungkan dua gedung bertingkat juga nggak masalah. Hmm…bidikan produser acara emang tepat. Siapa yang nggak mau nunjukkin keberaniannya. Apalagi remaja cowok. Bener?

 Sebagai cowok pastimokal (baca: malu) dong kalo dikatainchicken alias penakut. Masa' mau disamain amaScooby Doo enShaggy . Makanya banyak remaja cowok yang berusaha nunjukkin kalo doi pemberani dan suka tan-tangan. Apalagi pas lagi ada demenannya. Udah deh, lagaknya bak pahlawan bertopeng pembela kebenaran. Nggak cuma di mulut bilang berani, mereka juga unjuk gigi (Mandra kaleee…).

 Adayang doyan kebut-kebutan motor atau mobil di jalanan. Berisiko tinggi dan dijamin nggak malu-maluin kalo balapan ama bajaj Bajuri.Ada yang berlaga jadibad boy alias co-wok badung. Dandanan sekenanya dengan rambut acak-acakan, bajuuntouchable by water (nggak pernah dicuci) selama seminggu, plus tindikan anting di hidung dan kuping.

 Hobinya juga bolos, berantem, tawuran, sampe nge-drugs .Adajuga yang hobinya hiking, camping, atautravelling dengan modal seadanya. Ikat kepala, sandal jepit, serta tas ransel yang dihiasi cerek atau panci. Biar lebih menantang mereka berjalan kaki. Meski kadang-kadang nebeng di mobil bak terbuka atau truk yang berhasil mereka boikot di tengah jalan. Nestapa banget deh keliatannya. Persis kayak pesertatraining hidup sengsara . Hihihi…..(emang ada?)

 BTW, ternyata nggak semua cowok pem-berani, macho, atau maskulin.Ada juga lho yang kadar keberaniannya masih di bawah 4,0 meski udah dikonversi (emangnya nilai UAN?). Nggak berani terima tantangan, apalagi sampe adu fisik. Malah cenderung cantik dan feminin.Body boleh atletis, tapi wajahnya itu seram alias sen-yum ramah. Perilaku dan tutur bahasanya luwes binti kemayu. Gayanya malah gagah gemulai. Bawaannya juga nggak jauh dari tas tangan, kipas, plus kosmetik. Sebangsanya ‘Somad' dalam ‘Cintaku di Rumah Susun' gitu deh.

 Selain kedua tipe di atas, ada juga cowok yang biasa. Banyak malah. Biasa berantem, biasa kebut-kebutan, biasa tampil cantik, biasa ngegosip dll. Hehehe…becanda dink. Maksudnya cewek banget juga nggak, tapi doi kagak berani nerima tantangan. Datar-datar aja hidupnya. Kayak kubangan air diselokan yang mampet. Seolah nggak ada keinginan untuk selangkah lebih maju atau menggali potensi diri. Cowok kayak gini yang patut dipaksa jadi pesertaFear Factor atau boleh juga ngikut acara“Tan-tangan” . Betul ? Betuuuul...! Makasih. Hehehe..

 Berani terima tantangan

 Sobat muda muslim, tantangan (bukan acara TV lho) udah jadi bagian yang terpisahkan dalam hidup kita (ciee… berlagak jadi pujangga nih ceritanya). Sama nasibnya dengan oksigen yang tiap hari kita hirup. Tiap orang pasti punya masalah dan tantangan yang kudu diatasi. Kalo ada yang sok bilang nggak punya masalah, itu berarti masalah buat dia.Tapi bukan berarti kita nyari masalah. Bisa urusan ama aparat entar. Berabe dong.

 Maksudnya, tanpa kesulitan, kita nggak akan mengenal kenikmatan, apalagi menikmatinya. Nikmatnya sembuh pasti karena kita pernah merasakan nggak enaknya sakit yang serba kesulitan. Setiap rintangan yang berhasil diatasi, bakal bikin kita lebih kuat. Punya pengalaman biar nggak terulang. Setiap tantangan yang dilewati, mengizinkan kita untuk tersenyum bahagia. Tantangan juga bikin hidup lebih dinamis dengan turut membantu menggali potensi diri kita. Coba bayangin, betapa garing hidup kita jika segala sesuatu yang kita inginkan gampang banget didapetin (emangnya kantung ajaib Doraemon?)

 Itu sebabnya, udah sepatutnya kita tumbuhkan sikap berani. Berani hadapi tantangan hidup dan segala risiko dari keputusan yang diambil. Kita nggak perlu ngabisin tenaga buat lari dari masalah. Kecuali jika kita nggak tengsin dibilang pecundang sejati. Karena masalah menghampiri kita untuk diatasi, bukan dihindari.

 Tapi perlu hati-hati, jangan sampe keliru. Sikap berani laen amanekatz (pake ‘z' biar sangar). Jelas banget bedanya. Kalo berani, biasanya sudah diperhitungkan dan penuh perencanaan. Kita udah punya bekal buat ngadepin segala risiko yang bakal terjadi. Tapi kalonekatz cenderung sembrono. Bisa dibilang nggak ada perencanaan. Apalagi persiapan untuk ngadepin kejadian-kejadian berikutnya. Bisa kacau-balau deh urusannya.

 Terutama buat remaja cowok, sifat berani tanpa dibumbui nekat seperti yang udah diuraikan di atas nggak boleh lepas dari dirinya. Wajib nempel kayak perangko. Kalo perlu pake BB Harum Sari. Soalnya kelak banyak tanggung jawab yang mangkal di pundak mereka. Kalo udah waktunya, kita bakal jadi kepala keluarga boo. Untuk saat ini, kita bisa ambil bagian dalam melin-dungi keluarga, adik, kakak, atau ibu. Minimal jadi pemain ca-dangan buat ayah kalo se-waktu-waktu beliau cedera atau terkena kartu merah. Maka-nya dari sekarang, asah deh tuh sikap anticengeng dan pan-tang menyerah. Biar pantas menyan-dang julukan pejantan tangguh. Yoi nggak Coy?

 Dalam dakwah pun kita berani

 Sebagai muslim, pasti julukan pejantan tangguh itu akan sejajar dengan paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib, pemimpin para syuhada. Kok bisa? Kenapa nggak, kita kudu berani terjun ke dunia dakwah dan meneladani beliau. Berani mengatakan terikat dengan aturan Allah dalam setiap perbuatan itu wajib dan sekularisme itu haram. Meski ada sebagian masyarakat atau penguasa yang merasa risih dengan pendapat ini. Pokoknya tetep maju pantang ngacir.

 Terjun ke dunia dakwah belom komplit tanpa dilengkapi keberanian menghadapi risiko dakwah. Sebab di sana banyak berkeliaran tantangan yang acapkali bisa melemahkan semangat dakwah kita. Ngadepin omongan orang yang sinis, mencemooh, sampe yang tega menyerang secara fisik. Makanya kita juga kudu siap pasang badan. Kalo perlu ikut bela diri semacamcapoera yang lagi digandrungi remaja. Tapi nggak usah kuatir. Risiko apa pun yang menghadang kita dalam dakwah itu akan menjadi penolong kita untuk dapetin ridho Allah. Setiap harta, tenaga, pikiran, dan waktu yang dikorbankan akan bernilaiguede buanget di hadapan Allah. Mau dong?

 Sobat muda muslim, kudu digaris bawahi plus dipertebal pake stabilo, dakwah nggak ada hubungannya dengan mendekatnya ajal, seretnya rizki, atau menjauhnya jodoh. Yang ada justru Allah akan memudahkan jalannya menuju surga, meluaskan rizkinya, dan menjanjikan pasangan hidup yang baik plus bertakwa bagi orang-orang yang selalu berusaha terikat dengan aturan-Nya. Pengemban dakwah yang istiqomah masuk dalam kategori ini. Catet tuh!

 Allah swt. Befirman:“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan ‘Tuhan kami ialah Allah' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): 'Jangan-lah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalam-nya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.”(QS al-Fushilat [41]: 30-31)

 Jadi pemberani sejati

 Sobat muda muslim, pernah denger sahabat Rasulullah saw. yang bernama Abdullah bin Rawahah? Kalo belum, kamu wajib tahu. Soalnya dialah sosok pemberani yang mengobarkan se-mangat 3000 pasukan kaum muslimin yang mulai ketar-ketir ngadepin 200.000 pasukan ga-bungan Romawi pada saat perang Mu'tah.

 Beliau bilang: “Wahai kaum Muslimin, sesung-guhnya yang hendak kalian hindari (perang ini) justru adalah jalan mencari sya-hadah (mati syahid), kita tidak memerangi manusia dengan jumlah personil, juga tidak memerangi mereka dengan kekuatan dan banyaknya pasukan yang kita miliki, kita tidak memerangi mereka melainkan dengan agama yang dengannya Allah telah memuliakan kita. Maka berangkatlah, sesungguhnya hasil dari perang ini hanyalah satu di antara dua kebaikan. Menang atau mati syahid!”(Ibnu Katsir,al-Bidayah wa an- Nihayah, Juz III/428)

 Dalam hal pengorbanan kepentingan pribadi demi Allah, kita bisa mencontoh figur Sa'di bin Amir yang diprotes sang istri karena besarnya infaq yang dikeluarkannya di jalan Allah. beliau berkata:“Ketahuilah bahwa di dalam surga banyak terdapat bidadari yang cantik-cantik selain keindahan-keindahan yang mengagumkan, yang jika satu saja di antara mereka menampakkan wajahnya di muka bumi, niscaya akan menerangi semua yang ada. Sungguh kekuatan cahayanya sama dengan kekuatan cahaya matahari yang digabungkan dengan bulan sekaligus. Maka mengorbankan dirimu untuk mendapatkan mereka tentu lebih wajar dan lebih utama daripada aku mengor-bankan mereka demi dirimu.”

 Nah sobat, keberanian yang ditunjukkan Abdullah bin Rawahah atau Sa'di bin Amir cuma sebagian aja dari banyaknya kisah keberanian para sahabat. Kita dan mereka sama-sama muslim. Karena itu kita juga bisa seperti mereka. Untuk itu, berikut kita kasih beberapa tips yang mungkin bisa membantu menum-buhkan keberanian sejati dalam diri kita:

 (a). Pelajari makna hidup ini (untuk apa kita hidup). Buat kita, tentu tujuan hidup udah jelas. Hidup mulia, wafat masuk syurga. Ini bisa didapetin kalo memahami Islam ideologis. Sudah terbukti, sudah teruji, bikin orang jadi berani.

 (b). Anggap yang lain sama seperti kita, meski tetap hormati dan hargai kelebihan masing-masing. Jadi nggak ngeper duluan lihat orang lain. Karena sama-sama makhluk ciptaan Allah yang lemah. Bedanya, Allah Maha Kuasa akan selalu bersama kita saat kita berani istiqomah dengan aturan-Nya.

 (c). Percaya diri. Ini penting banget. Karena Allah nggak akan membebankan kewajiban di luar kemampuan kita sebagai manusia. Karena itu kita yakin pasti bisa menjadi pengemban dakwah yang istiqomah.

 (d). Jalan yang kita tempuh adalah kebenaran. Iya dong.Masa masih ragu dengan aturan Allah yang benar, mulia, dan sempurna?

 (e). Sering membaca biografi orang yang terkenal berani. Jangan sampe kelewat. Biar bisa jadi motivasi sekaligus meneguhkan keyakinan kalo istiqomah itu bukan impian, tapi kenyataan yang bisa diusahakan dan diwujudkan.

 Oke deh sobat, semoga tips di atas bisa banyak membantu.Buat semuanya, mari kita bangkit menghadapi tantangan pahit.Agar hidup kita terasa manis. Buat remaja cowok, tanamkan dalam diri kita prinsip, “berani karena benar.” Bukan karena dibayar. Ini baru pejantan tangguh nan syar'i . Tetep berani dan istiqomah! Allahu Akbar![hafidz]

   Buletin Studia09 Juni 2004 - 17:46 Kala Cinta Datang Menggoda    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 199/Tahun ke-5 (14 Juni 2004)

 Begitu banyak cerita, ada suka ada duka, namun cinta yang kutulis bukan cinta biasa…”Eiit stop dulu ya. Buat kamu yang suka dengan lagu Mbak Siti Nurhaliza, penyanyi asal Malay-sia ini, mendingan dilanjutin dalam hati aja. Bisa berabe kan kalo semua lirik lagunya ditulis. Ini sekadar contoh satu lagu dari sekian lagu yang bertemakan cinta.

 Mereka yang sedang dilanda ‘virus' cinta, hampir setiap hari bersenandung melantunkan lagu-lagu kesukaannya mulai dari laguPadi yang judulnyaSemua tak Sama sampe laguJika- nya Melly Goeslaw. Sekali waktu ia juga melantun-kan laguBalonku Ada Lima dengan cengkok Arab dalam versi qasidah (hihihi… jangan-jangan kesengsem ama orang Arab nih).

 Sobat muda muslim, cinta itu membuat segalanya berubah lho. Mereka yang tadinya pendiem bisa menjadi penyanyi dadakan. Yang okem juga tiba-tiba berubah menata perila-kunya. Jangan heran binti kaget kalo melihat temanmu tiba-tiba menjadi kinclong (panci kali ya?). Padahal sebelumnya terkenal dengan atribut 4 K;Kusut ,Kumel ,Kucel , dan terakhirKutuan lagi. Hiii jijay deh. Kebayang kan drastis banget perubahannya?

 Api cinta emang nggak pernah ada matinya. Sampe kamu pun nggak nyadar apakah cintamu terbalas atau bablas. Pengennya bersambut tapi malah tersumbat. Coba, gimana nggak hancur hati ini. Makanya kudu mikir-mikir dulu deh untuk mengucapkan katalove ini pada seseorang yang kamu sukai.

 Jangan sampe uang bayaran sekolah jadi kepake cuma untuk mendapat perhatian si doi. Waktu luang yang harusnya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat kamu gunakan untuk menunggu doi yang belum tentu menepati janji. Keciaan deh lo!

 Sobat muda muslim, buat para ikhwan, kudu ati-ati juga lho. Para akhwat nggak selamanya tertarik hanya dengan penampilan. Lagian, jarang ada deh yang ngerti rahasia hati para akhwat. Jadi jangan kejebak ya? Hehehehe..(pede banget ya?)

 Soalnya wanita itu kalo dikatakan padanya aku cinta padamu, atau diberi perhatian yang lebih sebagai bukti kalau ia sedang dicintai seperti burung merpati. Pura-pura acuh tapi mau. Coba aja kalau diperhatiin malah buang muka. Sekalinya nggak diperhatiin pasang tampang yang maniiis banget. Saudara-saudara, bener nggak sih?

 Makanya gak salah-salah amat kalau di filmTitanic , mantan pacarnya Jack Dawson ketika ditanya tim ekspedisi pencarianTitanic tentang kenapa baru bilang sekarang soal kalung mutiara itu dan kisah-kasih dengan Jack Dawson, dia bilang, “Rahasia hati wanita itu sedalam samudera”. Sulit ditebak. Nah lho?

 And then, kebayang gak sih dampak yang kamu peroleh dari gangguan virus merah jambu ini. Kalau yang cintanya bersambut sih gak masalah. Justru hari-harinya selalu bahagia. Hidupnya lebih berwarna. Kata iklan di TV mah “bakal seru harimu”. Sepahit apa pun jamu yang kamu rasakan tetep aja manis. Sebau apa pun tahi ayam rasanya seperti coklat (Wah, pabrik coklat bisa bangkrut neh).

 Tapi bagi kamu yang cintanya bertepuk sebelah tangan bagai mimpi di siang bolong. Sedih tiada akhir. Bagaimana tidak, orang yang selama ini kamu kagumi dan selalu menghiasi mimpi di kala tidur bahkan kamu simpan baik-baik dalam hati putihmu. Tapi tiba-tiba saja ia pindah ke lain hati. Sakiiit banget rasa-nya. Hidup menjadi tak bergai-rah. Nilai pelajaran di sekolah menjadi semakin parah. Pengennya marah aja.

 Itulah Cinta bisa membuatmu ceria, berbunga, mulia, bahkan bisa mengajakmu ke surga. Tapi tidak sedikit yang bisa membuatmu merana, kecewa, terlena, dan hati buta.

 Stay cool aja ya…

 Harus itu! Meski hurufnya cumalima yaitu C-I-N-T-A tapi energinya melebihi semua huruf abjad yang ada. Dampaknya jugarrruar biasa . Kekuatannya bisa mencairkan hati dari kebekuan, menerangi hati setelah kelam, juga bisa menguatkan jiwa dari kerapuhan. Fantastis bukan?

 Karena cinta itu hadirnya kayak lirik lagu yang mengawali setiap penayangan sinetronDi Sini Ada Setan (DAS) “Kau tahu..kurasa hadirmu antara ada dan tiada”, maka nyikapinya juga jangan berlebihan deh, apalagi didramatisasi.B aja lagi alias biasa aja.

 Tetep gunakan akal sehatmu. Jangan sampe ketika cinta datang menggoda, baik disadari atau tidak kamu memanfaatkan perasaan itu sangat nggak bijak, bahkan cenderung hawa nafsu yang berbicara. Misalnya kamu sudah berkerudung rapi, karena merasa terganggu sama keberaadan doi (baca: suka), kerudung kamu dibuat gaul untuk men-cari perhatiannya. Nah, karena si doi nggak juga ngasih respon, aksimu malah buka kerudung. Berdandan semenor mungkin.

 Sang Arjuna juga nggak mau kalah, karena yang dikecenginnya wanita cantik, anggun, dan berjilbab pula, kamu buru-buru manjangin jenggot biar dibilang ikhwan. Maksud hati biar wanitanya melirik makanya manjangin jenggot. Alih-alih biar dibilang laki-laki sholeh tapi malah salah. Berjenggot sih boleh aja tapi kalo telinga diberi anting-anting,dus hidung ditindik, orang bisa nyangka yang bukan-bukan; ini kambing seperti sapi atau sapi yang kayak kambing.

 Percuma saja tampilan ikhwan tapi sholat kagak pernah, mirit kartu gaple malah sering. Weleh..weleh itu sih kelewatan. Jujur aja, ini nafsu atau akal sehat? Kamu pasti tahu jawabannya. Phew!

 Nah, sobat remaja muslim kamu juga harus tahu kalo perubahan yang kamu lakuin bukan semata-mata untuk si dia. Itu sih murahan. Gimana kalau kamu yang tadi-nya rajin sholat, setelah ditolak jadi malas sholatnya? Bisa-bisa pas cinta ditolak dukun bertindak. Kamu harus sikapi dengan bijak bahwa cinta yang kita miliki jangan kamu nodai. Peliharalah ia jangan pernah ada yang mengo-torinya. Jadi Letakkan rasa itu pada yang berhak menerimanya.Gunakan akal sehat dan taati syariat kala cinta datang menggoda. Oke?

 Tak tergesa ungkapkan cinta

 Perasaan menyukai seseorang itu sulit untuk kamu sembunyikan tapi kamu juga harus punya wawasan tentang cinta, wujud dari cinta itu sendiri, dan dampak dari cinta bila tidak terpenuhi dengan benar.Jangan buru-buru ungkapkan cinta. Pelajari sedetail-detailnya tentang cinta. Apalagi kalau kamu sampai tahu tentang sejatinya cinta. Salut deh buat kamu.

 Tak sedikit dari remaja muslim yang memahami cinta itu harus diekspresikan dengan pacaran. Bahkan jarang sekali yang mengerti dampak yang terjadi bila berdua-duaan dilegalkan. Jalan berdua, duduk mojok berdua. Tidur santai berdua. Kalo udah begini, mungkinkah zina bisa dihindari sementara hasrat ingin dipenuhi? Mereka berdalih, “itu sih tergantung orang, jangan salahkan perbuatan-nya.Buktinya sudah 5 tahun saya pacaran tapi It's oke. No problem.”

 Andai saja kamu tahu kalo aturan Allah diciptakan untuk semua manusia termasuk kita-kita ini, tentu kita dan banyak teman lainnya nggak akan senekat itu. Pasti.

 Mencari cinta hakiki

 Karena cinta itu memang sudah dari sononya, susah diilangin. Paling nggak kamu juga harus tahu kepada siapa saja cinta itu berhak untuk kamu labuhkan. Jangan asal seruduk (kayak banteng aja neh!)

 Kasus aborsi dan penyakit menular seksual sebagai bukti kalo fenomena ini terjadi bukan tidak diawali dengan rasa cinta saja. Tapi pengetahuan kamu tentang arti cinta yang sejati sangat minim. Sementara dalam diri kamu bersemayam keinginan untuk mewujud-kan cinta. Gaswat bangetkan kalau itu menimpa dirimu atau keluargamu?

 Yup, mencintai dan dicintai, adalah salah satu bukti kalo Allah menciptakan rasa itu. Kata Kang Doel Soem-bang,“Cinta itu anugerah maka ber-bahagialah sebab kita sengsara bila tak punya cinta.” Sayangnya, nggak banyak yang tahu apa itu cinta, lebih sedikit yang men-cari tahu tentang hakikat-nya. Banyak orang memberi definisi, tapi kalimatnya susah kita pahami.

 Berbahagialah kita karena Rasulullah sang pembawa risalah memberikan tuntunan yang membimbing dan mengajarkan kepada kita tentang arti cinta yang hakiki. Allah berfirman:

 “Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”(QS at-Taubah [9]: 24)

 So,nggak usah bingung bin gelisah kepada siapa kamu berikan cinta ini. Islam punya jawaban tentang rasa ini. tidak mengekang dan tidak juga membebaskan tanpa batas.Boleh saja kamu curahkan perasaan cintamu pada orang-orang di sekitarmu. Tapi kamu juga harus bisa menempatkan rasa itu dengan wajar. Jangan berlebihan.

 Sobat muda muslim, karena hakikinya cinta itu hanya pada Allah saja, jangan pernah deh untuk bela-belain berbuat nekat, maksiat lagi. Cukup Allah dan Rasul saja cinta sejati ini kamu berikan, dijamin nggak salah alamatdus bertepuk dua tangan.

 Oya, kita juga boleh memelihara rasa cinta kepada lawan jenis. Syarat-nya, tetap ngikut semua aturan Allah dan Rasul-Nya. Itu semua se-bagai bukti bahwa kita juga cinta kepada Allah dan Rasul-Nya yang telah mem-berikan aturan buat kita semua. Betul ya?

 Tips menyikapi cinta

 Halo..halo.. masih pada baca kan? Biar tambah oke, kayaknya kamu juga mesti tahu deh beberapa tips untuk menyikapi rasa cinta.

 Pertama.Be silent , sikapi dirimu dengan tenang. Ini penting lho. Kalo gayung bersambut sihit's oke, gimana kalo bertepuk sebelah tangan? Tuwewew! Tapi inget-inget lho… semua itu kudu sesuai aturan Allah dan Rasul-Nya. Nggak boleh menerapkan aturan sendiri. Buat yang udah siap nikah (kayaknya nggak ada deh ya? Hehehe), silakan langsung ke penghulu. Buat yang belum siap, jangan nekat pacaran en gaul bebas. Bahaya!

 Kedua. Waspada. Cinta itu bisa berwujud bunga bahkan nggak sedikit yang berwujud api. Hati-hati menggunakannya, eh, hati-hati menyikapinya.

 Ketiga.Tidak mudah tergoda. Nah kalo yang ini harus mengakar pada diri kamu. Gunakan akal sehat dan taati syariat.

 Keempat. Tanyakan pada yang ngerti. Ini jurus yang nggak boleh kamu lupa. Kalo belum ngerti juga tanyain padambah nya yang ngerti.

 Kelima. Cari ilmunya. Benar kata Imam Malik, “Ilmu itu harus didatangi, bukan mendatangi”. Bagaimana kamu bisa meraih cintaNya sementara kamu malas mencari ilmuNya. Oke deh selamat mencoba![sausan]

 

   Buletin Studia31 Mei 2004 - 12:29 Gaul, Syar'i, dan Mabda'i    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 196/Tahun ke-5 (24 Mei 2004)

 Eh, ikut gaul emang asyik, lho.Coz lewat pergaulan banyak informasi yang kita dapetin. Malah kita juga bisaupdate informasi yang kita punya. Dari perkembangan teknologi ampe gaya hidup yang lagi trendi. Dari sekadar info selebritis hingga tempat jajanan yang laris. Semuanya lengkap. Dan tentu kita bakal nge-rasa pede dalam bergaul kalo nggak ketinggalan informasi. Nggak jadi kambing congek pas sohib-sohibnya lagi ribut karena nggak nyangka Adit, akademia dari Surabaya bisa tereliminasi.Nggak cuma mupeng liat orang-orang asyikbrowsing and chatting . Apalagi sampe ke-bingungan pas ketiban rezeki dipinjemin Nokia Comunicator 9210i. Pokoknya, kita nggak bakal dapet julukan ‘pejabat gatek' alias pemuda jaman batu yang gagap teknologi. Hahahaha

 Ngomong-ngomong, ada juga lho temen kita yang nggak ngerasa asyik kalo ikut gaul. Iya, katanya doi takut kebawa-bawa ama pengaruh buruk pergaulan. Karena dalam pergaulankan bukan cuma kecanggihan teknologi, tapi ada jugagaya hidup trendi yang diadopsi dari negerinya Britney Spears. Lebih banyakHaving fun daripada manfaatin masa muda. Kalo nggak ngikut, dibilangnya nggak solider. Apalagi ama temen deket. Repot banget kalo kudu nolak ajakannya. Kalo diajak makan sih mending. Nah kalo diajak ngedugem, free sex, narkoba, atawa malak. Gaswat bangetkan ?

 Nah, sobat muda muslim. Ternyata nggak semua remaja doyan gaul.Ada yang mikir mendingan tersisihkan dari pergaulan daripada jadi korban. Pendapat ini nggak salah, karena kita nggak bisa bo'ong kalo remaja yang jadi korban salah gaul makin banyak. Tapi ada juga yang bilang justru remaja kudu gaul biar potensi dirinya berkembang. Ini juga bener. Karena sebagai makhluk sosial, sulit buat kita hidup tanpa orang lain. Lantas gimana dong?

 Berikut penuturan seorang psikolog, Bpk.Zainun Mu'tadin, SPsi., MSi tentang remaja. Beliau bilang, remaja sama seperti makhluk hidup lainnya bakal melewati masa penyesuaian diri. Guru biologi kita bilang kemampuan beradaptasi. Seperti yang dilalui burung penguin hingga kulitnya tahan dingin walau nggak pake sweater atau syal.

 Gitu juga yang dialami jerapah hingga lehernya panjang biar bisa makan pucuk-pucuk daun. Dalam istilah psikologi, adaptasi itu disebutadjusment . Yaitu suatu proses untuk mencari titik temu antara kondisi diri sendiri dan tuntutan lingkungan (Davidoff, 1991). Ka-rena itu karakter remaja akan sangat dipenga-ruhi oleh faktor lingkungan tempat doi beradaptasi. Catet yoo!

 Nah, ternyata dari sisi teori bergaul emang penting buat remaja. Karena lewat pergaulan, remaja akan dididik secara tidak langsung untuk menyesuaikan sisi pribadi maupun sosialnya dengan lingkungan sekitar. Supaya bisa tetep diakui keberadaannya. Tapi, seperti orang bilang, teori nggak selalu berbanding lurus ama praktiknya di dunia nyata. Makanya kita kudu intip fakta pergaulan remaja biar punya sikap terbaik dalam bergaul. Yuk? Ngikuuut...!

 Gaul trend masa kini

 Anak gaul nggak boleh amburadul. Prinsip ini yang sering dipegang teguh ama temen-temen remaja sekarang. Bener lho. Penampilan bagi remaja setara dengan harga diri. Buruk penampilan alamat terkucil dari pergaulan. Maka-nya tren penampilan remaja nggak ada matinya. Dari gaya rambut, pakaian, sampe aksesoris semuanya kudu trendi.

 Gaya rambut lurus, hitam, bebas ketombe, bebas kutu, bebas pajak, atau bebas parkir jadi impian remaji (remaja putri). Meski rambutnya kriba alias kribo abis, bukan hambatan untuk ikut kontes rambut indahsunsilk . Kalo perlu di-rebonding abis-abisan pake mobil galendong yang biasa ngeratain jalan yang mau diaspal. Untuk urusan pakaian juga sama. Basi bin kuno kalo pakaiannya nggak irit bahan,full press body , atau nggak bikin adre-nalin cowok marathon. Malah nggak sedikit yang mengamalkan lirik lagunya Tata Young yangSexy, Naughty, Bitchy . Walah!

 Anak cowok juga nggak mau ketinggalan. Penampilannya pengen kayak Samuel Rizal atau Nicholas Saputra yang termasuk 11 cowok terseksi dari layar lebar versi tabloid tv remaja,Gaul .Punya kekuatan magnet untuk menarik cewek-cewek kece. Gimana nggak, badan macho, seksi, pluscamera face . Tahukancamera face ? Itu lho tipe wajah yang mirip kamera. Baik yang pake blitz maupun yang nggak.Cocok nongkrong di etalase studio foto bareng kodak (apa kodok neh?). Hehehe….

 Gaya rambut yang trendi, pakaian yang seksi, atau badan yang macho belon pas tanpa dilengkapi aksesoris.Topi, kalung, anting, gelang, tas, arloji, ponsel, walkman, atau mp3 player. Semuanya kudu yang paling anyar bin canggih. Nggak boleh ketinggalan juga informasi terbaru seputar tokoh idola, musik, film, atau dunia olahraga. Setelah semua peralatan dan perbekalan seperti di atas udah lengkap, tiba saatnya bagi remaja en remaji untuk unjuk gigi tebar pesona.Di sekolah, kantin, perpustakaan, mal, ang-kot, mikrolet, atau metro mini. Pede banget boo!

 Tapi ngomong-ngo-mong, buat apa rem-aja-remaji bela-belain penam-pilannya? Ih. Plis deh….jangan ‘ppo' (pura-pura o'on) gitu dong. Ya tentu untuk menarik perha-tian lawan jenis dong. Soalnya obrolan seputar tips en trik jitu untuk curi pandang cari perhatian dari lawan jenis udah jadi menu wajib remaja di se-tiap kesempa-tan. Kan nggak enak kalo ngedugem, ngeliat konser AFI, nontonDi Sini Ada Setan the Movie, atau ngisi perut paket Hokka Irrito cuma sendiri. Asyiknya ditemenin demenan. Selain ada temen ngobrol, kali aja doi juga bisa nraktir. Matre banget neh! Bukan anak gaul namanya kalo nggak punya hasrat untuk berpacaran atau gaul bebas yang kian tanpa batas…. tas… tas…

 Sobat muda muslim, nggak salah kan kalo kita bilang gaul remaja kian hari kian identik dengan gaya hidup hedonis. Gaya hidup yang mengejar kesenangan dunia semata. Materi, popularitas, dan penampilan jadi tujuan utama. Mereka cenderung untuk lebih memilih hidup enak, mewah, dan serba kecukupan tanpa harus bekerja keras. Buat yang banyak doku, bisa aja ngikutin gaya hidup ini. Tapi buat yang kere, bisa-bisa malah ikutancasting artisPatroli, Sergap, atauTangkap .

 Gaya hidup ini juga melahirkan remaja bermental instan. Nggak mau jalanin proses untuk dapetin keinginannya. Yang penting hasil. Kalo ada jalan tikus atau pintu belakang, ngapain juga susah-suah lewat depan yang dijaga satpam en kudu permisi segala. Makanya nggak heran kalo yang ikut audisiAFI danIndonesian Idol bejibun banget demi status seorang bintang.Udah gitu, mereka juga nggak gitu peduli ama orang lain. Yang penting dirinya sukses dan segala kebutuhannya terpenuhi. EGP (Emang Gue Pikirin alias individualis) banget tuh!

 Gaul syar'i tetep trendi

 Sobat muda muslim, pasti kita nggak pengen dong dibilang gagap teknologi en minim informasi karena kita jarang gaul. Padahal kita yang punya peran mengembalikan kejayaan Islam dan kaum Muslimin. Bisa-bisa entar malah dianggap asing oleh umat kayak Tarzan tour ke Metropolitan. Memang, pergaulan remaja sekarang udah nggak islami. Tapi bukan berarti kita nggak gaul. Tetep aja ada kewajiban bagi kita untuk memperhatikan kondisi sodara-sodara kita. Lha, nanti kalo jadi korban per-gaulan yang salah gimana?

 Nggak usah takut. Karena kita punya Islam. Ya, Islam yang kita pelajari, yakini, amalkan, dan dakwahkan bakal menjadi pelindung kita. Makanya kita sebagai remaja muslim boleh aja ikut trendi pake aksesories. Tapi dengan catatan, cuma terkait dengan hal-hal yang sifatnya mubah. Misalnya perkem-bangan teknologi. Kita nggak diharamkan punya ponsel terbaru yang bisa SMS, EMS, atau MMS plus dilengkapi kamera, radio, atau internet.Malah kita bisa kirim-kiriman sms tausyiah atau tahajjudcall at the middle of the night kepada temen kita.Kan lumayan buat tabungan di akhirat.

 Dalam berpenampilan pun Islam nggak mengharuskan hambanya untuk kumel, lecek bin dekil. Pokoknya bersih, suci dan diperoleh dari jalan halal. Itu sebabnya, remaja putri boleh pake kerudung bermotif bunga dihiasi renda yang bagian pinggirnya dineci. Tapi tetep kudu rapi sampai menutupi dada, nggak kayak kudung gaul yang amburadul.

 Jangan lupakan juga jilbab (pakaian kurung yang longgar, tidak transparan, dan tidak ketat) yang melengkapi kerudung. Model atau desainnya silahkan bervariasi. Apa mau motif bunga, pohon, binatang, pemandangan, perumahan, atau perkotaan. Sesuai selera lah. Kainnya juga boleh ‘ngejreng' dan warna-warni kayak pelangi. Asal jangan tengsin aja kalo ada yang ngatain badut. Sundut terus!

 Untuk anak laki juga kemana-mana nggak harus pake peci, sarung, koko plus sendal biar mencirikan muslim. Soalnya setelan kayak gitu lebih mirip anak-anak yang mo ikutan sunatan massal.Sok aja mo pake celana panjang, Levis, Lea, Pantalon, yang dipadukan kemeja atau kaosDagadu, C59, atauH&R . Asal jangan nggak pake baju or celana aja. Buat anak laki yang punya jenggot, boleh aja dipanjangin. Tapi nggak usah dikepang kayak si Erwin Dr PM. Apalagi sampe dipakein wig atau sanggul. Biar sama-sama rambut tetep aja nggak cocok. Huhuy!

 Satu lagi yang kudu kita perhatiin. Kemampuan kita untuk berpenampilan trendi atau kecang-gihan teknologi yang dipunya jangan sampe bikin kita jadi sombong atau arogan. Ingat baik-baik lho sabda Rasulullah saw. seperti ini. BIar kita juga enak gitu lho. Biar ati-ati banget dalam setiap perbuatan kita:“Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan ada kesombongan (meski hanya) seberat dzarrah. Lalu seorang sahabat bertanya, “ada kalanya seseorang menyukai pakaian yang indah dan sepatu yang bagus.” Maka Rasulullah saw. menjawab “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong itu adalah menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain.” (HR Bukhari ).

 Tetep kudu mabda'i

 Bener sobat. Meskipun ikut trendi kita tetep kudu mabda'i alias ideologis. Artinya, ketika gaul tentang segala hal, jadikan sebagai informasi pelengkap untuk dianalisis dan kita sampaikan lagi ke orang lain dengan sudut pan-dang Islam.Jadi, kita dan temen-temen nggak mudah tergoda untuk ikutan tren yang nggak bener. Apalagi sampai terjerumus ke dalam pola hidup Barat yang sekuler. Nggak deh!

 Makanya kita boleh nyari informasi seputar kehidupan selebritis, film baru yang lagi diputar ditwenty one , atau musik yang lagi banyak digandrungi. Biar nggak ketinggalan informasi. Lebih bagus lagi kalo kita juga ‘ngeh' ama tren gaya hidup remaja. Kan aneh kalo kita bilang pacaran itu haram. Sementara kita nggak punya wawasan tentang asal-muasal pacaran, akibat yang ditimbulkan, dan solusi yang ditawarkan. Pokoke kudu komplit biar nggak tulalit. Jangan sampe berbelit-belit!

 Gimana caranya biar tetep mabda'i? Ngaji solusinya. Tentu yang dikaji adalah Islam sebagai sebuah ideologi. Islam sebagai sebuah aturan hidup yang bisa memfilter budaya sekular dan ide-ide rusak yang berasal dari Barat. Nggak cuma itu, sebagai sebuah ideologi, Islam juga mampu membimbing kita dalam memecahkan setiap masalah yang dihadapi.

 Oya, harus dipahami bahwa dalam kondisi masyarakat yang amburadul seperti sekarang ini, kita harus selektif, Bro. Buat apa tampil “gaul” kalo harus mengorbankan akidah, iya nggak seh? Mendingan perdalam Islam supaya bisa selamat dunia dan akhirat. Pelajari Islam, pahami sebagai sebuah ideologi.

 Perlu kamu catet baik-baik, bahwa Islam nggak pernah kok ‘alergi' dengan yang namanya perkembangan jaman. Welcome aja. Nggak masalah kok. Tapi dengan catatan, perkem-bangan jaman itu wajib sesuai dengan ajaran Islam. Kalo nggak? Ke laut aja deh!

 Intinya sih, kamu boleh aja gaul tren, tetep syar'i, juga mabdai. Oke?[hafidz]

 

   Buletin Studia23 Maret 2005 - 16:33 Pede Dong jadi Remaja Muslim!    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 193/Tahun ke-5 (3 Mei 2004)

 Bener lho. Percaya diri itu bikin kita enjoy menikmati hidup.Bikin asyik menikmati tan-tangan dan rintangan. Percaya diri pun diyakini bisa menem-patkan kita sebagai orang yang bisa mengelola emosi. Duileee sampe segitunya ya? Bener. Sebab, ketika kita memiliki rasa percaya diri, kita tahu apa yang kudu kita lakukan. Kita bisa ngukur diri. Itu sebabnya, orang yang percaya dengan kemampuan dirinya, biasanya bakalan rileks en tanpa beban dalam berbuat.Ini, tidak saja membawa hasil maksimal, tapi juga antistres. Nggak percaya? Silakan dicoba.

 Sobat muda muslim, percaya diri alias pede emang kudu ditumbuh-kembangkan dalam diri kita. Kita rawat, kita bersihkan, kita poles dengan apik, dan kita sirami agar terus bersemi. Insya Allah, itu akan membuat kita tak pernah merasa terbebani. Kita akan menatap masa depan dengan penuh semangat dan tentunya tak mudah goyah dengan berbagai godaan en rayuan.Mulai dari rayuan pulau kelapa ampe rayuan gombal sekali pun. Nggak mudah percaya ama rayuan. Yakin itu.

 Mungkin sebagian teman kita sutris banget pas ada yang ngata-ngatain bahwa umat Islam itu terbelakang en bodoh. Emang dalem banget en nyelekit pernyataan tersebut. Terus karena kalah mental akhirnya doi nggak pede lagi jadi seorang muslim. Jangan sampe tuh ngendon juga di jiwamu!

 Padahal, cobalah kita berpikir lebih jernih.Sikap minder itu muncul justru karena kita merasa rendah diri.Merasa kerdil di hadapan orang lain. Padahal sejatinya, belum tentu orang lain lebih baik dari kita. Belum tentu pula kita lebih jelek di hadapan mereka. Itu semua adalah sekadar nilai dan cara pandang aja. Meski emang kudu ada standar nilai dan standar cara pandang yang benar.

 Tapi terlepas dari salah-benar standar hidupnya, rasa percaya diri itu bisa menuntun kita lebih bijak dalam bersikap. Coba aja pikirkan. Kalo ada pernyataan seperti tadi, kamu jangan terpancing dan terbawa opini untuk ikut-ikutan merasa terbelakang, hanya karena kita sebagai muslim. Lagian pernyataan itu kan nggak sepenuhnya benar. Masih perlu diujicoba dan dibuktikan argumentasinya di lapangan. Tul nggak seh?

 Mungkin benar pernyataan tersebut kalo fakta yang ditunjukkinnya adalah kaum muslimin yang berada dalam kondisi miskin dan tingkat pendidikannya rendah. Tapi kan masih ada kalangan muslim yang kaya dan jenjang pendidikannya lebih tinggi. Nah, jadi nggak perlu minder kan?

 Bahkan jika pernyataan itu memojokkan kita sekali pun, bukan berarti kita pantas untuk minder en bersedih. Sebaliknya, fakta itu kita jadikan sebagai bahan renungan untuk lebih memberikan perhatian yang banyak kepada Islam dan umatnya. Tentunya, agar di kemudian hari kita lebih terhormat. Betul?

 Jadi, nggak usah minder ya. Kita berjuang tanpa bosan, tanpa beban, dan tentunya tetap semangat. Buang jauh-jauh file minder van rendah diri dari daftar file di direktori otak kita. Kita cerahkan masa depan hidup kita dengan rasa percaya diri. Apalagi, kita adalah pejuang Islam, nggak pantes deh kalo kita malah nggak pede. Malu banget tuh sama jenggot yang jumlahnya cuma lima lembar itu. Heheheh (apa hubungannya ya?)

 Tetep cool ya…

 Wuih, cool? Emang mainnya hobi yang dingin-dingan aja ya? Kata teman saya sih, kalo kita cool berarti profesinya nggak jauh dari tukang reparasi kulkas?Hihihi.. ngaco aja ah.You pasti udahunderstand -lah dengan istilah cool ini.

 Oke deh, kita sepakati aja dulu tentang istilah ini. Berdasarkan kamus bahasa slang yang berceceran banyak di internet, istilah cool inimuradif alias padanan katanya sama dengan asyik. Asyik? Bener. Wah, ternyata enak juga jadi remaja yang cool ya? Jadi, tetep sa'ik alias asyik dalam menjalani hidup ini. Kita bisa kok. Nggak masalah.

 Sobat muda muslim, gimana dong buat yang belum pede? Kita kan pengen juga neh.Iya ya? Yang belum pede, berarti kudu belajar untuk pede. Kalo yang udah pede mah, kudu dipertahankan ya. Biar tetep pede.

 Oke deh, buat kamu yang belum pede en supaya tetep cool, kita ngasih beberapa tips nih supaya bisa pede.Secara umum tapi ye. Insya Allah tetap bermanfaat kok.

 Pertama, mengenali diri sendiri. Lho, emangnya ada yang masih belum kenal dengan dirinya sendiri? Wah, jangan heranBro , banyak di antara kita yang nggak ngeh dengan diri kita sendiri. Caranya begini. Belajar menilai diri secara obyektif dan jujur. Susunlah daftar 'kekayaan' pribadi, seperti prestasi yang pernah diraih, sifat-sifat positif, potensi diri baik yang sudah diaktualisasikan maupun yang belum, keahlian yang dimiliki, serta kesempatan atau pun sarana yang mendukung kemajuan diri.

 Kamu kudu nyadar dengan semua aset berharga yang kamu miliki.Terus, silakan temukan pula aset yang belum dikembangkan. Pelajari kendala yang selama ini menghalangi perkembangan diri kamu, seperti: pola berpikir yang keliru, niat dan motivasi yang lemah, kurangnya disiplin diri, kurangnya ketekunan dan kesabaran, tergantung pada bantuan orang lain, atau pun sebab-sebab eksternal lain.

 Kalo pengen lebih keren, bikin deh hasil analisa dan pemetaan terhadap SWOT(Strengths, Weaknesses, Opportunity and Threats) diri, kemudian digunakan untuk membuat dan menerapkan strategi pengem-bangan diri yang lebih realistik. Coba ye..

 Kedua, menilai diri sendiri dengan jujur. Nah lho, jarang banget nih ada orang yang pandai menilai pribadinya dengan jujur. Mayoritas kalo udah bicara tentang dirinya, pasti GUE BANGET. Orang lain mah LEWAAAT. Ih, jangan sampe begitu ya.

 Sobat muda muslim, sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang kamu miliki. Ingat lho, bahwa semua itu didapat melalui proses belajar, berevolusi dan transformasi (perubahan) diri sejak dulu ampe sekarang. Kalo kamu mengabaikan/meremeh-kan satu saja prestasi yang pernah diraih, berarti mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang membantu kamu menemukan jalan yang tepat menuju masa depan.

 Oya, ati-ati lho, kerana ketidakmampuan menghargai diri sendiri, mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik dan berlebihan; contoh: ingin cepat kaya, ingin cantik en getop, mendapat jabatan penting dengan segala cara. Kalo dipiki-piki, semua itu sebenarnya bersumber dari rasa rendah diri yang kronis, penolakan terhadap diri sendiri, ketidak-mampuan menghargai diri sendiri--hingga berusaha mati-matian menutupi keaslian diri. Heuheuheu.. jangan ampe hinggap di dirimu deh!

 Ketiga, berpikir positif. Cobalah kamu perangi setiap asumsi, prasangka, atau persepsi negatif yang muncul dalam benak kamu. Kamu bisa katakan pada diri sendiri, bahwanobody's perfect danit's okay if I made a mistake (duileee nih ngomongnya David Beckham banget).

 Jangan biarkan pikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar, bercabang, dan berdaun. Semakin besar dan menyebar, makin sulit dikendalikan dan dipotong. Walah?

 Itu sebabnya, jangan biarkan pikiran negatif menguasai pikiran dan perasaan kamu. Hati-hatilah agar masa depan kamu nggak rusak karena keputusan keliru yang dihasilkan oleh pikiran keliru. Jika pikiran itu muncul, cobalah menuliskannya untuk kemudian di re-view kembali secara logis dan rasional. Pada umumnya, orang lebih bisa melihat bahwa pikiran itu ternyata tidak benar. Coba ya? Iya sih! (nah kalo ini Dian Sastro banget neh! Hihihi)

 Keempat, boleh deh pajang slogan-slogan oke. Tempelin dekat meja belajarmu: “Saya pasti bisa!”, “Saya akan belajar dari kesalahan ini” “Hari esok milik saya”, “Islam pasti menang!”, “Aku ingin syahid”. Wis, pokoke sebanyak-banyak yang bisa menggugah semangatmu.

 Kelima, berani ambil risiko. Nah, ini juga perlu kamu kembangkan. Hidup ini selalu berubah sobat. Seringjkali bahkan kudu berani ngambil risiko. Kami nggak perlu menghindari setiap risiko, melain-kan lebih menggunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah atau pun mengatasi risiko tersebut.

 Contohnya, kamu nggak perlu menyenangkan orang lain untuk meng-hindari risiko ditolak. Jika kamu ingin mengembangkan diri sendiri (bukan diri seperti yang diharapkan orang lain), pasti ada risiko dan tantangannya. Namun, lebih buruk berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa daripada maju berkembang dengan mengambil risiko.Ingat:No Risk, No Gain. Huhuy!

 Keenam, tetapkan tujuan yang realistis. Nah, ini perlu sobat. Kamu perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang kamu tetapkan selama ini; apakah tujuan tersebut sudah realistik atau nggak. Dengan menerapkan tujuan yang lebih realistik, maka akan memudahkan kamu dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian kamu akan menjadi lebih percaya diri dalam mengambil langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan, sambil mencegah terjadinya risiko yang tidak diinginkan.

 Ketujuh, bersyukur dan tawakal. Wajib deh buat kita semua untuk mensyukuri nikmat dari Allah. Kita kadang sulit menghadapi hidup ini, tapi dengan banyak bersyukur, pikiran dan perasaan kita jadi lebih tenang menghadapinya.

 Moga beberapa tips yang berhasil saya ramu dari berbagai pendapat ini bisa bikin kamu tambah pede en tentunya tetep cool ya.

 Islam bikin kita pede

 Adabeberapa alasan yang sebenarnya bisa bikin kita pede dengan jadi muslim. Islam, agama kita, memiliki banyak kelebihan yang bisa dibanggakan. Dan tentunya bisa bikin pede dong. Jadi bener ya, kalo kita kenal dengan agama kita sendiri, dan tahu apa aja kelebihan-nya, insya Allah bikin pede.

 Pertama, Islam mengajarkan bahwa tuhan kita adalah Allah. Maha segalanya. Tuhan yang lain mah lewaat deh. Firman Allah Swt.:“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”.(QS al-Ikhlas [112]: 1-4)

 Insya Allah ini juga bisa bikin kita pede. Kepada siapa lagi coba kita akan menyembah kecuali kepada Allah?Betul?

 Kedua, Islam juga punya al-Quran. Ini benar-benarthe amazing book . Pedoman hidup kita dari masalah yang kecil ampe yang besar. Mulai soal bersuci sampe pemerintahan dan negara. Wuih, mana ada kitab lain yang bisa begitu? Wah bener-bener bikin pede dan membanggakan banget.

 Sampe-sampe W.E. Hocking berkomen-tar, “Oleh karena itu, saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa al-Quran mengandung banyak prinsip yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya sendiri. Sesunguhnya dapat dikata­kan, bahwa hingga pertengahan abad ke tiga­belas, Islam-lah pembawa segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh dunia Barat.” (The Spirit of World Politics, 1932, hlm. 461 )

 Ketiga, kita punya nabi yang dikagumi orang sejagat. Rasulullah saw. diakui oleh kawan dan lawannya. Penulis bukuSeratus Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia , Michael Hart, menyebutkan, “Dia (Muhammad saw.) adalah orang yang paling berpengaruh sepanjang sejarah kehidupan manusia lebih dariNewton dan Yesus (Nabi Isa) atau siapapun di dunia ini.”

 Oke deh, paling nggak itu beberapa alasan kenapa kita kudu pede jadi remaja muslim.Yuk, kita sama-sama membangun rasa percaya diri dan mempertahankannya.Kita bisa mencoba mulai dari sekarang. Nggak perlu nunggu lama lagi. Apalagi, kita sebagai remaja muslim dan juga pengemban dakwah. Kalo sampe nggak pede, aduh, malu atuh![solihin]

  ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================














 

   Buletin Studia23 Maret 2005 - 16:31 Cinta Bersemi Saat Aktif    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 190/Tahun ke-5 (12 April 2004)

 Di mana aja, kapan aja, dan siapa aja dijamin nggak akan bisa lolos dari serangan virus yang satu ini. Bukan DBD, Flu Bu-rung, atau Worm. Tapi virus yang kekuatannya bisa bikin sang pejuang mati-matian ngapalin lagu melankolisFirst Love -nya Nika Costa atauShoulder to Cry On -nya Tommy Page. Meski nilai bahasa Inggris di raport-nya delapan ngakak alias 3! Pede bangetkan ?

 Yup. Virus yang dikenal dengan julukan virus merah jambu (VMJ) pembangkit rasa cinta ini kagak ada matinya. Malah mungkin kita berharap nggak mati-mati.Coz , hidup kita bakal terasa garing bin monoton tanpa kehadiran cinta. Baik cinta kepada yang Maha Pencipta maupun kepada lawan jenis. Ali bin Abdah berkata,“tak mungkin seseorang menghindar dari cinta, kecuali orang yang kasar perangainya, kurang waras, atau tidak mempunyai gairah.”Maka berbahagialah orang-orang yang masih bisa mencintai dan dicintai. Ciee….Aa Gym banget neh!

 Bener sobat, nggak lengkap rasanya jadi manusia kalo kita nggak bisa mencintai dan dicintai. Karena ini fitrah. Jadi wajar aja kalo virus ini merajalela mencari mangsa di setiap kesempatan. Maka di kalangan selebritis dikenal istilah ‘cilok' alias cinta lokasi. Sebutan untuk pasangan seleb yang terlibat jalinan asmara karena sering ketemu di lokasi syuting.

 Ssttt….jangan bilang-bilang ya.Ternyata di kalangan aktivis dakwah juga ada ‘cilok' lho. Hah?! Masa' sih? Beneran. Cuma di kalangan jilbaber en jenggot simpatik ini, ‘cilok' berubah menjadi ‘CBSA'. Mentang-mentang mayoritas pelajar.Do you know CBSA? Ini nih:Cinta Bersemi Saat Aktif . (ehm..ehm..KLBK euy!) Tapi jangan salah, meski ‘Cilok' dan ‘CBSA' sama-sama mengandung unsur cinta, tapi keduanya tetep beda. Kalo ‘CBSA', lebih terjaga dari kontaminasi. Sementara ‘cilok' lebih kepada cinta yang ternodai. Ups!

 So, kalo kamu pengen tahu lebih banyak tentang CBSA, kamu bisa tanya guru SD masing-masing. Tapi, kalo penasaran ama ‘CBSA', kamu dah bener kalo baca Studia kali ini. Yuuuuk!

 Romantika aktivis dakwah

 Sobat muda muslim, kalo mengamati pergaulan para aktivis dakwah mungkin ada beberapa pertanyaan yang mampir di benak kita. Apalagi keseharian mereka yang gaul ama sesamanya. Cewek ama cewek. Cowok ama cowok. Kesannya antilawan jenis banget. Apa mereka steril dari rasa cinta? Apa yang ada dalam benak mereka cuma dakwah doang? Apa menjadi aktivis dakwah kudu punya antivirus untuk menghadang VMJ? Apa-apanya dong…eh, kok jadi lagu sih?

 Nggak usah dibikin pusing, sampe nyanyiin lagu Nek Titik Puspa gitu. Para aktivis dakwah itu sama aja kayak kita. Sejenis manusia yang punya rasa cinta.Cuma bedanya, mereka nggakshow of forces untuk urusan ini. Apalagi sampe deklarasi segala di acarareality show Katakan Cinta atauPlayboy Kabel . Nggak lah yauw. Mereka punya prinsip yang bagi sebagian orang terdengar ‘aneh' dalam hal pengungkapan rasa cinta.Anti-pacaran en nggakphobi ama nikah dini. Catet ya!

 Nah, masalah-nya, kita sering bertanya-tanya, gimana mung-kin bisa terjalin rasa cinta di antara mere-ka kalo mereka sendiri anti-gaul bebas. Bukankah gaul bebas itu terbukti menjadi media subur untuk memupuk rasa cinta kepada lawan jenis?Eit, jangan salah. Nggak gaul bebas bukan berarti nggak berinteraksi dengan lawan jenis. Emangnya penghuni dunia dakwah cuma satu jenis? Tetep, aktivitas dakwah juga meng-haruskan mereka berhubungan dengan lawan jenis. Apalagi yang tergabung dalam sebuah organisasi. Kudu ada konsolidasi dakwah. Inget-inget tuh!

 Sebagai aktivis dakwah, tentu konsolidasi itu mengharuskan pihak ikhwan (muslim) menjalin kerjasama dengan para anggota ‘diva' alias divisi akhwat (muslimah). Saling tukar informasi. Rapat bulanan untuk evaluasi kinerja dakwah sekaligusplanning untuk masa mendatang. Sampe tergabung dalam kepani-tiaan acara. Dan nggak mungkin kegiatan kayak di atas dilakukan tanpa adanya pertemuan. Walau mungkin rapat bisa aja pake fasilitasteleconference . Tapi itu pasti bakal menyedot banyak biaya.Bisa-bisa acaranya nggak jadi digelar gara-gara nggak ada biaya. Berabe kan?

 Nah, dari seringnya pertemuan itulah bisa menyita perhatian khusus antar aktivis. Meski nggak terungkap, VMJ tengah mengamati mangsa yang hendak diburu. Satu sama lain saling menyimpan rasa kagum. Dari sinilah tumbuh perasaan simpati, empati, yang seterusnya bisa bikin jatuh hati.Walau hanya tersimpan rapi dalamdiary atau menghiasi relung hati. Intinya, malu-malu tapi mau!

 Proses tumbuh dan mewabahnya VMJ di kalangan aktivis, nggak jauh beda dengan ‘cilok' ala seleb. Cinta bersemi saat aktif dalam dakwah. Makanya kita nggak usah ragu binworried untuk jadi seorang aktivis dakwah. Pergaulan mereka yang terkesan anti-lawan jenis, hanya salah satu cara buat nunjukkin kalo Islam juga punya aturan maen dalam pergaulan. Justru kita kudu bangga jadi aktivis. Karena untuk urusan jodoh, Allah bakal ngasih pasangan hidup yang ‘qualified' buat para aktivis pengemban dakwah yang istiqomah.

 Firman Allah Swt:

 “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang (baik) pula.”(QS an-Nûr [24]: 26)

 

 Mengendalikan rasa cinta

 Sobat muda muslim, nggak salah kalo cinta bisa mendera siapa aja. Termasuk para aktivis dakwah. Tapi tetep kita kudu waspada ama VMJ ini. Soalnya orang bisa berubah karena kasmaran. Yang pasti nggak berubah jadiKsatria Baja Hitam . Tapi perubahan yang lambat laun nampak dalam diri kita. Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunyaRaudhah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Musytaqin menuliskan komentar sejumlah orang tentang pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang.

 Di antaranya sebagai berikut:“Cinta itu bisa menyucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, mendorong untuk berpakaian rapi, makan yang baik-baik, memelihara akhlak yang mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi yang ahli ibadah”.

 Nah, lho? Ternyata cinta bukan cumaAnugerah Terindah yangPernah Kumiliki seperti kataSheila On Tujuh . Tapi juga merupakan ujian sekaligus cobaan buat orang shaleh, ahli ibadah, termasuk aktivis dakwah. Kok bisa? Iya, karena cinta nggak cuma bisa mengubah pe-nampilan aja. Dia juga bisa membelokkan niat yang udah lurus. Komitmen dakwah bisa berubah. Aktivitas dakwah yang awalnya diniatkan untuk mendapat ridho Allah bisa terkontaminasi saat VMJ meradang. Ini yang kudu diwaspadai.

 Tentu kita nggak pengen dong, aktivitas dakwah kita yang mulia jadikacau-beliau gara-gara kita terpana pesona cinta. Makanya kita kudu pandai mengendalikan rasa itu. Seperti kata dokter, mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk urusan cinta juga sama. Lebih baik kita mencegah aktivitas yang bikin VMJ meradang. Ada dua hal yang bisa kita jalanin sebagai langkah pencegahan (kayak 3M DBD aja neh!).

 Pertama, dari dalam diri kita. Di sini kita kuatkan benteng pertahanan dari serangan rasa cinta yang membabi buta. Caranya, rajin puasa sunat. Rasulullah menganjurkan pemuda-pemudi untuk berpuasa sebagai satu perisai takwa. Perbanyak membaca al-Qur'an, shalat tahajjud, dan berdzikir kepada Allah saat godaan itu datang. Perbanyak juga doa kita kepada Allah. Minta kepada-Nya biar kita dijauhin dari perbuatan yang haram, minta juga kepada-Nya biar kita dikasih jodoh yangqualified dunia-akhirat. Mau dong?

 Kedua, dari luar diri kita. Ini juga nggak kalah pentingnya. Faktor ling-kungan gampang banget meluluhlantakkan pertahanan yang kita bangun. Itu sebabnya, kita kudu bisa menata lingkungan sekitar kita. Misalnya, memini-malisasi pertemuan dan komunikasi dengan lawan jenis. Walau itu untuk konsolidasi dakwah.Sorry , bukannya mo ngerecokin, cuma kita khawatir, jiwa muda kita tak kuasa meredam gejolak rasa cinta itu. Kita juga bisa gaul ama temen-teman yang bisanya nggak cuma manas-manasin doang. Tapi mampu membantu kita menjagaizzah alias harga diri. Sehingga kita bisa belajar menundukkan pandangan. Baik terhadap para ‘macan' (makhluk cantik) mau pun terhadap media ‘syerem' yang bisa memacu adrenalin kita.

 Kita kudu nyadar kalo seorang aktivis dakwah sering jadi panutan dan teladan bagi orang lain. Nggak cuma Allah yang mengawasi tiap omongan ama tingkah lakunya, tapi juga umat. Gimana jadinya kalo pas ngisi pengajian begitu bersemangat bilang pacaran itu haram. Tapi, pas doi lagi kasmaran, perilakunya nggak beda ama aktivis pacaran. Apalagi pake ngeles dengan istilah ‘pacaran islami'. Idiih…malu ama umat tuh! Firman Allah Swt:“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.(QS ash-Shaf [61]: 3)

 Menentukan prioritas

 Sobat muda muslim, kalo kamu udah bisa atau minimal lagi belajar mengendalikan rasa cinta, sekarang kamu udah pantes buat belajar menentukan prioritas. Karena untuk urusan ekspresi cinta, Islam cuma mengatur dua tahap. Khitbah dan nikah. Nggak ada lagi. Masalahnya, kadang para aktivis dakwah yang mayori-tas pelajar terbentur dengan banyak hal sampe kerepotan memilih satu di antara dua pilihan itu. Kalo pun ada yang berani, lebih didominasi faktor emosi. Bisa jadi was-was sang target ‘disamber' duluan ama yang laen (Emangnya bis kota maen serobot?)

 Kalo mau khitbah dulu, kecil kemungkinan bisa bertahan sampe kamu lulus sekolah atau kuliah terus dapet kerja. Bawaannya pasti pengen segeraijab qabul . Padahal, segala kebutuhan keuangan masih disubsidi penuh ama ortu. Bakal berabe ke depannya. Perhatian kamu bakal terpecah. Antara beresin kuliah atau matengin rencana nikah. Bisa-bisa nggak optimal dua-duanya. Padahal kehidupan rumah tangga bakal menuntut suami untuk mencari nafkah materi. Nggak cuma bermodalkan cinta. Sementara ijazah pendidikan pun adakalanya punya peranan bagi sang suami demi mem-peroleh nafkah.

 Nah, kalo udah gini bagusnya kita pusatkan perhatian pada aktivitastholabul ‘ilmi yang lagi digeluti. Biar masa depan juga terbingkai dengan rapi. Tapi, bukan berarti kita ngelarang kamu mikirin soal nikah lho. Nggak. Silakan aja kalo kamu mau mulai mempelajari soal pernikahan lebih dalam. Karena terpancing ama senior yang bilang nikah itu nikmat, indah dan ibadah, misalnya. Tapi kamu kudu siap hadapi risiko yang bakal menyedot perhatian kamu. Berani ambil risiko? Pikirkan dengan mateng!

 Oke deh sobat. Kita percaya kamu-kamu bisa mengambil pilihan dengan bijak. Jangan sampe CBSA bikin aktivitas dakwah kamu kendor. Catet, sekali lagi kita ngingetin, dakwah itu untuk mendapat ridho Ilahi. Bukan karena orang yang dikasihi. Dan jangan takut keduluan, karena jodoh masing-masing nggak akan kelayapan. Oke? Tetap semangat![hafidz]

 

  Artikel Islami09 April 2005 - 12:38 Bila Cinta Tak Berbalas    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Oleh: Iwan Yanuar

 “Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. Saya doakan semoga akhi menemukan pasangan lain yang lebih baik dari saya.”

 Amboi, bagaimana rasanya bila kalimat di atas dialami oleh para ikhwan? Bisa saja langit terasa runtuh, hati berkeping-keping. Sang pujaan hati yang kita harapkan menjadi teman setia dalam mengarungi perjalanan hidup menampik khitbah kita. Segala asa yang pernah coba ditambatkan akhirnya karam. Cinta suci sang ikhwan bertepuk sebelah tangan.

 Ya drama kehidupan menuju meghligai pelaminan memang beragam. Ada yang menjalaninya dengansmooth, amat mulus, tapi ada yang berliku penuh onak duri, bahkan ada yang pupus ditengah perjalanan karena cintanya tak bertaut dalam maghligai pernikahan.

 Ini bukan saja dialami oleh para ikhwan, kaum akhwat pun bias mengalaminya. Bedanya, para ikhwan mengalami secara langsung karena posisi mereka sebagai subyek/pelaku aktif dalam proses melamar. Sehingga getirnya kegagalan cinta –seandainya memang terasa getir- langsung terasa. Sedangkan kaum akhwat perasaanya lebih aman tersembunyi karena mereka umumnya berposisi pasif, menunggu pinangan. Tapi manakala sang ikhwan yang didamba memilih berlabuh dihati yang lain kekecewaan juga merebak dihati mereka.

 Mengambil sikap

 Ikhwan dan akhwatrahimakumullah, siapapun berhak kecewa manakala keinginan dan cita-citanya tidak tercapai. Perasaan kecewa adalah bagian darigharizatul baqa' (naluri mempertahankan diri) yang Allah ciptakan pada manusia.Dengannya, manusia adalah manusia bukan onggokan daging dan tulang belulang. Ia juga bukan robot yang bergerak tanpa perasaan, tapi manusia memiliki aneka emosi jiwa. Ia bisa bergembira tapi juga bisa kecewa.

 Emosi negatif, seperti perasaan kecewa akibat tertolak, bukannya tanpa hikmah. Kesedihan akan memperhalus perasaan manusia, bahkan akan meningkatkan kepekaannya pada sesama. Bila dikelola dengan baik maka akan semakin matanglah emosi yang terbentuk. Tidak meledak-ledak lalu lenyap seketika. Ia akan siap untuk kesempatan berikutnya; kecewa ataupun bergembira. Jadi mengapa tidak bersyukur manakala kita ternyata bisa kecewa? Karena berarti kita adalah mansia seutuhnya.

 Kegagalan meraih cinta juga bukan pertanda bencana. Tapi akan memberikan pelajaran beharga pada manusia. Seorang filsuf bernama John Charles Salak mengatakan :Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang berfikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak penah memikirkannya.

 Karenanya kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tapi justru awal dari segala-galanya. Meski terdengar klise tapi ada benarnya; ambillah pelajaran dari sebuah kegagalan lalu buatlah perbaikan diri. Tentu saja itu dengan tetap mengimani qadla Allah SWT.

 Agar kegagalan mengkhitbah tidak menjadi petaka, maka ikhwan dan akhwat, persiapkanlah diri sebaik-baiknya, ada beberapa langkah yang bisa diambil:

 Percayai qadla

 Manusia tidak suka dengan penolakan. Ia ingin semua keinginannya selalu terpenuhi. Padahal ditolak adalah salah satu bagian dari kehidupan kita. Kata seorang kawan, hidup itu adakaanya tidak bisa memilih. Perkataan itu benar adanya, cobalah kita renungkan, kita lahir kedunia ini tanpa ada pilihan; terlahir sebagai seorang pria atau wanita, berkulit coklat atau putih, berbeda suku bangsa, dsb. Demikian pula rezeki dan jodoh adalah hal yang berada di luar pilihan kita.Man propose, god dispose. Kita hanya bisa menduga dan berikhtiar, tapi Allah jua yang menentukan.

 “Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam rahim ibunya selama 40 hari kemudian menjadi ‘alaqah kemudian menjadi janin, lalu Allah mengutus malaikat dan diperintahkannya dengan empat kata dan dikatakan padanya: ‘tulislah amalnya, rizkinya dan ajalnya.” (HR.Bukhari)

 Maka kokohkanlah keimanan saat momen itu terjadi pada kita. Yakinilah skenario Allah tengah berlangsung, dan jadilah penyimak yang baik dengan penuh sangka yang baik padaNya. Tanamkan dalam diri kita ‘Allah Mahatahu yang terbaik bagi hamba-hambaNya'.

 Jangan biarkan kekecewaan menggerogoti keimanan kita kepadaNya. Apalagi dengan terus menanamkan prasangka buruk padaNya. Segerahlah sadar bahwa ini adalah ujian dari Allah . akankah kita menerima qadla-Nya atau merutuknya?

 Dengan demikian, fragmen yang pahit dalam kehidupan InsyaAllah akan memperkuat keyakinan kita bahwa Allah sayang pada kita. Demikian sayangnya, sampai-sampai Allah tidak rela menjodohkan kita dengan si fulan yang kita sangka sebagai pelabuhan cinta kita.

 Bersiap untuk cinta dan bahagia

 “Seandainya ukhti menjadi istri saya, saya berjanji akan membahagiakan ukhti,” demikian ungkapan keinginan para ikhwan terhadap akhwat yang akan mereka lamar. Puluhan, mungkin ratusan angan-angan kita siapkan seandainya si dia menerima pinangan cinta kita. Kita begitu siap untuk berbahagia dan membahagiakan orang lain. Sama seperti banyak orang yang ingin menjadi kaya, tenar dan dipuja banyak orang.

 Sayang, banyak diantara kita yang belum siap untuk merasa kecewa. Dan ketika impian itu berakhir kita seperti terhempas. Tidak percaya bahwa itu bisa terjadi, ada akhwat yang ‘berani' menolak pinangan kita. Bila kurang waras, mungkin akan keluar ucapan, “berani-beraninya...” atau “apa yang kurang dari saya.....”

 Akhi dan ukhti, jangan biarkan angan-angan membuai kita dan membuat diri menjaditulul amal, panjang angan-angan. Sadarilah semakin tinggi angan membuai kita, semakin sakit manakala tak tergapai dan terjatuh. Ambillah sikap simbang setiap saat; bersiap diri menjadi senang sekaligus kecewa. Sikap itu akan menjadibufferl penyangga mental kita, apapun yang terjadi kelak.

 Manakala kenyataan pahit yang ada di depan mata, sang akhwat menolak khitbah kita atau sang ikhwan memilih ‘bunga' yang lain, hati ini tidak akan tercabik. Yang akan datang adalah keikhlasan dan sikap lapang dada. Demikian pula saat ia menjatuhkan pilihannya pada kita, hati ini akan bersyukur padaNya karena doa terkabul, keinginan menjadi kenyataan.

 ”Menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya urusannya seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki oleh seseorang kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia bersyukur maka hal itu baik baginya, dan jika menderita kesusahan ia bersabar maka hal itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim)

 Bukan Aib

 Ditolak? Emang enak! Wah, mungkin demikian pikiran sebagian ikhwan. Malu, kesal dan kecewa menjadi satu. Tapi itulah bentuk ‘perjuangan' menuju pernikahan. Kita tidak akan pernah tahu apakah sang pujaan menerima atau menolak kita, kecuali setelah mengajukan pinangan padanya. Manakala ditolak tidak usah malu, bukan cuma kita yang pernah ditolak, banyak ikhwan yang ‘senasib' dan ‘sependeritaan'.

 Saatnya berjiwa besar ketika ditolak. Tidak perlu merasa terhina. Demikian pula saat banyak orang tahu hal itu. Bukankah apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar? Mengapa mesti malu.

 ‘Kita mungkin takkan Bahagia'

 Marah-marah karena lamaran tertolak? Mendoakan keburukan pada ikhwan yang tidak mencintai kita? Itu bukan sikap seorang muslim/muslimah yang baik. Tidak ada yang bisa melarang seseorang untuk jatuh cinta maupun menolak cinta. Sebagaimana kita punya hak untuk mencintai dan melamar orang, maka ada pula hak yang diberikan agama pada orang lain untuk menolak pinangan kita. Bahkan dalam kehidupan rumah tangga pun seorang suami dan istri diberikan hak oleh Allah SWT. Untuk membatalkan sebuah ikatan pernikahan.

 Mengapa ada hak penolakan cinta yang diberikan Allah pada kita? Bahkan dalam pernikahan ada pintu keluar ‘perceraian'? jawabannya adalah sangat mungkin manusia yang jatuh cinta atau setelah membangun rumah tangga, ternyata tak kunjung memperoleh kebahagiaan (al hanaah ) dari pasangannya, maka tiada guna mempertahankan sebuah bahtera rumah tangga bila kebahagiaan dan ketentraman tak dapat diraih.Wallahu'alam bi ash shawab

 “Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik.” (Al-Baqarah[2]:229)

 Berpikir positiflah manakala cinta tak berbalas. Belum tentu kita memperoleh kebahagiaan bila hidup bersamanya. Apa yang kita pandang baik secara kasat mata, belum tentu berbuah kebaikan di kemudian hari.

 Adakalanya keinginan untuk hidup bersama orang yang kita idamkan begitu menggoda. Tapi bila ternyata cinta kita bertepuk sebelah tangan, untuk apa semua kita pikirkan lagi? Allah Maha Pangatur, ia pasti akan mempertemukan kita dengan orang yang memberikan kebahagiaan seperti yang kita angankan. Bahkan mungkin lebih dari yang kita harapkan.

 Be positive thinking,suatu hari kelak ketika antum telah menikah dengan orang lain –bukan dengan si dia yang antum idamkan- niscaya antum takjub dengan kebahagiaan yang antum rasakan. Percayalah banyak orang yang telah merasakan hal demikian.

 ‘Saya tak mungkin berbahagia tanpanya'

 ini adalah perangkap, ia akan memenjarakan kita terus menerus dalam kekecewaan. Perasaan ini juga menghambat kita untuk mendapatkan kesempatan berbahagia dengan orang lain. Mereka yang terus menerus mengingat orang yang pernah menolaknya, dan masih terbius dengan angan-angannya sebenarnya tengah menyiksa perasaan mereka sendiri dan menutup peluang untuk bahagia.

 Mari berpikir jernih, untuk apa memikirkan orang lain yang sudah menjalani kehidupannya sendiri? Jangan biarkan orang lain membatalkan kebahagiaan kita. Diri kitalah yang bisa menciptakannya sendiri. Untuk itu tanamkan optimisme dan keyakinan terhadap qadla Allah SWT. Insya Allah, akan ada orang yang membahagiakan kita kelak.

 Cinta membutuhkan waktu

 “maukah ukhti menjadi istri saya? Saya tunggu jawaban ukhti dalam waktu 1 X 24 jam!” Masya Allah, cinta bukanlah martabak telor yang bisa di tunggu waktu matangnya. Ia berproses, apalagi berbicara rumah tangga, pastinya banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan. Ada unsur keluarga yang harus berperan. Selain juga ada pilihan-pilihan yang mungkin bisa diambil.

 Jadi harap dipahami bila kesempatan datangnya cinta itu menunggu waktu.Seorang akhwat yang akan dilamar –contoh extrim pada kasus diatas- bisa jadi tidak serta merta menjawab. Biarkanlah ia berpikir dengan jernih sampai akhirnya ia melahirkan keputusan. Jadi cara berpikir seperti di atas sebenarnya lebih cocok dimiliki anggota tim SWAT ketimbang orang yang berkhitbah

 Ideal bagus, Tapi realistik adalah sempurna

 “Suami yang saya dambakan adalah yang bertanggungjawab pada keluarga, giat berdakwah dan rajin beribadah, cerdas serta pengertian, penyayang, humoris, mapan dan juga tampan.” Itu mungkin suami dambaan Anda duhai Ukhti . tapi jangan marah bila saya katakan bahwa seandainya kriteria itu adalah harga mati yang tak tertawar, maka yang ukhti butuhkan bukanlah seorang ikhwan melainkan kitab-kitab pembinaan. Kenyataannya tidak ada satupun lelaki didunia ini yang bisa memenuhi semua keinginan kita. Ada yang mapan tapi kurang rupawan, ada yang rajin beribadah tapi kurang mapan, ada yang giat dakwah dakwah tapi selalu merasa benar sendiri, dsb.

 Ini bukan berarti kita tidak boleh memiliki kriteria bagi calon suami/istri kita, lantas membuat kita mengubah prinsip menjadi ‘yang penting akhwat” atau “yang penting ikhwan”. Tapi realistislah, setiap menusia punya kekurangan – sekaligus kelebihan. Mereka yang menikah adalah orang-orang yang berani menerima kekurangan pasangannya, bukan orang-orang yang sempurna. Tapi berpikir realistis terhadap orang yang akan melamar kita, atau yang akan kita lamar, adalah kesempurnaan

 Maka doa kita kepada Allah bukanlah,”berikanlah padaku pasangan yang sempurna” tetapi “ya Allah, karuniakanlah padaku pasangan yang baik bagi agamaku dan duniaku.”

 Kekuatan Ruhiyah

 Percaya diri itu harus, tapioverselfconfidence adalah kesalahan. Jangan terlalu percaya diri akhi bahwa lamaran antum diterima. Jangan juga terlalu yakin ukhti, bahwa sang pujaan akan datang ke rumah anti. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada seorang pun yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh. Cinta dan berjodohan tidak mengenal status dan identifikasi fisik. Bukan karena ukhti cantik maka para ikhwan menyukai ukhti. Juga bukan karena akhi seoranghamalatud da'wah lalu setiap akhwat mendambakannya.

 Kita tidak bisa mengukur kebahagiaan orang lain menurut persepsi kita. Bukankah sering kita melihat seseorang yang menurut kita “luar biasa” berjodoh dengan yang ‘biasa-biasa'. Seperti seringnya kita melihat pasangan yang ganteng dan cantik, populer tapi kemudian berpisah. Inilah rahasia cinta dan perjodohan, tidak bisa terukur dengan ukuran-ukuran manusia

 Maka landasilah rasa percaya diri kita dengan sikap tawakal kepada Allah. Kita berserah diri kepadaNya akan keputusan yang ia berikan. Jauhilah sikap takkabur dan sombong. Karena itu semua hanya akan membuat diri kita rendah dihadapan Allah dan orang lain. Intinya saya bermaksud mengatakan ‘jangan ke-ge-er-an' dengan segala title dan atribut yang melekat pada diri kita.

 Beri cinta kesempata (lagi)

 “..........dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS. Yusuf[12]:87)

 bersedih hati karena gagal bersanding dengan dambaan hati wajar adanya. Tapi bukan alasan untuk menyurutkan langkah berumah tangga. Dunia ini luas, demikian pula dengan orang-orang yang mencintai kita. Kegagalan cinta bukan berarti kita tidak berhak bahagia atau tidak bisa meraih kebahagiaan. Bila hari ini Allah belum mempertemukan kita dengan orang yang kita cintai, insyaAllah ia akan datang esok atau lusa, atau kapanpun ia menghendaki, itu adalah bagian dari kekuasaanNya

 cinta juga berproses. Ia membutuhkan waktu. Ia bisa datang dengan cepat tak terduga atau mungkin tidak seperti yang kita harapkan. Ada orang yang dengan cepat berumah tangga, tapi ada pula yang merasakan segalanya berjalan lambat, namun tidak pernah ada kata terlambat untuk merasakan kebahagiaan dalam pernikahan. Beri kesempatan diri kita untuk kembali merasakan kehangatan cinta. ‘love is knocking outside the door.'Kata musisi Tesla dalam senandunglove will find a way. Tidak pernah ada kata menyerah untuk meraih kebahagiaan dalam naungan ridhoNya. Yang pokok, ikhwan atau akhwat yang kelak akan menjadi pasangan kita adalah mereka yang dirihoi agamanya.

 “jika melamar kepada kalian seseorang yang kalian ridho agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia, bila kalian tidak melakukannya maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang nyata” (HR. Turmudzi)

 “Wanita dinikahi karena satu dari tiga hal; dinikahi karena hartanya, dinikahi karena kecantikannya, dinikahi karena agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama dan akhlak (mulia) niscaya selamat dirimu.” (HR.Ahmad)

   Artikel Islami06 April 2005 - 13:36 Ketika "Cinta" dikalahkan Cinta    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

 " Ma'af Dit, aku tak bisa ". Suasana seakan tak ada kehidupan, hanya terdengar suara lembut angin yang menusuk pori-pori kulitku.Bukan karena kesunyian yang membuatku terpaku, tapi....

 " Dit, anterin ke gramedia yuk ?" suara itu telah menjemputku dari dunia lamunan.

 " Eh....siang bolong gini bengong, entar kesambet loh ". Aku hanya membalas dengan senyuman. Hasan, dialah sahabat baruku yang kukenal

 dikost ini yang telah membawaku pada perubahan. " Yuk ! " jawabku singkat.

 Dalam perjalanan tak henti-hentinya Hasan menggodaku yang dari tadi hanya diam. " Lagi mikirin apaan sih Dit ?, ngelamun mulu ntar cepet tua loh......" mata melotot dan kerut keningnya adalah ciri khas ketika sedang meledekku." Ga ada apa-apa " hanya senyuman yang terakhir dari kata itu.

 " ooo......ya udah klo ga mau cerita ".

 Dua bulan sudah kenanganku terkubur, namun kini entah kenapa muncul kembali setelah kemarin malam memimpikan dirinya. Kesunyian malam dan dinginnya malam tak lagi kurasakan karena hangatnya sinar rembulan mulai menemaniku malam itu untuk mengingat kenangan masa lalu. Entah mengapa mata ini sulit kupejamkan, seakan-akan didepanku hadir sesosok wanita yang tak asing bagiku. Dia melambaikan tangan dan bercanda ria dengan temannya.

 Dialah gadis yang telah membangunkan cintaku. Sebut saja Rani, dia adalah sahabat Tari teman kampusku. Orangnya asik, mudah beradaptasi dengan teman baru walaupun aku sendiri agak canggung dengan yang namanya perkenalan dengan wanita. Perkenalan trus berlanjut, aku mulai memberanikan diri tuk mengajak dia jalan dan terkadang dia yang memintaku untuk mengantarkannya yang hanya sekedar mencari boneka. Kecanggunganku mulai sedikit hilang ketika dia mulai bercanda denganku dan mulai meminta pendapatku tentang masalah yang dihadapinya. Entah mengapa ketika bersamanya aku seakan-akan menemukan kebahagiaan yang selama ini telah hilang dalam hidupku. Ketika senja tiba, kuingin cepat menggantikan rembulan dengan matahari jika kubisa. Hari demi hari dia tak luput dari pikiranku, walaupun dia bukan satu kampus denganku tapi dia selalu menghubungiku via telpon dan itu membuat rasa rinduku terobati.

 *~*

 HPku berdering dan kuraih dengan malasnya, " siapa sih pagi-pagi gini ganggu orang yang lagi enak bermimpi " gumamku.

 " Halo, Dit " suara itu tak asing lagi ditelingaku.

 " Ya halo, ada apa Ran ? " kontan semangat dipagi itu timbul seketika mengalahkan sisa kantukku.

 " Dit hari ini ada acara ga ? "

 " mmm... kebetulan minggu ini ga ada acara, emang kenapa ? "

 " Anterin aku jalan yuk ! " suara manjanya mulai muncul. Aku tersipu mendengar kata-kata itu dan tanpa pikir panjang kuterima ajakannya.

 " Ayuk...yuk..., emang mo kemana ? "

 " Semangat banget sih, anterin aku cari kado buat keponakanku trus anterin kerumahnya, mau ga ? "

 " Boleh...buat kamu apa sih yang ga bisa " entah dari mana aku belajar bergombal terhadap wanita, padahal aku tipe cowo yang sulit berkomunikasi

 dengan wanita.

 " Ya udah nanti jam 09.00 jemput aku dirumah yah ! daaa... " tut...tut...tut...

 Huuuu....... kurebahkan kembali badan ini dengan kegembiraan hati yang terpancar dipagi hari. Tak biasanya aku menyapa sang surya yang menebarkan

 kehangatan sinarnya yang memberikan manfaat bagi tubuh manusia. Kegembiraan itu tak akan pernah kuhapus dalam memori kehidupanku.

 *~*

 Minggu itu aku menjemputnya sesuai permintaan dan aku mengantarkan mencari hadiah untuk keponakannya. Hampir semua toko mainan kami jelajahi dimall itu, tapi tak satupun mainan yang cocok untuk kami beli. Hampir kami putus asa, tapi keputusasaan itu hilang setelah kami melihat sebuah kotak yang berisi boneka yang paling disukai keponakannya. Tanpa ragu kami langsung menuju toko tersebut dan membelinya. Rasa capek, kantuk dan lelah telah menjadi satu, tapi perasaan itu entah mengapa terasa tak begitu pengaruh pada diriku. Sebelum pergi kerumah keponakannya, kami sempatkan untuk beristirahat dicafe dekat kami membeli boneka.

 " Akhirnya setelah sekian lama kita mencari ........ fhuuuhhhh ! "

 " Sok puitis deh ! " ledeknya sambil tersenyum kecil.

 " Eh Ran mau makan apa ? "

 " mmm .... aku ga makan deh " jawabnya singkat, mungkin rasa lelah telah menbuatnya kurang berselera makan.

 " Ya udah klo gitu aku pesen minuman aja yah ? "

 " Ok ! "

 Sambil minum kami cerita dan saat itu entah mengapa hati ini mendapat dorongan untuk mengatakan sesuatu padanya.

 " mmm......Ran, aku boleh mengatakan sesuatu ga ? tapi .... kamu janji jangan marah yah ? " rasa ragu mulai menyelimuti hatiku, tapi daya dorong ini semakin kuat.

 " Tergantung " senyuman dibibirnya membuatku terpaku memandangnya. " Bicara aja lagi Dit, aku ga marah asal jangan bilang kalau kamu ga bisa anterin aku kerumah keponakanku, soalnya dari sini kan lumayan jauh dan aku udah capek "

 " Bukan .... bukan itu, aku pasti anterin kamu kok ! "

 " Trus apa dong ? jangan bikin Rani bingung deh "

 " mmm ...... Ran mungkin aku konyol mengutarakan perasaan disaat seperti ini, tapi aku tidak bisa membendungnya lagi " ku beranikan tuk memulainya.

 " maksudnya ? " kerut keningnya dan tatapan tajam tak luput dari penglihatanku.

 " Ran ..... a ... aku mulai suka sama kamu " ku gigit bibir bawahku dan kutundukan pandangan. Tak berani kutatap wajahnya, aku takut melihat ekspresi

 wajahnya setelah aku mengatakan hal itu.

 Lama tak terjadi kontak bicara diantara kami. Tapi tak lama kemudian .....

 " Dit, aku ngerti perasaan kamu, aku jadi merasa bersalah terlalu berlebihan dalam bergaul denganmu sehingga kamu berpikir bahwa selama ini penerimaan ajakanmu dan permintaan untuk mengantarku adalah atas dasar rasa suka padamu. Aku menganggap kamu sebagai sahabatku yang baik yang telah lama kucari selama ini. Kamu mau mendengarkan keluhanku dan menasehatiku. Jadi tak mungkin aku menerimamu sebagai pacarku, aku tak mau kehilanganmu Dit, sebab didalam pacaran ketika rasa cinta telah pudar maka kebencianlah yang berperan dan hal itu tak mau terjadi pada hubungan kita Dit. Jadi aku mohon padamu jadilah sahabatku bukan pacarku. Ma'afkan aku Dit, kamu bisa ngertikan perasaanku ? " penjelasan itu diakhiri dengan senyuman manisnya. Kuberanikan menatap wajahnya walaupun jeritan dan tangisan hati silih berganti. Kubalas senyumannya dan kuberanikan mengomentari.

 " Ya sudah kalau itu memang pendapatmu, aku kan coba tuk nerimanya " kupaksakan bibir ini untuk senyum.

 " Eh Ran udah sore nih, ntar kemaleman lagi kerumah ponakanmu " cepat kuganti pokok pembicaraan agar rasa sedih ini tak berlarut.

 " Kamu ga marah kan Dit ? " dia menarik lenganku yang sudah siap berdiri. Kuanggukan kepalaku dengan senyuman yang berat dibibir.

 Dalam perjalanan kerumah keponakannya hingga kembali kerumahnya tak satu katapun aktif keluar dalam bentuk pertanyaan ataupun canda. Hanya sedikit komentar dari setiap kata-kata yang dia berikan.

 *~*

 Kuayunkan langkahku menuju pintu kamar kostku. Berat, bukan berarti karena aku lelah atau rasa kantukku, tapi setelah kejadian siang tadi kebahagianku

 sedikit mulai hilang. Kulihat sebelah kamarku ada kehidupan diwarnai terangnya lampu. " Ada pendatang baru " gumamku tapi tak kupedulikan.

 " Assalamu 'alaikum " seketika aku berbalik dengan rasa kaget karena aku sedang mencari kunci kamarku diselingi dengan bayangan-banyangan kejadian siang tadi.

 " Ya....Waalaikum salam "

 " Ma'af kalau saya mengagetkan kamu, saya Hasan orang baru disini, salam kenal ma'af nama kamu siapa ? "

 " nama saya Adit, ma'af yah saya capek jadi nanti aja perkenalannya "

 " Ma'af kalau saya menganggu " Senyuman dibibirnya menggambarkan ketulusan hati.

 Tanpa ragu ku buka pintu dan segera kututup. Ada sedikit perasaan tak enak pada Hasan karena pembicaraanku tadi yang kurasakan kurang enak didengar, tapi aku membuang perasaan bersalah tersebut.Malam semakin larut tapi kedua bola mataku tak kunjung juga mengantarku pada alam sana. Terdengar suara kehidupan dalam kamar Hasan. Dengan penuh penasaran kuberanikan mengetuk pintu kamarnya sekalian aku mau minta ma'af.

 " Ada apa Dit ? " senyuman itu begitu sejuk dipandang.

 " mmm... ga, kamu belum tidur San ? "

 " Belum, aku tidak bisa tidur malam ini, entah mengapa mungkin karena aku masih baru kali yah dengan suasana baruku ini "

 " ooo...." jawabku singkat

 " Ngomong-ngomong ada apa nih Dit ? emangnya kamu juga ga bisa tidur ? "

 " Aku mau minta ma'af karena jawaban perkenalan tadi tidak mengenakan "

 " Ga apa-apa Dit, aku ngerti kok kamu kan tadi baru datang pasti rasa lelahmu yang membuat kamu bersikap demikian "

 " Wah nih orang sabar banget, kebijakan dalam berkata bikin kagum setiap orang yang mendengarkan " gumamku dalam hati.

 Akhirnya aku ngobrol malam itu mulai dari perkenalan sampai dengan pengalaman.

 Setelah kejadian malam itu aku semakin dekat dengan Hasan. Tak jarang aku minta pendapat tentang masalah yang sedang kuhadapi. Setiap katanya mengandung makna yang begitu indah bagaikan penyair yang menyampaikan risalah lewat kata-kata bijaknya.

 " Dit, rasa cinta itu fitrah. Setiap manusia yang normal pasti akan merasakannya, tapi tergantung kita dalam pengembangan cinta tersebut. Cinta kita kepada lawan jenis atau hobby kita boleh-boleh saja, tapi jangan sampai rasa cinta tersebut mengalahkan cinta kita padaNya "

 " Sulit San, hati ini sudah terlanjur suka sama dia. Sekarang alur hidupku saja entah kan kubawa kemana, semuanya serba kebingungan dan saat kuambil keputusan selalu saja kutemui jalan buntu "

 " Dit, cinta itu tak harus memiliki dan cinta tak bisa dipaksakan. Jika kita memang mencintai seseorang, kita kan merasa bahagia jika dia menemukan kebahagiannya, walaupun kebahagian itu tidak ditemukan pada diri kita, kita harus ikhlas. Dit, sekarang mengadulah kepada Allah. Mohon petunjukNya untuk membimbing kebimbangan dalam menjalani hidupmu dan jangan terlalu dipikirkan sebab kamu tau sendiri kan bahwa kamu punya penyakit kanker " Hasan memang benar penyakit yang kuderita selama ini tak lagi kupikirkan. Padahal entah esok atau lusa bahkan mungkin hari ini jika Allah berkenan mengambil nyawa ini, aku tidak bisa berbuat apa-apa.

 Kuingat pesan Hasan yang masih terngiang dalam benakku " Sesungguhnya setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian, jadikanlah ini salah satu prinsip dalam menjalani hidup agar selalu ingat padaNya ". Bergetar seketika seluruh tubuhku entah apa yang terjadi padaku saat itu. Tanpa pikir panjang ku basuh setiap bagian tubuhku dengan air wudhu untuk mengadukan masalah ini pada Penguasa alam semesta.

 " Ya Allah, betapa besar dosaku selama ini. Cinta yang kau berikan telah aku salah artikan. Begitu halusnya iblis membisikan arti cinta itu hingga kabut cinta duniawi telah menghalangi arti sebenarnya cinta. Ya Allah, andaikan cintaku padaMu sebesar cintaku padanya bahkan lebih dari itu. Sungguh aku sangat menginginkan hal itu sebelum Kau memanggilku. Ya Allah jadikan cintaku padaMu begitu besar hingga ku tak takut akan kematian bahkan kematian menjadikan gerbang menuju kerinduan menghadapMu " tak terasa air mata penyesalah telah membasahi pipi dan sajadah. Hatiku sedikit lebih sejuk dan tenang dan tak terasa keseimbangan tubuhku mulai tak stabil dan akhirnya aku tersungkur dalam sujud.

 *~*

 " Dit, berangkat kuliah ga ? " Berulang kali Hasan menanggil Adit, tapi tak ada sahutan dari dalam. Hasan memberanikan diri untuk masuk kekamar Adit dan ternyata pintunya tidak terkunci. Dia melihat Adit dalam keadaan sujud dan dia berpikir mungkin dia kesiangan shalat subuhnya. Setengah jam sudah dia menunggu dikasurnya, tapi Adit masih dalam keadaan bersujud. Hasan mulai penasaran dan mulai mendekati Adit, dia coba sedikit menggoncangkan tubuh Adit dan......." Astagfirullah.......Dit....Dit.....Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, insyaAllah kau telah mendapatkan arti cinta yang sebenarnya. Semoga kau tenang diSisiNya ".

 Wassalamu 'alaikum wr. wb.

Sukron,

Acep Ruswana
bina_hati@yahoo.com


 

 Buletin Studia23 Maret 2005 - 16:32 Menata Waktu, Menuai Sukses Edisi 188/Tahun ke-5 (29 Maret 2004)

 Siapa sih yang nggak kenal waktu? Pasti nggak ada. Anak kecil aja tahu. Makanya waktu dikenal tiap orang. Apa pun makanannya, eh profesi atawa kerjaan kita, pasti waktu ikut ngerecokin.

 Bagi redaksi waktu berartideadline yang bisa bikin kepala redaktur berasap ngejar naskah biar kelar. Buat kaum pekerja, biasanya mereka inget waktu pas mo pulang, libur nasional, ama tanggal gajian. Nah, kalo yang statusnya pelajar atawa mahasiswa, waktu identik dengan SKS aliasSistem Kebut Semalam ngerjain tugas. Bentuk waktu yang abstrak nggak bikin doi tiada arti. Bagi yang bisa menghargainya, kesuksesan bakal didapet. Sementara bagi yang suka ngacangin doi, tahu sendiri akibatnya.Under pressure euy!

 Sayangnya, waktu lebih sering berstatus kambing hitam dari pada dewa penolong. Kalo kerjaan belon kelar atawa tugas sekolah ngaret beresnya, pasti deh waktu yang disalahin. Mepetlah. Terlalu pendeklah. Atawa nggak ada waktu luang. Kasian deh sang waktu. Kebagian apes mulu. Nah, biar nggak nyalahin waktu mulu, nggak ada ruginya dong kalo kita bahas tentang waktu. Biar hidup kita lebih bermutu!

 Remaja dan waktu

 Pinggir jalan menjadi lokasi yang paling banyak digandrungi anak muda buat ngumpul. Kalo nggak percaya boleh tanya Sony Tulung (deuuu....). Selain tanpa ongkos, bisa cuci mata, dan sekalian test vokal bermodalkan gitar pinjeman plus galon air mineral yang dipaksa jadi gendang. Kali aja ada produser yang lewat, terus tertarik ama vokalnya. Kan lumayan buatdubbing film Charlie Chaplin tuh! Huhuy!

 Kian hari, kegiatan nongkrong seperti di atas kian banyak peminatnya.Tiada waktu dan tempat strategis yang steril dari anak nongkrong. Pagi-pagi mereka udah nongkrong di toilet. Berangkat sekolah udah mangkal di halte atau pinggir jalan nungguin angkot. Waktu istirahat sekolah yang cuma seperapat jam juga nggak boleh lolos dari aksi mejeng di kantin. Di mana pun, kapan pun,always mejeng en main-main. He..he..he..

 Pulang sekolah giliran mal, plaza, atau pusat perbelanjaan yang kudu rela ditongkrongin mereka. Sampe rumah langsung deh betah nongkrongin Nirina atau Arie di MTV. Malemnya giliranLa Liga ,Lega Calcio ,Liga Inggris Premiere atauBundesliga yang ditongkrongin. Kalo perlu ampe dini hari. Wuiih…segitunya.

 Besoknya, meski jam beker yang diset pukul 5 pagi ampe serak berteriak ngeba-ngunin, eh, bangun pukul 7 teng. Padahal masuk sekolah 7.15. Akhirnya waktu yang cuma lima belas menit itu dipake buat gosok gigi, cuci muka, cuci baju, eh cuci tangan trus cabut.Boro-boro mikirin sholat atawa sarapan.

 Sampai di kelas pelajaran pertama udah dimulai. Pas ditanya pak guru kenapa datang telat? Jawabnya: “abis…waktu masuknya sih pak kependekan. Coba masuknya pukul delapan-an gitu, pasti deh nggak kesiangan.” Nah lho? Udah waktu luangnya dicuekkin, eh giliran kena batunya, waktu juga yang disalahin. Walah?

 Sobat muda muslim, fenomena di atas cuma salah satu contoh dari sekian banyak kegiatan yang sering kita kerjain tapi miskin manfaat. Kita selalu ada waktu untuk bermain, ngeceng, ‘no-mat' ditwenty one , atau untukwindow shopping di pusat perbelanjaan. Tapi kita sering ngerasa berat ngasih waktu kita meski sejenak untuk belajar, berdakwah, hadir di penga-jian, atau membantu orang tua di rumah. Acara malem mingguan udah disiapin seminggu sebelumnya. Se-mentara untuk ngerjain tugas sekolah atau beribadah kudu nunggu sampe waktu mepet. Alasannya sibuk. Sebenernya, kita nggak punya waktu luang atau nggak mau meluangkan waktu? Hayoo…!

 Pasti kita udah pernah ngerasain gimana sengsaranya ngerjain tugas dikejar-kejar waktu. Budaya SKS seolah udah mendarah daging. Begadang sampe larut ditemani sebungkusStar Mild , segelasNescafe , dan hentakan musikSuperman is Dead yang memecah keheningan malam. Malah kita ngerasa bangga dan hebat dengan hasil kerja kita yang digeber semaleman. Karena waktu luang kita abis buat maen. Padahal kita juga yang rugi. Payah deh!

 Waktu bagi seorang Muslim

 Sobat muda muslim, udah dari sononya sang waktu akan terus berjalan bagaikan awan. Kadang kita suka bilang kalo waktu berlalu begitu cepat saat kita lagihappy . Baru kemaren naek kelas, eh, sekarang udah siap ngadepin ujian semester. Baru minggu kemaren kita gajian, minggu berikutnya udah siap-siap kasbon. Kita juga sering bilang kalo waktu jalannya lelet abis pas kita lagi sedih. Berlarut-larut dalam kesedihan. Padahal, itu semua cuma perasaan kita aja. Asli. Kalo nggak per-caya, coba aja perhatiin. Sampe kiamat pun, satu hari akan tetep 24 jam, 1440 menit, 86400 detik. Meski kita lagi sedih atauhappy . Bener nggak seh?

 Waktu yang udah kelewat pasti nggak bisa balik lagi. Meski udah di-undo beberapa kali (emangnya programWindows? ). Di mana aja kita cari, waktu yang hilang nggak ada gantinya. Karena itulah waktu menjadi sangat ber-harga buat kita. Lebih berharga dari harta ter-mahal yang kita punya. Kita kudu pandai-pandai menjaga dan meman-faatkannya. Jangan sampe nasi keburu menjadi bubur terus pancinya kesenggol kucing dan tumpah di lantai dapur yang kotor. Rugi banget kan?

 Makanya Rasulullah saw. ngingetin kita melalui sabdanya:“Jika kalian bangun di pagi hari, janganlah mengharap akan (hidup) sampai sore; dan jika berada di waktu sore jangan berharap akan (hidup) sampai besok pagi. Pergunakan masa sehatmu untuk (mempersiapkan) masa sakit, dan masa hidup untuk (menyiapkan bekal) kematian, seakan-akan kalian tidak tahu nama kalian besok pagi.”(HR Bukhari)

 Banyak yang bisa kita kerjain untuk memanfaatkan waktu. Saking banyaknya kadang kita bingung mana dulu yang musti diutamain. Sebagai seorang muslim, tentu kegiatan yang kaya manfaat dunia akhirat kudu jadi prioritas. Mumpung masih muda yangfull tenaga en menggelora semangatnya. Supaya tiap hari ada peningkatan amal ibadah kita. Ini bisa kita dapetin kalo kita mau terus belajar. Baik wawa-san Islam atau pun ilmu umum. Isi hari-hari kita dengan berlomba-lomba dalam kebaikan (fasthabiqul khairat ).

 Nah, untuk urusan belajar danfasthabiqul khairat , jangan sampe ditunda-tunda. Sebisa mungkin dikerjain sekarang, jangan tunggu besok. Karena kita nggak akan tahu apa yang bakal terjadi esok hari. Bisa jadi kita sakit atau pas jadwalnya ‘didatengin' malaikat Ijrail. Wah?

 Belajar dari para ulama

 Waktu adalah sohib terbaik yang bakal nganterin kita menuju kesuksesan kalo kita bisa menghargainya. Dalam buku berjudul “Nilai Waktu ”, sang penulis, Abdul Fattah Abu Ghuddah memaparkan kisah sukses para ulama Shalaf dan Khalaf yang menghargai waktu.

 Bagi mereka, nggak ada yang lebih berharga dibandingkan waktu. Seperti dalam kisah Muhammad bin Salam, guru dari Imam Bukhari. Suatu kali ia asyik mendengar pelajaran dari gurunya, tiba-tiba pensil yang lagi dipake patah. Kontan ia langsung teriak “siapa yang menjual pensil, aku akan membayarnya seharga satu dinar (mata uang berbentuk koin seberat 4,25 gr emas)!” Kalo diitung-itung, misal harga 1 gr emas = Rp 80 ribu, doi berani bayar Rp 340 ribu untuk sebuah pensil biar nggak ketinggalan pelajaran.

 Mereka juga benci dengan orang-orang yang menyia-nyiakan waktu. Malah Imam Syafi'i mengatakan orang yang kayak gitu, matinya lebih baik daripada hidupnya. Karena orang itu telah melewatkan peluang emas untuk ber-ibadah dan menabung pahala. Kalo gitu, apa bedanya dengan orang mati yang nggak punya kesempatan lagi buat nabung pahala? Catet!

 Nggak heran kalo Ibnu Taimiyah sampe minta seseorang untuk membacakan kitab dengan suara keras. Agar dia bisa men-dengarnya dan nggak ada ilmu yang kelewat ketika dia sedang di dalam kamar mandi!

 Saking tingginya penghargaan mereka terhadap waktu, diki-sahkan bahwa para ulama itu membiasakan sedikit makan dan tidur. Karena banyak makan bakal bikin ngantuk. Dan kalo udah ngantuk, pasti bawaannya males ngapa-ngapain. Apalagi untuk belajar. Pengennya tidur mulu. Padahal banyak tidur, menurut al-Qadhi Iyadh, merupakan ciri orang yang lemah dan nggak mau peduli ama urusan dunia akhirat. EGP banget tuh!

 Sobat muda muslim, nggak salah kalo kisah para ulama itu banyak ngasih kita pelajaran berharga tentang waktu. Terbukti, penghargaan mereka terhadap waktu turut menjadikannya ulama terkemuka di dunia Islam. Nggak heran pula kalo mereka mampu menelorkan karya-karya yang spektakuler. Ambil contoh, tafsir buah tangan Abu Bakar Ibn al-Arabi berjudulAnwarul Fajr yang tebalnya sampe 80.000 halaman.T-O-P B-G-T deh!

 Bikin hidup lebih bermutu

 Kebayang nggak sih berapa banyak waktu yang udah kita sia-siakan sampe sekarang? Udah gitu, minim pula dari kegiatan untuk dunia dan akhirat. Padahal berapa banyak ilmu yang bakal kita dapet. Keterampilan yang bisa kita pelajari. Atau tabungan pahala yang dicicil tiap hari. Kalo kita sempatkan waktu untuk baca buku, mengulang pelajaran di sekolah, belajar komputer, bantu orang tua, ikut pengajian, puasa sunat, shalat sunat, atau berdakwah? Banyak buanget manfaatnya!

 Nah, kalo kita pengen sukses, udah saatnya kita pake waktu yang Allah kasih sebaik-baiknya. Sebelum gigi kita pada ompong, kulit kita pada keriput, usia kita kian lanjut, dan ajal datang men-jemput. Mengisi dengan hal-hal yang bermanfaat. Mulai mengenali bidang yang pengen kita geluti lebih jauh. Jangan biarkan kegiatan bikin tulisan, memasak, menjahit, ngoprek komputer, atau ngotak-ngotik motor cuma jadi hobi. Berikan waktu khusus dalam hidup kita untuk mempelajarinya. Percaya nggak percaya, di masa depan itu banyak membantu kita.

 Tapi jangan sampe kelupaan ama tugas kita untuk beribadah kepada Allah ya? Kita bisa menabung pahala dengan selalu mengikuti aturanNya. Semakin kita dekat denganNya, semakin sayang Allah ama kita. Itu artinya, Dia akan selalu memberikan yang terbaik buat kita.

 Karena itu, biasakanlah untuk meng-ingatnya di waktu-waktu luang kita. Saat istirahat sekolah pagi, bisa kita isi dengan shalat dhuha. Terbangun di malam hari dilan-jutkan dengan shalattahajjud . Lengkapi juga dengan tilawah Quran ba'da maghrib dan shubuh. Nggak cuma beribadah ritual aja, kita juga kudu mengenali ajaranNya lebih dalam dengan ikut pengajian. Ditambah memberani-kan untuk mendakwahkannya kepada orang lain.

 Oke deh, sekarang kita tinggal memu-lainya. Berlomba mengukir prestasi dunia dan akhirat. Meskipun waktu kita hanya sesaat. Insya Allah itu akan mendatangkan manfaat. Yakin deh, orang-orang yang telah sukses juga punya jumlah waktu yang sama ama kita.Seminggu 7 hari dan sehari 24 jam. Nggak lebih en nggak kurang. Pas. Karena itu berusahalah dan tetap semangat![hafidz]

 

==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================    Buletin Studia13 Februari 2004 - 17:43 Islam Agamaku, Jilbab Identitasku    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 182/Tahun ke-5 (16 Pebruari 2004)

 Jacques Chirac bikin ulah. Pasalnya, doi merestui lahirnya undang-undang larangan penggu-naan simbol-simbol keagamaan di sekolah negeri atau sarana umum dalam pidatonya pada tanggal 17 Desember 2003. Walhasil, kerudung dan jilbab, topi bundar khas Yahudi (yarmelke), dan tanda salib besar nggak boleh beredar di negeri sekular dengan jumlah penduduk muslim sekitar 5 juta orang ini.

 Malah doi mengatakan secara khusus kalo penggunaan jilbab merupakan bentuk agresi.“Mengenakan kerudung, apakah disengaja atau tidak, adalah merupakan jenis agresi yang sulit bagi kami untuk menerimanya,” cetus Chirac ketika berlangsung pertemuan dengan para mahasiswa di Pierre Mendes France School di ibukota Tunisia Sabtu (6/12/2003). (Eramus-lim.com, 08/12/2003 )

 Nggak heran kalo protes terhadap kebijakan Perancis ini mengalir deras bak air bah dari berbagai belahan dunia; mulai dari London, Paris, Lebanon, sampai Indonesia.

 Cuma masalahnya, apa iya jilbab itu cuma simbol doang seperti penilaian mereka? Atau ada udang di balik bakwan atas pelarangan resmi penggunaan jilbab yang lagi rame ini?

 Benih kebencian kaum kufar

 Sobat muda muslim, tindakan diskrimi-nasi kaum kufar terhadap kaum Muslim sudah sering terjadi. Kali ini kasus pelarangan jilbab di beberapa negara sekular kembali menghiasi media massa. Meski banyak menuai protes, Perancis tetepkeukeuh mengatakan negaranya kudu bebas dari simbol keagamaan macam jilbab. Padahal katanya mereka menjunjung tinggi kebebasan menjalankan ajaran agama bagi para pemeluknya. Weh, ini mah sama aja menjilat ludah sendiri. Iih..jijay deh.

 Tapi sayang, mereka antimalu. Itu sebabnya, pola standar ganda diberlakukan untuk mendiskriminasikan dan menjauhkan kaum Muslim dari ajaran Islam. Persis aturan kakak kelas pada saat OSPEK siswa baru.Pasal 1: Kakak kelas selalu benar. Pasal 2: jika kakak kelas berbuat kesalahan, lihatlah pasal 1!

 Untuk kasus jilbab, orang-orang kafir sampe bela-belain pake wewenang negara untuk melegalisasi larangan penggunaan jilbab. Seperti halnya Perancis, Presiden Jerman, Johannes Rau juga melarang guru Muslimah mengenakan jilbab saat mengajar (jangan-jangan mereka kebingungan juga bedain kerudung ama jilbab?). Oke deh, kita sebut saja pakaian muslimah.

 Di Belgia, Menteri Dalam Negeri Patrick Dewael menegaskan keinginannya untuk melarang kerudung dan jilbab serta simbol-simbol agama lainnya tampil di sekolah dan institusi-institusi milik pemerintah sebagai-mana hal itu diterapkan Perancis. (Eramus-lim.com , 12/01/2004).

 Di Australia, salah seorang anggota parleman dari Partai Demokratik Kristen, Reverend Fred Nile mengusulkan pelarangan terhadap pemakaian penutup aurat dan jilbab bagi warga muslim di Aus-tralia, khususnya di New South Wales (21/11/2002) silam. Menurutnya, dengan pakaian itu bisa dimungkin-kan sebagai kedok para teroris menyimpan bahan peledak atau bom. (Hidaya-tullah.com , 22/11/2002). Ini namanya paranoid atuh euy!

 Sementara di Singa-pura, PM Lee Hsien Loon —anak dari Lee Kuan Yew, pendiri Singapura Modern— mengatakan dalam harian Berita Harian Malay, edisi 1 Desember 2003, bahwa pelarangan memakai jilbab termasuk dalam upaya perukunan dan penyempur-naan kehidupan masyarakat di Singapura. (Eramus-lim.com, 09/12/2003 ).

 Nggak cukup dengan kekuatan negara, pihak sekolah pun bikin larangan serupa. Seper-ti yang terjadi pada Lila dan Alma Levy yang diusir dari sekolah Henri Wallon yang berlokasi di daerah pinggiran utara Aubervilliers, Paris. Kebijakan itu diambil pihak sekolah dengan alasan kedua siswi berjilbab itu mengenakan pakaian “yang memamerkan ekstrimitas agama”. Muslimah itu bisa masuk mengikuti pelajaran di kelasnya, jika mereka mencopot hijabnya. (Eramuslim.com , 26/09/2003).

 Sobat muda muslim, dari paparan fakta di atas, tentu kita sependapat dan tidak ragu dengan kebenaran filman Allah:

 “Tidak akan pernah ridha kepada engkau kaum Yahudi dan Nashrani hingga engkau mengikuti golongan (millah) mereka.”(QS al-Baqarah [2]: 120).

 Jilbab bukan semata simbol keagamaan

 Jacques Chirac boleh aja menganggap topi bundar Yahudi, atau tanda Salib sebagai simbol keagamaan yang bisa aja sembarangan dilepas. Tapi jilbab, nggak lah yauw!

 Dalam al-quran surat an-Nûr [24]: 31 dan Surat al-Ahzab [33]: 59 Allah telah memerin-tahkan dengan tegas, bahwa muslimah yang sudah aqil baligh (berakal sehat alias nggak gila dan sudah menstruasi) untuk mengenakan jilbab jika keluar rumah. Kewa-jibannya sama dengan perintah shalat lima waktu. Itu artinya, kalo nggak dikerjain, ya dosa. Sumpe lo!

 Kewajiban ini juga dikuatkan oleh penuturan Ummu ‘Athiyah :”Rasulu-llah saw telah memerin-tahkan kepada kami untuk keluar (menuju lapangan) pada saat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha; baik wanita tua, yang sedang haid, maupun perawan. Wanita yang sedang haid menjauh dari kerumunan orang yang shalat, tetapi mereka menyaksikan kebaikan dan seruan yang ditujukan kepada kaum Muslim. Aku lantas berkata, “Ya Rasulullah saw, salah seorang di antara kami tidak memiliki jilbab. “Beliau kemudian bersabda, “Hendaklah salah seorang saudaranya meminjamkan jilbabnya.”

 Dari hadits ini ada 2 point pemahaman yang bisa diambil.Pertama , semua muslimah disunnahkan untuk menghadiri sholat Idhul Adha, tapi harus memakai jilbab. Ditegaskan bahwa jika ada yang tidak memiliki jilbab, maka temannya harus meminjamkannya. Berarti jilbab itu wajib dipakai ketika keluar rumah.

 Kedua, hadits di atas menyiratkan tentang jilbab adalah pakaian luar yang dikenakan wanita di atas pakaian kesehariannya (yang biasa digunakan di dalam rumah). Karena ketika Ummu ‘Athiyah bertanya tentang seseorang yang tidak memiliki jilbab, tentu wanita tersebut bukan dalam keadaan telanjang, melainkan dalam keadaan memakai pakaian yang biasa dipakai di dalam rumah yang tidak boleh dipakai untuk keluar rumah. Dan wanita yang tidak mempunyai jilbab harus meminjam kepada saudaranya. Jika saudaranya tidak bisa meminjamkannya, maka yang bersangkutan tidak boleh keluar rumah.

 Dari uraian hadits di atas, kita bisa simpulkan kalo jilbab itu bukan cuma simbol, melainkan kewajiban. Jadi nggak ada yang bisa nyuruh ngelepasin kalo lagi di luar rumah. Walaupun dilegalisasi UU Negara atau peraturan sekolah. Karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah. Setuju kan? Siip dah!

 Melengkapi pengertian khimar dan jilbab

 BTW, udah pada tahu kan seperti apakhimar dan jilbab yang syar'i itu? Bukannya kita meragukan, cuma kita takut masih ada yang keliru memahaminya. Soalnya ada yang memahami busana muslimah untuk di luar rumah itu asal menutup aurat. Pake kerudung yang dipadukan tangtop, kaos panjang plus celana jeans ketat. Kayak gitu mah pantasnya cuma di depan suami euy. Hehehe...

 Ada juga yang memadukan kerudungnya dengan baju atas panjang nan longgar, dan bagian bawah berupa rok panjang atau celana panjang longgar yang biasa disebut kulot. Kita nggak menyalahkan, cuma ada baiknya kita sama-sama mencari tahu definisi jilbab itu secara syar'i. Oke?

 Dalam kitabal-Mu'jam al-Wasith halaman 128, jilbab diartikan sebagai“Ats tsaubul musytamil ‘alal jasadi kullihi” (pakaian yang menutupi seluruh tubuh), atau “Ma yulbasu fauqa ats tsiyab kal mil-hafah” (pakaian luar yang dikenakan di atas pakaian (rumah), sepertimilhafah /baju terusan), atau “al-Mula`ah tasytamilu biha al mar`ah” (pakaian luar yang digunakan untuk menutupi seluruh tubuh wanita).

 Dari keterangan hadits yang diriwayatkan Ummu ‘Athiyah dan pengertian dalam kamusal-Mu'jam , ternyata yang maksudjilbab adalah kain terusan (dari kepala sampai bawah) (Arab:milhafah-mula`ah ) yang dikenakan sebagai pakaian luar (di bawahnya masih ada pakaian rumah) lalu diulurkan ke bawah hingga menutupi kedua kakinya. Selain itu, jilbab juga harus terbuat dari kain yang tidak transparan dan tidak menampakkan lekuk tubuh.

 Adapunkhimar , syariat telah mewajibkan kerudung atau apa saja yang serupa dengannya yang berfungsi menutupi seluruh kepala, leher, dan 3 lubang baju di dada. Semoga pengertian ini bisa menambah wawasan biar nggakmisspersepsi . Maksud hati menutup aurat, ternyata belum sempurna. Sayang kan?

 Tunjukkin identitas kita!

 Bener sobat, kita kudu berani tunjukkin identitas kita sebagai muslim dan muslimah. Ngikutin aturan Allah dalam setiap perbuatan maupun omongan yang keluar dari mulut kita. Nggak usah ragu bin malu. Kita kudu takut ama Allah dalam menjalankan perintah manusia, jangan ngeper ama manusia dalam menjalankan perintah-Nya. Oke?

 Tata cara berpakaian seseorang menjadi salah satu identitas yang paling gampang diliat. Untuk yang satu ini, udah pasti seorang muslimah akan selalu menjaga kehormatannya dengan balutan busana yang menutup aurat nan sempurna. Di tengah hantaman badai trend fashion yang serba terbuka,full fresh body dan irit bahan, dia tetep PD mengenakan khimar dan jilbab di tempat-tempat umum seperti di sekolah, kampus, pasar, kantor, pabrik, di jalanan, de el el.

 Cemoohan, kata-kata sinis, atau pelecehan sering menghampiri sodari kita hanya karena mereka berjilbab. Bahkan sampai diskriminasi berkedok undang-undang negara dan peraturan sekolah. Nggak sedikit sodari kita yang tetep istiqomah harus mengalami PHK dari tempatnya bekerja, skorsing, termasuk pengusiran oleh pihak sekolah.

 Tapi jangan takut, Allah akan membayar mahal untuk keisti-qomahan mereka dan setiap muslimah yang mengikuti jejaknya. Sabda Nabi saw.:“Sesung-guhnya di belakang kalian ada hari-hari yang memerlukan kesabaran. Kesabaran pada masa-masa itu bagaikan memegang bara api. Bagi orang yang mengerjakan suatu amalan pada saat itu akan mendapatkan pahala lima puluh orang yang mengerjakan semisal amalan itu. Ada yang berkata,'Hai Rasululah, apakah itu pahala lima puluh di antara mereka ?”Rasululah saw. menjawab,”Bahkanlimapuluh orang di antara kalian (para shahabat).”(HR Abu Dawud, dengan sanad hasan )

 Sobat muda muslim, mari kita sama-sama mengokohkan keistiqomahan kita dengan aturan Allah. Caranya? Bisa dimulai dengan mengkondisikan lingkungan sekitar kita. Bergaul dengan teman-teman yang mampu mengingat-kan kita saat lengah, memperdalam Islam melalui kajian rutin, ber-taqarrub ilallah dengan ibadah wajib dan sunnah, serta berdoa agar Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk tetepstay tune dengan aturan-Nya sampai ajal menjemput.

 Tak lupa juga untuk gencar berdakwah demi tegaknya khilafah yang akan melindungi Islam dan kaum Muslim di seluruh dunia dari makar musuh-musuh Islam.

 Oya, kini muslimah SMU kelas tiga diperbolehkan menggunakan foto berkerudung siswi SMU untuk dipajang di STTB yang sebelumnya sering jadi masalah. Kebolehan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 1177/C/PP/2002 yang ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Indra Djati Sidi. (smu-net.com , 09/02/2004).

 Buat remaja muslimah, “Maju terus pan-tang mundur!”Serukan dengan lantang: “Islam agamaku, Jilbab identitasku!”[hafidz]

   Buletin Studia05 Februari 2004 - 17:56 Be My Valentine? Nggak, Deh!    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 181/Tahun ke-5 (9 Februari 2004)

 Bulan Pebruari ini nuansa cinta dan romantisme terasa banget. Banget terasa. Kalo nggak percaya, berarti kamu nggak merasakan (hehe sori ye, kita bukan nuduh api cinta kamu telah padam). Kita-kita yang udah ‘bangkotan' aja jadi serasa baru usia 17 (ehm… maunya!). Apalagi kamu yang emang ABG. Jujur saja, kalo ngomongin urusancintrong serasa berbunga-bunga hati ini. Duh, kayaknya seluruh ruangan dalam sudut hati ini berwarna pink. Sambil sesekali membayangkan sosok yang kita bisa angankan dan impikan setiap hari. Sosok yang mampu menyita perhatian dan tenaga kita. Duilee.. sampe segitunya ya…

 Sobat muda muslim, di bulan ini sebagian dari kita kayaknya ngedadak jadi lebih sentimentil, lebih romantis (asal jangan roman manis hati iblis aja yee), lebih peka, dan ujug-ujug jadi pujangga karbitan yang bisa melahir-kan puisi cinta.Ibarat grafik padaseismograf , bulan ini mencapaipeak (puncak) tertinggi. Walah, gempa bumi bisa kalah dahsyat tuh dengan gelora di hati ini. Hati yang tengah dilanda goncangan tektonik bernama cinta (weh, ini kok jadi sok ilmiah begini neh. Hehehe).

 Ssstt.. jangan-jangan banyak di antara teman kamu (atau kamu sendiri?) yang udah nyiapinbig deal neh dengan kekasih hatimu? Tambah berbunga-bunga deh menjelang perayaan Valentine Day's. Wah, bisa-bisa banyak cowok yang nawarin diri jadi ‘pangeran'.Itu sebabnya, sekarang udah berseliweran tuh rayuan gombal: “Be My Valentine?” Sok pasti tuh cowok minta jawaban dari kamu yang cewek untuk menganggukkan kepala sebagai bentuk persetujuan.

 Eh, mungkin banyak di antara kamu udah merancangsurat atau puisi cinta; entah bernada sedih atau berirama riang gembira. Kamu yang jagoan fisika, biar lebih spesial di hari kasih sayang ini, bikin puisi cinta yang kental dengan istilah-istilah fisika. Begitu pun dengan yang jagoan kimia.

 Sekadar contoh dikit neh, puisi cinta mahasiswa jurusan fisika en teknik kimia, juga ada neh dari mahasiswa kedokteran. Mau tahu? Simak deh:Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku. Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum. Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa. Cintaku lebih besar dari bilangan avogadro...” (walah, ini penggalan puisi mahasiswa jurusan fisika).

 “Waktu kutulis surat ini, aku sedang me-nyelesaikanrun-ku yang keduapuluhdua. Entahlah.. kala memandang kukus jenuh yang mengepul manja hingga terbirit malu mening-galkan boiler, aku lihat bayanganmu disana. Bayangan syahdu, gemulai, sendu yang dihiasi dengan senyum continuous yang meneduhkan, namun di balik keteduhan itu terdapat cahaya yang sanggup memancarkan berjoule-joule energi untuk menggerakkan turbin hatiku.”(ini contoh surat cinta anak teknik kimia, bro!)

 Mau yang lain? Ada juga neh puisi mahasiswa fakultas kedokteran (tapi peng-galannya aja ya.. sebab kalo semuanya ditulis, nanti buletin edisi ini jadi bertabur puisi dan surat cinta dong hehehe) Simak neh:

 Gambaran radiografi inginmu non-visualized.Harapanmu tak terdeteksi dengan USG. CT Scan kemauanmu tak bisa diinterpretasi. Anganmu tak terbaca di lembaran elektrokar-diogram. Jelaskan, dengan apa harus kutegak-kan diagnosa cintamu?

 Sobat muda muslim, rasanya makhluk bernama cinta bisa dipoles sedemikian rupa bergantung latar belakang yang se-dang jatuh cinta. Itu sebabnya, cinta itu me-mang universal banget. Kita bisa menumpahkan energi cinta kita kepada orang yang kita sayangi dan kasihi. Tapi hati-hati lho, cinta juga butuh aturan. Nggak sembarangan main tubruk atau main pukul aja dalam meng-epresikannya (emangnya tinju?). Yup, cinta butuh aturan, bro!

 Jangan tergesa ungkapkan cinta...

 Rasa cinta bakalan bikin kamu punya gejala-gejala aneh. Kadang ketawa sendiri (kalo ini jangan ketawa dekat petugas RSJ, bisa dijaring dan dikaratina di RSJ lho), adakalanya panas-dingin kalo nggak jumpa sehari sama sang pujaan hati, bisa uring-uringan kalo nge-date batal, bisa juga sumringah nggak karu-karuan pas berhasil jalan bareng.

 Wuih, cinta emang bisa bikin derita terasa nikmat (moga tidak sedang ngimpi), gula jawa rasa coklat (jangan-jangan indera penge-capnya udah rada error neh?), jauh terasa dekat (ini mah jauh di hati dekat di SMS), dan dihantam terasa dipijat (moga bukan lagi latihan smackdown). Pokoknya deket terus samayayangnya deh. Duile.. sampe segitunya yee...

 Itu sebabnya, dua orang yang saling jatuh cinta itu digambarkan bahwa mereka sebetulnya sedang mencintai dirinya sendiri. Ibnu Qayyim mengutip pernyataan Muhammad Daud adzh-Dzhahiri dalam karyanya, az-Zahra, “Cinta merupakan cermin bagi seseorang yang sedang jatuh cinta untuk mengetahui watak dan kelemahlembutan dirinya dalam citra kekasihnya.Karena, sebenarnya, ia tidak jatuh cinta kecuali terhadap dirinya sendiri.”

 Sobat muda muslim, jika kamu sedang dilanda rasa cinta, jangan tergesa untuk ungkapkan cinta. Lebih baik dipikirkan dan dirasakan dengan penuh penghayatan. Sebab, kita nggak mau dong kecemplung abis di lembah cinta yang bernoda.

 Itu sebabnya, jangan keburu seneng kalo menjelang 14 Pebruari ini ada cowok di hadapan kamu bilang, “Be my Valentine?”. Sebab, siapa tahu tuh cowok tengil lagi nyari mangsa cewek yang HBL (haus belaian laki-laki). Ih, jangan nekatz ah. Jangan sampe kamu reflek ngasih respon, meski cuma dengan anggukan kepala tanda setuju jadi pacarnya. Ati-ati, meski tuh cowok punya wajah hasil kolaborasi Brad Pitt, David Beckham, dan Nicholas Saputra. Iya, soalnyapercume deh ganteng juga tapi lemah imanmah . Tul nggak?

 Mungkin kamu kudu jujur sama diri kamu sendiri, bahwa yang bergerak meronta di dasar hatimu itu pasti cinta sehat atau cinta yang sakit? Pasti cinta suci atau justru cinta berbalut nafsu jelek? Sebab yang merasakan gejolak di hatimu, ya cuma kamu sendiri. Orang lain cuma bisa melihat gelagat yang nampak dalam perbuatanmu.

 So, kalo kamu, para akhwat ngebet banget sama ikhwan, jangan asal tergesa ungkapkan cinta. Lihat dulu bener nggak ikhwan ‘beneran'. Jangan cuma lihat jenggotnya doang (terutama kalo ketemu di angkot), sebab bisa aja doi adalah penggemar berat grup musik SOAD (System of A Down, yang personelnya rata-rata berjenggot itu). Hehehe..

 Ikut pesta Valentine? Nggak ah!

 Sobat muda muslim, sudah saatnya kita mengetahui asal-usul pesta ini. Meski pada tanggal 14 Pebruari seluruh dunia pesta cinta, tapi bukan berarti pesta itu layak juga kamu lakuin. Bener lho. Karena yang jelas, pesta ini nggak ada sangkut pautnya dengan ajaran Islam, bahkan ada juga kalangan Nasrani yang nggak suka dengan pesta ini.

 Mau tahu pendapat mereka? Menurut mereka, V Day nggak ada hubungannya dengan keimanan kaum Nasrani.Menurut Ken Sweiger yang menulis artikel“Should Biblical Christians Observe It?” (www.korrnet.org) kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.Jadi, sama sekali nggak ada hubungan dengan agama Nasrani.(Permata, Edisi 21/VIII Pebruari 2004)

 Sobat, Islam juga nggak mengajarkan masalah ini. Coba deh kamu buka al-Quran en kitab-kitab hadis, dan juga fikih.Nggak ada an-juran untuk ngerayain V Day. Sebaliknya, malah dilarang abis. Misalnya dalam firman Allah Swt.:

 “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).”(QS al-An'am [6]: 116)

 Rasulullah saw. bersabda:“Siapa saja yang menyerupai suatu kaum (gayahidup dan adat istia-datnya), maka mereka termasuk golongan tersebut.”(HR Abu Daud dan Imam Ahmad dari Ibnu Umar)

 Jadi, kalo sampe ada remaja muslim dan muslimah yang ikutan latah ngasih kado berupa permen, coklat, atau ngirim e-mail bergambar Cupid en hati, kirim SMS, EMS, or MMS yang bernuansa VD kepada seseorang yang kamu sukai, apalagi terus ngerayain pesta VD, aduh, mohon untuk segera minta ampunan sama Allah deh. Istighfar yang banyak yee...

 Bubarkan pacaran!

 Walah, ini bukan belaga kejam en sok jagoan sobat.Kita sih jujur aja neh. Pacaran ibarat kompor yang menyala terus. Ia bakal manas-manasin kamu untuk terus merasa aman dalam HTI (hubungan tanpa ikatan) itu.

 Tanpa ikatan? Lha iya, emangnya pacaran tuh ada ijinnya? Terus dikasih buku khusus seperti waktu bapak or ibu kita nikah? Nggak lha yauw. Itu sebabnya kita ngasih label HTI alias hubungan tanpa ikatan untuk mereka yang pacaran (meski mungkin ada yang nggak setuju). Tapi yang jelas, “Pacarmu, bukan istrimu”, kata Kang Iwan Januar dalam bukuSurga Juga Buat Remaja, Lho…

 Lagian saat kamu pacaran, apakah kamu bisa menikmati segala hal yang kamu inginkan? Belum tentubro . Kalo pun kamu nekat mau menikmati, tetep aja kamu was-was. Misalnya aja, kamu lagi mojok di bawah pohon pisang, malem-malem lagi. Begitu denger suara kentongan yang dipukul oleh hansip or petugas ronda, kamu langsung pasang kuda-kuda untuk menggunakan ilmu mustika...bur!Memang begitulah kondisi orang yang merasa bersalah. Serba was-was. Nggak nikmat deh. En, tentunya kagak tenang. Makin jelas, itu namanya hubungan tanpa ikatan! Jadi, bubarkan pacaran!

 Sobat muda muslim, kita ngasih wanti-wanti begini karena emang udah banyak ‘penampakan' dari rusaknya budaya ini. Bagi mereka yang pacarannya ampe angot-angotan ngikutingaya “Surti-Terjo”-nya Jamrud, rasanya bakal menuai hasil, kalo nggak si cewek hamil, ya dua-duanya bisa aja kena PMS (Penyakit Menular Seksual). Tapi yang pasti—kalo kebetulan dua kondisi tadi nggak dialami—tapi mereka berdua udah menabung dosa tuh!Naudzubillahi min dzalik! Firman Allah Swt:

 “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”(QS al-Israa [17]: 32)

 Nah, apalagi gelaran VD itu sering berubah jadi ajang seks bebas yang sepertinya dilegalkan. Awalnya cinta-cintaan, mulanya sayang-sayangan, eh ujungnya langsung ‘banting-bantingan...'

 Seorang pakar kesehatan di Inggris menganjurkan seks di hari Valentine. Seperti yang ditulis Kantor BeritaReuter bahwa Direktur KesehatanBritish Heart Foundation , Prof. Charles George mengatakan bahwa seks tidak saja membakar 100 kalori tapi juga baik untuk kesehatan. Maka ia berharap agar masyarakat Inggris, tua dan muda, mengisi V Day dengan aktivitas seksual. Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah pesan Valentine-nya.(Permata, 21/VIII Pebruari 2004)

 Inget, jangan nodai cinta kamu dengan aktivitas pacaran dan seks bebas (termasuk di pesta Valentine).Lagian udah jelas tuh, kalo Valentine ternyata acapkali dijadiin simbol kebebasan seks juga.Gaswat euy!

 So, kalo kamu yang cewek ditanya sama cowok, “Be My Valentine?” Jawab saja dengan santai: “Nggak Deh!”[solihin]

   Buletin Studia23 Januari 2004 - 13:25 Beragama Itu Asyik, Sobat!    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 179/Tahun ke-5 (26 Januari 2004)

 Nietzsche, seorang psikolog Jerman pernah menggegerkan dunia dengan pernyataannya,“Gott ist gestorben” alias “Tuhan sudah mati!”. Walah, nekat bang-et tuh orang ya? Jangan kaget dulu sobat, sebab para penulis biografi Neitzsche sepakat bahwa pemikirannya sangat berkaitan dengan psikologinya yang aneh dan kompleks. Berbahaya!

 Nietzsche sendiri pernah ngomong gini, “Perlahan-lahan menjadi jelas bagiku apa yang terjadi pada setiap filsafat besar; ia adalah pengakuan pribadi dari filosofnya dan sejenis kenang-kenangan yang lahir tidak sengaja dan tidak sadar... Sebaliknya, pada diri filosof, tidak ada apa pun yang bersifat impersonal (tidak mengenai orang tertentu, red.); dan lebih dari itu, semua moralitasnya menjadi saksi yang tidak terbantahkan tentangsiapa dia .”

 Dengan nada yang sama, Nietzsche mengaku, “Saya betul-betul mengetahui ateisme bukan sebagai akibat pemikiran, apalagi sebagai peristiwa; bagiku, ateisme menjadi jelas karena naluri. (Jalaluddin Rakhmat, Psikologi Agama, hlm. 144-145)

 Sobat muda muslim, tentu aja pernyataan psikolog yang lahir di Saxoni, Prusia (Jerman) pada 15 Oktober 1844 itu selain bikin geger semua orang, juga sebagai bukti kelemahan doi sebagai manusia biasa. Nietzshce emang nekat. Ini kian menunjukkan bahwa akal manusia serba terbatas untuk memahami sang pencipta. Itu sebabnya butuh bimbingan dan aturan yang bisa menghantarkannya kepada penyembahan yang jelas.

 Nietzsche nggak sendirian, masih ada Sigmund Freud yang menawarkantheory of unbelief alias teori kekafiran. Freud menulis dalamThe Future of an Illusion : “Gagasan-gagasan agama muncul dari kebutuhan yang sama seperti yang memunculkan pencapaian peradaban lainnya, yakni dari desakan untuk mempertahankan diri melawan kekuatan alam yang lebih perkasa dan menaklukkan… (kepercayaan agama hanyalah) ilusi, pemuasan dari keinginan manusia yang paling tua, dan paling penting… Seperti kita ketahui, kesan tak berdaya yang menakutkan pada masa kanak-kanak membangkitkan kebutuhan akan perlindungan—perlindungan melalui cinta yang diberikan oleh sang bapak… Jadi, peraturan Tuhan yang Mahakuasa dan Mahapengasih menentramkan ketakutan kita akan bahaya kehidupan” (Freud, 1961: 30)

 Oke deh, dua orang psikolog ini cukup memberikan informasi kepada kita bahwa mereka antiagama alias menolak keberadaan pencipta alam semesta dan semua isinya ini. Nietzsche yang berteriak “Tuhan sudah mati!” dan Freud yang bilang, “Agama hanyalah ilusi”, jelas udah melecehkan keyakinan seseorang akan agamanya dan sekaligus kepada penciptanya.

 Sobat muda muslim, dalam kehidupan kapitalisme yang serba bebas seperti sekarang, kita khawatir banget ide kebebasan beragama dan kebebasan berpendapat (yang terangkum dalam HAM) menjadi senjata ma-nusia untuk me-nyingkirkan agama dan ‘membunuh' Tuhan. Ciloko kalo sampe kejadian!

 Sayangnya, kenyataan di la-pangan udah bisa menjadi bukti bahwa manusia udah me-nyingkirkan agama dan sangat boleh jadi melecehkan Allah. Pengen bukti? Meski banyak di antara mereka yang mengaku dengan tegas bahwa mereka bukan kaum ateis, tapi perbuatannya jelas-jelas melecehkan agama dan sang pencipta. Misalnya aja, mereka nggak taat dengan ajaran agama, agama sebatas status aja, isinya sih ogah diamalkan. Walah?

 Itu kan artinya sama aja bahwa yang membuat aturan agama nggak dianggep.Duile, apa nggak salah tuh berbuat? Macam mana pula dikau? Itu sebabnya, meski mereka ogah disebut ateis, tapi kelakuannya mirip para ateis, karena agama cuma dijadikan sebagai status biar diakui kelompok tertentu. Gaswat!

 Beragama adalah fitrah

 Eh, manusia tuh memiliki potensi kehidupan lho. Kayak apa sih? Sebetulnya sama aja dengan hewan, yakni kebutuhan jasmani dan naluri. Nah, yang membedakannya dengan hewan, Allah memberikan akal buat manusia.

 Oya, seperti halnya kebutuhan jasmani, naluri juga memerlukan pemenuhan lho. Nah, termasuk naluri beragama(gharizatu at-tadayyun) ini. Baik manusia maupun makhluk Allah yang lainnya memiliki naluri ini, dan tentunya kudu ada pemenuhannya yang benar. Firman Allah Swt:

 “Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.”(QS al-Isra [17]: 44)

 Dalam ayat lain Allah menjelaskan:

 “Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya.”(QS an-Nuur [24]: 41)

 Sobat muda muslim, pengertian ‘tasbih' ini sebagai bentuk naluri beragama, yakni mensucikan sesuatu yang diyakini, bahwa Dialah Sang Pencipta. Oya, pensucian ini adakalanya ditampakkan dengan bentuk ibadah, kadang juga cuma sebatas penghormatan atau kekaguman aja (ini minimal banget lho).

 Perasaan lemah, kurang, dan kerdil manusia di hadapan zat Yang Maha Agung, yang membuat manusia kemudian mengagung-kanNya dalam ibadah. Eh, sebenarnya nggak cuma dalam ibadah lho perasaan seperti ini. Bergama itu fitrah. Itu sebabnya, di luar ibadah pun manusia tetep memerlukan agama yang sesuai dengan fitrah-nya yang lemah, kurang, dan tentunya memerlukan banget zat Yang Maha Agung .

 Maka, nggak salah dong kalo kemu-dian manusia akan mencari agama yang sesuai dengan fitrah-nya, yakni agama yang diturunkan oleh zat Yang Maha Agung, Dialah, Allah Swt. Jadi jelas, inilah alasan rasional bahwa manu-sia membutuhkan agama dan membutuhkan agama dari Allah Swt dan bukannya dari yang lain. Catet, Brur!

 Nah, dengan demikian, kalo ada orang yang masihnekatz nggak membutuhkan agama dengan alasan agama adalah candu dan cuma hayalan aja, maka jelas tuh orang lagi ngigo, bukannya mikir. Tul nggak? Itu sebabnya, para penulis biografi Nietzsche menganggap Nietzsche lagi nggak nyadar ngomong begitu.

 Lagian kita bisa jelaskan bahwa manusia sebetulnya emang butuh pemenuhan naluri beragama (dalam hal ini mensucikan sesuatu). Cuma memang naluri ini bisa dimanipulasi. Buktinya, orang ateis di Soviet jaman baheula mereka memang nggak percaya Tuhan, tapi mereka percaya dan hormat ama para pahlawan mereka (bahkan mensucikannya lho). Yup, inilah akibat nggak dituntun ama agama yang benar. Nah, itu artinya naluri emang nggak bisa dihilangkan, sampai kapan pun. Tapi bisa dialihkan saja.

 Jadi ateis? Amit-amit!

 Orang yang ateis itu sebenarnya udah menipu diri mereka sendiri. Memanipulasi naluri mereka untuk mensucikan sesuatu dan mendorongnya untuk tidak mengakui adanya sang pencipta. Mereka mengalihkan ‘penghormatan' atas ketidak-berdayaannya kepada sesuatu yang lebih riil dalam pandangan mereka. Bukan sesuatu yang gaib yang nggak bisa mereka lihat.

 Ini artinya bertolak-belakang dengan kondisi manusia itu sendiri yang emang lemah, tapi mereka nggak mau mengakui kelemahan-nya. Buktinya nggak rela kalo mensucikan sesuatu yang nggak bisa mereka rasakan dan lihat. Padahal seharusnya kelemahannya ini menjadikan mereka meyakini sesuatu yang Maha Agung dan Maha Kuasa yang tentunya berbeda banget dengan makhlukNya, yang salah satu kelebihanNya nggak bisa dilihat oleh mereka. Aneh bin ajaib kan?

 BTW, kenapa para ilmuwan banyak yang menjadi ateis ya? Ehm, kamu masih ingat kasus tewasnya Galileo Galilei? Yup, karena ilmuwan yang atu ini menyatakan perbedaan pendapat-nya dengan para rohaniwan gerejayang keu-keuh meyakini bahwa bumi adalah pusat tatasurya. Tapi Galileo mengatakan, matahari-lah pusat tatasurya, terutama setelah ia yakini dengan pasti ketika berhasil membuat teleskop. Hasilnya, Galileo tewas dibakar dan dianggap pernyataannya yang kontroversial itu sebagai bentuk pembangkangan atas ‘fatwa' gereja yang udah disepakati itu.

 Setelah itu, ribuan ilmuwan Barat, terutama di Perancis berbondong-bondong ninggalin agama mereka. Mereka menjadi ateis. Celaka dua belas tuh!

 Banyak lho, di sini juga yang begitu. Kaum muslimin yang kritis tapi lemah iman dan ilmu, mereka cepat nggak puas dengan ajaran Islam yang dinilainya nggak bisa mengubah kondisi masyarakat. Kebetulan yang dilihatnya dari Islam sebatas ibadah ritual belaka.

 Mereka mikir, bahwa wirid dan sekadar baca “yasinan” dan melakukan “tahlilan” nggak bakalan ngubah kondisi masyarakat yang terus meluncur masuk jurang kerusakan di berbagai bidang. Ujungnya, meski seba-gian masih ada yang menge-nakan stempel muslim, tapi mereka udah memilih menjadi pengikut sosialisme-komunis-me. Bahkan yang mengagetkan, banyak mahasiswa muslim di negeri ini bangga menjadi bagain dari kaum “Marx”: “I am Marxis!”Naudzubillahi min dzalik!

 Sobat muda muslim, jangan sampe agama sekadar jadi status aja. Tapi sebaliknya, agama kudu kita jadikan sebagai pandangan hidup. Kita wajib menjadi pejuang dan pembela untuknya. Ya, layaknya yang udah jatuh cinta, kita kudu mengorbankan diri kita, sepenuh hati kita. Oke deh, buang jauh-jauh semua pikiran yang nggak bener dalam benak kita. Jadi kalo ada yang masih bangga dengan paham ateis, mending ke laut aja deh! Tul nggak?

 Bersama Islam, kita bahagia

 Allah udah menjanjikan dalam ayatNya:

 “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.”(QS ali Imran [3]: 19)

 Tuh kan, jelas bahwa cuma agama Islam yang dirodhoi sama Allah. Itu sebabnya, kita kudu bangga en pede jadi muslim. Jangan pernah pindah ke lain akidah deh. Cukup kita yakini Islam sebagai pandangan hidup kita. Harus itu!

 Itu sebabnya, dalam ayat lain Allah menjelaskan dalam firmanNya:

 “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”(QS ali Imran [3]: 85)

 Wah rugi tuh orang yang nggak menjadikan Islam sebagai agamanya. Apalagi jadi ateis. Kagak pake dah! Jadi jelas lho, beragama itu, dan yang pasti beragama Islam, adalah sebuah pemenuhan yang rasional. Kita nggak bisa lagi berlindung di balik alasan apa pun untuk menyingkirkan Islam dari kehidupan kita.

 Sebaliknya, kita kudu menjadikan Islam sebagai pandangan hidup kita. Sebagai ideologi! Mulai sekarang, buang jauh-jauh ide segala yang bisa meracuni pemikiran kita. Jangan mau deh berga-bung dengan orang yang antiagama, apalagi yang ateis. Kita sudah cukup merasakan bahwa beragama (Islam) itu emang asyik dan tentunya sesuai fitrah.

 Oya, biar kita tetep oke, mari kita juga berjuang untuk menegakkan dan menerapkan Islam sebagai ideologi negara. Tul nggak? Tetep semangat ye![solihin]

   Buletin Studia31 Desember 2003 - 18:19 Tahun Baru, Dosa Baru?    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 175/Tahun ke-4 (29 Demsember 2003)

 Suer, bukannya kita nanya yang nggak-ngak sama kamu semua. Tapi kita nanya jujur aja, apa tahun baru kudu bikin dosa baru? Kedengarannya emang nyentil. Tapi ini aseli ngajak kamu mikir. Jadi, berbahagialah kita yang udah dapetin teman baik buat ngajak kita ke jalan yang benar. Dunia dan akhirat pula.Wuih, uenake!

 Sobat muda muslim, gejala yang umum ditampakkan oleh masyarakat kita menjelang berakhirnya tahun masehi adalah maraknya pesta penyambutan tahun baru. Semua kalangan merayakannya dengan penuh suka cita. Adik-adik kita, ponakan, paman-bibi, ayah-ibu, kakek-nenek, pokoknye semua merasa kudu merayakan tahun baru. Heboh banget tuh!

 Acara ‘wajib' di malam tahun baru seperti arak-arakkan di jalan raya; baik jalan kaki maupun pake kendaraan bermotor, tiup terompet, dan pesta kembang api udah biasa digelar. Di malam itu, yang ada adalah kita dan kesenangan. Semua larut dalam gempitanya perayaan tahun baru.

 Para biduan dangdut ibukota juga menuai untung di malam itu. Ikut merayakan bergantinya tahun dengan menghibur masyarakat lewat tarikan suara dan aksi jogetnya yang bikin jantung kaum Adam deg-deg plas! Ah, pokoke dunia ini kayak bergetar hebat di malam tahun baru itu.

 Selain aksi ‘gila-gilaan' di malam tahun baru, ada juga yang menyambut tahun baru dengan segudang agenda. Mulai agenda yang baik, agak baik, sampe yang miskin manfaat, bahkan menyesatkan.

 Para desainer udah gembar-gembor dua bulan sebelum berakhirnya tahun ini. Mereka membuat model pakaian yang bakalan tren di tahun depan, juga mereka-reka kira-kira model rambut yang kayak gimana yang bisa jadi tren di tahun depan. Para produsen kosmetika juga gencar memamerkan seni tatarias wajah yang oke punya, tentu dengan dukungan kosmetik yang dibuatnya.

 Selain para desainer dan produsen kosmetika, yang ikutan heboh kalo menyambut tahun baru begini adalah para dukun dan tukang ramal. Jampi dan mantera mereka dipercaya sebagian besar masyarakat ampuh untuk bekal di tahun depan. Ramalan via kartu tarot, teropong lewat bola kristal, atau cuma dengan melihat garis-garis di telapak tangan langsung kebaca sama para normal perjalanan nasib pasiennya itu. Lengkap dengan trik en tips kalo terjadi sesuatu di kemudian hari.

 Para dukun juga sigap mengawal pasien mereka yang meminta tolong kepadanya. Dikerahkanlah seluruh lelembut dari bangsa jin untuk menjadi bodyguardnya. Harapannya, tahun depan keberuntungan selalu menyertainya atas bantuan sang dukun. Duilee.. pede banget minta tolong ama dukun? Kagak salah tuh? Ati-ati yee..!

 Belum lagi paranormal yang sok tahu bikin pernyataan tentang masa depan negeri ini dan juga kondisi beberapa negara. Wah, ada-ada aja ya? Aneh bin ajaib emang. Celakanya, banyak yang percaya sama bualannya sang para-normal. Ckckckck.. pada sadar ngapa? Jangan sampe deh tahun baru justru bikin dosa baru. Kagak nyaket tuh di otak! Hehehe...

 Hey, ada juga lho yang cuek bebek ama perayaan tahun baru.Mereka anggap biasa aja dan biarkan jalan sendiri. Sayangnya, mereka emang udah dari sononye kagak punya planning: dari hari ke hari, dari minggu ke minggu, dan dari bulan ke bulan nggak ada peningkatan. Prinsip hidupnya “gimana nanti aja” Wah, kacau banget kan?

 Kalo pun mau kan harus-nya pada mulai mikirin gimana masa depan kita. Ini malah kebalik, masa depan mah gimana nanti aja. Hih, amit-amit, pantesan jalan di tempat aja. Kita kan nggak tahu nasib kita di masa depan ya? Itu sebabnya, melakukan yang terbaik itu musti digeber abis-abis-an sebisa mungkin dan secepat mungkin. Biar kagak nyesel di kemudian hari. Jangan sampe baru nyadar kalo ajal udah menjem-put kita. Lagian, kita nggak tahu kan kalo ajal bakalan datang cepat atau lambat. Tul nggak?

 BTW, gimana sih hukumnya ngerayain tahun baru masehi, en bagaimana sikap kita seharusnya dalam manfaatin waktu ini? Gimana juga biar nggak tergoda tren-tren yang nggak bener?

 Jangan latah ikutan heboh

 Merayakan tahun baru nggak diajarin sama Islam.Apalagi dengan cara-cara yang berbumbu maksiat. Itu artinya, perayaan tahun baru adalah budaya khas di luar Islam. Bukan berasal dari Islam!

 Umat Islam oleh Rasulullah tidak diajarkan sama sekali menyambut tahun baru. Nggak sama sekali. Lagian emang penentuan dan penanggalan tahun hijriah sendiri jauh setelah Rasulullah saw. wafat. Dan para sahabat pun tidak pernah merayakannya.

 Awal perhitungan tahun yang didasarkan peristiwa Hijrah dimulai pada tahun 17 Hijriyah (H), atau 7 tahun sesudah wafatnya Nabi Muhammad saw. Tepatnya, terjadi waktu zaman pemerintahan Khalifah Umar bin Khathab.

 Menurut salah satu riwayat, yang mendorong perhitungan tahun ini adalah adanya surat dari Abu Musa al-Asyari, amir alias gubernur di Basrah kepada Khalifah Umar bin Khattab, bahwa ia menerima surat dari Khalifah yang tidak bertarikh tahun dan hal ini menimbulkan kesulitan.

 Pada pembahasan mengenai soal perhi-tungan tahun terse-but, terdapat beberapa alternatif yang muncul. Ada yang menawarkan tahun kelahiran Rasulullah, tarikh kebangkitannya menjadi Rasul, dan ada pula yang manawarkan patokannya berdasarkan tahun wafat Nabi.

 Diperoleh keterangan, Dr. Hasan Ibrahim Hasan dalamZu'amaul Islam (1953) pernah melukiskan, bahwa pada suatu hari Khalifah Umar bin Khathab memanggil dewan permusyawaratan untuk membicarakan perihal sistem penanggalan. Dalam kesempatan itu, Ali bin Ali Thalib mengusulkan agar penanggalan Islam dimulai sejak peristiwa hijrah ke Madinah sebagai momentum saat ditinggalkannya bumi musyrik.

 Usulan itu diterima sidang. Khalifah Umar pun menerima keputusan dan mengumumkan berlakunya Tahun Hijriyah. Sebenarnya, Hijrah Nabi sendiri pada Kamis akhir bulan Safar, dan keluar dari tempat persembunyiannya di Gua Thur pada awal bulan Rabiul Awal, yaitu Senin 13 September tahun 622 Masehi. Tetapi Umar serta sahabat-sahabatnya setuju memulai tarikh Hijrah dari bulan Muharram tahun itu karena Muharram merupakan bulan yang mula-mula Nabi berencana berhijrah dan bulan selesainya mengerjakan ibadah haji.

 Jadi nggak ada keterangan bahwa Nabi mengajarkan perayaan tahun baru hijriah sekalipun, apalagi menyuruh merayakan tahun baru masehi. Kitanya aja yang latah ama budaya selain Islam. Tul nggak?

 Sekadar kamu tahu, perayaan tahun baru ini adalah biasa dilakukan oleh umat agama lain. Misalnya kaum Yahudi, mereka juga punya tahun baru dalam penanggalan mereka. Nah, setiap mereka masuk tahun baru Ros Sahanah, seluruh umat mereka di masa lalu menyam-butnya dengan pawai keliling kota sambil meniup terompet en pesta semalam suntuk!

 Terus, orang-orang Cina biasa merayakan tahun baru Imlek. Di masa lalu, mereka berharap kepada dewa mereka keberkahan. Nah, karena dalam mitos Cina biasanya kalo tahun baru mereka, selain kebaikan ada juga kejahatan yang dibawa setan. Itu sebabnya, mere-ka kudu menyalakan petas-an atau minimal nyala api (kini dimodifikasi dengan kembang api) sebagai sim-bol untuk mengusir setan.

 Nah, jadi kalo kita merayakan tahun baru, apalagi tahun baru masehi, maka itu jatuhnya maksiat. Hih, ati-ati deh. Jangan sampe kita latah ikutan heboh dengan budaya kaum di luar Islam. Apalagi kalo itu berkaitan erat dengan prosesi keagamaan mereka.

 Firman Allah Swt.:

 “Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu,”(QS al-Furqan [25]: 72)

 Cuma sayangnya, dengan penanggalan tahun masehi (menurut aturan Nashrani) yang digunakan secara internasional, kita jadi merasa lebih dekat banget dengan budayanya. Seolah-olah hal yang biasa. Maka dalam merayakannya pun kita yakin deh, bahwa teman-teman tuh nggak ngerti silsilahnya. Nah, kita ajak deh supaya mau meninggalkan budaya nggak bener ini. Jangan sampe temen-temen tersesat kian jauh dari Islam.

 Firman Allah Swt.:

 “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).”(QS al-An'aam [6]: 116]

 Waktu = alat ukur evaluasi diri

 Sobat muda muslim, pergantian siang dan malam, pergantian hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun, jadikan sebagai alat ukur untuk mengevaluasi kemajuan diri kita. Karena memang kita diajarkan untuk itu.

 Firman Allah Swt.:“Demi Waktu.Sesungguhnya manusia itu be-nar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang ber-iman dan menger-jakan amal saleh dan nasihat me-nasihati supaya mentaati kebe-naran dan nasi-hat menasihati supaya menetapi kesabaran”(QS al-Ashr [103] 1-3 )

 Rasulullah saw. bersabda:“Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan baik amalannya, dan sejelek-jeleknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan jelek amalannya.”(HR. Ahmad)

 Orang yang pasti beruntung adalah orang yang mencari kebenaran, orang yang menga-malkan kebenaran, orang yang mendakwahkan kebenaran dan orang yang sabar dalam menegakan kebenaran. Mengatur waktu dengan baik agar tidak sia-sia adalah dengan mengetahui dan memetakan, mana yang wajib, sunah, haram, mana yang makruh, en mana yang mubah. Intinya kudu taat hukum syara.

 Itu artinya perubahan waktu ini harusnya kita jadikan momentum (saat yang tepat) untuk mengevaluasi diri. Jangan malah hura-hura bergelimang kesenangan di malam tahun baru. Sudahlah merayakannya haram, eh, caranya maksiat pula. Waduuuh, apa itu nggak dobel-dobel dosanya?Naudzubillahi min dzalik!

 Sobat muda muslim, ada dua hal yang bikin manusia tuh lupa diri. Rasulullah saw. bersabda:“Ada dua nikmat, dimana manusia banyak tertipu di dalamnya; kesehatan dan kesempatan.”(HR Bukhari)

 Nggak baik kalo kita nyesel seumur-umur akibat kita menzalimi diri sendiri. Sebab, kita nggak bakalan diberi kesempatan ulang untuk berbuat baik atau bertobat, bila kita udah meninggalkan dunia ini. Firman Allah Swt.:

 “Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesem-patan bertaubat lagi.”(QS ar-Rûm [30]: 57)

 Jadi, nggak usah deh kita ikutan heboh merayakan tahun baru masehi. Kita evaluasi diri, dan itu dilakukan setiap hari biar lebih seru. Yuk kita tingkatin terus amal baik kita, jangan cuma menumpuk dosa.Yup, mulai sekarang.Are you ready?[solihin]

    Buletin Studia23 Maret 2005 - 16:40 Ingin Jadi Cowok-Cowok Keren?    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 169/Tahun ke-4 (3 Nopember 2003)

 Ngomongin soal cowok keren (bukan cowok kran lho, emang-nya tukang ledeng) ini jadi demenannya kaum hawa ter-utama remaja putri. Mereka pasti punya krite-ria masing-masing untuk uru-san cowok keren. Mulai darigaya busana, penampilan, wajah, prestasi, pekerjaan, mobil, hoby, sampe isi dompet semua ada standarnya. Walhasil cowok-cowok ‘Meteor Garden' personil F4, ‘Westlife' atau ‘Element' yang punya tampang kece bincute mewakili karakter cowok keren yang banyak digandrungi remaja putri. Ehm.. ehm.. kayaknya ada yang mo ngaku neh. Hehehe..

 Tapi bukan berarti urusan cowok keren cuma buat kaum hawa aja. Anak cowok juga mau nggak mau kudu terlibat. Soalnya mereka yang jadi ‘OP' alias obyek penderita. Malah ada juga anak cowok yang hobi nyari bocoran tipe cowok-cowok keren yang diminati anak putri. Biar bisa menyesuaikan.Kan lumayan kalo setiap penampilannya mengundang decak kagum dari gadis pujaan hatinya. Sampai bela-belain ngutang atau minjem produk Nike, GAP, Levi's, Lea, Tommy, atau Diesel biar asyik dipake mejeng. Kasihan banget tuh, mejeng tapi dapet minjem. Hihihi..

 Tapi, sebenernya kayak gimana sih cowok keren itu? Kalo butuh modal gede, kasihan banget bangsanya Boim atau Gusur sohibnya Lupus yang secara finansial, fisik danfenam-pilannya serba cekak itu. Daripada pusing, mending baca terus. Tariik maang….!

 Gayahidup metropolis

 Gayahidup metropolis kian kental dalam nuansa tayangan sinetron televisi negeri ini. Sebuahgaya hidup yang penganutnya doyan memanjakan kenikmatan hidup daripada pusing mikirin arti hidup itu sendiri. Lebih sukagaya daripada makna. Kiranyagaya hidup seperti inilah yang coba diungkap sinetron terbaru produksi Multivision Plus bertajuk”Cowok-Cowok Keren ” (CCK). Dibintangi Mark Peter, Okan Cornelius, Teuku Zacky, en Randy Bragi, yang nongol setiap senin malam di RCTI.

 CCK mengisahkan ulah nakal alias petualangan seks empat eksekutif mudakota metropolitan. Seolah memvisualisasikan isi buku best seller Moammar Emka yang menguak sisi gelap kehidupan malamkota metropolis melalui “Jakarta Undercover -nya”. Di sepanjang tayangan, hadir perempuan-perempuan yang ditampilkan berlenggak-lenggok dengan pakaian minim, sok-sok manja dan menggoda. Bahkan dalam salah satu episode, ditampilkan adegan pertandingan catur yang bersyarat siapa pun yang kehilangan buah catur harus melepaskan pakaian satu per satu. Dan salah satu pemainnya yang perempuan, sebelum pertandingan berakhir, ia sudah harus mananggalkan semua pakaiannya! Parah bangetkan ?

 Otomatis CCK ini langsung menuai kritik super pedas dari pengamat media Ade Armando dalam kolom resonansi harian Republika tanggal 18 Oktober 2003. Beliau mengungkapkan, CCK yang beliau kasih gelar tayangan yang buruk luar biasa ini diputar pada jam tayang keluarga dengan rating BO alias Bimbingan Orang-tua. Dengan kata lain RCTI mempersembahkan acara ini kepada penonton semua umur, meski dengan peringa-tan: ‘'...para orang tua harap mendampingi anak-anak.... '' lho? Padahal keme-suman merajalela di sinetron ini. Setiap pekan pemirsa televisi disuguhi adegan berlangsungnya semacam pesta seks.Ada karakter yang digambarkan sebagai ‘'ber-ganti-ganti pasangan tidur'', memiliki kebiasaan men-yimpan celana dalam pasangannya, dan yang bicara dengan terbuka, ‘'Seks ada di malam hari; karena itu wanita hanya menggairahkan di malam hari.''

 Menurut pihak RCTI, jika dilihat kehidupan eksekutif muda metropolitan saat ini, cerita tersebut memang banyak benarnya. Cerita tentang kehidupan eksekutif mudaJakarta dengangaya hidup hedonis dan pergaulan seks yang bebas selama ini memang menjadi suatu kenyataan yang selalu ditutup-tutupi. “Tidak salah jika ada pihak yang memprotes sinetron ini. Semua orang memiliki cara berpikir dan nilai yang berbeda-beda. “Ini masalah subyektivitas, semua orang bebas berpendapat,” demikian jelas Mita, humas RCTI ketika dihubungi detikcom, Jumat siang (26/9/2003 ). “Tetapi, selama keputusan akhir belum tercapai kami masih menayangkan baik program maupun promonya,” tambah Lala Hamid, Direktur Program RCTI. Nah lho!

 Rupanya gelombang protes yang dilayangkan dari Aliansi Masyarakat Anti Pornografi dan Pornoaksi (AMAPP) atau kritikan pedas Ade Armando hanya membuahkan promosi gratis. Dan tentu dengan menayangkannya beberapa pekan di jam utama, RCTI berharap sudah ada cukup banyak fans CCK yang nantinya akan bersedia menonton sinetron favoritnya ini bila jam tayangnya dipindahkan menjadi lebih malam. Kalau memang ini alasan mereka, keliatan bangetkan kapitalisnya. Demi uang, sering kali media informasi bermetamorfosis menjadi media dekadensi moral. Menyedihkan!

 Cowok keren versi hedonis

 Penayangan sinetron CCK —seperti penayangan sinetron yang lainnya— makin menggiring masyarakat ke arah budayahedonis danpermissive yang berasal dari orang kafir Barat. Budaya hedonis menyeret masyarakat ke dalam kehi-dupan yang hanya mengejar kesenangan duniawi semata. Sehingga berkembang peri-laku keserba-bolehan (permis-sive ) dalam berbuat dan berpikir demi meraih predikat konglo-merat yang hidup serba ‘wah' dan mampu menyalurkan hawa nafsunya di mana saja kapan saja. Iih…kayak ayam jago aja!

 Selaingaya hidup mewah yang identik dengangaya hidup metropolis, kaum hedonis juga punya standar sendiri dalam menilai manusia. Mereka menilai derajat manusia berdasarkan penampilan fisik dengan segala aksesorisnya semata. Seperti yang digam-barkan dalam sinetron CCK itu. Kaum hedonis seolah mengelompokkan cowok ke dalam dua kategori,with ‘N'or without ‘N'. Cowokwith ‘N' artinya cowok keren. Yang selalu punya nilai lebih dalam berpenampilan. Sementara cowokwithout ‘N' berarti cowok kere alias cowok yang nilainya minus semua dalam berpenampilan. Yang ngerasa harap sabar ya. Gubrak!

 Penampilan bagi kaum hedonis wajib modis.Biar dapet gelar cowok keren atau cewek kece. Lihat aja, iklan produk minyak rambut, fashion, farfum, sepatu, mobil, sampai rokok selalu disejajarkan dengan julukan cowok keren. Kebayang, orang yang terkena wabah hedonis ini bakal repot ngelakoninnya. Soalnya butuh modal gede. Parahnya banyak remaja sekarang yang masih disubsidi penuh ama ortunya mulai terjangkiti wabah hedonis. Meski kantong cekak, penampilan tetep kudu enak. Nggak mau tahu, pokoknya orangtua kudu siap mensuplai segala kebutuhannya dalam berpenampilan. Kalo perlu pake aksi merengek, tutup mulut, atau banting pintu.

 Padahal pepatah bilang “don't judge the book by its cover ”. Artinya, jangan beli buku kalo nggak ada kovernya…hehehe… keliru dink. Yang bener, jangan pernah menilai orang dari penampilan luarnya.Suer . Belum tentu cowok-cowok keren itu tingkah lakunya sekeren tampangnya. Banyak cowok-cowok keren dalam biskota or gerbong kereta yang punya tampangeye catching . Dipadukan dengan setelan ‘esmud'. Potongan rambut sampai sepatu klimis abis. Tapi hobinya ngambil dompet or HP orang tanpa permisi. Dasar copet!

 Selain penampilan dangaya hidup, cowok keren juga kudu punya fisik yang oke. Standarnya; wajahhandsome , berjenggot, no jerawat dengan dagu lancip belah tengah. Nggak cuma itu, kaum hedonis juga memfokuskan perhatiannya ama fisik cowok keren dari sisisex appeal (daya tarik seksual)–nya. Karena bagi mereka, hubungan pria dan wanita nggak punya nilai lebih selain untuk pemuasan syahwat semata. Cewek-cowok berlomba-lomba me-nonjolkan lekuk tubuhnya yang punya daya tarik seksual. Yang cowok jadi penghunifitness centre biar badannya kekar, dadanya bidang, otot-ototnya juga pada nonjol. Sementara yang cewek pada pake bajufull pressed body . Lontong aja kalah ketat.

 Sobat muda muslim, kayaknya kita kudu makin hati-hati dengan beredarnya para ‘pengemban dakwah' hedonis yang menjelma sebagai selebritis dengan gaya hidup metropolis. Kemuliaan seseorang hanya dinilai dari penampilan fisik dangaya hidup. Padahal itu semua cuma sementara doang dan bisa bikin kita kecele di akhirat nanti. Karena Allah swt. cuma menilai keterikatan kita ama hukum-Nya selama di dunia yang punya nilai plus. Bukan penampilan fisik atau aksesoris, seperti yang dipahami kaum hedonis. Yo'ikan ?

 Cowok keren versi Islam

 Nggak sedikit lho, orang menilai remaja muslim selalu masuk kategori cowokwithout ‘N'. Apalagi sampai diidentikkan dengan peci, sarung, dan baju koko yang jadi aksesoris kebangsaannya. Memang ada yang kayak gitu, tapi nggak semuanya. Kayaknya keterlaluan banget deh kalo remaja muslim masih menilai orang dari penampilannya doang. Padahal Rasulullah dalam salah satu hadisnya menerangkan bahwa Allah swt. tidak melihat kemuliaan seseorang itu dari wajah, pakaian, atau penampilan dengan segala aksesisnya. Melainkan dari hati dan ketakwaannya. firman Allah swt.:

 “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.”(QS. al-Hujurât [49]: 13 )

 TapiDon't worried , Islam nggak melarang remaja muslim untuk berpenampilan oke.Karena Allah juga menyukai keindahan selama masih dalam koridor aturan-Nya. Tapi boleh bukan berarti harus. Jadi remaja muslim juga kudu pintar dan sholeh. Pintar dalam arti mampu menjadikan Islam sebagai standar dalam berpikir dan berbuat. Ini bisa diperoleh kalo kita nggak alergi dengan pengajian wawasan Islam yang lagi marak di bulan suci ini. Dengan modal itu, kita bisa menjadi anak yang sholeh. Dan semuanya bukan omong kosong. Para sahabat Rasulullah saw juga banyak yang masuk kategori remaja muslim idaman.

 Contohnya Mushab bin Umair. Seorang remaja muslim yang jadi duta pertama guna membuka dakwah pertama kalinya di Madinah. Dia dibesarkan di tengah keluarga quraisy terkemuka. Wajahnya tampan, hidupnya mewah, serba kecukupan, dan selalu menjadi bintang di tempat-tempat pertemuan. Wajar aja kalo dia menjadi buah bibir gadis-gadis Mekkah. Dia memang keren, Tao Ming Tse aja kalah. Tapi lebih keren lagi ketika dia meninggalkan kehidupannya yang luks agar bisa memeluk Islam. Sampai Rasulullah saw. berkata: “Dahulu saya lihat Mush'ab ini tak ada yang mengimbangi dalam memperoleh kesenangan dari orangtuanya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. ”

 Selain Mushab, ada sahabat Ali bin Abi Thalib r. a. Beliau termasuk salah satu khulafaur Rasyidin.Di usianya yang sangat muda (8 tahun) dia sudah masuk Islam. Bahkan berani menghadapi bahaya dengan menggantikan posisi tidur Rasulullah saw. yang akan dibunuh orang-orang kafir saat peristiwa hijrah. Dan masih banyak sahabat Rasulullah saw. yang layak disebut remaja muslim idaman.

 Sobat muda muslim, jadi remaja muslim idaman itu gampang aja kok.Nggak perlu repot-repot jadi keren atau beken. Yang penting sholeh, berilmu, dan bertakwa. Caranya, mengkaji Islam dan menerapkannya dalam keseharian. Dan kita siap dengan resiko yang bakal dihadapi. Menukar kesenangan duniawi dengan kemuliaan di hadapan Allah. Dan satu lagi, jangan geer kalo efek sampingnya nanti bakal diuber-uber para akhwat. Makanya kalo pinjem uang, jangan lupa balikin. Hehehe..

 Sekarang udah tahu kan siapa cowok keren itu? Yang pasti bukan versi hedonis dong. Tapi remaja muslim idaman umat dan... efek sampingnya, jadi idaman para akhwat. Setuju? (pembaca ngangguk-ngangguk) Nah, gitu dong.

 Nah, biar oke juga, mari kita perdalam Islam dengan penuh semangat. Nggak boleh males-malesan, apalagi males beneran.[hafidz]

 

   Buletin Studia24 Oktober 2003 - 16:36 Ramadhan: Obral Pahala, Hapus Dosa    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 168/Tahun ke-4 (27 Oktober 2003)

 Kebanyakan remaja putri sering ngerasa gelisah bin uring-uringan pas mau dateng bulan. Malahan sampe ada yang minumkiranti ataufeminax . Tapi untuk bulan yang satu ini, kayaknya nggak perlu deh uring-uringan. Apalagi sampe grasak-grusuk nyari obat. Justru kita kudu sambut dengan gembira kedatangan bulan yang satu ini. Nggak cuma buat anak cewek, tapi untuk semua-mua. Remaja-remaji, tua-muda, kakek-nenek, pedagang-pembeli, baik pengemis maupun selebritis. Karena di bulan ini bakal ada obral gede-gedean. Suer!

 Asli. Kita nggak bo'ong. Di bulan Ramadhan yang udah di pelupuk mata itu, kita temui bakal ada obral pahala gede-gedean yang jadi ciri khas bulan mulia ini. Coba bayangin, di bulan suci ini pahala kebaikan kita akan dilipatgandakan. Kalo kita ngerjain ibadah sunnah, dapet pahala ibadah wajib. Sedangkan pahala ibadah wajib, dilipatgandakan sampe 700 kali dari biasanya.

 Udah gitu, puasa ramadhan dijanjikan Allah akan menghapus dosa-dosa kita yang lalu. Dan di sepuluh malam terakhir bulan ini ada‘door prize' spesial,lailatul qadar . Yang lebih baik dari seribu bulan. Tuh, gimana nggak seneng coba? Makanya jagain yuk!

 So, nggak baik kalo cuma bengong setelah baca tulisan ini. Buruan, jangan sampe ketinggalan. Selagi masih ada waktu, segera persiapkan diri kita untuk menyambut datangnya bulan mulia yang cuman satu bulan dalam setahun. Iiih…..jadi nggak sabaran pengen cepet-cepet hari-'H', jam-'J', dan detik-'D'!

 

 Bekal yang kudu kita siapkan

 Sobat muda muslim, rugi abis deh kalo kita ngerasa nggak ada yang istimewa di bulan ramadhan. Soalnya cuma di bulan ini banyak pahala yang dilipatgandakan untuk setiap kebaikan dan banyak dosa yang diampuni. Makanya pantas banget kan kalo setiap detik di bulan Ramadhan ini kita isi dengan beramal sholeh. Karena itu banyak yang kudu kita persiapkan: fisik, mental, dan ilmu. Catet ya!

 Persiapan fisik. Nggak salah kan kalo banyak aktivitas ibadah di bulan ramadhan ini yang menyita tenaga kita lebih banyak. Setiap hari mulai dari terbit fajar sampe terbenam matahari. Sementara siangnya kita juga tetep harus beraktivitas seperti biasanya. Ya kerja, kuliah, atau sekolah. Belum lagi aktivitas ibadahnya. Shalat tarawih yang rakaatnya banyak, tilawah quran, silaturahmi ke sodara, ikut sanlat atau kajian Islam, dsb. Pokoknya bejibun deh. Itu sebabnya, jangan sampe deh, mentang-mentang puasa kita jadi nggak produktif.

 Biar nggak gempor, fisik kita bisa dilatih dengan berolahraga kaya jjs alias jalan-jalan shubuh. Tapi mohon dengan hormat untuk tidak ada acara campur-baur cewek-cowok lho. Selain olahraga, istirahat yang cukup juga kudu terpenuhi.

 Tapi juga jangan berlebihan. Mentang-mentang tidurnya orang puasa dapet pahala, seharian tidur mulu. Ih, malu dong ama sang mentari yang melek terus. Nah lho. Jadi kudu ati-ati tuh.

 Persiapan mental. Ini nih yang rada-rada susah. Banyak dari kita yang gagal dalam menahan hawa nafsu. Kita kudu pandai-pandai mengendalikan diri. Meski digodain ama adek kita yang asyik jilatin es krimconello rasacapucino di tengah terik panas siang hari, tapi kita tetep tahan godaan.

 Oya, buat teman cewek, hati-hati lho. Fakta menunjukkan banyak kaum hawa yang mulutnya puasa dari lapar dan haus, tapi nggak untuk urusan gosip…gosip…gosiiip…. Jadi IWAPI lho, aliasIkatan Wanita Penyebar Isu .

 Puasa kamu memang nggak batal dengan ngegosip, tapi pahalanya bisa berkurang karena ngomongin kejelekan orang lain alias ghibah. Nah, biar kita nggak gampang tergoda, alihkan perhatian kita dengan ikut kegiatan keislaman yang marak di bulan ini. Selain dapet pahala, bisa mengalihkan kita dari hal-hal yang memancing nafsu kita. Tul nggak?

 Oya, kamu juga kudu persiapan ilmu, lho. Kita khawatir banget kalo aktivitas kita di bulan ramadhan ternyata sia-sia kalo nggak tahu ilmunya. Niatnya amal sholeh, malahan jadi amal salah. Berabe khan. Makanya jangan bosen bin bete ngikutin acara-acara pengajian atau sanlat. Banyak ilmu bermanfaat yang bisa kita peroleh. Kita jadi tahu rambu-rambu dalam berpuasa.Ada hal-hal yang membatalkan puasa, tapi nggak sedikit yang hanya membatalkan pahala puasanya aja.

 Dan yang terakhir, rasanya plong jika kita masuki bulan Ramadhan dengan hati bersih dan lapang. Alangkah mulianya jika menjelang Ramadhan kita minta maaf kepada orangtua. Minta ampunan jika telah berbuat durhaka kepada mereka. Saling memaafkan juga berlaku buat temen-temen kita. Sudah siap? Tariik maaang!

 

 Ladang pahala

 Sobat muda muslim, meski secara fisik kita diwajibkan untuk menahan rasa lapar dan haus, plus menghindari perbuatan maksiat, namun bukan berarti kita juga kudu puasa dari aktivitas amal shaleh. Mulut boleh istirahat dari mengunyah makanan seharian, tenggorokan boleh kering, perut boleh keroncongan menahan lapar, tapi semangat untuk beraktivtas mulia kudu tetap menyala. Banyak ladang pahala selain shaum yang bisa kita peroleh di bulan puasa.

 Ba'da shalat shubuh, di sela-sela waktu senggang kita di siang hari, atau ba'da shalat malam bisa kita isi dengan tilawah quran.

 Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda:“Shaum dan Quran itu memintakan syafaat seseorang hamba di hari Kiamat nanti. Shaum berkata : Wahai Rabbku,aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku hak untuk memintakan syafaat baginya. Dan berkata pula al-Quran : Wahai Rabbku aku telah mencegah dia tidur di malam hari (karena membacaku), maka berilah aku hak untuk memintakan syafaat baginya. Maka keduanya diberi hak untuk memintakan syafaat.”( HR Ahmad, Hadits Hasan)

 Nah, kita bisa tuh selalu menyediakan al-Quran kecil di tas, di atas meja belajar, atau di kamar kita. Biar gampang nyari kalo mau baca. Bukan buat dipelototin. Apalagi cuma pajangan.

 Kurang lengkap rasanya kalo menjalankan kewajiban puasa tanpa diikuti dengan shalat tarawih di malam harinya. Banyak keutamaan yang bisa diperoleh dengan shalat tarawih. Mulai dari pengampunan dosa sampai Allah permudah jalannya menuju surga. Maka selain puasanya harusfull , tarawihnya juga jangan sampai berlubang. Di sepuluh malam terakhir kita bisa ber-'itikaf yakni berdiam diri di masjid dengan niat beribadah pada Allah Swt.

 Atau bisa juga kita ngadain buka bersama, aksi sosial pemberian pakaian bekas, atau bazaar sembako murah meriah. Lebih oke lagi kalo kita mengadakan sanlat. Baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar rumah. Kapan lagi orang punya semangat beribadah selain di bulan penuh berkah ini. Betul?

 Oke deh sobat. Kayaknya nggak pantes deh kalo kita cuma melewatkan hari-hari di bulan suci dengan nongkrong di pinggir jalan, seharian main gim, halma, monopoli, catur, karambol atau kegiatan lain yang miskin nilai ibadahnya.Moga puasa semua kita berkah. Memanen pahala, menghapus dosa. Berangkaaat.[hafidz]

 

 Box:

 Khotbah Rasulullah Menjelang Ramadhan

 Untuk menambah semangat kita dalam menjalankan ibadah puasa, coba simak hadis yang cukup panjang berikut yang berisi khotbah Rasulullah saw. menjelang bulan Ramadhan. Khotbah ini diriwayatkan Imam Ali r.a:

 “Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah, bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama, malam-malam di bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama, jam demi jamnya adalah jam yang paling utama.

 “Inilah bulan yang ketika engkau diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Pada bulan ini napasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Rab-mu dengan hati yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan saum dan membaca kitab-Nya. Sungguh celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada bulan yang agung ini.

 “Kenanglah rasa lapar dan hausmu sebagaimana kelaparan dan kehausan pada hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakan orangtuamu. Sayangilah yang muda. Sambungkanlah tali persaudaraan. Jaga lidahmu. Tahan pandangan dari apa yang tidak halal kamu memandangnya. Dan tahan pula pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya.

 “Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi makan untuk berbuka kepada kaum mukmin yang melaksanakan saum di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. Para sahabat bertanya, ‘Kami semua tidak akan mampu berbuat demikian.' Lalu Rasulullah melanjutkan khotbahnya. Jagalah diri kalian dari api neraka walau hanya dengan sebiji kurma. Jagalah diri kalian dari api neraka walau hanya dengan setitik air.

 “Wahai manusia! Barang siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, dia akan berhasil melewati shiraatalmustaqim, pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya dan membantunya di bulan ini, maka Allah akan meringankan pemeriksaannya di hari kiamat.

   Artikel Islami30 Agustus 2004 - 16:34 Pantaslah Surga di Bawah Kakinya    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Penulis : Ahmad Taufik*

 Banyak para pria berpikir setelah menikah segala kebutuhannya akan selalu dilayani oleh sang istri, padahal dalam kenyataannya tidak bisa begitu. Bila suatu ketika istri sakit, isteri bekerja atau sibuk ketika mengasuh si kecil apakah kita sebagai suami akan diam saja. Tentu dibutuhkan kerjasama untuk meringankan bebannya. Bahkan menurut saya, demi menjaga keseimbangan tugas dan keharmonisan kehidupan rumah tangga pekerjaan rumah tangga pun sebaiknya ditangani bersama.

 Memang tidak mudah menjalani pernyataan ini, kecuali kita sudah mengalaminya sendiri. Beruntung saya berkesempatan mengalaminya.

 Setelah menikah, saya merasakan bahwa kebahagiaan pernikahan kami menjadi terwujud sempurna lewat kehadiran putra pertama saya. Bahkan, kehadirannya juga menjadi motivator penggerak saya untuk lebih giat mencari nafkah.

 Namun, rupanya kehadiran si kecil ini lantas mengubah pola hidup keseharian kami dan membutuhkan banyak kompromi diantara kami. Awalnya semua berlaku sebagaimana cerita. Isteri mengurus si bayi dan saya pergi bekerja. Namun, tiga bulan berlalu dan masa cuti kerja isteri pun selesai. Padahal, profesi istri saya sebagai perawat mengharuskannya bekerja dengan sistem shift, yang berarti suatu ketika ia akan bertugas penuh di malam hari.

 Saya mendapati kami mulai punya satu 'persoalan'. Dimana si kecil hendak kami titipkan bila isteri bekerja shift malam? Kedua orang tua istri sudah almarhum sementara ibu saya sudah tua dan tinggal jauh dari rumah kami.

 Kami memang punya kerabat untuk menitipkan si kecil setiap kami berangkat kerja. Tetapi saat itu juga hati saya merasa berat dan tidak tenang. Dalam hati kecil saya bertanya-tanya, apakah dia rela bangun malam setiap jam untuk menyiapkan susu, mengganti popok dan melakukan keperluan-keperluan perawatan bayi lainnya? Belum lagi kerabat ini pun tentu harus mengurusi keluarganya pula.

 Akhirnya kami memulai kompromi dan memutuskan bahwa saya-lah yang akan menjaga si kecil saat isteri pergi bertugas. Jujur saja, awalnya, istri pun sempat meragukan keputusan ini sebelum akhirnya kami bisa bersepakat untuk menjalaninya.

 Malam pertama pun tiba, si kecil telah tidur dengan pulasnya lebih dulu dari saya. Sementara itu, baru beberapa saat kemudian rasa kantuk mendera saya. Namun, baru saja saya beranjak tidur, tiba-tiba si kecil menangis membuat saya sigap terjaga dan mengurusnya. Dan selanjutnya? hampir setiap satu jam berikutnya, si kecil ini selalu terbangun dan memecah kesunyian malam lewat tangisannya.

 Saya tahu bahwa tangisan merupakan alat komunikasi pertama yang dikuasai bayi sebelum bisa bicara.

 Lewat tangisanlah, bayi mengutarakan keinginan dan kebutuhannya. Jadi saya tak heran atau terganggu lagi jika si kecil menghabiskan banyak waktu untuk aktivitas ini. Namun, tentu saja saya juga harus siaga. Susu harus selalu tersedia, begitu juga kebutuhan lainnya seperti pakaiannya. Karena jika si kecil bangun dan menangis itu tandanya dia minta susu, pipis, atau buang air besar.

 Setiap kali si kecil terbangun, saya selalu melirik jam, melihat bahwa waktu demi waktu telah berlalu. Suatu kali pernah saya shalat subuh saat sudah mendekati jam enam pagi karena masih mengurusi kebutuhan si kecil. Dan pernah juga terjadi, shalat subuh saya sudah tepat waktu, tetapi baru saja hendak bertakbir, si kecil sudah terbangun dan menangis hingga dengan buru-buru saya meraih botol susu dan memberinya minum sambil berbaring disampingnya. Si kecil terdiam dan tidur kembali. Tak sadar saya pun ikut tertidur di sampingnya.

 Hal ini berlangsung non stop selama 3 bulan. Namun anehnya, saya tidak merasa capek. Kalaupun ada sedikit rasa letih, maka rasa itu akan hilang begitu saja ketika si kecil bangun menyambut pagi hari dengan mengangkat kepalanya dan menatap saya sambil tersenyum ikhlas.

 Setiap pagi, setelah menitipkan si kecil pada kerabat, saya menjemput dan mengantar istri ke rumah. Barulah kemudian saya berangkat ke kantor mengendarai sepeda motor. Tentu saja dengan kehati-hatian ekstra. Bukan apa-apa, sebab saya masih mengantuk!

 Setibanya di kantor sebuah media Islam, saya berhadapan dengan saat naik cetak. Maka tak ayal, saya harus rela menatap layar komputer selama lebih dari 9 jam hari itu.

 Begitupun, alhamdulillah semua masalah itu bisa teratasi. Bahkan, saat mengingat kelucuan dan senyum si kecil, tidak jarang saya suka tersenyum sendiri di depan layar komputer. Senyuman si bayi memang hanya sebentar, tapi saya selalu mengingatnya dalam hati. Luar biasa, senyum si kecil bagaikan penyejuk hati dan pemompa semangat dalam mencari nafkah.

 Saat baru satu malam saja saya menjaga si kecil, saya sudah berpikir, mungkin itulah alasannya mengapa surga itu berada di bawah telapak kaki Ibu. Lalu bagimana dengan menjaga, merawat anak dan keluarga selama 3 bulan, setahun, bertahun-tahun?

 Terbayang pula di benak saya sosok ibu yang menghabiskan waktu 24 jam setiap hari untuk merawat bayi. Ia menyusui, menjaga dari segala gangguan, mengganti popok, mendekapnya bila menangis dan masih banyak lagi tugas yang harus dilakukannya. Barangkali surga itu tak hanya berada di telapak kakinya saja melainkan di seluruh tubuhnya.

 Bila kita mau berpikir dan merasakan betapa beratnya pekerjaan menjadi ibu rumahtangga, tentu akan timbul kesadaran untuk menghormati, menghargai dan menyangi istri kita karena tugas yang diembannya.

 Maka kini saya semakin berempati dengan beratnya pekerjaan menjadi ibu rumahtangga. Semakin dalam pula kesadaran saya untuk menghargai dan menyayangi istri, karena tugas yang diembannya ternyata bukanlah sebuah tugas yang ringan.

 ___________
* Layouter Majalah Islam

   Artikel Islami20 Agustus 2004 - 12:43 Mata dan Ikhsan    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Oleh A Yamani Syamsuddin

 Dalam sebuah hadits dikisahkan, pada hari kiamat ada sekelompok orang yang membawa hasanat (kebaikan) yang sangat banyak. Bahkan, Rasul menyebutkan kebaikan itu bagaikan sebuah gunung. Tapi ternyata, Allah SWT tak memandang apa-apa terhadap prestasi kebaikan itu.Allah menjadikan kebaikan itu tak berbobot, seperti debu yang beterbangan.

 Rasulullah menyatakan kondisi seperti itu karena mereka adalah kelompok manusia yang melakukan kebaikan ketika berada bersama manusia yang lain, tetapi tatkala dalam keadaan sendiri dan tak ada manusia yang lain yang melihatnya ia melanggar larangan-larangan Allah SWT (HR Ibnu Majah).

 Mereka itu adalah orang-orang yang riya. Mereka berbuat kebaikan karena dilihat oleh orang lain, bukan ikhlas karena Allah SWT.

 Mata adalah panglima hati. Hampir semua perasaan dan perilaku awalnya dipicu oleh pandangan mata. Karena itu, hendaknya mata selalu dibawa melihat hal-hal yang baik.

 Bila dibiarkan mata memandang yang dibenci dan dilarang, maka pemiliknya berada di tepi jurang bahaya, meskipun ia tidak sungguh-sungguh jatuh ke dalam jurang. Demikian potongan nasihat Imam Ghazali rahimahullah dalam kitab Ihya Ulumuddin.

 Mata adalah penuntun, sementara hati adalah pendorong dan pengikut. Yang pertama, mata memiliki kenikmatan pandangan. Sedangkan yang kedua, memiliki kenikmatan pencapaian. Keduanya sama penting, dan harus saling bekerja sama.

 ''Dalam dunia nafsu keduanya adalah suatu yang mesra. Jika terpuruk dalam kesulitan maka masing-masing akan saling mencela dan mencederai,'' kata Ibnu Qayyim.

 Kesendirian, kesepian, kala tak ada orang yang melihat perbuatan salah, adalah ujian yang akan membuktikan kualitas iman. Di sinilah peran mengendalikan mata dan kecondongan hati. Dalam suasana yang tak diketahui oleh orang lain, akan terlihat apakah seseorang itu imannya betul-betul tulus atau tidak.

 Inilah yang digambarkan oleh Rasulullah ketika dia diminta menggambarkan apa itu ihsan, "Hendaklah engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya yakinilah bahwa Ia melihatmu."

   Artikel Islami27 Juli 2004 - 18:34 Hapuslah Air Mata di Pipi, Hilangkan Lara di Hati    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Author: Abu Aufa

 Kegelisahan, kedukaan dan air mata adalah bagian dari sketsa hidup di dunia. Tetesan air mata yang bermuara dari hati dan berselaputkan kegelisahan jiwa terkadang memilukan, hingga membuat keresahan dan kebimbangan. Kedukaan karena kerinduan yang teramat sangat dalam menyebabkan kepedihan yang menyesakkan rongga dada. Jiwa yang rapuh pun berkisah pada alam serta isinya, bertanya, dimanakah pasangan jiwa berada. Lalu, hati menciptakan serpihan kegelisahan, bagaikan anak kecil yang hilang dari ibunya di tengah keramaian.

 Keinginan bertemu pasangan jiwa, bukankah itu sebuah fitrah? Semua itu hadir tanpa disadari sebelumnya, hingga tanpa sadar telah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan. Sebuah fitrah pula bahwa setiap wanita ingin menjadi seorang istri dan ibu yang baik ketimbang menjalani hidup dalam kesendirian. Dengan sentuhan kasih sayang dan belaiannya, akan terbentuk jiwa-jiwa yang sholeh dan sholehah.

 Duhai...
Betapa mulianya kedudukan seorang wanita, apalagi bila ia seorang wanita beriman yang mampu membina dan menjaga keindahan cahaya Islam hingga memenuhi setiap sudut rumahtangganya.

 Allah Subhanahu wa Ta'ala pun telah menciptakan wanita dengan segala keistimewaannya, hamil, melahirkan, menyusui hingga keta'atan dan memenuhi hak-hak suaminya laksana arena jihad fii sabilillah. Karenanya, yakinkah batin itu tiada goresan saat melihat pernikahan wanita lain di bawah umurnya? Pernahkah kita menyaksikan kepedihan wanita yang berazam menjaga kehormatan diri hingga ia menemukan kekasih hati? Dapatkah kita menggambarkan perasaannya yang merintih saat melihat kebahagiaan wanita lain melahirkan? Atau, tidakkah kita melihat kilas tatapan sedih matanya ketika melihat aqiqah anak kita?

 Letih...
Sungguh amat letih jiwa dan raga. Sendiri mengayuh biduk kecil dengan rasa hampa, tanpa tahu adakah belahan jiwa yang menunggu di sana.

 Duhai ukhti sholehah...
Dalam Islam, kehidupan manusia bukan hanya untuk dunia fana ini saja, karena masih ada akhirat. Memang, setiap manusia telah diciptakan berpasangan, namun tak hanya dibatasi dunia fana ini saja. Seseorang yang belum menemukan pasangan jiwanya, insya Allah akan dipertemukan di akhirat sana, selama ia beriman dan bertaqwa serta sabar atas ujian-Nya yang telah menetapkan dirinya sebagai lajang di dunia fana. Mungkin sang pangeran pun tak sabar untuk bersua dan telah menunggu di tepi surga, berkereta kencana untuk membawamu ke istananya.

 Keresahan dan kegelisahan janganlah sampai merubah pandangan kepada Sang Pemilik Cinta.Kalaulah rasa itu selalu menghantui, usah kau lara sendiri, duhai ukhti. Taqarrub-lah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kembalikan segala urusan hanya kepada-Nya, bukankah hanya Ia yang Maha Memberi dan Maha Pengasih. Ikhtiar, munajat serta untaian doa tiada habis-habisnya curahkanlah kepada Sang Pemilik Hati. Tak usah membandingkan diri ini dengan wanita lain, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala pasti memberikan yang terbaik untuk setiap hamba-Nya, meski ia tidak menyadarinya.

 Usahlah dirimu bersedih lalu menangis di penghujung malam karena tak kunjung usai memikirkan siapa kiranya pasangan jiwa. Menangislah karena air mata permohonan kepada-Nya di setiap sujud dan keheningan pekat malam. Jadikan hidup ini selalu penuh dengan harapan baik kepada Sang Pemilik Jiwa. Bersiap menghadapi putaran waktu, hingga setiap gerak langkah serta helaan nafas bernilai ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tausyiah-lah selalu hati dengan tarbiyah Ilahi hingga diri ini tidak sepi dalam kesendirian.

 Bukankah kalau sudah saatnya tiba, jodoh tak akan lari kemana. Karena sejak ruh telah menyatu dengan jasad, siapa belahan jiwamu pun telah dituliskan-Nya.

 Sabarlah ukhti sholehah...
Bukankah mentari akan selalu menghiasi pagi dengan kemewahan sinar keemasannya. Malam masih indah dengan sinar lembut rembulan yang dipagar bintang gemintang. Kicauan bening burung malam pun selalu riang bercanda di kegelapan. Senyumlah, laksana senyum mempesona butir embun pagi yang selalu setia menyapa.

 Hapuslah air mata di pipi dan hilangkan lara di hati. Terimalah semua sebagai bagian dari perjalanan hidup ini. Dengan kebesaran hati dan jiwa, dirimu akan menemukan apa rahasia di balik titian kehidupan yang telah dijalani. Hingga, kelak akan engkau rasakan tak ada lagi riak kegelisahan dan keresahan saat sendiri.

 Semoga.

 WaLlahua'lam bi shawab.

 *MERENGKUH CINTA DALAM BUAIAN PENA*
Al-Hubb FiLlah wa LiLlah,


 Abu Aufa

 Catatan: Tulisan ini adalah hasil editing dari tulisan lamanya Abu Aufa yang berjudul Usah Kau Lara Sendiri.

   Artikel Islami17 Mei 2004 - 11:53 Pelangi nggombal.lagi!    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

 

 Andainya cinta boleh kuberi nama
Maka akan ada namamu disana
Andainya rindu boleh kutitipkan lewat kuntum bunga
Maka tak cukup satu juta bunga membawanya

Huuh..aku digombalin lagi.
Masih dengan senyum kemerahan ku tatap lagi biru layar Hpku. Pelangi.dia tak berubah sedikit pun. Masih tetap nggodain aku, meski dia tahu aku tidak suka, karena itu membuatku tersipu malu, meruntuhkan egoku.

 Belakangan ini Pelangi sering mengirim sms berisi puisi.Waktu aku tanya kenapa, dia bilang karena dia cinta. Gedubrakk.!! Bagaimana aku tidak tersenyum kemerahan? Tapi, jujur saja. Aku juga cinta.

 Ahh..sudah berapa tahun aku berpisah dengan Pelangi? Empat, lima tahun. Aku masih mengenang sosoknya dengan kemeja kotak-kotak dan celana jeans belel yang disobek bagian lututnya. Meskipun aku ngomel panjang lebar soal cara berpakaiannya, dia cuma mendengarkan sambil nyengir, dan bilang.kamu tambah manis kalo ngomel.dan ucapannya itu sudah cukup membuatku keki, dan berhenti ngomel. Dia memang pintar, tahu kelemahanku. Pelangi, kalo boleh jujur, aku juga rindu.

 *****

 "mbak, masa' ada ikhwan yang ngirim sms aku kaya gini" kata Dina, adik tingkatku, sambil menyodorkan Hpnya. Ku baca beberapa sms, dari pengirim yang sama. Isinya, puisi sanjungan. Aku tersenyum, jadi ingat Pelangi. Sudah dua hari dia tidak sms, kangen juga.
"gimana, mbak?"

 "ikhwannya lagi futur kali, dik. Kamu bales apa?" aku mencoba menjawab searif mungkin.
"belum aku bales. Makanya aku nanya ama mbak. Sebenarnya aku mau marah mbak, lha wong ikhwan, udah angkatan atas, udah tahu adab bergaul sama lawan jenis, kok malah ngirimnya kaya gini.Ga malu apa! Apalagi aku kan adik tingkatnya. Sebel kan mbak. Tadinya sih, aku fikir, salah kirim. Tapi kok sampai lima kali. Ga mungkin kan mbak. Nggak cuma itu mbak, dia juga suka missed call tanpa alasan. Malam-malam juga. Mengganggu orang tidur. Uuhh..Kesel! Sebel!"

 "iya, ya. mbak ngerti. Ayo istighfar dulu, udah ghibbah...yah, mungkin dia memang salah.."
"lho, kok mbak mbelain dia sih. Mentang-mentang teman seangkatan ya?"
"aduh, dik..bukan begitu. Kalo mau melihat masalahnya, jangan hanya dari satu  sisi saja.Kita sendiri juga harus instropeksi lho. Kenapa dia bisa sms seperti itu ke adik? Mungkinkah..? Yach..afwan"
"ga papa mbak, Dita ngerti maksud mbak. Tapi, seingatku, aku ga pernah berhubungan sama dia. Eh, pernah! Itu juga cuma satu kali, waktu kepanitiaan kemarin. Tapi, waktu itu menurutku hubungannya biasa aja, sama kaya hubungan ikhwan-akhwat lainnya, hubungan karena amanah."

 "alhamdulillah. Yach, kalo gitu  diingetin aja, dik. Mungkin dia lagi khilaf. Tapi, pake bahasanya jangan kasar-kasar. '
"iya ya mbak. Dita coba deh. jazakillah mbak. Afwan, aku duluan, ada kuliah. Assalamualaikum."
"wa'alaikum salam warahmatullah."

 Bagaimana reaksi Dita seandainya dia baca sms Pelangi ya? Lucu juga kayanya.Tapi, kalo sama Pelangi kan aman. Ga mungkin neko-neko.  Pelangi, kamu lagi ngapain sekarang? Missed call ah. Eh, nggak mau. Nanti dia bales sms. Kenapa? Kangen ya? Uuhh.kan tengsin. Jatuh deh harga diri.

 *****

 tiiit.tiit.tiiit
Hpku berbunyi. Cepat-cepat kuambil HP di dalam tas. Sms. Semoga aja dari Pelangi. Ohh, bukan. Undangan rapat. Yachh..kecewa deh. Pelangi kenapa ya? Sudah satu minggu, nggak kirim sms atau missed call. Jangan-jangan.udah punya yang baru? Yang lebih diperhatikan? Ihh, kok aku jadi gini sih? Apakah itu artinya aku cemburu? Cemburu gara-gara Pelangi? Bisa kubayangkan reaksi Pelangi kalo dia tahu. Mungkin sama waktu aku marah, karena dia pergi tanpa pamit ke aku.

 "kok, Pelangi pergi ga pamit sih? Kita kan udah punya rencana buat hari minggu ini. Jadi gagal, deh."
Pelangi dengan senyum nyengirnya Cuma berkata " iye, maap. Kemarin buru-buru, ga sempat pamit. Lagian perginya cuma dua hari kan ga papa. Masa' udah kangen."

 Oh, God! Mulai lagi penyakitnya, bikin orang keki.  " eh, siapa yang kangen. Aku cuma nggak enak sama anak-anak. Mereka pada nanyain kamu ke aku. Emangnya aku baby sittermu apa!Trus, si Sari juga nanyain kamu tuh. Katanya kamu ada janji ama dia."

 " Ohh.aku tahu." Pelangi manggut-manggut sambil tersenyum. Senyum itu. O..o aku tahu arti senyum itu. Aku bakalan dibikin keki. "cemburu ma Sari ya?" Tuh, kan. Tapi kali ini aku ga mau kalah. " siapa juga yang cemburu. GR amat. Amat aja nggak GR."

 "iye, iye. Pelangi salah. Tapi, jangan marah ya. Pelangi ga tahu bagaimana menghadapi hidup ini kalo nggak ada Dinda. Pelangi nggak bisa mbayangin, kalo harus berpisah dengan Dinda. Dunia pasti terasa sempit, gelap, dan beku. Pelangi akan.bla..bla..bla.Kututup telingaku sebagai tanda protes karena dia mulai mengeluarkan kamus puisinya. Nggomballl!

 *****

 Dua minggu berlalu, Pelangi masih tetap tidak memberi kabar. Akhirnya kuberanikan diri kirim sms. Sekedar menanyakan kabar dan kesibukannya. Tak apalah kalo aku dibikin keki lagi. Daripada aku cuma bengong mikirin dia aja, paling tidak aku melakukan satu tindakan. Toh, tidak ada salahnya kan.?

 Satu, dua hari berlalu. Pelangi tidak membalas smsku. Kenapa? Pelangi, apakah kamu baik-baik saja? Jangan-jangan dia sakit lagi. Ingatanku melayang pada sosok tirusnya, ketika dia terpaksa di rawat inap selama dua minggu di rumah sakit, karena maag yang sudah akut, ditambah dengan tifus.

 *****

 " Pelangi, kok bisa sampai begini sih?Kalo butuh bantuan, bilang aja. Jangan semuanya dikerjakan sendiri."
" minta bantuan Dinda? Nggak ah! Tengsin. Lagipula, inikan urusan keluarga Pelangi. "
"tapi, kalo kejadiannya kaya gini. Yang sedihkan kita semua. Kamu memang keras kepala. Tidak pernah mau mendengarkan Dinda. Kamu selalu pura-pura sehat di depan Dinda. Padahal kamu menahan sakit.Iya kan? Kenapa sih Pelangi tidak mau berterus terang ke Dinda. Apakah Dinda tidak pantas untuk.."

 "ssstt." Serentak Pelangi menempelkan telunjuknya ke mulutku, dan mengusap aliran bening dari mataku. Masih dalam isakanku, aku berucap lirih, " Dinda nggak mau kehilangan Pelangi."
"eh, ngomong apaan sih. Pelangi kan masih di sini. Allah masih sayang ama Pelangi kok. Dinda nggak kehilangan siapa-siapa. I'll be here for u, honey" Pelangi, meskipun sakit, dia tetep nggombal.

 "janji ya, kalo kamu merasa tidak sehat, bilang ama Dinda. Pokoknya Dinda mau maksa Pelangi cuti kerja. Ayo, janji." Kusodorkan jari kelingkingku dan Pelangi pun segera menautkan kelingkingnya.
"Beruntungnya, Pelangi punya Dinda, yang selalu mengkhawatirkan keadaan Pelangi. Dunia terasa seperti taman surga yang tak mengenal kegelapan. Di mana-mana yang ada hanya..bla.bla.."
Kucubit pinggang Pelangi karena dia nggombal lagi. Rasain lu.

 *****

 Ayah  Pelangi meninggal ketika dia baru kelas satu SMA. Dan sejak itu, dia mulai bekerja parttime di supermarket, untuk membantu ibunya menghidupi keluarga serta membiayai sekolah tiga adiknya. Ibunya sendiri buka warung makan kecil di rumah. Sering kali aku mendapati Pelangi tertidur di kelas, karena kecapaian, setelah malamnya kerja. Seandainya aku bisa membantumu, tapi.ekonomi keluargaku juga pas-pasan. Pelangi.

 Pelangi juga sering mengirim tulisan ke berbagai majalah. Kalo yang satu ini, bukan untuk mencari penghasilan, karena honornya memang tidak seberapa. Tapi, karena dia senang menulis, mungkin darah seni ayahnya mengalir dalam dirinya, dan jujur kuakui, tulisannya memang bagus. Itulah mengapa dia sering mengucapkan kata-kata puitis yang lebih sering kusebut nggombal.
Pelangi lebih senang menghabiskan waktunya untuk membaca buku-buku sastra daripada majalah-majalah islami yang kusodorkan padanya.  Bahkan,  cara berpakaiannya pun dikaitkan sama hobi sastranya itu. Kalo aku bilang, kenapa pake jeans belel? Kan ada pakaian yang lebih nyar'i? Dia cuma bilang, namanya juga seniman. Kamu nggak seneng punya teman seniman? Kan enak bisa digombalin setiap hari?

 *****

 Sudah tiga puluh menit aku menunggu Pelangi. Huuh, anak itu memang tak pernah belajar soal waktu. Tadi pagi, sehabis subuh, Pelangi sms. Sms tersingkat yang pernah kuterima dari Pelangi. Pelangi mau ke rumah Dinda, jam 10. Hanya satu kalimat itu. Ketika aku balik bertanya, tentang kepulangannya yang mendadak, aku hanya mendapatkan missed call. Tapi, aku sangat senang sekali. Kubayangkan sosoknya yang tinggi kurus dengan rambut cepaknya, memakai kemeja kotak-kotak lengan panjang yang selalu digulung, dan jeans belel. Pelangi, aku rindu.

 Aku sudah berdandan secantik mungkin. Bahkan 20 menit kuhabiskan waktuku cuma untuk memilih gamis mana yang akan kupakai. Sudah kurancang pertanyaan-pertanyaan yang akan kutanyakan. Juga rencana untuk menghabiskan waktuku bersamanya. Paling tidak, dia pasti akan beberapa hari di kota ini. Jadi aku punya waktu untuk mengajaknya ke tempat-tempat yang biasa kita kunjungi dulu.

 Satu jam berlalu. Pelangi belum juga muncul. Aduuh. Kenapa ya? Apa aku telepon aja? Ah, jangan. Mungkin Pelangi masih di rumah saudaranya yang ada di kota ini. Atau masih berputar-putar di toko, nyari hadiah untukku? Ah, GR amat. Bertemu Pelangi saja sudah syukur banget. Nggak perlu pake hadiah segala.

 "assalamualaikum" terdengar suara mengucap salam.Pelangi? Ah, bukan. Bukan suaranya. Sedikit malas, aku beranjak membuka pintu.

 "wa'alaikumsalam"
Ahh, seorang ikhwan dan akhwat. Sepertinya suami istri. Mungkin teman ibu.
"ya, cari siapa?"

 Bukannya menjawab pertanyaanku, pasangan itu malah saling pandang dan tersenyum. Senyuman sang istri. seperti menyembunyikan sesuatu. Karena tak juga dijawab, akhirnya aku bertanya lagi. " afwan, mau bertemu siapa?"
Kali ini akhirnya sang suami angkat bicara. "oh..eh..afwan ukh. Jadi bengong. Ada yang mau bertemu anti" katanya sambil melirik sang istri yang masih saja tersenyum.misterius.

 " s..s.. saya? afwan, tapi ini siapa ya? afwan kalo saya lupa, tapi.
Belum selesai aku meneruskan kalimatku, tiba-tiba sudah ada satu ciuman mendarat di pipiku, dari sang istri tentu saja. Allahu akbar. Gimana ini? Bagaimana aku bisa menyembunyikan rasa malu ini? Di depan ikhwan, saudara-saudara! Siapa sih akhwat ini. Seenaknya saja bikin malu orang.

 Aku masih terdiam, karena aku tidak tahu harus berkata apa.Penyakit lama, kalo malu, jadi blank. Aku cuma melihat, sang istri tersenyum, dan suaminya yang melihat adegan tadi, cuma menunduk sambil menahan tawa kecilnya.Aduuh.aku semakin malu.
" tuh kan, lihat sendiri kan kak. Dinda ini orangnya memang pemalu"

 Allahu akbar! Suara ini. Benarkah pendengaranku ini? Aku masih menatap tak percaya sang istri. Kuperhatikan dari ujung kepala sampai kaki. Jilbab biru muda, gamis biru kotak-kotak. wajah yang tersenyum itu.
" bangun, Nda. Ini bukan mimpi kok. Masih nggak percaya? Mau di."
Begitu aku sadar bahwa akhwat di depanku adalah dia, aku langsung menghambur memeluknya.
" pelangi."

 Yah, dia adalah Pelangi. Pelangi yang tomboy telah beganti menjadi seorang akhwat. Subhanallah, akhirnya Kau berikan juga hidayah itu untuk Pelangiku.

 " eh, Dinda, udah donk meluknya. Kasihan dede' yang di dalem nih" kata Pelangi seraya mengusap perutnya.
" eh, aduhh, afwan saking senengnya Dinda sampai lupa. Masuk dulu yuk, kita ngobrol di dalam."
Aku berjalan menggandeng tangan Pelangi, sementara sang suami mengikuti kami dari belakang. Sambil berbisik, aku berkata " andainya rindu boleh kutitipkan lewat kuntum bunga,  tak cukup satu juta bunga membawanya."
Pelangi tertawa seraya menoleh ke belakang dan berkata " kak, ade' berhasil."

 *****

 buat para pelangiku,
jangan kau paksa aku berucap cinta dan rindu
tetap yakinlah bahwa aku cinta dan rindu
meski itu tak terucap

 ---------
Pengirim : dhe
Email :fujiomikudo@yahoo.com

   Buletin Studia09 Oktober 2003 - 21:14 Jangan Tinggalkan Islam!    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 166/Tahun ke-4 (13 Oktober 2003)

 Kalangan seleb kembali bikin geger. Salah satunya apa yang dilakukan Nafa Urbach, artis sinetron kondang negeri ini yang pindah agama. Iya, doi yang selama ini memeluk Islam, ternyata lebih memilih murtad alias keluar dari Islam. Ciloko!

 Seperti diakui Nafa, keputusan itu tidak seperti membalik telapak tangan. Ada beberapa hal yang membuat dia memutuskan mengubah keyakinan. “Pertama panggilan jiwa, kedua keikhlasan hati, dan ketiga karena saya sudah mantap,” katanya seperti dikutip koranDuta Masyarakat .

 Pada awalnya, Nafa menuturkan, sejak Februari silam, jiwanya dilanda gelisah. Sang ibu yang menyaksikan putrinya mengalami kegelisahan jiwa lalu menyuruh Nafa untuk membaca Alkitab. Dari sini, Nafa mengaku mulai mendapatkan pencerahan jiwa hingga akhirnya memutuskan pindah agama. Dan sang ibu yang mendengar keputusan Nafa mengaku senang.(hidayatullah.com, 1 Oktober 2003)

 Ditanya tentang dampak keputusannya yang bisa membuat penggemar mence-moohnya, Nafa mengaku siap. “Saya nggak pernah takut akan sesuatu hal yang terjadi dalam hidup saya,” kata bekas pacar Primus Yustisio ini. Pasalnya, penyanyi bermata bulat ini percaya, “Semua masalah pasti ada jalan keluarnya.”(sctv.co.id, 30 September 2003)

 Kenapa wanita kelahiran Magelang, 15 Juni 1980 ini pindah agama? Apa karena pacar barunya bernama Zack Lee? Hmm... Nafa menolak anggapan bahwa dia pindah agama gara-gara ingin mengikuti keyakinan sang kekasih, Zack Lee. Dia mengungkapkan, keinginan berpindah agama sudah ada sejak menjalani operasi di Singapura. Pasalnya, Nafa mendapat semacam wangsit untuk pindah agama. Waduh!

 Selain itu, alasan utama mengapa dia pindah agama, karena dilatarbelakangi oleh keyakinan bahwa semua agama pada hakikatnya sama. Nafa berpendapat, yang berbeda hanya cara penganutnya menyembah Tuhan, Sang Pencipta. Hmm.. Mbak Nafa pasti nggak ngeh soal ini. Kasihan banget tuh!

 “Buat saya, semua agama sama saja. Yang membuat beda adalah cara penyembahan yang dilakukan oleh penganut tiap-tiap agama,” ujar pemain sinetronKalau Cinta Sudah Bicara 2 itu. Dan salah satu alasan yang membuat dia bimbang terhadap Islam adalah karena belakangan ini agama itu sering dikait-kaitkan dengan aksi teroris yang tak bertanggung jawab. Tindakan brutal para teroris yang tak mengenal sesama itulah yang membimbang-kannya(tvri.co.id, 2 Oktober 2003)

 Kabar ini tentu saja bikin kita gerah. Apalagi posisi Mbak Nafa sebagai seleb memungkinkan untuk terus jadi sorotan, juga ‘panduan' hidup bagi penggemar beratnya. Sangat boleh jadi lho, walau kita nggak menginginkan sama sekali, ada penggemar beratnya yang kemudian mengikuti jejak langkah doi. Celaka banget kan? Atau minimal sang penggemar kemudian berpikiran bahwa semua agama sama seperti komentar doi. Ini juga bikin berabe euy!

 Itu sebabnya, kita coba bahas masalah ini. Tujuannya tentu agar kamu juga ngeh bahwa nggak ada tempat dalam Islam bagi orang yang cuma menganggap bahwa agama tak lebih dari sebuah simbol atau mungkin status pelengkap aja dalam kehidupan, biar kita bisa diterima dalam komunitas tertentu. Walah, gaswat euy!

 Jadi muslim adalah anugerah terindah

 Sobat muda muslim, banyak orang kafir masuk Islam setelah mengetahui betapa Islam begitu agung dan layak untuk dijadikan pegangan hidup. Di masa awal-awal Islam, banyak kerabat dan tetangga Rasulullah yang menyatakan dirinya masuk Islam.Kamu juga pastinya apal banget dengan Bilal bin Rabbah kan? Yup, pelayannya Umayyah ini memilih masuk Islam meski harus menjalani siksaan yang pedih dan berat dari majikannya itu. Karena Bilal yakin bahwa menjadi muslim adalah anugerah terindah dalam hidup ini.

 Salman al-Farisi juga rela meninggalkan keyakinannya sebagai penyembah api. Ia bangga menjadi muslim. Serta ribuan sahabat lainnya yang masuk Islam dengan senang hati. Bahkan di masa Khalifah Ali bin Abi Thalib, ada seorang Yahudi yang masuk Islam hanya karena melihat keadilan yang ditegakkan oleh pemerintahan Islam saat itu.

 Ceritanya, orang Yahudi tersebut mencuri baju besi milik Khalifah Ali bin Abi Thalib. Kasusnya kemudian sampe ke pengadilan. Qadhi (hakim) Syuraih yang pastinya lebih tegas dari Judge Bao ini memenangkan si Yahudi itu karena Khalifah Ali nggak bisa menunjukkan saksi.Dengan lapang dada, sang kepala negara Islam ini keluar dari pengadilan tanpa protes. Namun, sebelum meninggalkan ruang sidang, si Yahudi tadi memburunya dan langsung menyatakan keislamannya begitu melihat keadilan yang ditegakkan negara Islam.Subhanallah .

 Seiring dengan berputarnya waktu, banyak orang yang kemudian memeluk Islam dengan sukarela. Kamu tahu Cat Stevens alias Stephen Demetre Georgiou? Yup, penyanyi asal Inggris yang beragama Katolik ini memutuskan untuk memeluk Islam dan berganti nama menjadi Yusuf Islam. Sekarang beliau bahagia ber-sama Islam.

 Masih ada? Banyak euy. Di tengah sorotan seba-gian masyara-kat Barat terha-dap Islam, juara dunia snooker 2001 asal Inggris, Ronnie O'Sullivan, memilih men-jadi seorang muslim. Keyakinannya itu banyak dibantu oleh petinju nyentrik Prince Naseem Hamed. Bahkan menurut ibundanya, O'Sullivan berubah lebih baik setelah menjadi muslim.

 Mantan penyanyi cilik, Chicha Koeswoyo juga akhirnya memeluk Islam setelah ia sering mendengarkan kumandang adzan maghrib darichanel TVRI Jakarta. Nggak hanya beliau, ternyata adiknya yang bernama Hellen juga ngikut, bahkan sepupunya, Sari Yok Koeswoyo.

 Mbak Tamara Bleszynski juga masuk Islam. Terlahir dengan nama lengkap Tamara Nathalia Christina Mayawati Bleszynski, memutuskan masuk Islam setelah melihat pemandangan di langit; bulan sabit dan bintang berdekatan waktu doi di Australia. Setelah merenung ia ingat bahwa lambang itu sering dilihatnya nggak jauh dari rumahnya. Itu ada di kubah masjid. Hidayah Allah datang, Tamara pun masuk Islam.

 Lebih heboh lagi pascatragedi WTC 11 September 2001 lalu, di Amerika justru banyak warganya yang penasaran dengan Islam. Bahkan ada di antara mereka yang setelah mempelajari Islam, memutuskan untuk memeluk agama yang dibawa Muhammad saw. ini.

 HarianThe New York Times (22/10/2001) melaporkan ada sekitar 25 ribu orang Amerika yang kini telah beralih memeluk Islam sejak kasus 11 September. Jumlah yang cukup besar, karena pada saat normal hanya seperempat dari jumlah itu.Columbia News Service (22/3/2001), menulis ada sekitar 15 ribu orang keturunan Amerika Latin beralih dari Katolik dan memeluk Islam di AS. Mereka menyebar di berbagai kota meliputi Newark, Miami, Los Angeles dan New York.

 Benar adanya firman Allah Swt.:

 “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.”(QS an-Nashr [110]: 1-3)

 Yup, tapi sayangnya banyak seleb setelah masuk Islam masih tetep amburadulgaya hidupnya. Oke deh itu masih bisa diubah. Toh juga banyak orang biasa yang ngakunya Islam, tapi sholat aja kagak pernah. Tapi dibanding yang keluar dari Islam, barangkali masih mending.

 Jadi , mari kita perbaiki kualitas amal kita. Sebab, jadi muslim adalah anugerah terindah yang kita miliki.Sayang banget kalo Islam cuma dijadikan sebatas simbol aja. Betul?

 Hukuman bagi yang murtad

 Sobat muda muslim, kenapa kami sepertinya cerewet hingga kudu membahas masalah ini? Sebab, kami peduli sama kamu semua, syukur-syukur kalo Mbak Nafa dan juga kalangan seleb baca tulisan ini. Ini semacam nasihat buat semuanya. Bukan berarti kita-kita di sini udah suci. Nggak lha yauw. Kami cuma mengamalkan perintah Allah, bahwa sesama muslim itu wajib saling mengingatkan dalam kebenaran. Tul nggak?

 Tapi sayangnya, sekarang ini seringkali orang yang ingin berbuat baik disalahtafsirkan (baca: dicurigai). Apalagi dengan tameng HAM, mereka jadi merasa legal berbuat apa pun asal tidak mengganggu orang lain. Akibatnya, banyak yang nggak suka dengan mereka yang mencoba mengusik ketenangannya. Padahal, kita juga paham kok, kalo emang itu masalah pribadi banget ngapain diungkit-ungkit, iya nggak? Tapi jika itu masalahnya adalah persoalan yang berkaitan dengan urusan orang banyak dan penegakan hukum, kagak ada ceritanya untuk didiemin.

 Nah, kasus Nafa yang pindah agama dari Islam ke agama lain justru jadi persoalan euy. Karena dalam Islam, ketika seseorang udah menyatakan diri masuk Islam, maka ia kudu menjadikan Islam sebagai pegangan hidup, dan wajib meninggalkan keyakinan sebelumnya. Perlu kamu tahu, bahwa kita kaum muslimin, nggak pernah memaksa orang untuk masuk Islam. Allah Swt berfirman:

 “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.”(QS al-Baqarah [2]: 256)

 Kalo ada yang tersentuh tanpa paksaan untuk memeluk Islam, alhamdulillah.But , kalo udah masuk Islam, maka semua yang berkaitan dengan ajaran Islam kudu dipegang kuat-kuat. Kudu taat deh sama perintah Allah dan Rasul-Nya. Nggak boleh satu pun nggak dilaksanakan. Harus semuanya. Harus totalitas euy!

 Firman Allah Ta'ala:

 “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”(QS al-Baqarah [2]: 208)

 Nah, termasuk dalam pandangan Islam, seorang muslim nggak layak untuk keluar dari Islam alias pindah agama. Karena itu merupakan bentuk pelanggaran besar.

 Imam Bukhâri meriwayatkan dari ‘Ikrimah yang berkata,“Dihadapkan kepada Amirul Muk-minin ‘Alî ra orang-orang zindiq, kemudian beliau ra membakar mereka. Hal ini disampaikan kepada ‘Ibnu ‘Abbâs dan ia berkata, “Seandai-nya aku (yang menghukum), maka aku tidak akan membakarnya karena larangan dari Rasulullah saw. dimana beliau bersabda: “Janganlah kalian mengadzab (menghukum) dengan ‘adzabnya Allah.” Dan aku (Ibnu ‘Abbâs) akan membunuh-nya, berdasarkan sabda Rasulullah saw., “Barangsiapa mengganti agamanya (murtad), maka bunuhlah dia.”

 Membunuh laki-laki yang murtad berdasarkandzahir hadis tersebut. Sedangkan membunuh wanita yang murtad berdasarkan keumuman hadis. Sebab Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa meng-ganti (agamanya)”. Sedangkan lafadz“man” termasuk lafadz umum. Juga diriwayatkan oleh Dâruquthniy dan Baihaqiy dari Jâbir, “Bahwa Ummu Marwan telah murtad. Rasulullah saw. memerintahkan untuk menasihatinya agar ia kembali kepada Islam. Jika ia bertaubat (maka dibiarkan), bila ia tidak, maka dibunuh.”(Abdurrahman al-Maliki, Sistem Sanksi dalam Islam, hlm. 128-129)

 Lagian sia-sia aja deh bagi mereka yang pindah agama dari Islam kepada yang lain. Itu sama artinya dari terang menuju gelap. Allah Swt. berfirman:

 “Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”(QS al-Baqarah [2]:217)

 Sobat muda muslim, cukuplah Nafa yang terakhir. Tapi kita tetep berharap moga doi juga kembali sadar. Buat kamu semua, jangan pernah menyia-nyiakan anugerah terindah ini. Hidayah itu mahal harganya. So, mari kita meningkatkan kualitas dan kuantitas amal kita. Terakhir, jangan pernah tinggalkan Islam. Bahkan seharusnya kitalah yang menjaga Islam ini dengan penuh keyakinan dan semangat tinggi. Jadi, ayo kita maju bersama menjadi pejuang dan pembela Islam.[solihin]

 

   Buletin Studia07 Oktober 2003 - 21:05 Sudah Sehatkah Gaul Kamu?    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 165/Tahun ke-4 (6 Oktober 2003)

 “Tommy nggak gitu deh”
“Siapa yang ngomongin cowok. Shampoo lagi..”

 Ngomongin lawan jenis dijamin udah jadi agenda harian remaja. Sampai sempet-sempetnya mikirin cowok. Padahal lagi ngobrolin shampo. Cewek mana sih yang nggak ada kata cowok dalam kamusnya. Yang cowok juga sama. Pokoknya nggak boleh ketinggalan kalo udah asyik gosipin gacoannya. Seolah lawan jenis selalu mangkal dalam kepala kita. Mengalir dalam darah kita. Dan menghembus dalam desah napas kita. Ini bener-benerred alert !

 Bener lho. Kita nggak boong. Pergaulan remaja kian hari kian menunjukkan sinyal-sinyal berbahaya. Di mana aja, kapan aja, cewek-cowok campur baur tak tekendali. Kagak ada remnya. Nyelonong trus kayak rem blong. Kalo mobil tabrakan masih mending penyoknya ke dalem. Coba kalo cewek ‘ditabrak' cowok, penyoknya kan ke luar. Apa nggak malu? Ini nih satu dari sekian banyak bahaya gaul bebas remaja seka-rang. Ini berarti tanda-tanda pergaulan remaja sekarang udah kagak sehat. Hati-hati lho!

 Gaul bebas itu nggak sehat

 Cowok mana sih yang nggak punya temen cewek? Tarzan aja yang tiap hari gaul ama penghuni hutan seneng abis bisa nyohib ama Jane. Manusia emang kudu berinteraksi satu sama lain. Biar nggak ketinggalan informasi. Itu barang kali yang suka dijadiin alasan pen-tingnya jadi anak gaul. Dan belum bisa dibilang gaul kalo cuma berkecimpung di dunia sejenis. Cewek ama temen cewek atau cowok ama temen cowok. Tapi kudu ada kolaborasi antara pergaulan cewek-cowok. Emangnya musisi?

 Gaul bebas emang udah jadi budaya remaja. Karena secara alamiah, remaja mulai mengalami pertumbuhan dan perkembangan secara fisik, psikologis, dan sosial. Secara fisik, organ-organ tubuh termasuk organ reproduksi mulai mateng. Secara psikologis, remaja mulai mengurangi ketergantungannya dengan orang tua. Dan secara sosial, remaja mulai mengenal dunia luar. Gaul ama temen-temen sebaya maupun masyarakat luas.

 Pada usia remaja juga rasa ketertarikan dengan lawan jenis lagi hangat-hangatnya. Virus ‘merah jambu' pun mulai menjangkiti. Dampaknya udah bisa kita lihat dengan mata kepala dan mata kaki sendiri. Pacaran yang diawali dari PDKT, kencan, dan bikin komitmen makin populer di kalangan remaja. Seolah ada aturan tak tertulis yang mengharuskan remaja punya pacar. Katanya pacaran bisa memupuk kedewasaan dalam emosi dan kepribadian. Hehehe…emangnya pohon mangga pake dipupuk segala?

 Sobat muda muslim, bukannya kita ngiri ngerecokin orang pacaran. Kagak. Kita cuma mau ngingetin sebagai sesama muslim. Pacaran yang identik dengan gaul bebas nggak akan pernah aman dari bidikan panah beracun berlumur nafsu yang dilontarkan setan. Pacaran hanya menjadi ajang baku syahwat. Karena unsur nafsu seksual kian mendominasi. Pegangan tangan, cipiki (cium pipi kiri)-cipika (cium pipi kanan) plus cibi (cium bibir) yang katanya jadi bumbu penyedap orang pacaran nggak tabu lagi dilakukan. Emang pas jadi bumbu-penyedap….sebelum dipanggang di neraka! Iiih…!

 Kita juga nggak asal ngomong kalo batas antara gaul bebas atau pacaran dengan seks bebas kian bias. Buktinya, sekitar 18-20 persen remaja di Indonesia pernah melakukan hubungan seks bebas. ‘'Itu hasil penelitian yang pernah kami lakukan terhadap pelajar dan mahasiswa,'' ujar dr Boyke Dian Nugraha SpOG MARS, saat berbicara dalam acara ‘'Let's Talk About Drugs & Free Sex'', Minggu (1/6) di Gedung Dharma Wanita Jateng. (Suara Merdeka, 02/06/2003 ).

 Belum lagi berita menghebohkan ketika suatu penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora (LSCK PUSBIH) menunjukkan hampir 97,05 persen mahasiswi di Yogyakarta sudah hilang keperawanannya saat kuliah. Yang lebih mengenaskan, semua responden mengaku melakukan hubungan seks tanpa ada paksaan. Semua dilakukan atas dasar suka sama suka dan adanya kebutuhan. Selain itu, ada sebagian responden mengaku melakukan hubungan seks dengan lebih dari satu pasangan dan tidak bersifat komersil. (detik.com, 02/08/2002 ). Nggak sehat tuh!

 Risiko gaul nggak sehat

 Sobat muda muslim, banyakside effect akibat gaul bebas yang gak sehat itu. Ibaratnya kulit kita yang luka terus terinfeksi kuman. Udah suhu badan kita naik, basah ama keringet dingin, lukanya juga bisa korengan, terus ditongkrongin lalat ijo lagi. Iih…jijay deh.

 Sorry ya, bukannya kita mendramatisir keadaan. Tapi emang itu kenyataannya kok. Gaul bebas yang berujung seks bebas itu bisa berakibat pada Kehamilan yang Tidak Dikehendaki alias KTD. Udah gitu nggak sedikit yang depresi alias ‘sutris'. Malu ama keluarga, se-kolah, en temen. Atawa belum siap jadi nyokap.

 Parah-nya, remaja yang keda-petan hamil di luar nikah suka ambil keputusan nekat. Apalagi pacarnya nggak mau tanggung jawab atau belum siap berumah tangga. Jadinya ada yang tega-teganya membuang bayi hasil ‘proyek' mereka. Bahkan nggak sedikit yang ambil keputusan mengaborsi janin yang tengah dikandungnya. Nggak salah kalo ada yang bilang mereka cuma pengen enaknya, tapi nggak mau anaknya. Ada juga lho nasib remaja putri yang kecemplung ke dunia PSK karena merasa udah nggak suci lagi. Parah banget khan?

 Selain KTD, resiko gaul bebas juga bisa berupa menjangkitnya virus HIV/AIDS atau penyakit menular seksual. Karena bisa jadi maraknya seks bebas itu memancing remaja ‘parkir' di tempat-tempat lain yang nggak steril. Atau akibat penyalahgunaan narkoba.

 Base line surveyyang dilakukan oleh BKKBN LDFE UI (2000) memperlihatkan di Indonesia terjadi 2,4 juta kasus aborsi per tahun dan sekira 21% (700-800 ribu) dilakukan oleh remaja. Hal lain yang lebih menarik adalah sekira 11% dari seluruh kelahiran di Indonesia adalah usia remaja dan 43% wanita melahirkan anak pertama kurang dari 9 bulan sejak tanggal pernikahannya. Dilaporkan pula angka PMS di kalangan remaja sekira 4,18% serta 50% jumlah penderita HIV/AIDS di Jawa Barat adalah usia 15-29 tahun (KPAD Jawa Barat, Desember 2001). Angka pengguna narkoba oleh remaja berjumlah 2736 (BPS, 2000). (Pikiran Rakyat, 01/03/03 )

 

 Salahnya media dan ‘alergi' ngaji

 Trend ‘Gaul Sakit' remaja memang nggak bisa dilepaskan dari media yang mempopulerkan budaya Barat. TayanganKatakan Cinta ,Playboy Kabel , atauH2C (Harap-harap Cemas), seakan mengatakan bahwa dunia pacaran nggak kalah pentingnya untuk dibahas dengan penangkapan para aktivis Islam baru-baru ini.

 Tayangan yang mengandung unsur pornografi makin digenjot para produser tele-visi. Goyang erotis para penyanyi dangdut, info seksual dalamBantal ,Kelambu ,Angin malam , atauDesah diputar dengan vulgar. Selain itu, VCD Porno, buku stensilan, dan internet yang menjadi pensuply info remaja seputar seks dengan berbas beredar di pasaran. Penelitian yang dilakukan Pusat Studi Hukum Universitas Islam Indonesia (PSH UII) baru-baru ini mengungkapkan, dari 202 responden remaja (15-25 tahun), sekitar 15% nya mengaku per-nah melakukan hubungan seks. Mereka me-ngaku sebelumnya terpengaruh oleh tayangan pornografi baik melalui internet, VCD, TV atau bacaan porno (Eramuslim.com, 09/09/2003 ).

 Sobat muda muslim, untuk urusan seks, banyak temen kita yang berkiblat ke budaya Barat. Hasilnya, mereka pun terseret arus prinsippermissiveness with affection , yaitu asal ada perasaan saling suka, seks menjadi sesuatu yang benar untuk dilakukan.Na'udzubillâhi min dzalik !

 Selain faktor media, pribadi remaja yang gaul bebas pun patut diperhatikan. Nggak sedi-kit dari teman kita yang nggak mau ambil pusing mikirin pergaulan mereka. Apalagi udah bawa-bawa Islam. Kagak deh. Mereka ngerasa alergi kalo harus nongkrong di tempat pengajian. Karena dalam benak mereka yang terpikir, ikut pengajian cuma bikin bete plus memasung gaya hidup remaja yang gaulvan trendi.

 Rasa malas untuk memperdalam Islam bikin pertahanan akidah remaja muslim mudah goyah. Gencarnya tayangan sinema remaja yang menjajakan pergaulan bebas mempreteli identitas keislaman sebagian dari kita. Sejak usia dini, remaja dipancing untuk mencicipi ‘racun' dalam gaul bebas. Ditambah masyarakat termasuk di dalamnya keluarga berdiam diri melihat putra-putrinya terlena dalam arena pergaulan bebas tanpa batas yang makin beringas. Walhasil, emang cuma ikut pengajian yang bisa menjaga plus menetralisir dampak buruk budaya Barat yang tengah membidik remaja muslim. Dor!

 

 Gaul sehat? Ya, pake syariat!

 Sobat muda muslim, kalo ngerasa gaul kamu kagak sehat, nggak usah repot-repot nyari puskesmas untuk berobat. Apalagi pake nyari klinik yang buka 24 jam, dokter spesialis, atau posyandu biar gratisan. Untuk berobat plus dapetin vaksinasi buat pergaulan kita, cukup kita ayunkan langkah ke tempat-tempat pengajian. Mudah kan?

 Di tempat pengajian kita bakal dapetin wawasan gimana Islam mengatur pergaulan manusia. Secara prinsip, kehidupan Islam memang memisahkan antara pria dan wanita. Biar nggak saru ama gaulnya hewan yang bebas tanpa aturan. Tapi, Islam juga memperbolehkan adanya hubungan antar lawan jenis jika hal itu mengharuskan keduanya untuk berinteraksi. Seperti dalam aktivitas jual beli, perburuhan, kedokteran, paramedis, pertanian, industri, dan sejenisnya.

 Untuk urusan gaul bebas remaja, dari awal Islam udah ngatur biar nggak kebablasan. Di antaranya larangan untuk berkhalwat alias berdua-duaan dengan lawan jenis. Seperti orang pacaran, bawaannya pengen mojok mulu. Padahal setan nggak pernah absen buat godain orang yang lagi berkhalwat. Nggak salah kan kalo aktivitas pacaran itu merupakan pintu menuju zina.

 Islam juga memerintahkan kepada muslim dan muslimah untuk menundukkan pandangan-nya. Biar kita bisa jaga mata dan hati kita dari bisikan setan. Kewajiban muslimah untuk menutup aurat secara sempurna di tempat umum akan menjaga kecsucian mereka. Plus nggak akan memancing desir adrenalin dari lawan jenisnya. Oya, negara pun akan melarang peredaran informasi atau acara televisi yang berorientasi seksual dalam memandang hubungan antar manusia.

 Nah, buat kamu-kamu yang udah nggak tahan menahan nafsu dan takut terjerumus ke perzinahan, segeralah menikah. Seperti sabda Rasulullah saw:“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kamu memiliki kemampuan untuk menikah, maka nikahlah, sebab nikah itu dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan; tetapi barang siapa belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab puasa itu baginya merupakan pelindung.”(HR. Bukhari)

 Tapi ya, kalo dirasa kamu belum memiliki kemampuan untuk menikah, maka isilah hari-harimu dengan belajar. Terutama memperdalam Islam.Lagian, dengan belajar dan fokus kepada kegiatan lain, kita jadi terpalingkan dari pikiran yang menjurus ke ‘situ' mulu. Oya, belajar juga bisa bikin kita punya benteng dalam menghadapi gempuran budaya Barat. Nggak percaya? Silakan dicoba. Pasti deh ketagihan en keranjingan untuk mengkaji Islam. Sebab, kalo udah tahu biasanya pengen terus tahu. Pokoknya, nggak bisa dihentikan deh.

 Oya, jangan lupakan juga kewajiban kita belajar di sekolah atau mengasah keterampilan untuk bekal kerja. Sekaligus dengan segera menyehatkan pergaulan kita pake aturan Islam. Biar sehat en nggak terkontaminasi maksiat. Lagian kan kalo kita suka sama lawan jenis tak berarti kudu gaul bebas, Betul?[hafidz]

    Buletin Studia29 September 2003 - 09:00 Siapa Paling Cuek di Antara Kita?    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 163/Tahun ke-4 (22 September 2003)

 Wacks? Ini bukan perlombaan saudara-saudara, tapi ini sebagai salah satu bentuk sindiran buat kita-kita. Harap dicatet ya, bukan berarti saya yang nulis udah dapet gelar paling peduli. Nggak juga. Tapi ini adalah ‘sentilan' buat semuanya, termasuk yang nulis. Hehehe.. bener lho, banyak banget di antara kita yang cuek abis terhadap segala macam problema. Kalo udah cuek alias nggak peduli, alamat hidup cuma untuk kesenangannya masing-masing. Yang lain? Emang gue pikirin? Waduh!

 Oya, sifat cuek ini bisa ngendon dalam diri seseorang secara pribadi, bisa juga kompakan alias banyak orang yang sepemikiran dan seperasaan untuk sama-sama mengamalkan: “Emang Gue Pikirin?” Nah lho, kalo udah kayak begini, bisa berabe tuh. Maklumlah, kalo semuanya enjoy dengan urusan masing-masing, apa ia akan peduli dengan masalah umat ini? Hmm.. jangan harap deh.

 Sobat muda muslim, kondisi ini udah menggejala. Namanya menggejala berarti udah banyak yang mengamalkan. Contohnya, ketika seks bebas yang digeber abis-abisan ama remaja sekarang, banyak orang cuma mampu geleng-geleng kepala. Selanjutnya, “Biarin dah. Bukan urusan gua!” Gubrak!

 Ketika muslim Palestina digempur Israel, ketika rakyat muslim Irak digebukkin pasukan AS, saat Aceh membara, pas kemiskinan menjerat leher saudara kita, sebagian besar dari kita asyik dengan kehidupannya. Cuma segelintir orang yang bela-belain protes di jalanan. Hanya sedikit orang yang rela berpanas-panasan dan diguyur hujan untuk meyakinkan orang-orang bahwa kita wajib peduli dengan nasib saudara kita. Syukur-syukur kepedulian kita diwujudkan dengan lebih besar dan banyak, ya minimal banget adalah mengirimkan doa. Tega banget deh kalo kepedulian yang minimal pun nggak kita lakukan.

 Sikap cuek juga nampak dalam kehidupan sehari-hari. Ada banyak remaja yang semau gue dalam berbuat. Ketika diingetin sama temanya, “Eh, kamu kok pacaran sih?” Mereka kompakan ngomong, “Kalo jomblo jangan belagu ya!” Duilee.. yang ngingetin malah dikatain begitu. Duh, maksiat kok nekat euy! Sadarngapa?

 Kalo diitung-itung, meski nggak pake hasil penelitian yang akurat, ini sekadar melihat fakta di lapangan aja, ternyata antara yang peduli dengan yang cuek banyakan yang cuek tuh. Nah, kalo mau dipersempit lagi, siapa yang paling cuek di antara yang cuek? Kamu jangan ngacung bro. Malu! Heheheh..

 Kriteria paling cuek jatuh kepada mereka yang cuek abis terhadap agamanya. Di bawahnya ada dua lagi. Nah, kalo mau dirunut begini: paling cuek pertama adalah mereka yang nggak mau tahu ajaran apa aja dalam agamanya ini. Masih ngaku Islam sih, tapi doi nggak mau ambil pusing kudu mengamalkan ini dan itu dalam ajaran agamanya. Pokoknya, cuek abis. Prinsip doi, “Gue suka kebebasan. Agama itu mengekang. Agama bagi gue cuma status aja. Itu pun kalo ada yang nanya agama gue apa.” Wasyah!

 Tipe mereka yang tercuek kedua adalah, nggak peduli dengan nasib saudaranya sesama muslim. Kalo doi udah asyik,nyang lain silakan minggir. Ada tetangga or temannya yang kelaparan, sebodo amat. Ada temannya yang sakit, silakan urus sendiri. Duilee.. kejam bin sadis begitu. Apa iya kalo kamu yang kebagian jatah susah orang mau nolong? Catet tuh. Emangnya di dunia ini cuma dikau seorang yang berhak suka-suka?

 Nah, yang paling cuek ketiga adalah mereka yang nggak mau tahu nasib keluarganya sendiri. Walah, ini juga berat euy. Kalo sama keluarga dekat aja nggak peduli, gimana mau peduli sama tetangga atau saudara seakidah yang terpisahkan oleh batas wilayah? Hmm… menyedihkan banget.

 Kebebasan akan menguburmu

 Tentu yang dimaksud kebebasan di sini adalah bebas berbuat sesukanya.Nyang penting asyik. Sekali lagi, asyik. Pokoknya, kalo perbuatan itu membuatnya enjoy dalam menikmatinya, hajar terus. Padahal, nggak jarang yang dilakukannya itu justru dilarang dalam ajaran Islam. Kalo semua remaja muslim, atau kaum muslimin banyak yang berbuat begini, rasanya pantas jika Allah benci ama kita-kita.

 Gimana nggak, atas nama kebebasan berbuat, sebagian dari kita tak malu berbuat maksiat. Inilah orang yang cuek ama ajaran agamanya. Mereka yang cuek ama ajaran agamanya, biasanya nggak risih atau was-was kalo telah berbuat serong. Sebaliknya, dianggap wajar aja. Duh, beraninya membangkang Allah dan Rasul-Nya.Astaghfirullah…

 Sobat muda muslim, sikap cuek terhadap ajaran Islam ini emang bukan tanpa sebab. Ibarat kata pepatah, tak ada asap kalo nggak ada api. Itu artinya banyak kaum muslimin, termasuk remaja yang bebas berbuat sesukanya karena mereka udah terbiasa hidup dalam lingkungan yang liar. Gimana nggak, dalam sistem kapitalisme yang menjadikan kebebasan sebagai asas berbuat telah tumbuh subur para aktivis per-misivisme. Gaswat tuh!

 Bukti bahwa banyak yang cuek ama ajaran agamanya bisa kamu lihat ketika nonton berita kriminal di televisi. Banyak sih yang ngaku muslim, tapi jadi bandar narkoba. Ada juga yang di KTP-nya tertulis Islam dalam kolom agama, tapi pelaku seks bebas. Hmm… ini membuktikan bahwa beliau-beliau ini udah nggak peduli lagi dengan ajaran agamanya. Sangat boleh jadi lho mereka nggak ngeh mana yang dihalalkan dan mana yang diharamkan. Ckckckckck..

 Seandaianya kecuekan terhadap ajaran Islam ini terus berlangsung, alamat kehancuran yang akan didapat. Ingat lho firman Allah Swt.:

 “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”(QS ar-Ruum [30]: 41)

 Contohnya sekarang, Kamu masih inget kan dengan penelitian yang menyebutkan 97,05 persen mahasiswi di Yogyakarta sudah tidak perawan lagi? Wow, sungguh mencengangkan dan mengerikan mengetahui kehidupan seks mahasiswi di kota pelajar Yogyakarta. Benar. Suatu penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora (LSCK PUSBIH) menunjukkan hampir 97,05 persen mahasiswi di Yogyakarta sudah hilang keperawanannya saat kuliah.

 Seperti yang ditulisdetik.com pada 2 Agustus 2002 lalu, bahwa yang lebih mengenaskan, semua responden mengaku melakukan hubungan seks tanpa ada paksaan. Semua dilakukan atas dasar suka sama suka dan ada­nya kebutuhan. Selain itu, ada sebagian responden mengaku melakukan hubungan seks dengan lebih dari satu pasangan dan tidak ber­sifat komersil. Wah, wah, wah.

 Kenapa bisa begini? Boleh jadi banyak teman remaja yang menganggap bahwa rasa cinta itu nggak seru kalo nggak diekspresikan dengan pacaran. Pacaran pun nggak asyik kalo nggak dibumbui dengan aktivitas seks. Gedubrak. Benar-benar liar tuh!

 Jangan heran dan jangan kaget kalo saat ini berkembang remaja-remaja yangfree thinker , alias pemikir bebas. Ciri-cirinya? Kalo dalam urusan seks, remaja-remaja model begini nggak kenal kata takut dosa. Pokoknya, “semau gue” deh. Kalo itu mengasyikan, kalo itu bikin takjub, hajar aja tanpa ampun. Nggak peduli lagi gimana kalo nanti hamil di luar nikah. Nggak ambil pusing lagi kalo nanti kena penyakit seksual menular. Pendek kata, asal itu dilakukan atas dasar suka sama suka, menyenangkan, dan menghibur nggak peduli lagi dengan urusan dosa. Toh, biasanya mereka menganggap bahwa agama hanya sekadar alat bantu di kala butuh ketenangan jiwa. Waduh!

 Oya, kasus yang ‘sodaraan' ama seks bebas adalah narkoba dan kriminalitas. Wuih, di jalur ini pun remaja udah banyak yang jadi aktivisnya. Berdasarkan catatan sebuah lembaga konseling narkoba menyebutkan bahwa di Jakarta saja, dari 110 kelurahan yang ada, semuanya nggak bebas narkoba. Terus peredaran uang dari bisnis narkoba ini di Jakarta sehari bisa menyentuh angka Rp 4 miliar. Waduh, heboh juga ya?

 Menurut perkiraan Prof Dr Dadang Hawari, angka pengguna narkoba di Tanah Air mencapai tiga juta orang. Setiap pecandu diperkirakan membelanjakan uangnya Rp 100.000-Rp 300.000 per hari untuk membeli obat-obatan berbahaya. (Tempo , 27/5/2001). Bila jumlah pengguna dan uang jatah membeli barang-barang haram itu dikalikan, diperoleh angka Rp 300 milyar- Rp 900 milyar.Kisaran inilahsales industri narkoba di wilayahIndonesia untuk satu hari. Tetapi, jika yang digunakan data dari Departemen Pendidikan Nasional akan lebih tinggi lagi besarannya, empat juta pengguna (MajalahInterview, 20/1/2001). Omzet per hari dapat mencapai Rp 400 milyar-Rp 1,2 trilyun.

 Kalo udah kena? Walah, berat euy pengobatannya. Biaya yang biasa diperlukan untuk terapi ini diJakarta bervariasi dari 20 ribu sampai 75 ribu rupiah per pertemuan. Bahkan ada yang harus berobat sampe 20 kali pertemuan (HAI, No 6 Tahun 25 ). Belum lagi harga obat lainnya. Untuk menghantam pengaruh morfin di dalam tubuh penderita, ada yang harus minum obat rata-rata 10-12 butir per hari.Harga obatnya sendiri mencapai 1,5 juta sampe 2 juta perak per 50 butir. Maklum obat impor. Nah lho..

 Sadar dooong!

 Emang nggak mudah kalo nerima kritik dari orang lain. Nggak heran bila kemudian muncul sikap arogan dalam diri kita. Ya, kayak temen kamu yang punya prinsip “Emang gue pikirin” itu. Sikap seperti itu muncul karena kamu nggak mau diganggu gugat atas perbuatan yang kamu lakukan. Lalu kamu balik menyerang. Kalo perbuatan yang kamu lakukan bener, terus ada yang ngritik, dan kamu balik menyerang, tentu itu beralasan dong. Tapi kalo perbuatan kamu salah, terus kamu menolak ditegur, berarti kamu emang arogan alias nggak mau berlapang dada. Hati-hati ya. Soalnya, manusia itu nggak ada yang sempurna. Semua manusia punya sisi gelap dan sisi terang dalam hidupnya.

 Orang yang arogan alias sombong, biasanya menolak kebenaran yang datang kepadanya. Itu sebabnya, tujuan hidupnya bukan nyari kebenaran, tapi pembenaran atas per-buatannya. Itu bahaya. Allah Swt. murka lho, sama orang yang model begini. Firman-Nya:

 “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”(QS Luqman [31]: 18)

 Dan sebaliknya orang yang ikhlas, berlapang dada, mau menerima kritik dari orang lain, itulah yang dinginkan oleh Allah Swt. Firman-Nya:

 “dan (aku telah diperintah): “Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik.”(QS Yunus [10]: 105)

 Oke deh, mulai sekarang kita kudu sadar. Nggak cuek lagi ya sama ajaran agama kita, nggak cuek ama nasib saudara seakidah, juga nggak diem aja ama nasib keluarga kita sendiri. Kita kudu peduli. Peduli sama ideologi Islam? Wajib euy. Ideologi lain? Lewaaaat! Jadi, cuek? Udah basi tuh![solihin]

   Buletin Studia29 Agustus 2003 - 15:07 Arti Kesucian Bagi Perempuan    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 160/Tahun ke-4 (1 September 2003)

 Eh, kita ngasih judul tulisan begini bukan berarti kita udah suci lho. Bukan pula udah merasa paling benar. Bukan juga mau ngeguruin sama kamu yang bisa jadi ada yang udah ngerti soal beginian, khususnya kaum akhwat. But, kita nulis begini sekadar ngingetin kamu semua. Maklumlah, namanya juga manusia. Suka terserang penyakit lupa. Jadi, saling ngingetin kan bagian dari usaha supaya nggak lupa.Betul apa bener? Nah, itulah pentingnya seorang teman or sahabat. Apalagi kita sebagai sesama muslim, kudu saling ngingetin en nasihatin tuh dalam kebenaran. Setujukan ? Kudu! ?

 Sobat muda muslim, kita sedih dan prihatin banget dengan cara gaul sebagian besar teman remaja yang bebas nian. Sepertinya model pergaulan yang bebas itu udah jadi menu keseharian dalam hidup kita. Melanggar aturan malah dianggap wajar. Akibatnya, banyak orang yang udah nggak malu dan ragu untuk berbuat tidak normal. Kalo dulu di jaman ortu kita masih muda, jalan berdua antar lawan jenis aja para tetangga udah bercas-cis-cus ngomongin kita. Coba, gimana nggak merah kuping kita. Meski banyak motif waktu ngomongin pelaku gaul bebas itu, tapi terbukti cukup efektif bikin risih bin keder yang ngelakuin.

 Lha, kalo sekarang? Aduh, kita sih nggak abis pikir deh kalo sekarang kok kayaknya liar banget. Udah gitu, para tetangga cuek abis, alias nggak mau peduli terhadap apa yag dilakuin tetangga lainnya. Alasannya sih klise banget, “Itukan bukan anak or sodara gue, ngapain capek-capek mikirin? Dapet duit juga kagak!” Waduh, egois banget ya? Begitulah…

 Pergaulan sekarang nih, udah benar-benar melanggar ajaran agama. Utamanya kita menyorotigaya gaulnya anak puteri. Wah, wah, udah banyak tuh yang gaulnya bikin bulu betis berdiri (bisik-bisik: bosen ah pake bulu kuduk mulu). Ketar-ketir kita dibuatnya, lho. Bener-bener udah menodai kehormatan dan kesucian dirinya. Gimana nggak, jalan bareng ama cowok bukan mahramnya ayo aja. Diajak main teman cowoknya oke aja. Dipegang, digandeng, dipeluk, ditimpukin, sampe dibanting no problemo. Waduh! (backsound: smackdown kaleee..).

 Gayagaul kayak begini bisa dibilang udah nggak sehat. Emang sih, awalnya model gaul begini dicontohkan kalangan seleb. But, sekarang udah nyebar dan jadi identitas masyarakat, khususnya kalangan remaja dan mahasiswa. Jangan-jangan tetangga kita malah jadi pelaku aktifnya. Atau mungkin sodara dan teman kita sendiri (atau malah kita sendiri?) Siapa tahukan ? Abisnya, sekarang udah jadi tren.

 Kalangan seleb yang perilakunya gampang disimak di televisi makin menganggap biasa berbuat salah. Rasanya pedih dan perih hati ini, pas ngelihat para penyanyi dangdut wanita yang senantiasa menjual bodinya ketimbang suaranya. Dipelopori oleh Inul Daratista si Ratu Ngebor, maka di belakangnya seperti berlomba nyari sensasi. Terdaftar nama-nama penari striptease, eh, penari dangdut (bukan penyanyi, itu mah); Anisa “goyang patah-patah” Bahar, Uut Permatasari, Ira Swara, Putri Vinata, Nita Talia, Dewi Persik wa akhwatuha... yang always kesetanan dalam bertingkah. Bebas euy!

 Nggak hanya di televisi, media cetak juga seperti berlomba untuk menjual erotisme binti pornografi. Sesuatu yang amat ditabukan, yang hanya boleh dilihat dan dilakukan di ruang pribadi, sekarang udah menjadi konsumsi umum. Siapa pun boleh menikmati dengan sesukanya. Nyang penting ada itung-itungan duit disana . Atau tujuan lain, ngetop.Padahal sama aja, karena kalo udah ngetop en populer kan duit lagi akhirnya. Hmm… dasar kapitalis!

 Bo abo.. kalo udah kayak gitu, kita ngeri, risih, kesel, sekaligus kasihan sama mbak-mbak kita itu. Semua orang yang pikirannya normal pastinya nggak suka dengan gaya hidup begituan. Kalo pun kemudian ada yang diem-diem mendukung, itu juga lebih karena mereka bingung, lalu tanpa sadar menganggap kelakuan kayak begitu sebagai sebuah kewajaran. Gubrak! Lalu, apa artinya sebuah kesucian bagi seorang perempuan? Atau memang udah nggak perlu lagi predikat itu? (kasihaaan deh eluh!)

 Ukuran kesucian
Kalo orangtua dulu sering secara khusus membahas tentang kesucian diri bagi seorang perempuan, sekarang kayaknya mulai dilupakan alias rada longgar. Jaman dulu ortu sering wanti-wanti kepada anak perempuannya untuk pandai menjaga diri. Untuk tidak bergaul sesukanya dengan lawan jenis. Bahkan untuk sekadar olahraga berat aja para ortu suka murka, karena katanya akan mempengaruhi keperawanan sebagai sebuah lambang kesucian.

 Nah, dengan menganggap arti sebuah kesucian bagi perempuan diukur berdasarkan ketentuan fisik seperti ini, maka para ortu sangat khawatir kalo anak perempuannya mulai gatel ngelihat cowok. Jangan-jangan, entar mereka gaul bebas. Kalo udah gitu kan repot.

 Sekadar gambaran, pernah ada tuh film Indonesia yang judulnya Tirai Malam Pengantin.. Film jaman baheula banget sih. Digambarkan dalam film yang dibintangi oleh Mbak Yessy Gusman itu seorang ibu yang sangat khawatir begitu mengetahui selaput dara anak perempuannya robek pas jatuh saat main sepeda. Padahal, sebentar lagi akan menikah. Singkat cerita, tuh si ibu yang merasa ingin agar anaknya bisa mempersembahkan arti sebuah kesucian kepada suaminya, sebelum nikah dilakukan operasi selaput dara. Kalo sekarang? Pikirannya gampang aja. Kalo pun ‘kecelakaan’ duluan, nikahin aja. Toh udah banyak para seleb ibukota mencontohkan. Jadi, ‘semboyannya’ seperti dalam pelajaran bahasa Indonesia; ‘buatlah seperti contoh!’ Wasyah!

 Sobat muda muslim, emang sih, kalo kita ngomongin tentang kesucian sebenarnya bukan hanya ditujukan untuk kaum Hawa, kaum Adam juga perlu disorot. Cuma, karena anak laki rada sulit dibedain mana yang masih suci mana yang udah nggak suci lagi, jadinya yang sering dapet porsi lebih banyak dalam pembahasannya adalah anak perempuan. Karena anak perempuan amat mudah dilihat perubahannya. Tapi dengan catatan, jika ngelihatnya adalah ukuran fisik.

 Tapi kalo standar kesucian diukur dari tingkah laku, anak laki dan anak perempuan bisa dengan mudah dilihat. Artinya, baik anak laki atawa anak perempuan, kalo mereka udah kecebur dalam pergaulan bebas, kalo gaya gaul mereka nyerempet-nyerempet dosa, kalo mereka mengamalkan free thinker, ya sama-sama nggak suci secara kepribadiannya. Setuju kan?
Sobat muda muslim, Islam udah mengatur segala bentuk perbuatan manusia. Buat anak ngaji mungkin sering denger istilah hukum syara. Nah, hukum syara, menurut istilah para pakar ushul fiqih adalah seruan (khithab) Syar’i (Allah Swt.) yang berkaitan dengan aktivitas hamba (manusia), berupa tuntutan (al-Iqtidla), penetapan (al-Wadl’i) dan pemberian pilihan (at-Takhyir).

 Jadi, segala aturan yang tercantum dalam sumber hukum syara (al-Quran, as-Sunnah, Ijma sahabat, dan qiyas) adalah sandaran ketika kita berbuat. Pendek kata, perbuatan kita kudu sesuai aturan yang berlaku dalam ajaran agama kita. Semua itu nggak lain, adalah untuk menjaga kita dari aktivitas yang bisa menurunkan derajat kita sebagai manusia. Itu juga bisa berarti untuk melindungi kita supaya tetap menjaga kesucian diri. Bener lho.

 Misalnya aja Allah menyindir manusia yang nggak mau tunduk pada aturan-Nya. Seperti dalam firman-Nya: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS al-A’raaf [7]: 179)

 Lha, kalo yang sekarang kita lihat, manusia seperti berlomba menuju neraka! Aduh, sebetulnya nggak tega menulis begini. Tapi, ternyata banyak kaum muslimin yang udah berani secara terang-terangan berbuat maksiat. Jadinya, ‘kepaksa’ deh kita nyebutin begitu. ?

 Coba kalo kamu pikir, gimana bisa menjaga kesucian diri kalo bergaul aja menganut gaya bebas (kirain cuma dalam renang aja tuh). Betul apa betul? Terus, gimana bisa disebut terhormat, kalo dalam berbuat justru melanggar kehormatan? Berpakaian aja nggak bener. Aurat yang wajib ditutup malah diobral kepada siapa aja yang bisa melihatnya. Nggak malu dan nggak ragu lagi (mungkin karena tergoda lirik lagu tema acara Joged-nya RCTI, yang ngomporin agar jangan malu dan ragu, katanya sah-sah saja). Salah kok bangga ya?

 Mengembalikan kesucian
Sobat muda muslim, khususnya yang puteri.Kesucian diri memang berarti luas ya. Baik lahir maupun batin. Sayangnya, di jaman yang udah jauh dari nilai-nilai Islam ini, jangankan kesucian batin (baca: kepribadian), menjaga kesucian diri yang sifatnya lahir aja udah susah. Sebab, yang kita saksikan justru mereka berlomba untuk mengobral seluruh potensi dan pesona tubuh yang dimiliknya. Nggak usah dijelasin secara detil, toh kamu juga udah sering lihat dalam kehidupan nyata; baik di lingkungan sekitar kita, maupun yang kita lihat di televisi dan yang kita baca di media cetak. Ckckckck.. kasihan banget tuh.

 Nah, ini memang bagian dari kerusakan moral yang udah mengglobal. Masyarakat kita sedang sakit. Kerusakan ini sebetulnya bisa dicegah dengan menjalin kerjasama di semua komponen. Mulai dari individu di keluarga dengan menanamkan ketakwaan bagi anggota keluarga, terus masyarakat yang ketat dalam mengontrol aktivitas warganya, dan juga penerapan aturan dan sanksi oleh negara.

 Tiga kekuatan ini yang mestinya bisa digabungkan untuk mencegah kerusakan lebih jauh dalam rangka melindungi kehormatan manusia. Tapi sayangnya, tiga pilar itu mulai keropos semua. Takwa individu payah, pengawasan masyarakat lemah, dan negara nggak bisa diharapkan lagi. Sedih deh.

 Kalo udah begini gaswat. Al-Quran udah menjelaskan sebab-sebab kutukan Allah kepada masyarakat Yahudi, karena nggak ada dalam aturan mereka sistem kontrol masyarakat. Kalo pun ada, tapi lemah banget. Firman-Nya: “Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (QS al-Maaidah [5]: 79)

 Mari kita renungkan firman Allah Swt.: “...Jika kamu (hai kaum muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (TQS al-Anfaal [8]: 73)

 Kamu perlu tahu bahwa budaya atau peradaban adalah ditentukan mafahim (persepsi/pandangan) tentang kehidupan. Nah, yang muncul sekarang adalah berasal dari pandangan hidup kapitalisme-sekularisme yang emang menjadikan kebebasan sebagai patokan berbuat. Permisif dan hedonis sekaleee. Inilah akar masalahnya. Sebab, akibat paham ini maka lahirlah beragam kekacauan, kesengsaraan, hilangnya rasa aman di tengah-tengah masyarakat, juga melahirkan mental yang bobrok.
Sekularisme emang bikin sengsara umat manusia. Jadi, mari mengembalikan kesucian dan kehormatan umat manusia dengan menggusur ideologi kapitalisme-sekularisme dari kehidupan kita. Selanjutnya, terapkan Islam sebagai ideologi negara. Kagak pake dilama-lamain lagi. Mari berjuang sekarang juga, sobat! ?

 

   Buletin Studia16 Juni 2003 - 10:44 Sisi Gelap Pacaran    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 149/Tahun ke-4 (16 Juni 2003)

 Hoyaaaa… lagi mojok berdua neh!He.he.. jangan mendelik dong kalo emang ngelakuin. Bo..abo.. banyak juga neh remaja yang punya prinsip mojok terus, gesek terus, en tempel terus ama gandengannya (idih, emangnya truk?). Hmm… aneh bin ajaib memang. Urusan cinta yang diwujudkan lewat pacaran kadang nggak kenal tempat dan waktu. Kalo udah demen, nyosor terus ampe lupa kanan-kiri. Dunia serasa milik berdua doang. Orang lain mah suruh tinggal di planet senen, eh, planet pluto sekalian.

 Saking menjamurnya budaya pacaran, di angkot, di pasar, di kereta, di bus, termasuk di sekolah, mudah kamu jumpai remaja yang saling memadu kasih. Lihat juga di taman kota, di trotoar jalan, termasuk di perpus. Perpus? Nggak salah? Suasananya hening lho buat mojok. Kali aja makin hot!Astaghfirullah…

 Udah gitu nggak kenal waktu, bisa siang hari, bisa malam hari. Pokoknya gebet terus sampe pagi. Malam hari banyak juga lho yang sok romantis, pake gantian ngitungin jumlah bintang di langit segala, ngobrol ngalor ngidul di bawah sinar rembulan yang jatuh ke bumi, duh kayak di sinetron jadinya (eh, pas meremas jari pacarnya, ternyata jempol semua! Bukan orang kaliii.. Huhuy kebanyakan nonton Kismis tuh!) ?

 Sobat muda muslim, ngomong-ngomong apa sih definisi pacaran? Kalo orang hukum bilang, pacaran adalah kontrak sosial antara laki dan wanita dalam satu ikatan dengan tujuan untuk menikah. Hmm.. bener nggak sih? Buktinya banyak yang cuma main-main doang. Lha iya, anak SD dan SMP udah pacaran, apa mereka mikir mo langsung nikah? Kayaknya, kata orang Betawimah , “ kagaknyaket di otak dah!” Pendek kata, nggak masuk akal, sobat.

 Sayangnya, pacaran udah jadi tren lho. Jangan kaget kalo ada remaja yang nggak ngelakuin pacaran, bakalan dicap sebagai kampungan, norak, dan super kuper. Sebaliknya, mereka yang jadian mengikat janji sama pasangannya, dianggap wajar karena tuntutan jaman. Wasyah! Apa nggak kuwalik neh?

 Memangnya kalo jaman berubah, kita juga kudu selalu berubah? Nggak lha yauw. Kita lihat-lihat dulu. Kalo itu berubah kepada kebenaran, ya kita ikutin dong. Tapi kalo ngajak berubah untuk berani maksiat, entar dulu. Tahan.
Ngomong-ngomong soal semen, eh, pacaran, kita jadi kepikiran, bener nggak sih pacaran itu halal? Bener nggak sih pacaran itu banyak ruginya? Emangnya kalo udah pacaran kita boleh ngelakuin apa aja dengan pacar kita?

 Ta’ruf, Taqarrub, dan ta’ tubruk
Remaja sekarang pada pinter ngeles lho.. (yang pinter mah..), pake ngedalil segala. Seolah-olah bakal ditolerir agama dengan dalilnya yang asal-asalan itu. Nggak lha yauw. Saat kamu membanting kartu gaple dengan balak enam sambil menyebutkan, “ini rukun iman”, tentunya bukan berarti main gaple jadi kegiatan yang islami lho. Nggak. Begitu pun dengan pacaran. Jangan mentang-mentang aman aja lho kalo kamu berdalih bahwa deketan sama lawan jenis sebagai bagian dari ta’ruf yang diajarkan agama sambil menyitir ayat tentang diciptakannya manusia dalam kultur dan suku yang berbeda-beda, yang tiada lain adalah untuk saling mengenal. Gubrak!

 Jelas salah alamat sobat. Kamu yang pacaran dengan mengaku-ngaku lagi ‘ta’ruf’ kayaknya cuma kedok doang deh.Memangnya kalo pengen kenalan dengan lawan jenis itu kudu nempel terus dan berduaan aja?

 Ada teman kamu yang ngelakuin pacaran kok kayaknya seperti udah jadi suami-istri. Nyebutnya aja “mamah-papa”. Itu dilakukan demi mengenal lebih dalam karakter masing-masing. Kata mereka, dengan semakin dekat kita berhubungan, semakin mengetahui kebiasaan pasangannya; mudah marah apa nggak, suka rewel atau justru asyik-asyik aja, kalo makan gembul apa nggak (harus bisa mengontrol jatah beras neh! He..he..he..), kita jadi tahu makanan kesukaannya, ngeh minuman favoritnya, dan sebagainya.

 Nah, kalo udah cukup ‘kenal’ luar-dalam, bisa jadi gampang juga untuk deketan. Pengen lebih deket, makin deket, dan deket banget. Nggak heran, awalnya cuma mau temenen, eh, malah demen? Kalo udah kecantol begitu, setiap pasangan jadi nggak ragu untuk membuka diri. Hmm… jangan kaget kalo akhirnya nggak cuma berani kirim SMS or e-mail dong, tapi mulai coba dengan yang lebih iteraktif; nelpon. Bagi mereka yang udah kebelet (emangnya mo buang hajat?), pengennya deketan terus. Dalam kondisi seperti itu, udah berani main ke rumah atau ngajak jalan bareng ke mana mereka suka.Sebab kata orang, cinta terasa makin kuat justru kalo berjauhan. Sebuah kenyataan yang bertolak belakang dengan efek doppler yang justru kekuatannya makin terasa lemah jika saling menjauh (moga kamu inget salah satu kajian dalam ilmu fisika ini).

 Sobat muda muslim, hati-hati deh. Kalo udah ‘ta’ruf’ dan pengennya ‘taqarrub’, sangat boleh jadi akhirnya ‘ta’ tubruk’ alias main nyosor terus. Pikirnya, mana ada kucing yang tahan jika mangsanya ngasih peluang. Mana ada yang tahan godaan kalo udah lengket-masket begitu. Bener, pake prinsip manajemen lagi; sedikit bicara banyak bekerja. Nggak ada jaminan deh kalo udah nempel begitu tanganmu nggak gerilya kemana-mana. Yee.. jadinya antara nafsu dan cinta jadi bias. Gubrak, itu namanya peluang untuk saling ‘menubruk’ makin terbuka. Jadi jangan bingung kalo kemudian kamu bisa baca di koran tentang seks bebas remaja ibu kota, juga tentang angka aborsi yang kian meroket, dan menularnya PMS (penyakit menular seksual). Hih, syerem abis!

 Ruginya pacaran
Kamu kudu ngeh juga soal yang satu ini. Rugi di akhirat udah jelas. Rugi di dunia juga sebetulnya sejelas siang hari. Cuma, bisa dinetralisir dengan ‘kenikmatan’ yang langsung didapat. Dasar! Pengen tahu lebih detil? Mari kita tunjukkan.

 Pertama,pacaran diduga kuat bikin kantong bolong (biasanya untuk anak cowok). Gimana nggak, kamu jadi kudu nyiapin anggaran lebih; selain buat diri kamu, tentunya biar disebut care ama yayang-nya, kalo jalan kudu punya pegangan. Malu dong kalo jalan nggak punya duit. Entar diledekin pake plesetan dari lagunya Bang Iwan Fals, “Jalan bergandengan tak pernah jajan-jajan…” (he..he..). Itu sebabnya, anak cowok kudu nyiapin segalanya buat nyenengin sang pacar. Iya dong, masak makan sendirian kalo lagi jalan bareng? Emangnya pacar kamu obat nyamuk dianggurin aja?So, pastinya kamu bakalan kena ‘roaming’ terus (backsound: rugi dah gua..).

 Tapi jangan salah lho, bisa jadi anak cewek juga kudu nyiapin dana (kalo nggak minta ke ortu nodong sama pacarnya—he..he.. teman cowoknya kena juga deh). Buat apa? Huh, tanpa komunikasi, rasanya dunia ini sepi, bro! buat beli pulsa HP, terus sekarangkanjamannya internet, ya untuk chatting atau kirim-kirim e-mail cinta.Huh! Pacaran berat diongkos namanya. Bener-benar terpadu, alias terpaksa pake duit!

 Kedua,bisa kehilangan privasi lho. Iya lah, kamu baru bisa nyadar kalo kamu udah putus sama yayang kamu. Betapa kamu waktu itu udah memberikan informasi apapun sama kekasihmu. Rahasia luar-dalam dirimu bisa kebongkar tanpa sadar. Celakanya, banyak pasangan yang akhirnya putus. Nggak ada jaminan kan kalo akhirnya pacarmu cerita sama yang lain setelah putus sama kamu? Atau… bisa juga putus sama kamu karena udah tahu kebiasaan jelek kamu (koor: kasihan deh eluh!..)

 Ketiga,menggangu aktivitas produktif. Iya lah.Sebab, pikiran kamu manteng terus ke si dia. Inget terus sama doi. Maklumlah, bagi kamu yang kena ‘sihir’ kasmaran, pastinya inget terus sama doi. Kayaknya nggak rela kalo sehari aja nggak ketemu or denger suaranya. Nggak afdol kalo tiap jam nggak dapetin update info soal doi (emangnya situs berita? He..he…). Persis kayak pelajar yang saban harinya makan sambel melulu, katanya sih bisa bodoh. Lho? Iya, kalo ‘kerjaan’ makan sambel itu membuat doi lupa belajar (he..he..he..). Nah, pacaran disinyalir bisa membunuh produktivitas kamu. Hari libur joss terus sama pacar kamu; ke tempat rekreasi, ke mall, dan sekadar jalan-jalan nggak jelas juntrungannya. Padahal, bisa dipake untuk istirahat or kegiatan bermanfaat seperti olahraga, ngelancarin belajar ngaji, menghadiri kajian keislaman, dsb. Tul nggak?

 Padahal hari biasa juga dipake ngedate terus sama gebetan kamu. Kagak ada matinya. Jadi produktivitasnya berubah. Tadinya mantengin pelajaran dan kegiatan bermanfaat lain, pas pacaran jadi mantenginyayang -nya. Apa itu nggak bikin kamu jadi kismin, eh, miskin produktivitas? Aduh, celaka banget deh!

 Keempat,rentan untuk sakit hati. Bener. Kegembiraan bisa berubah jadi kesedihan. Maklum, namanya juga baru pacar, belum ada ikatan kuat yang bisa melindungi kamu berdua. Jadinya, gampang banget untuk putus. Cuma soal perbedaan kecil bisa jadi api yang membara. Ujungnya, putus deh. Kalo udah putus cinta, aduh, sakit rasanya. Bener. Perlu kamu pahami, kebanyakan orang berpacaran adalah petualangan. Jadi, bukan untuk melanggengkan ikatan itu, tapi justru masih cari-cari kecocokan. Bahaya!

 Kelima,jangan bangga dulu punya pacar yang tampilannya oke punya. Senyuman mautnya bisa menenangkan kamu, sekaligus bikin gelisah. Siapa sudi kalo punya cowok mata keranjang? Nggak bisatetegdi satu hati. Masih nyari penyegaran dengan akhwat, eh, cewek lain. Siapa tahu malah kamu yang jadi ‘sephia’-nya. Cewek lain justru kekasih sejatinya. Gubrag! (suara satu-suara dua: kasihaaan deh kamu…).

 Keenam,beware alias waspadalah! Kejahatan terjadi bukan karena niat pelakunya saja, tapi juga karena ada kesempatan (hei! kok kayak Bang Napi sih? He..he..he.). Gaul bebas bisa bablas euy! Kalo kamu udah saling lengket, jangan harap akal sehat kamu dipake untuk mikir bener. Justru kamu malah bimbang dengan ‘suara-suara’ yang ngomporin supaya melakukan “begituan”. Pastinya kamu nggak mau dong kayak kasusnya Eno Lerian yang menikah karena udah hamil duluan;Married by Accident! Naudzubillahi min dzalik!

 Tahan nafsu dong...!
Ingat-ingat pesan Allah dan Rasul-Nya. Jangan mengklaim kebenaran dengan ukuran kamu sendiri. Bahaya. Kamu bisa aja ngasih alasan bahwa pacaran adalah menyenangkan. Itu hak kamu. Tapi jangan salah, kalo kebenaran diserahkan kepada semua orang, bisa berabe. Itu sebabnya kudu ada patokan. Apalagi kalo bukan aturan Allah dan Rasul-Nya. Betul?“Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina adalah perbuatan yang tercela dan jalan yang buruk,”(QS al-Isra [17]: 32)

 Dari Jabir ra, Rasulullah saw. berkata,“Ingatlah! Janganlah seorang laki-laki menginap di sisi seorang wanita dalam satu rumah, kecuali dia menikahinya atau dia mahramnya.”(HR Muslim)

 Dalam sebagian riwayat hadits Samurah bin Jundab yang disebutkan di dalam Shahih Bukhari, bahwa Nabi Saw. bersabda:“Semalam aku bermimpi didatangi dua orang. Lalu keduanya membawaku keluar, maka aku pun pergi bersama mereka, hingga tiba di sebuah bangunan yang menyerupai tungku api, bagian atas sempit dan bagian bawahnya luas. Di bawahnya dinyalakan api. Di dalam tungku itu ada orang-orang (yang terdiri dari) laki-laki dan wanita yang telanjang. Jika api dinyalakan, maka mereka naik ke atas hingga hampir mereka keluar. Jika api dipadamkan, mereka kembali masuk ke dalam tungku. Aku bertanya: ‘Siapakah mereka itu?’ Keduanya menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang berzina.” Ih, naudzubillahi min dzalik.

 Jadi udah deh, pacaran itu nggak ada untungnya. Banyak sisi gelapnya. Rugi dunia-akhirat lagi. Kalo pun menurut kamu ada untungnya, itu kan baru perasaan kamu aja. Betul? Oke deh, kalo pun itu menyenangkan menurutmu, apa ada jaminan kalo aktivitas kamu bebas dari dosa? Justru, pacaran itu menyenangkan atau tidak menyenangkan buat kamu, tetep aja haram di mata syariat! Jadi, jangan nekatz berbuat dosa. Waspadalah! ?

   Buletin Studia22 Maret 2005 - 20:19 Antara Ukhuwah dan Pacaran    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 150/Tahun ke-4 (23 Juni 2003)

 Maksud hati ingin ukhuwah dengan lawan jenis, tapi malah terjebak dalam pacaran. Tadinya pengen menjalin ukhuwah islamiyah, tapi apa daya kecemplung jadi demenan. He..he.. jangan heran atuh, sebab hubungan dengan lawan jenis itu rentan banget disusupi oleh perasaan-perasaan lain yang getarannya lebih dahsyat. Apalagi kalo ditambah naik bajaj, dijamin tambah menggigil karena vibrasinya kuat banget (apa hubungannya?) ?

 Sobat muda muslim, sesama aktivis masjid atau organisasi kerohanian di sekolah dan kampus, selalu saja muncul hal-hal tak terduga. Cinta lokasi kerap mewarnai perjalanan hidup mereka. Iya dong, aktivis juga kan manusia. Wajar banget dong untuk merasakan hal-hal seperti itu. Apalagi mereka sama-sama sering bertemu. Bukankah pepatah Jawa mengatakan, witing tresno jalaran soko kulino sering jadi rujukan untuk menggambarkan perasaan itu?Ati-ati!

 Hmm… rasa cinta itu muncul karena seringnya bersama atau bertemu, begitu maksudnya? Yup, kamu cukup cerdas dalam masalah ini. Iya, jadi jangan kaget or heran kalo sesama aktivis pengajian muncul perasaan itu. Apalagi di antara mereka udah saling mengetahui kebiasaan masing-masing. Dijamin perasaan ‘ser-seran’ keduanya dijembatani oleh seringnya komunikasi dan frekuensi pertemuan.Udah deh, panah-panahasmara mulai dilepaskan dari busur masing-masing dalam nuraninya. Duh gusti, itu artinya sang panahasmara siap menembus hati masing-masing. Siap memekarkan bunga-bunga di taman hati mereka. Seterusnya, jatuh hati dan saling memendam rindu. Uhuy!

 Jadi, kalo nggak kuat-kuat amat imannya, kamu bakalan melakoni aktivitas pacaran sebagaimana layaknya dilakukan oleh mereka yang masih awam sama ajaran agama.Nggak terasa, di antara kamu mulai berani janjian untuk ketemu di masjid. Walau mungkin masih malu-malu. Tapi jangan salah lho, jika nafsu udah jadi panglima, akal sehat kamu pasti keroconya. Kamu lalu deklarasi, “akal sehat saatnya minggir!”. Waduh, gimana jadinya kalo sesama aktivis malah terjebak dalam perasaan-perasaan seperti ini?

 Sobat muda muslim, memang ukhuwah itu tidak dibatasi cuma kepada satu jenis manusia aja, tapi kepada dua jenis sekaligus, yakni laki dan wanita. Bahkan ukhuwah islamiyah berdimensi sangat luas, yakni nggak dibatasi oleh waktu dan tempat. Kapan pun dan di mana mereka berada, asal mereka adalah muslim, itu saudara kita. Hanya saja, untuk ukhuwah dengan lawan jenis, memang ada aturan mainnya sendiri, sobat. Nggak sembarangan, atau nggak sebebas dalam bergaulnya seperti kepada teman satu jenis. Itu sebabnya, kita bahas masalah ini di buletin kesayangan kamu ini. Betul? Loading…

 Ketika cinta mulai menggoda
Rasa cinta itu unik. Nggak mengenal status seseorang, dan juga suka tiba-tiba aja datang. Hadir dalam jiwa, menggerogoti hati, mengaduk-mengaduk perasaan, yang akhirnya muncul rasa suka dan rindu. Duh, banyak pujangga yang berhasil menorehkan kata-kata puitisnya tentang cinta. Sebab cinta itu naluriah. Pasti dimiliki oleh seluruh manusia, termasuk hewan. Allah udah memberikan rasa itu kepada manusia. Firman-Nya:“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak,”(QS Ali Imraan [3]:14)

 Nah, gimana jadinya kalo sesama aktivis pengajian muncul rasa cinta? Nggak masalah. Sah-sah saja kok. Bahkan sangat mungkin terjadi. Itu naluriah. Cuma, tetap harus aman dan terkendali. Nggak boleh mengganggu stabilitas nasional (ciiee.. bahasanya pejabat banget tuh!). Iya, saat cinta menggoda, jarang yang bisa bertahan dari godaannya yang kadang menggelapkan mata dan hati seseorang. Jangan heran dong kalo sampe ada yang nekat pacaran. Wah, aktivis pengajian kok pacaran?

 Sobat muda muslim, itu sebabnya kamu kudu bisa jaga diri. Ukhuwah islamiyah di antara sesama aktivis pengajian tentunya nggak dinodai dengan perbuatan yang mencemarkan nama baik organisasi, nama baik kamu, nama baik sesama aktivis pengajian, dan yang jelas kesucian Islam. Jangan sampe ada omongan, “aktivis pengajian aja pacarannya kuat, tuh! Muna deh!”. Coba, gimana kalo sampe ada yang bilang begitu? Nyesek banget kan? Jelas lebih dahsyat dari wabah SARS tuh! Upss...

 Kalo udah gitu, bisa ngerusak predikat tuh. Bener. Sebab, serangan kepada orang yang punya predikat ‘paham agama’ lebih kenceng. Jadi kalo ada aktivis pengajian yang pacaran, orang di sekililing mereka dengan sengit mengolok-olok, mencemooh, bahkan mencibir sinis. Kejam juga ya? Bandingkan dengan orang yang belum paham agama, atau nggak aktif di organisasi kerohanian Islam, biasa-biasa aja tuh. Sobat, inilah semacam ‘hukuman sosial’ yang kudu ditanggung seseorang yang udah dipandang ngerti. Padahal, sama aja dosanya. Tapi, seolah lebih besar kalo itu dilakukan oleh aktivis pengajian. Gawat!

 Wajar juga sih pandangan seperti itu. Sebab, umat kan lagi nyari siapa yang dapat ia percayai dan teladani dalam kehidupannya. Jadi, jangan khianati kepercayaan mereka kepadamu hanya gara-gara soal cinta yang kebablasan. Sebab, mereka menganggap bahwa kamu mampu menjaga diri dan mungkin orang lain. Nah, kalo kemudian kamu melakukan perbuatan yang merendahkan martabatmu, rasanya pantes banget kalo kemudian mereka nggak percaya lagi sama kamu yang aktif di pegajian. Betul apa betul?

 Sobat muda muslim, cinta seketika bisa datang menggoda, hadir dalam jiwa, memenuhi rongga dada, dan membawa asa yang menghempaskan segala duka yang pernah ada. Hmm.. kalo itu yang kamu rasakan, harap hati-hati. Ukhuwah di antara kamu jangan dinodai dengan aktivitas bejat, meskipun atas nama cinta. Berbahaya. Jangan heran kalo Kahlil Gibran pernah bikin puisi seperti ini: “Cinta berlalu di hadapan kita, terbalut dalam kerendahan hati, tetapi kita lari darinya dalam ketakutan, atau bersembunyi di dalam kegelapan; atau yang lain mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namanya”

 Jaga jarak aman!
Idih, emangnya mengendarai mobil sampe dibilang jaga jarak aman? He..he..he... jangan salah euy, justru yang berbahaya adalah karena seringnya deketen, apalagi sampe gesekan segala (emangnya kartu kredit main gesek?).

 Jaga jarak aman adalah cara ampuh menjaga hati kita untuk tidak melakukan aktivitas berbahaya. Bukankah seringkali kamu tak berdaya jika deketan sama orang yang kamu incer? Sebab, kalo nggak diatur dengan batasan ajaran agama, kamu bisa kebablasan berbuat tuh. Bener. Jangan sampe kamu lakuin.

 BTW, apa aja sih batasan bergaul dengan lawan jenis, khususnya sesama aktivis? Iya, biar kita jadi ngeh, apa yang boleh dilakukan dan mana yang terlarang untuk dilakoni. Supaya ukhuwah kita nggak bias dengan pacaran.

 Pertama,kurangi frekuensi pertemuan yang nggak perlu. Memang, kalau sudah cinta, berpisah sejam serasa 60 menit, eh maksudnya setahun.Bawaannya pengen ketemu melulu. It’s not good for your health, guys! Ini nggak sehat. Perbuatan seperti itu bukannya meredam gejolak, tapi akan memperparah suasana hati kita. Pikiran dan konsentrasi kita malah makin nggak karuan. Selain itu bukan mustahil kalau kebaikan yang kita kerjakan jadi tidak ikhlas karena Allah. Misal, karena si doi jadi moderator di acara pengajian, eh kita bela-belain datang karena pengen ngeliat si doi, bukan untuk nyimak pengajiannya itu sendiri.

 Yup, kurangi frekuensi pertemuan, apalagi kalau memang tidak perlu. Kalau sekadar untuk minjem buku catatan, ngapain minjem pada si doi, cari aja teman lain yang bisa kita pinjam bukunya. Lagipula, kalau kamu nggak sabaran, khawatir ada pandangan negatif dari si doi. Bisa-bisa kamu dicap sebagai ikhwan atau akhwat yang agre (maksudnya agresif). Zwing...zwing.. gubrak!

 Kedua,jangan ‘menggoda’ dengangaya bicara dan penampilan yang gimanaa.. gitu. Jadi, ketika kamu berbicara dengan lawan jenis harus diperhatikan intonasi dangaya bicaranya. Bagi wanita, jangan sekali-kali ketika berinteraksi dengan anak cowok menggunakangaya bicara yang mendayu-dayu kayak penyanyi dangdut. Suaranya dibuat merdu merayu hingga menyisakan rasa penasaran yang amat sangat bagi kaum lelaki. Wow! Firman Allah: “Jika kamu bertakwa, maka janganlah kamu terlalu lemah lembut (mengucapkan perkataan, nanti orang-orang yang dalam hatinya ragu ingin kepadamu.Dan berkatalah dengan perkataan yang baik. “(QS. al-Ahzab [33]: 32)

 Ketiga,menutup aurat. Nggak salah neh? Kalo aktivis kan udah ngeh soal itu Bang? Bener. Harusnya memang begitu. Tapi, banyak juga yang belum tahu bagaimana cara mengenakan busana sesuai syariat. Akhwatnya masih pake kerudung gaul yang ‘cepak’ abis! (kalo yang bener kan ‘gondrong’. He..he..). Iya, kerudungnya aja modis banget. Pake lipstik lagi bibirnya. Bedakannya tebel banget pula. Minyak wanginya? Bikin ikan sekom ngapung!

 Jadi buat para akhwat, jangan tabarujj deh. Duh, kebayang banget lucunya kalo aktivis pengajian tabarujj alias tampil pol-polan dengan memamerkan kecantikannya. Jangan ya, Allah Swt. berfirman:“...dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu”(QS al-Ahzab [33]: 33)

 Banyak lho yang mengaku aktivis masjid tapi kelakuannya masih begitu. Jadi, mari kita sama-sama membenahi diri kita dan juga teman-teman yang lain sesama aktivis masjid. perubahan memang butuh proses. Tapi, kudu dimulai dari sekarang. Siap kan? Heu-euh!

 Keempat,kurangi berhubungan. Mungkin ketemu langsung sih nggak, tapi komunikasi jalan terus tuh.Mulai dari sarana ‘tradisional’ macam surat via pos, sampe yang udah canggih macam via telepon, HP, dan juga internet. Wuih, ketemu langsung emang jarang, tapi kirim SMS dan nelponnya kuat. Apalagi kalo urusan chatting, pake ada jadwalnya segala. Udah gitu, kirim-kirim e-mail pula. Hmm... jadi tetep berhubungan kan? Emang sih bukan masuk kategori khalwat. Tapi kan bisa menumbuhkan rasa cinta, suka, dan sayang? Nggak percaya? Jangan dicoba! He..he..

 Kelima,jaga hati. Ya, meski sesama aktivis pengajian, bisikan setan tetap berlaku. Bahkan sangat boleh jadi makin kuat komporannya. Itu sebabnya, kalo hatimu panas terus karena panah asmara itu, dinginkan hati dengan banyak mengingat Allah. Mengingat dosa-dosa yang udah kita lakukan ketika sholat dan membaca al-Quran. Firman Allah Swt.:“Ingatlah dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”(ar-Ra’du [13]: 28)

 Oke deh, kamu udah punya modal sekarang. Hati-hatilah dalam bergaul dengan teman satu pengajian.Jaga diri, kesucian, dan kehormatan kamu dan temanmu. Jangan nekat berbuat maksiat. Kalo udah TKD alias Teu Kuat Deui, segera menikah saja (kalo emang udah mampu). Kalo belum mampu? Banyakin aktivitas bermanfaat dan seringlah berpuasa.

 Emang sih kalo pengen ideal, kudu ada kerjasama semua pihak; individu, masyarakat dan juga negara. Hmm.. soal cinta juga urusan negara ya? Negara wajib meredam dan memberantas faktor-faktor yang selalu ngomporin masyarakat untuk berbuat yang nggak-nggak. Betul? Jadi, jangan sampe ukhuwah kita berubah jadi demenan! Catet yo.?

 Buletin Studia29 April 2003 - 11:51 Bila Kaum Jomblo Cari Jodoh...    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 142/Tahun ke-4 (28 April 2003)

 Gedubrak! Waduh, kayaknya ada yang tersungging neh. Utamanya mereka yang menyandang titel 'jomblo' alias belum dapat gandengan. Maklum, anak muda sekarang kayaknya gerah banget kalo udah SMU belum pacaran. Apalagi yang udah kuliah masih ngejomblo. Walah, rasanya jadi makhluk paling hina sedunia deh.Lebih bencana lagi kalo digelari STMJ, aliassemester tujuh masih jomblo . Watauw.. perih nian hati ini (backsound: kasihan deh gue…) ?

 Sobat muda muslim, persoalan nyari pasangan kayaknya udah jadi menu wajib remaja. Kalo dulu, waktu kakek atau ortu kita remaja, untuk menyatakan cinta pertama kali kepada gadis pujaannya kayaknya diem-diem tuh. Soalnya, kalo ditolak kan nggak ada yang tahu. Malu atuh euy kalo ketahuan sama orang. But, remaja sekarang lebih agre tuh. Cuek aja lagi menyatakan cintanya kepada lawan jenis. Yang cowok sregep, yang cewek juga berani malu. Udah gitu, nekat ambil risiko kalo cintanya ditolak. Pokoke, pede abis bo….!

 Nggak percaya? Silakan tongkrongin acaraKatakan Cinta di RCTI. Di episode pertama saja ada adegan yang sebetulnya nekatz bin konyol. Sebut saja Seto, pelajar SMU, tampak deg-degan ketika akan berangkat sekolah. Hari itu dia berencana akan menyatakan cinta pada Dilla dengan kado spesial. Sudah lama remaja ini menaruh hati pada rekan sekelasnya. Ketika bel tanda istirahat berbunyi, Seto langsung menghampiri Dilla, dan mengungkapkan isi hatinya. Dilla sangat terkejut dan kelabakan. Dengan berat hati, Dilla menolak cinta Seto. Semua adegan itu direkam tanpa sepengetahuan Dilla. Pengalaman sama juga terjadi pada Adhit, seorang mahasiswa. Cara Adhit menyatakan cinta pada Anggi lebih nekad dibanding Seto. Dia menyatakan cinta di acaraJazz Goes To Campus 2002 , lewat pengeras suara, hingga diketahui orang banyak. Wacks?

 Bener, itu bukan sulap bukan sihir. But, itu sebuah program yang tayang di RCTI dengan format light entertainment berdurasi 30 menit yang mengupas kehidupan remaja. Segmennya ada dua;Menyatakan Cinta danHigh Quality Jomblo . Nyang biasa mantengin acara ini kayaknya udah nggak asing lagi. Jangan-jangan bakalan ikut audisi juga neh? ? Uppss.. gaswat!

 "Saat ini memang sudah banyak acara remaja. Tapi yang dikupas hanya sebatas aktivitasnya saja. Sedangkan yang mengekspresikan perasaan mereka, belum ada," ujar Fanny Rahmasari, ProduserKatakan Cinta . Lewat acara ini, Fanny berharap remaja semakin memahami akan pentingnya cinta. "Lewat segmen High Quality Jomblo, kami berusaha menghilangkan kesan jomblo itu negatif. Siapa tahu lewat acara ini malah mendapat gandengan," tambah Fanny(bintang-indonesia.com)

 Sobat muda muslim, program game show semacamKatakan Cinta boleh jadi yang lagi tren saat ini. Tapi sebelumnya udah pernah ada. Sebut aja misalnya yang pernah ngetop di stasiun MTV. Kamu juga kayaknya pernah denger deh. Yup, acara itu adalahSingled Out .Nah, program ini menjadi salah satu dating game yang populer. Acara yang disiarkan pertama kali pada 27 Desember 1995 ini cepet banget membetot perhatian pemirsa di beberapa negara di mana MTV ditayangkan. Format pertama pernah kita saksikan di ANteve, lho. Tapi itu bukan produksi Amerika, melainkan Inggris. Di situ digambarkan 50 orang cewek or cowok berkompetisi untuk mendapatkan seorang cowok atau cewek setelah melewati beberapa kualifikasi. Salah satu kelebihan Singled Out, adalah penampilan pembawa acaranya. Bener lho.

 Maklum saja, di Amerika acara ini terdongkrak naik karena dibawakan salah seorang host cantik nan seksi yang pernah tampil bugil di majalahPlayboy ,Jenny McCarthy (idih, maksiat kok nekat Mbak!). Sampe-sampe majalah TV Guide dan Entertaiment Weekly berkomentar, bahwa sejatinyaSingled Out lebih baik diberi namaThe Jenny McCarthy Show . Karena apa? Tentu saja dominannya si Jenny ini. Belakangan, di layar kaca kita juga muncul acara yang mirip denganSingled Out . PelopornyaAmor Klik.Com yang disiarkan TPI. Terus disusul samaKatakan Cinta di RCTI danDate Xpress di TransTV.

 Ajang buat yang nekatz
Memangnya malu ya jadi jomblo? Hi..hi..hi.. kasihan deh kamu. Harusnya kamu malu kalo berbuat maksiat, dong. Kamu kudu malu juga, kalo kamu belum bisa ngaji. Kamu juga wajib malu, kalo masih hidup jahiliyah. Iya dong. Jadi, kalo cuma dapet sebutan jomblo mah easy going aja atuh. Kalem euy!

 Sobat muda muslim, ngapain juga sih kamu gerah dan risi banget kalo belum dapat pasangan? Memangnya kalo udah dapat pasangan (baca: pacar) itu artinya kamu udah hidup sejahtera dan mulia? Memangnya kalo dapat gacoan udah selamat dunia dan akhirat? Walah, kesannya gimanaaa gitu…

 Iya, coba aja perhatiin teman-teman remaja yang kayaknya merasa wajib punya gebetan. Kamu termasuk nggak ya? Sori, jangan dimasukkin ke hard disk. Anggap aja ini beneran, alias bukan guyon. Gubrag!

 Kita prihatin banget lho. Sebab, banyak juga anak cowok yang sejak lama ngincer pujaan hatinya, tapi nggak berani. Ada yang nekat pdkt, tapi nggak siap kalo ditolak. Waduh, parahnya lagi, malah ada yang sampe punya gelar PMDK, aliaspendekatan mulu dapet kagak .Twing! Zwing! Gelodaks!

 Maka, acara semacamKatakan Cinta ibarat jembatan emas untuk coba-coba bikin kejutan buat incerannya. Acara ini, selain menarik perhatian remaja yang masih ngejomblo untuk ikutan di acara itu, juga jadi hiburan remaja lainnya (mungkin bisa mencontek adegan itu). Gimana nggak menarik, tiap episode, KC menampilkan dua cerita nyata tentang remaja yang akan menyatakan cintanya pada sang lawan jenis atau istilah popnya "nembak". Pemirsa dengan mata sendiri ngelihat tayangan persisnya peristiwa atau detik-detik saat si remaja "nembak" lawan jenisnya.

 Ibarat film yang kaya dengan unsur kejutannya. Kamu bakalan menjadi saksi dari ekspresi, emosi, gerak-gerik, bahasa tubuh baik dari si remaja yang 'nekatz' itu, maupun si target akan direkam terus oleh kamera. Di sini, ada unsur kejutan yang keluar ketika si target "ditembak" si remaja dan baru sadar bahwa dirinya tengah "ditembak" dan diliput oleh kamera. Tanggapan si target pun beragam, ada yang menerima ungkapan cinta dari lawan jenisnya hingga akhirnya "jadian" sampai ada pula yang menolak.

 Nah, sangat boleh jadi dengan adanya acara semacam ini, para jomblo masih menaruh harapan. Setidaknya masih memiliki semangat untuk hidup (idih, urusan hidup dan mati ya?). Selain menghibur, siapa tahu dapat hadiah duit dan jadian sama sang pujaan hati. Coba, itu namanya sekali dayung dua-tiga hari capeknya masih kerasa, eh, dua-tiga pulau terlampaui! ? Bener, lho. Sebagai contoh adalah acaraDate Xpress di TransTV. Dimulai dari hiburan oleh bintang tamu sekaligus pengenalan para kontestan. Terus disusul perkenalan pribadi oleh para kontestan bersangkutan. Berikutnya, kontestan cewek mendapat kesempatan menanyakan pada cowok sebanyak-banyaknya dalam tempo 30 detik. Penampilan bintang tamu mengisi bagian berikutnya. Selanjutnya, kesempatan cowok menanyakan peserta cewek sebanyak-banyaknya juga dalam tempo 30 detik.

 Puncaknya, hiburan sekaligus pemilihan pasangan paling serasi oleh kontestan sendiri. Kontestan cewek kembali mendapat keistimewaan untuk memilih cowok incarannya. Sedang kontestan cowok tak memperoleh kesempatan. Jadi bisa saja, seorang kontestan cowok dipilih lebih dari 1 orang kontestan cewek. Kalau ada pemenang kembar, akan ada babak tambahan untuk menentukan pemenang. Sebagai hadiah pasangan serasi memperoleh Rp 4 juta untuk 2 orang. Wah, ada yang tergiur? Jangan ah!

 Mengumbar rasa cinta
Cinta, adalah tema paling unik dan menarik. Itu sebabnya, nggak usah heran kalo dalam dunia seni dan budaya, cinta menjadi tema universal, baik untuk lagu maupun film."Gita Cinta dari SMA", "Cinta Pertama", "Ada Apa dengan Cinta?" sampai"Cinta SMU" adalah sederet contoh judul film dan sinetron nasional kita yang berkisah tentang cinta. Kalo kamu punya rasa cinta, itu artinya kamu memang normal. Cuma masalahnya, apakah kalo udah jatuh cinta, langsung diekspresikan dengan pacaran? Nggak lha yauw!

 Ada yang bilang pula, bahwa genta bukanlah genta sebelum dibunyikan. Lagu juga bukanlah lagu sebelum dinyanyikan. Nah, termasuk cinta, katanya cinta bukanlah cinta sebelum diekspresikan.He..he.. kalo diekspresikan dengan cara yang baik, tentu nggak dilarang dong. Tapi kalo diekspresikan seperti di acaraKatakan Cinta atauDate Xpress , aduh, tahan dulu deh. Jangan gegabah bikin keputusan. Sebab, bisa berabe akhirnya. Bukannya kita sok tahu en sok suci ngajarin kamu. But, memang acara itu ngajarin nggak bener.

 Simak aja pernyataan sang produser acaraKatakan Cinta , Mbak Fanny, "Lewat acara ini, kita bisa tahu ada cewek yang berani menyatakan cinta pada cowok. Kami ambil positifnya. Yaitu mengajari remaja agar lebih berani mengekspresikan perasaan. Bukankah lebih baik diungkapkan ketimbang dipendam," tandasnya(bintang-indonesia.com)

 Sobat muda muslim, masalahnya nggak berhenti di situ. Sebab, dengan digelarnya acara tersebut justru ngasih jalan mulus buat remaja yang mau nyari pasangan. Seterusnya, pacaran deh. Sebab, hubungan dengan lawan jenis yang terekam kuat di otak teman remaja adalah, ya, pacaran itu. Padahal kita udah ngeh, bahwa yang namanya pacaran tuh banyak sisi gelapnya. Nggak percaya? Jangan dicoba!

 Dengan menggunakan prinsip3 T alias ta'aruf (pengenalan), taqarrub (saling mendekat), dan tak tubruk , pacaran adalah pintu tol menuju pergaulan bebas. Apalagi ditambah dengan mengamalkan prinsip manajemen; 'sedikit bicara banyak bekerja'. Walah, kayaknya makin serem aja tuh. Hih.. ati-ati deh. Soalnya udah banyak kejadian perzinaan berawal dari sini. Naudzubillahi min dzalik!

 Jangan bingung urusan jodoh!
Kamu kudu yakin, bahwa kalo udah jodoh nggak bakalan lari kemana-mana. Pokoke, nggak akan lari gunung dikejar. Nggak usah pusing kalo masih berpredikat jomblo. Suatu saat nanti kamu bakalan bermetamorfosis (emang kupu-kupu?). Iya, tadinya masih betah ber-single-ria, eh, sekarang udah punya buntut. Kemarin masih anak-anak, eh, sekarang udah punya anak. Jadi tenang aja sobat. Jangan bete kalo masih ngejomblo. Jangan maksain pacaran. Apalagi untuk mendapatkan pacar sampe bela-belain ikutan menyatakan cinta lewat televisi di acara tersebut. Idih, itu namanya mamalukman, eh, memalukan! (pacaran kan dosa, lagi!)

 Yakin aja ama keputusan Allah. Sambil terus berusaha tentunya. Kalo memang udah ngebet pengen nikah, tapi masih mentok dengan calon pendamping, jangan putus asa. Lagian, buat kamu yang masih sekolah, nggak perlu en nggak layak kalo udah mikirin gendengan or gebetan. Prioritasnya belajar dulu dong. Tul nggak?

 Oya, kamu kudu yakin bahwa Allah akan memasangkan yang baik-baik dengan yang baik-baik pula. Maka, cara nyarinya juga kudu dengan jalan yang baik.

 Simak juga firman Allah Swt.:“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).”[TQS an-Nûr [24]: 26] ?

   Buletin Studia24 Maret 2003 - 12:47 Ketika Cinta Harus Memilih    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 137/Tahun ke-4 (24 Maret 2003)

 Hidup tanpa cinta rasanya memang garing banget. Pokoknya bete deh. Sangat boleh jadi kehidupan ini dipenuhi oleh mereka-mereka yang berhati batu. Kejam, bengis, dan sejenisnya. Ibarat hidup di jamanWild Wild West. Kill or be killed. Sadis!

 Cinta, bisa tumbuh dan berkembang dalam sebuah kehidupan. Coba kamu perhatiin, ortu kita sayang banget kan sama kita? Kalo nggak sayang mah, kayaknya waktu kita bayi udah dibuang kali tuh. Tapi, alhamdulillah, ortu kita termasuk orang yang mampu memberikan cintanya kepada kita.Harapannya, agar kita bisa tumbuh, juga dengan memiliki rasa cinta.

 Sobat muda muslim, cinta tumbuh di setiap makhluk yang bernyawa. Seperti sebuah lagu lawas berirama melayu yang syairnya kayak begini, “Rasa cinta pasti ada, pada makhluk yang bernyawa..../perasaan insan sama, ingin cinta dan dicinta..”
Yup, emang nggak ada tema yang abadi untuk dibahas selain masalah cinta. Tengok aja mulai dari lagu, puisi, prosa, sampai film didominasi masalah cinta. Wajar karena cinta adalah perasaan yang universal. Dimana-mana, di seluruh dunia, orang membutuhkan dan menginginkan cinta. Cinta ada pada orang tua yang cinta pada anak-anaknya, anak-anak yang cinta pada orang tuanya, adik dan kakak yang saling menyayangi seperti dalam filmChildren of Heaven , dan ehm, tentu saja cinta dirasakan oleh sepasang pria dan wanita.

 Pendek kata dengan cinta kita bisa memberikan kesegaran dalam hidup seseorang. Kalo kamu ngasih uang seribu perak kepada mereka yang membutuhkan, itu artinya kamu telah menolong. Kalo bukan dengan rasa cinta, kayaknya nggak bakalan deh kamu tersentuh dengan penderitaannya. Itu sebabnya orang suka bilang bahwa cinta biasanya berbanding lurus dengan pengorbanan. Selalu seiring deh.

 Dengan cinta pula, kamu biasanya peduli dengan orang lain. Tegur sapa dengan sesama kita, boleh jadi adalah hal kecil untuk menumbuhkan semangat kebersamaan. Tentunya dalam ikatan cinta di antara kita sebagai manusia. Kita yakin kok, semua manusia itu butuh cinta dan dicintai. Itu sebabnya, peduli adalah salah satu cara untuk menumbuhkan rasa cinta. Masing-masing dari kita dalam pergaulan sehari-hari, ogah banget kalo cuma dianggap sebagai bilangan, tapi kita kepengen juga diperhitungkan. Tul nggak?

 Tentang kepedulian dan cinta ini, kita bisa meneladani Abdullah bin Amir. Dengan harga sembilan puluh ribu dirham, beliau membeli rumah milik Khalid bin ‘Uqbah yang berada di dekat pasar. Pada malam harinya, Abdullah mendengar suara tangis keluarga Khalid. Ia pun bertanya, kepada salah satu pelayan rumahnya, “Mengapa mereka menangis?”
“Mereka menangis karena mereka harus meninggalkan rumah yang telah tuan beli siang tadi,” jawab si pelayan.
Mendengar penjelasan itu, Abdullah bin Amir berkata, “Pelayan, katakan kepada mereka bahwa uang harga rumah yang telah mereka terima beserta rumah itu menjadi milik mereka semua.”

 Subhanallah, Abdullah bin Amir bin Kuraiz tersebut, yang merupakan salah satu dermawan kota Baghdad telah memberikan teladan kepada kita, betapa rasa rasa peduli dengan nasib sesama membuatnya rela mengeluarkan hartanya. Sikap yang amat jarang bisa kita temukan saat ini. Kepengen juga kayak beliau.

 Memiliki cinta? Berbahagialah!
Bang Doel Soembang pernah nyanyi begini,“Cinta itu anugerah, maka berbahagialah. Sebab kita sengsara, bila tak punya cinta” . Nggak mengada-ngada tentunya. Cinta memang penuh makna. Dan bisa memberikan kesenangan kepada yang mendapatkannya. Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkomentar tentang cinta, “Cinta itu bisa mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, mendorong untuk berpakaian yang rapi, makan yang baik-baik, memelihara akhlak yang mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shalih dan cobaan bagi ahli ibadah.”

 Sobat muda muslim, jangan salah bahwa cinta bisa berarti sangat luas. Nggak sebatas hubungan antara pria dan wanita saja. Seperti yang udah dijelaskan di awal tulisan ini. Cinta, bisa berarti hubungan antara anak dan ortu yang full kasih sayang. Bisa juga berarti saling mencintai dan menyayangi dengan teman, bisa juga saling menumbuhkan rasa cinta di antara saudara, dan lain sebagainya. Pokoknya luas deh, termasuk cinta kita kepada harta, jabatan, tempat tinggal, kendaaraan, dan yang utama cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.

 Rasulullah saw. bahkan memberikan teladan bagus kepada kita bagaimana mencintai orang lain dengan tidak pandang bulu. Siapa pun ia, Rasulullah memberikan perhatian, kepedulian, dan tentu cintanya. Ada kisah menarik yang bisa kita simak. Diriwayatkan Abu Hurayrah (Nailul Awthar, 4: 90):“Ada seorang perempuan hitam yang pekerjaannya menyapu masjid. Pada suatu hari, Nabi saw. tidak menemukan perempuan itu. Nabi saw. menanyakan ihwalnya. Para sahabat mengatakan bahwa ia telah mati. Ketika Nabi menegur mereka kenapa tidak diberitahu, para sahabat mengatakan bahwa perempuan itu hanya orang kecil saja. Kata Nabi saw., “Tunjukkan aku kuburannya.” Di atas kuburan itu Nabi melakukan shalat untuknya.”

 Subhanallahu, sungguh mulia sekali Nabi kita. Ia memberikan teladan yang amat bagus bagi hidup kita. Dalam kesehariannya, Rasul sangat menghormati para sahabatnya. Ambil contoh, suatu hari Abdullah al-Banjaliy tidak kebagian tempat duduk saat menghadiri majlis Rasulullah. Mengetahui hal itu, Rasul lalu mencopot gamisnya dan mempersilakan sahabatnya itu untuk duduk. Tapi Abdullah al-Banjaliy tidak mendudukinya, malah mencium baju Rasulullah dengan air mata yang berlinang, “Ya Rasulullah, semoga Allah memuliakanmu, sebagaimana Anda telah memuliakanku,” komentar Abdullah.

 Hmm.. kira-kita kita begitu nggak sama teman kita? Kadang, di antara kita suka ada yang merasa sok sibuk mikirin ummat, sampe-sampe lupa untuk sekadar menyapa kepada teman kita, “Apa kabar?” Padahal, hal ‘sepele’ itu bisa menumbuhkan kecintaan juga lho. Bener. Jangan dikira kagak ada efeknya. Pengaruhnya besar lho. Sebab, kepedulian akan menumbuhkan rasa cinta, dan itu bisa menjadi jalan bagi seseorang untuk bisa menikmati hidup dengan tenang dalam sebuah kebersamaan yang penuh kasih sayang. Nggak percaya? Cobalah kamu lakukan. Siapa tahu kepedulian kamu akan bisa membuat temanmu merasa bahagia. Ditanggung antimanyun deh. Suer.

 Itu semua karena cinta sodara-sodara. Sungguh, berbahagialah orang yang memiliki cinta dan memberikannya kepada orang lain. Bahkan bila perlu korbankan segala yang kita miliki dan cintai. Sekali lagi, berbahagialah mereka yang memiliki cinta.

 Prioritas cinta kita...
Adakalanya kita sulit menentukan pilihan, bahkan sekadar membuat urutan prioritas sekali pun. Bener, kita kadang bingung kalo disodorkan berbagai pilihan yang kudu diambil salah satu. Apalagi semua pilihan itu memikat. Rasanya sayang kalo sampe nggak diambil. Tapi, dalam kondisi tertentu kita dituntut untuk bisa menentukan prioritas cinta kita. Untuk apa dan kepada siapa. Siap kan?

 Dari semua cinta yang kita miliki, pastikan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya menempati daftar utama dalam kehidupan kita. Yang lainnya; cinta harta, kendaraan, jabatan, status sosial, tempat tinggal, perusahaan, barang dagangan, bahkan cinta kita kepada keluarga, dan suami atau istri (bagi yang udah punya he..he..) harus rela untuk ‘dikesampingkan’. Allah Swt. berfirman: “Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya."Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”(at-Taubah [9]: 24)

 Untuk masalah ini, Rasulullah pantas dan layak menjadi teladan kita. Maka jangan heran jika Aisyah ra. bercerita tentang Rasulullah saw. setelah didesak oleh Abdullah bin Umar. Apa yang diceritakan Ummul Mukminin?

 Beliau menceritakan sepotong kisah bersama Rasulullah saw. (Tafsir Ibnu Katsir, I: 1441):“Pada suatu malam, ketika dia tidur bersamaku dan kulitnya sudah bersentuhan dengan kulitku, dia berkata, “Ya, Aisyah, izinkan aku beribadah kepada Rabbku.” Aku berkata, “Aku sesungguhnya senang merapat denganmu, tetapi aku senang melihatmu beribadah kepada Rabbmu.”Dia bangkit mengambil gharaba air, lalu berwudhu. Ketika berdiri shalat, kudengar dia terisak-isak menangis. Kemudian dia duduk membaca al-Quran, juga sambil menangis sehingga air matanya membasahi janggutnya, ketika dia berbaring, air matanya mengalir lewat pipinya mambasahi bumi di bawahnya. Pada waktu fajar, Bilal datang dan masih melihat Nabi saw. menangis,”Mengapa Anda menangis, padahal Allah ampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang kemudian?” tanya Bilal. “Bukankah aku belum menjadi hamba yang bersyukur. Aku menangis karena malam tadi turun ayat Ali Imran 190-191. Celakalah orang yang membaca ayat ini dan tidak memikirkannya.”

 Memang, adakalanya kita sulit banget menentukan pilihan utama di antara sekian pilihan yang semuanya bagus bagi kita. Tapi, di sinilah jiwa berkorban kita diuji. Apakah kita lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya, atau memilih mencintai yang lain?
Sobat muda muslim, para sahabat Rasulullah juga memberikan teladan bagus buat kita. Khalid bin Walid salah satunya, beliau sampe berkomentar begini, “Malam yang dingin saat memimpin pasukan dalam sebuah ekspedisi untuk menghancurkan musuh-musuh Allah, lebih aku sukai ketimbang mendapatkan seorang bayi laki-laki yang baru lahir.” Subhanallahu, bukankah itu pelajaran yang amat berharga bagi kita tentang prioritas cinta?

 Di Uzbekistan, saudara kita, para pengemban dakwah di sana, lebih memilih berhadapan dengan diktator Islam Abdulghanievic Karimov, ketimbang ‘serah bongkokan’ alias mengalah kepada pemimpin jahat dan bengis itu. Banyak para pengemban dakwah yang kebanyakan para pemuda dikejar, ditangkap, dipenjara, dan tak sedikit yang kemudian dibunuh. Penjaranya nggak tanggung-tanggung, sobat. Penjara itu berada di suatu pulau di tengah laut Aral. Cukup? Belum! Tempat itu disebut Barisah Kilmaz alias “mereka yang pergi ke sana tak akan kembali”. Pulau itu adalah tempat pembuangan sampah nuklir! Ngeper? Oh, Tidak! Para pemuda di sana malah tambah semangat dan yakin dengan jaminan surga dari Allah swt. Karena membela agama-Nya. Semangat membela Islam lah yang menenggelamkan rasa takut dan keraguan.Cinta kepada Allah di atas segalanya. Sungguh luar biasa semangat mereka. Patut dicontoh.

 Teman pembaca, jika kita harus memilih cinta, pilihlah yang utama, yakni cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Boleh kok kita mencintai yang lainnya, asal jangan melupakan Allah dan Rasul-Nya. Yuk, mulai sekarang kita belajar untuk mencintai Allah, Rasul-Nya, dan Islam dengan sepenuh hati kita. Insya Allah kita bisa kok. Yakin deh.?

   Buletin Studia22 Maret 2005 - 13:10 Pacaran, kuno ?    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
================================== Edisi 135/Tahun ke-4 (10/03/2003)

 Sori, dengan judul seperti ini bukan maksud kita mau ngeledekin kamu-kamu yang pacaran, tapi kita mau menertawakan kamu-kamu yang pacaran. Lho, sama aja atuh ya? Jangan bingung begitu deh, karena memang itulah faktanya. Pacaran, adalah aktivitas yang udah kuno. Mungkin bukan saja kuno, tapi sekaligus norak. Bener lho.

 Kenapa sih? Islam, sebagai agama ‘modern’ dan mencerahkan pemikiran, selalu memberikan yang terbaik untuk pemeluknya. Misalnya saja, di jaman purbakala, saat manusia terbiasa buligir, alias kagak make sehelai benang pun untuk menutupi tubuhnya, Islam datang menyempurnakan aturan manusia dalam berpakaian. Jilbab salah satunya, adalah ajaran Islam yang memberikan kehormatan kepada kaum wanita dalam berpakaian. Jadi, kalo sekarang masih ada anak puteri yang kagak pake jilbab, itu artinya masih ‘kagum’ dengan kebudayaannya Homo Soloensis dan Pythecantropus Erectus yang masih primitif, alias kuno. Gubrag! (yang tersinggung dilarang bangga) ?

 Lha, pacaran apa hubungannya dengan kuno dan modern? Sabar dulu sobat. Begini, sebelum Islam datang sebagai agama penyempurna bagi kehidupan manusia, kehidupan di masa jahiliyah dulu rusak banget. Salah satunya dalam pergaulan. Mungkin, kalo kita mau kejam, seperti dunia binatang. Kok bisa sih? Iya, soalnya hubungan antara pria dan wanita di masa jahiliyah dulu kagak ada aturannya. Main seruduk, main selonong sana selonong sini. Suka-suka aja gitu lho. Waduh!

 Sobat muda muslim, itulah sebabnya kenapa kita bilang bahwa pacaran adalah aktivitas kuno dan sekaligus norak. Lihat saja model gaul anak muda sekarang (termasuk paling banyak di antaranya adalah remaja muslim) makin tak terkendali alias liar banget. Kata seorang teman, remaja sekarang dalam bergaul dengan lawan jenisnya menggunakan prinsip 3T; ta’aruf (saling mengenal), taqarrub (saling mendekat), dan tak tubruk (terjemahkan dan tafsirkan sendiri deh, he..he..he..). mentang-mentang saling cinta dan saling sayang, lalu merasa halal aja main elus, main peluk, main tendang, main cekik, dan main banting (smackdown kali yee…? He..he..he..) Jadi, pacaran memang aktivitas yang deket-deket banget dengan z-i-n-a.Naudzubillahi min dzalik!

 Benar banget sobat, kita ngeri deh dengan perkembangan gaul remaja sekarang. Remaja yang awam memang paling banyak melakukan aktivitas baku syahwat yang diharamkan Islam ini, but nggak sedikit yang ngakunya anak masjid juga jadi aktivis pacaran. Wackss… kacau-beliau dong? Begitulah…

 Hmm…, kamu yang masih pacaran dan lagi seneng-senengnya bermesraan bareng gandengan kamu, pastinya bakalan sutris baca tulisan ini. Mungkin juga tuh sumpah serapah bakalan keluar dalam mulut kamu. Tapi inget sobat, justru lebih parah kalo kagak ada yang mau susah payah ngingetin kita-kita. Sebab, sebagai manusia kita selalu nggak lepas dari kesalahan. Di sinilah perlunya kita saling menasihati dan ngingetin satu sama lain. Tul nggak? Jadi, jangan marah ya kalo kita ngingetin kamu, meski dengan sindiran.

 Kenapa sih pada pengen pacaran?
Bener. Kenapa sih kamu-kamu pada pengen ngelakuin pacaran? Apa enaknya pacaran? He..he..he.. jangan bingung dulu Mas, kita coba bantu ngasih bocorannya. Ada beberapa alasan yang bisa kita telusuri di balik maraknya aktivitas ilegal dalam ajaran Islam ini:

 Pertama, biar disebut dewasa. Banyak teman remaja yang melakukan pacaran, biar disebut udah dewasa. Maklum aja, aktivitas baku syahwat itu kayaknya ganjil banget kalo dilakukan oleh bocah cilik. Selain ganjil, anak kecil nggak pantes ngelakuin pacaran.

 Sobat muda, secara biologis boleh jadi kamu dewasa. Kamu yang cowok udah mimpi basah, tubuhmu udah mulai memproduksi sel sperma, suaramu pun udah berubah jadi berat, udah tumbuh rambut di sana-sini, jakunmu pun mulai kelihatan. Kamu yang puteri, sudah mulai haidh, tubuhmu udah memproduki sel telur, beberapa bagian tubuh mengalami pertumbuhan pesat. Itu secara fisik. Dan itu nggak salah kamu disebut dewasa.

 Tapi, ukuran dewasa nggak selalu ditentukan dengan perubahan fisikmu, tapi ditentukan pula dengan cara kamu berpikir dan cara kamu bersikap. Nah, dewasa dalam berpikir dan bersikap harus kamu miliki juga dong. Sebab, banyak orang mengaku udah dewasa, tapi ternyata nggak bisa atau belum bisa berpikir dewasa. Seperti apa sih berpikir dewasa? Kamu berani bertanggung jawab dan bisa menentukan masa depan kamu sendiri. Dengan cara yang benar tentunya. Itu baru dewasa.

 Itu sebabnya, kalo kamu menganggap bahwa untuk bisa dikatakan udah dewasa adalah dengan melakukan pacaran, berarti kamu sebetulnya belum bisa dikatakan dewasa, terutama dalam berpikir dan bersikap.Why? Sebab, aktivitas pacaran jelas mendekati zina. Dan itu dosa. Jika kamu masih tetap melakukannya, itu artinya kamu belum tahu arti sebuah kedewasaan. Padahal, orang yang berpikir dan bersikap dewasa, akan lebih hati-hati dalam menjalani kehidupan ini. Nggak asal jalan aja. Tapi penuh perhitungan, bila perlu mengkalkulasi untung-rugi dari sebuah perbuatan yang kamu lakukan. Sebab, itulah yang namanya bertanggungjawab. Lha, yang pacaran? Rata-rata cuma seneng-seneng aja tuh. Berarti nggak punya prinsip dong? Berarti belum dewasa dong? Tepat. Kejam amat ya? ?

 Kedua,having fun. Walah, ini juga asal-asalan. Tapi inilah kenyataan yang kudu kita hadapi. Banyak teman remaja yang mengaku bahwa alasan melakukan pacaran sekadar having fun aja. Sekadar bersenang-senang. Nggak punya alasan lain. Barangkali teman remaja yang begitu menganggap bahwa pacaran sekadar hiburan di masa sulit dan obat stres saat menghadapi persoalan hidup.

 Bisa jadi, teman-teman remaja yang nggak mendapatkan kasih sayang di rumah, karena kebetulan orangtuanya jarang di rumah, ia nyari kesenangan di luar. Bisa dengan kekasihnya (baca: pacaran), bisa juga lari ke minuman keras dan narkoba. Di rumah sumpek, maka pelampiasan untuk mencari kesenangannya lewat pacaran. Pacaran sering diyakini sebagai obat mujarab untuk menghilangkan stres. Gimana nggak senang, wong, jalan berdua, mojok berdua, bisa curhat, bisa menikmati hidup ini dengan nyaman dan tenang.

 Benarkah pacaran selalu memberikan kesenangan? Ternyata nggak tuh. Banyak pasangan yang pacaran justru cek-cok melulu.Belum lagi kalo beda ambisi. Maklum masih pada muda, emosinya masih meletup-letup. Jadi, gimana mau senang-senang jika tiap hari ‘panas’ melulu. Nggak banyak sih yang begitu, tapi tetap, bahwa alasan berpacaran semata untuk having fun, juga nggak dibenarkan. Baik secara hitung-hitungan logika, apalagi hukum syara.

 Ketiga,pacar sebagai motivator dan katalisator. Duh, emangnya pacaran sejenis suplemen, pake menambah semangat segala? Tapi itulah yang terjadi. Alasan yang asal-asalan memang. Namun inilah yang juga banyak diakui teman remaja. Ada yang ngedadak jadi getol dateng ke sekolah en rajin belajar. Rela datang lebih awal ke sekolah. Tujuannya, biar bisa berlama-lama dengan sang gacoan. Maklum, kalo di sekolah sang gebetan ada, rasanya muncul semangat untuk belajar. Ah, yang benar nih? Jangan ngigau begitu, ah!

 Benarkah pacaran bisa tambah semangat belajar? Naga-naganya sih alasan itu cuma direkayasa. Coba aja kamu pikirin, gimana bisa belajar jadi getol kalo di sekolah aja yang diingetin cuma kekasihnya. Boleh jadi pelajaran yang diikuti di kelas memantul sempurna, karena otaknya udah full dengan memori tentang sang kekasih hati. Lagi pula, yang berhasil jadi juara kelas or juara umum di sekolah bukan karena mereka pacaran. Kalo memang pacaran nambah semangat untuk belajar, harusnya semua yang pacaran tambah pinter, karena belajar terus. Buktinya? Justru yang pacaran selalu bermasalah dalam belajarnya.

 Memang sih ada satu-dua yang pacaran tapi prestasinya tetep bagus. Tapi itu bukan jadi alasan lho untuk kamu teladani. Sebab, puluhan, atau mungkin ratusan remaja yang pacaran, justru prestasi akademiknya jeblok. Yang pinter itu pun, karena emang otaknya tokcer banget. Selain memang mereka nggak nafsu-nafsu amat untuk pacaran. Karena doi biasanya lebih mementingkan belajar. Nah lho?

 Jadi, emang nggak ada pengaruh secara signifikan sih antara pacaran dan prestasi belajar. Nggak ada. Itu mah, cuma alasan klise alias dibuat-buat aja untuk melegalkan ajang baku syahwat yang dilarang itu. Tapi sejujurnya, pendapat kita neh, yang udah-udah, makin kuat pacarannya, biasanya malah makin malas belajarnya. Ngaku aja deh. (Idih kayak interogasi aja ya? He...he…he..)

 Tapi terlepas dari itu semua, entah pacaran itu bisa menumbuhkan semangat belajar atau malah memadamkan semangat belajar, tetep aja perbuatan tersebut haram untuk dilakukan.Karena ukuran manfaat dan mafsadat (keburukan) bukan dinilai oleh kita. Kita, kaum muslim, diajarkan untuk melakukan perbuatan yang ihsan. Jadi, bukan yang terbanyak amalnya yang akan dinilai oleh Allah, tetapi yang terbaik amalnya. Baik niat maupun caranya. Dua-duanya kudu sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya. Firman Allah Swt.:“...supaya Dia menguji kalian siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya.”(TQS al-Mulk [67] : 2)

 Seorang ulama yang hidup di masa Abdul Malik bin Marwan, Sa’id bin Jubair, pernah mengatakan:“Tidak diterima suatu perkataan kecuali disertai amal, tidak akan diterima perkataan dan amal kecuali disertai niat, dan tidak akan diterima perkataan, amal dan niat kecuali disesuaikan dengan sunnah Nabi saw.”

 Saking pentingnya ihsan dalam beramal ini, Imam Malik mengatakan: “Sunnah Rasulullah saw itu ibarat perahu nabi Nuh. Siapa yang menumpanginya ia akan selamat; sedangkan yang tidak, akan tenggelam.”
Nah, meskipun niatnya bagus untuk menambah semangat belajar (mungkin ikhlas karena Allah), tapi pacaran adalah perbuatan maksiat. Jadi nggak klop tuh. Nah lho?

 Menertawakan pacaran
Sobat muda muslim, kalo melihat teman-teman kamu yang pacaran, kita suka geli dan lucu lho. Kita tertawa. Bener. Abisnya, teman remaja yang aktivis berat pacaran adalah tipe manusia yang suka ngakalin gitu lho. Sebab, alasan-alasan utama mereka berpacaran justru semuanya klise. Intinya, semua itu cuma direkayasa untuk melegalkan aktivitas baku syahwat terlarang itu. Bener. Kagak bohong!

 Oke deh, singkat kata, bagi kamu yang masih aktif pacaran, segera melakukan pembenahan; putusin aja pacar kamu. Pelajari Islam. Yakinlah, Allah pasti akan memberikan yang terbaik buat kamu. Nggak usah ragu, jodoh di tangan Allah, bukan di tangan hansip (maksudnya kalo kamu kepergok lagi “begituan” sama hansip, he..he..he..).

 Bagi kamu yang belum terjun ke dalam aktivitas ini, hindari segala peluang yang bakal menyeret kamu ke dalam pergaulan bebas ini. Pelajari Islam, sering hadir di majlis taklim, pengajian sekolah dan bertemanlah dengan anak-anak sholeh di sekolah dan lingkungan tempat tinggalmu. Insya Allah itu bakal meredam keinginan kamu terhadap aktivitas gaul bebas yang emang berbahaya dan dosa itu.

 Firman Allah Swt:“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."(QS an-Nûr [24]: 30).

 Sobat, pacaran adalah salah satu pemenuhan yang salah dari naluri mempertahankan jenis. Sebab, pemenuhan dan penyaluran yang sah menurut Islam adalah dengan menikah. Sabda Rasulullah saw.: “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kamu memiliki kemampuan untuk menikah, maka nikahlah, sebab nikah itu dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan; tetapi barangsiapa belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab puasa itu baginya merupakan pelindung” (HR Bukhari)

 Jadi, jangan pada nekat pacaran ya? Pacaran itu nggak ada manfaatnya sama sekali. Kalo pun mungkin ada ‘manfaat’, tapi itu biasanya cuma diukur dengan penilaian hawa nafsu kita, bukan berdasarkan aturan Allah Swt. Kalo kamu nekat pacaran? Huahaha… udah kuno, norak, dosa lagi. Amit-amit deh. Tinggalin ya..!?

 

   Buletin Studia07 Februari 2003 - 14:06 Cinta Yang Ternoda 

 Beberapa hari lagi Valentine’s Day. Banyak di antara kamu yang juga heboh ikutan wara-wiri nyiapin segala hal yang bernuansa merah jambu. Pakaian ke pesta Val Day yang oke punya. Ngedate di tempat nongkrong yang nggak bikin bete. Nggak lupa kado istimewa buatyayang tercinta; mulai dari sekadar ngasih coklat sampe ngasih hadiah berupa HP keluaran terbaru (ada nggak ya yang manas-manasin dengan ngasih foto gacoan baru. Walah, itu mah ngajak perang dong ?). Asyik banget deh. Pokoknya, setiap tanggal 14 Februari, nyaris seluruh remaja sejagat ngerayain hari “pink” sedunia, yang memangfull of love ini.

 Di hari itu, seolah semua remaja berseru;“Katakan cinta kamu dengan manis dan romantis!”Itu sebabnya, beragam ungkapan rasa cinta bisa diwujudkan. Lewat kata, juga dengan tulisan. Malah ada yang bilang kalo cinta juga bisa dikatakan dengan bunga (apalagi bunga deposito, yang matre mah bakalan ijo tuh matanya). Cinta, ada yang bilang, bisa diungkapkan dengan puisi. Apalagi puisinya sekeren puisi manis dan romantisnya Romeo untuk merayu Juliet. Kisah cinta ini selalu jadi impian setiap remaja. Maklum, kisah rekaan William Shakespeare ini mampu mengguncang dunia. Banyak orang mengakui bahwa Romeo and Juliet adalah kisah cinta yang paling romantis dalam sejarah peradaban manusia. Sehingga banyak yang pengen ngambil hikmahnya. Kagak tahan bo..!

 Nah, saking istimewanya hajatan Valentine’s Day, ampir semua stasiun televisi bikin acara yang ada sangkut-pautnya dengan urusan cinta. Di RCTI, acara baru“Katakan Cinta” digeber saban minggunya. Aksi gila-gilaan para cowok untuk menggaet anak cewek diporsir abis di ajang ini. Dan pastinya, deket-deket dengan Valentine’s Day acara ini juga bakalan memeriahkan hari kasih sayang itu.

 Lagu-lagu bernuansa cinta tentunya kerap menambah indah suasana.Lagu lawas dan memang ‘abadi’ macamEndless Love yang dinyanyikan Diana Ross dan Lionel Ritchie selalu diputer kenceng-kenceng di radio:“My love/ there’s only you in my life/ the only thing that’s bright/ My first love – you’re ev’ry breath that I take/ You’re ev’ry step I make…”

 Liu Xing Yu-nya F4 juga mendapat tempat di hati remaja yang lagi dimabuk asmara. Pokoknya, dari lirik-lirik romantisnya John Mayer, Wetslife, Boyzone, U2, Dewa 19, lagu-lagu cinta milik Wak Haji Rhoma Irama, sampeGoyang Dombret , termasuk jugaMabok Maning -nya Aas Rolani dalam irama tarling dangdut.Bujug buneng! (kalo dua lagu terakhir tuh nyambung nggak sih? He..he..he..)

 Nah, saat ini sebagian besar teman remaja merasa bahwa Valentine’s Day adalah hari yang pas buat mencurahkan kasih sayang sama pacarnya. Val Day adalah momen yang tepat untuk ngebuktiin cintanya kepada sang kekasih. Kesetiaan bakalan terukur di hari penuh bahagia itu. Siapa yang peduli sama gandengannya, dialah yang setia setiap saat (Rexona kali…). Pokoknya sehidup semati deh.

 Sobat muda muslim, itu sebabnya banyak teman remaja yang udah heboh sejak awal bulan Februari ini. Seperti bakal menyambut tamu agung aja. Nggak rela rasanya kalo hari kasih sayang itu cuma lewat begitu saja tanpa kesan yang mendalam bersama sang idaman hati. Val Day memang jadi ajang paling heboh untuk menunjukkan rasa cinta. Maka jangan heran bin kaget kalo majalah dan tabloid remaja juga ikut berlomba ngasih tips untuk ngedate, untuk pdkt, sampe model kado paling asoy buat si doi.Semua disajikan dengan kemasan istimewa. Val Day menjelma jadi semacam ritual cinta.

 Sebentar…tapi tahukah kamu dengan asul-usul acara Valentine’s Day? Jangan-jangan hajatan rutin tahunan yang digarap remaja kontemporer ini ternyata malah tulalit dengan latar belakang sejarah awal mulanya perayaan ini. Nah lho. Terus ngapain neh kita? Sabar, kamu perlu tahu yang satu ini…

 Sekilas Valentine’s Day
Kamu tentunya bakalan kaget en terbengong-bengong kalo ternyata acara Valentine’s Day nggak ada sama sekali dalam ajaran Islam. Suer. Kagak bohong. Ternyata malah kebiasaan para penyembah berhala. Kaum pagan ini, mengadakan ritual penyembahan kepada para dewa yang diyakini menjadi sumber kehidupan manusia di muka bumi ini.

 Dalam sebuah keterangan disebutkan bahwa awalnya orang-orang Romawi merayakan hari besar mereka yang jatuh pada tanggal 15 Februari yang diberi nama Lupercalia. Peringatan ini adalah sebagai penghormatan kepadaJuno (Tuhan wanita dan perkawinan) sertaPan (Tuhan dari alam ini) seperti apa yang mereka percayai. Acaranya? Laki dan perempuan berkumpul, lalu saling memilih pasangannya lewat kado yang telah dikumpulkan dan diberi tanda sebelumnya—tukar kado. Selanjutnya? Hura-hura sampai pagi!

 Seiring dengan berjalannya waktu, pihak gereja—yang waktu itu agama Kristen mulai menyebar di Romawi—memindahkan upacara penghormatan terhadap berhala itu menjadi tanggal 14 Februari. Dan dibelokkan tujuannya, bukan lagi menghormati berhala, tapi menghormati seorang pendeta Kristen yang tewas dihukum mati. Konon kabarnya gara-gara ia memasukkan sebuah keluarga Romawi ke dalam agama Kristen. Itu terjadi sekitar tahun 273 Masehi. Nama acaranya pun bukan lagi Lupercalia, tapi Saint Valentine. Dalam perkembangannya, peristiwa tersebut lalu dikaitkan dengan gebyar Valentine’s Day.
Jadinya, alih-alih acara itu dirayakan untuk menghormati perjuangan para rahib mereka, tapi udah berubah total menjadi ritual ‘mendewakan’ cinta. Cinta antar lawan jenis. Waduh, sudahlah bukan berasal dari Islam, eh, jadi ajang baku syahwat yang dilarang agama. Weleh weleh, pastinya kamu yang ikut-ikutan dalam hajatan Valentine’s Day itu ternyata merayakan peringatan yang bukan berasal dari Islam. Nggak tahu, apa nggak mau tahu?

 Padahal, Islam udah wanti-wanti lho untuk tidak asal ikut aja segala sesuatu yang kamu belum tahu tentangnya. Catet itu. Firman Allah Swt.:“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”(TQS al-Isrâ’ [17]: 36)

 Rasulullah saw. juga mengingatkan kita melalui sabdanya:Kamu telah mengikuti sunnah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga jika mereka masuk ke dalam lubang biawak, kamu tetap mengikuti mereka. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, apakah yang engkau maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Baginda bersabda: Kalau bukan mereka, siapa lagi?(HR Bukhari Muslim)

 Lebih jelas lagi adalah apa yang disebut dalam surat al-Furqan tatkala menjelaskan ciri-ciri orang beriman. Allah Ta’ala menyebutkan satu di antaranya adalah mereka yang tidak menyaksikan kepalsuan.Firman-Nya:“Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu (adz-Dzûr)…”(QS al-Furqân [25]: 72)

 Menurut para ahli tafsir al-Quran seperti Ibnu Abbas, lafadz adz-Dzûr itu artinya adalah ‘ayyadul musyrikîn--hari raya orang-orang musyrik. Masih menurut mereka, dengan begitu haram hukumnya bagi kaum muslimin untuk hadir, apalagi merayakan hari raya di luar Islam.

 Dan bicara soal hari raya, bukankah Islam sudah memberikan alternatif hari raya yang jauh lebih baik dari hari raya manapun? Nabi kita bersabda,“Sesungguhnya Allah telah mengganti hari raya dengan dua hari raya yang lebih baik bagi kalian; idul fitri dan idul adha.”(al-Hadits)

 Cinta bisa bikin ‘gila’
Menjelang Valentine’s Day ini, puisi-puisi keren bertaburan diobral untuk merayu sang idaman hati. Entah di majalah, tabloid juga di radio dan layar kaca. Ada sebuah puisi yang oke punya karya sastrawan terkenal Sapardi Joko Damono, judulnya “Aku Ingin”. Kamu udah tahu bait-bait puisinya? Yup, seperti ini,“aku ingin mencintaimu, dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat disampaikan kayu kepada api, yang menjadikannya abu. aku ingin mencintaimu, dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan, yang menjadikannya tiada”

 Wah, anak mana yang lagi kasmaran nggak klepek-klepek dengan puisi keren begini?Orang kalo udah dimabuk cinta, memang bisa buta mata dan hati. Akal sehat udah nggak bisa dipake lagi. Pokoknya, demi cinta rela berbuat apa saja.Demi cinta.. Marc Antony rela dicap sebagai pengkhianat oleh bangsa Romawi.Dalam Antony and Cleoptara yang dibesut Shakespeare, Antony-Cleopatra saling mencintai sampai mati. Demi cinta, Antony rela melepas sejumlah daerah yang susah-payah direbutnya untuk dihadiahkan kepada Cleopatra, ratu Mesir, sang pujaan hatinya. Cyprus, Phoenicia, Judea, Coele-Syria dan beberapa daerah Arab adalah kado cinta Antony bagi sang kekasih hati, Cleopatra.

 Begitupun dengan Raja Shah Jahan kepada Mumtaz Mahal, sang istri. Demi cintanya yang mendalam, Shah Jahan membangun istana megah bernama Taj Mahal. Kekuatan cinta memang dahsyat. Urusan heboh saat dimabuk cinta, ternyata bukan cuma dilakukan Marc Antony dan Shah Jahan. Napoleon Bonaparte pun bikin heboh. Demi cintanya kepada Josephine Beauharnais sang belahan jiwa, Napoleon sanggup menulis surat cinta sebanyak 75.000 buah sejak pertama kali bertemu sampe menikah dengan yayangnya itu. Hmm.. omnia vincit Amor: et nos cedamus Amori. Cinta menaklukan segalanya: dan kita takluk demi cinta. Gubrag!

 Itu sebabnya seorang penyair yang potongan karyanya dimuat dalam bukuRaudhah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Musytaqinkarya Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah menuliskan;"Aku tak tahu apakah pesonanya yang memikat, atau mungkin akalku yang tak lagi ada di tempat."

 Cinta memang kerap bikin ‘gila’ penderitanya. Tapi juga bisa menyegarkan yang merasakannya. Bergantung kepada sikap kita dalam memandang cinta. Kata Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, “cinta itu bisa mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, mendorong untuk berpakaian yang rapi, makan yang baik-baik, memelihara akhlak yang mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shalih dan cobaan bagi ahli ibadah.”

 Sobat muda muslim, kalo kamu mengekspresikan rasa cinta kamu dengan cara seperti lazimnya pacaran, itu artinya kamu salah menempatkan rasa cinta. Dan tentunya memang salah gaul. Celaka dua belas deh.

 Meraih cinta sehat
Sobat muda muslim, pesan kita nih, jangan kebawa arus deh. Kalo sekarang banyak teman kamu yang heboh merayakan hari “pink” sedunia itu, bukan berarti mengungkapkan rasa cinta dengan cara seperti itu jadi sah. Nggak lha yauw. Sebab, nggak selamanya kebenaran itu ditetapkan dari banyaknya orang yang melakukan. Logikanya, kalo ada orang sekampung yang nggak waras, kecuali kamu. Kemudian mereka melakukan perbuatan sesukanya, bukan berarti tindakan mereka dinilai sebagai sebuah kebenaran. Nggak dong sayang. Betul?

 Nah, Valentine’s Day nggak boleh (baca: haram) dirayakan oleh kaum muslimin. Lagi pula apa nggak ada cara lain yang halal untuk mengatakan cinta? Kenapa juga rasa cinta itu kudu latah diucapkan atau diwujudkan di ajang Valentine’s Day? Heran bin bingung kita neh. Suer. Kagak bohong.

 Sobat, nggak mungkin cinta sehat bisa diraih lewat pacaran. Kamu kudu yakin, bahwa ngadain acara Valentine’s Day bareng pacar kamu bakalan bikin bencana. Bukan apa-apa, meningkatkan hubungan cinta kasih dengan pacarmu di hari “kasih-sayang” itu, adalah jalan pintas menuju perzinaan. Bukan cinta sehat yang bisa kamu raih, tapi justru cinta yang ternoda. Cinta yang sakit.

 Oke deh, jangan rayakan Valentine’s Day. Buang jauh-jauh rencanamu. Sebab tradisi itu bukan produk dari tuntunan hidup kita. Hajatan Valentine’s Day bukan berasal dari ajaran Islam. Jangan latah ikut-ikutan budaya jahiliyah. Walaupun memikat, tapi terlaknat.Hih!

 Inget, jangan nodai cinta kamu dengan aktivitas pacaran dan seks bebas. Celakanya, Valentine’s acapkali jadi simbol kebebasan seks. Parahnya lagi, anak muda sekarang, banyak yang menganggap bahwa cinta berbanding lurus dengan seks. Waduh! Hati-hati deh! ?

   Buletin Studia23 Maret 2005 - 16:38 Yuk, Kita Khitbah!    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

 Duh, judulnya kok provokatif banget ya? Hmm… nggak juga kok? Lagian kena­pa musti ditutup-tutupi, iya nggak? Masak kita kalah sama yang aktivis pacaran. Mereka sampe nekat over acting di depan banyak orang. Nggak tanggung-tang­gung, mereka cuek aja bermes­raan. Nggak peduli lagi dengan orang di sekitar­nya. Bahkan mungkin ada rasa puas udah bisa ngasih ‘hibu­ran’ ke orang lain. Hih, dasar!

 Lihat aja di angkot, di pasar, apalagi di mal, ada aja pasangan ilegal ini yang nekat melakukan adegan yang bisa bikin orang yang ngeliat merasa muak dan sebel. Aksi nekat dan berani malu memang. Hubungan gelap dan liar!

 Pacaran dikatakan hubungan gelap? Ya, sebab, ikatan antara laki-laki dan wanita yang sah dalam pandangan Islam adalah dengan khitbah dan nikah. Nggak ada selain itu. Dengan demikian yang boleh dibilang sebagai hubungan yang ‘terang’ itu adalah khitbah dan nikah itu. Namun demikian, jangan dianggap bahwa khit­bah sama dengan pacaran islami, lho. Itu salah besar sodara-sodara.

 Sobat muda muslim, khitbah dalam bahasa Indonesia artinya meminang. Udah per­nah kenal istilah ini? Jangan sampe kuper ya? Apalagi selama ini, kayaknya banyak juga dari kita yang nggak kenal istilah-istilah islami. Yang kita hapal betul dan udah terformat dalam otak dan pikiran kita adalah istilah dan aturan main yang bukan berasal dari Islam. Jadinya ya pan­tes aja nggak ngeh, bahkan mungkin nggak ke­nal sama sekali. Memprihatinkan memang.

 Anehnya, kita lebih kenal dan paham isti­lah pacaran. Akibatnya, sebagian besar dari kita mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Maklum, perbuatan itu kan selalu berban­ding lurus dengan pemahaman. Itu mutlak lho, nggak bisa ditawar-tawar lagi.

 Ujungnya, ada juga yang kemudian meng­anggap bahwa pacaran adalah semacam akti­vitas ‘wajib’ bagi orang dewasa, ketika ingin memilih or mencari pasangan hidup. Itu sebab­nya, jangan heran pula kalo ada ortu yang begitu resah dan gelisah ketika menyaksikan anak gadisnya masih menyendiri. Pikiran­nya selalu yang serem-serem. Ujungnya, untuk mengusir perasaan itu, nggak sedikit ortu yang tega ngomporin anaknya supaya nyari pasang­an. Dalam beberapa kasus malah lebih mengeri­kan, ada ortu yang ngasih pernyataan, bahwa siapa pun deh pacar anak gadisnya yang penting laki-laki. Wacksss? Nah lho, apa nggak salah tuh? Tentu salah dong dalam pandangan Islam. Kok nggak disuruh nikah? Kok malah dibiarin pacaran dulu? Waduh. Bahaya Mas! Dan, tentunya ada juga di antara mereka yang menjalani aktivitas itu karena memang nggak tahu hukumnya, alias kagak nyaho, jadinya ya kayak begini ini.

 Apa yang kudu dilakukan sebelum khitbah?

 Ini ceritanya kalo kita udah serius mau nikah lho. Jadi, untuk temen-temen yang masih SMP or SMU, kayaknya jadikan aja sebagai wawasan ya? Untuk sementara kok. Kali aja nyangkut-nyangkut dikit deh. Biar nggak buta banget.Emang sih kagak enak ati ye, cuma dapet teorinya dong. Praktiknya belum. Tapi nggak apa-apa kan? Kuat nahan aja dulu ya?

 Buat para cowok, sebelum kita ‘nekat’ mengkhitbah pasangan kita. Ada beberapa kri­teria yang kudu jadi patokan kita. Nggak asal aja ya? Pesan kita neh, “Jangan keburu-buru. Gunung tak akan lari dikejar” Kalem aja Mas!

 Pertama, carilah wanita yang sholihah. Abdullah bin Amr berkata bahwa Rasulullah saw suatu saat bersabda:“Dunia ini sesungguhnya merupakan kesenangan, dan kesenangan dunia yang paling baik adalah seorang wanita yang shalih” (HR Ibnu Majah) Nah, itu pesan nabi kita sobat. Jadi jangan sekali-kali nyari yang bakalan bikin repot buat kita-kita. Pokoke, jangan ambil risiko deng­an memilih gajah, alias gadis jahiliyah. Masak tega-teganya sih kamu milihinhj buat anak-anak kamu nanti ibunya yang amburadul begitu rupa. Dan tentunya biar peluang kamu gede untuk dapetin gadis yang sholihah, maka kamunya juga kudu jaim (jaga imej). Kamu musti taat dan sholeh juga dong. Malu atuh, seorang muslim tapi kelakuannya nyontek abis kaum lain. Mana ada cewek baik-baik mau sama kamu yang begitu. Jadi, dua-duanya emang kudu oke.

 Kedua, kalo kamu pengen nyari calon istri, sebelum meminta ke ortunya (meng­khitbah), pastikan calon kamu itu oke punya dong. Utamanya dalam soal agamanya. Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah juga pernah bersabda:“Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena keturunan­nya, karena kecantikannya dan karena agama­nya. Tetapi hendaklah kamu memilih wanita yang beragama. Camkanlah hal ini olehmu.” (HR. Jama’ah kecuali Tirmizi) Betul. Itu bakalan bisa memberikan yang terbaik buat kita. Memang sih, kita kepengen banget dapet pasangan yang wajahnya enak dan sedap dipandang mata. Yang laki barangkali mengkhayal, kali aja dapet istri yang wajahnya kembaran banget ama Shakira or Jessica Alba. Aduh, gimana senengnya kali yee. Begitu juga anak cewek, berharap banget dapet gandengan itu cowok yang mirip-mirip Vaness Wu or Vic Zhou. Wah, bisa-bisa ‘kesetrum’ tuh.

 Tapi tentunya bakalan percuma aja kalo punya gandengan yang tampilannya oke tapi bikin berabe. Karena doi nggak taat sama Allah. Kalo dalam istilah komputer, jangan sampe kita punya pasangan tipe Windows, tampilan luar sih boleh, tapi dalemnya penuh bugs. Wacksss?

 Ini berlaku buat kedua belah pihak dong. Yang laki kudu taat, begitu pun yang wanita. Jangan sampe yang wanita nyablaknya minta maaf (bosen pake ‘ampun’ aja). Gaswat itu. Kalo dalam istilah kom­puter, cewek model gitu katanya tipe moni­tor; genit, senangnya diperha­tiin, suka pamer, padahal belum tentu yang dipamerin bagus.

 Oke, paling nggak inilah panduan awalnya sebelum kamu mengkhitbah wanita pujaan hati­mu. Jadi jangan asal aja. Begitu juga kamu yang wanita atau walinya, jangan cuma seneng ngeli­hat cowok atau calon menantunya dari tampilan fisiknya aja, padahal pikirannya amburadul. Inti­nya carilah yang beriman kepada Allah Swt. Abu Nu’im mentakhrij di dalam al-Hilyah, 1/215, dari Tsabit al-Banaty, dia berkata: “Yazid bin Mu’awiyah menyampaikan lamaran kepada Abu Darda’ untuk menikahi putrinya. Namun Abu Darda’ menolak lamarannya itu. Seseorang yang biasa bersama Yazid berkata, ‘Semoga Allah memberikan kemaslahatan kepa­damu. Apakah engkau berkenan jika aku yang menikahi putri Abu Darda’?” Yazid menjawab, “Celaka engkau. Itu adalah sesuatu yang amat mengherankan.” Temannya berkata, “Perkenan­kan aku untuk menikahinya, semoga Allah mem­berikan kemaslahatan kepadamu.” Terse­rahlah,” jawab Yazid. Ketika Abu Darda’ benar-benar menikahkan putrinya dengan temannya Yazid itu, maka tersiar komentar yang miring, bahwa Yazid menyampaikan lamaran kepada Abu Darda’, tapi lamarannya ditolak. Tapi ketika ada orang lain dari golongan orang-orang yang lemah, justru Abu Darda’ menerima dan menikahkan­nya. Lalu Abu Darda’ berkata,”Aku melihat seperti apa kurasakan di dalam hatiku. Jika ada dua pelamar, maka aku memeriksa rumah-rumah yang dilihatnya bisa menjadi tumpuan agamanya.”

 Khitbah saja!

 Lho, iya, ngapain dilama-lamain, kalo emang kamu udah merasa cocok dan yakin dengan pilihanmu dengan kriteria seperti disampaikan di atas. Nggak usah ragu Mas, silakan saja. Kalo masih ragu, coba lakukan sholat istikharah. Siapa tahu tambah ragu, eh, sori, bisa bikin yakin hati kamu. Terus kalo udah siap segalanya? Pokok­nya, bagi yang udah siap nikah neh.Jadi memang kalo belum siap or berani untuk nikah, men­dingan jangan mengkhitbah akhwat. Itu bakalan bikin runyam. Oya, gimana sih cara kita melakukan khitbah sama gadis idaman kita?

 Nggak susah. Kalo kamu udah siap mental, insya Allah kendala yang lain bisa diatasi. Awalnya, pas kamu dapet ‘kembang’ yang bisa membikin hatimu kesengsem, dan itu kemudian terus membetot-betot hatimu untuk selalu tentrem kalo mengingat namanya, apalagi sampe ketemu segala. Nah, kalo kamu berani, bilang aja sendiri sama beliau kalo kamu tuh tertarik. Aduh, ‘radikal’ amat?

 Ah, nggak juga tuh. Mudahnya begini. Jurus per­tama, tanya dulu, apakah doi udah ada yang punya atau belum. Soalnya jangan sampe kita meminang pinangan orang lain. Bisa gaswat. Namanya juga orang. Punya hati, dan sangat mungkin sakit hati. Kalo sampe begitu, udah mending kalo cuma digebukin pake omongan, lha kalo sampe digebukin pake pen­tungan besi? Nggak mustahil kalo urusannya bisa langsung ngontak tukang gali kubur kan? J Adalah Abu Hurairah yang berkata: “Ra­sulullah saw. bersabda: ‘Seorang laki-laki tidak boleh meminang perempuan yang telah dipinang oleh saudaranya." (HR. Ibnu Majah)

 Kalo ternyata gadis itu masih ‘sendiri’? Nggak dilarang kalo kamu ngajuin pinangan. Lebih sueneng lagi kalo doi menyambut cinta kita. Aduh enake. Jadi jurus keduanya, langsung datengin ortunya. Minta langsung kepada mere­ka. Tapi jangan ngeper ya? Jangan sampe pas dateng ke rumahnya, begitu pintu dibuka, yang muncul adalah lelaki setengah baya dengan kumis tebel segede ulet jambu, kamu langsung ngibrit balik lagi. Yee… itu sih kebangetan. Hadapi aja. Nggak usah takut. Kata pepatah; segalak-galaknya macan, nggak bakalan berani makan sendal, eh, anaknya sendiri.

 Lagian, itu kan boleh dibilang camer (calon mertua), ngapain kudu takut segala. Iya nggak? Sampaikan saja apa maksud kedatangan kamu ke mereka. Bahwa kamu berminat kepada putri mereka, dan serius ingin membina rumah tangga dengannya. Kalo ditolak? Ya, jangan sampe dukun bertindak dong. Itu namanya cinta terpadu, alias terpaksa pakai dukun. Nggak boleh. Kalem aja. Sabar. Kembang tak hanya setaman. Ceileee.. menghibur diri, padahal mah hati serasa kompor meledug! Jadi intinya, kamu mengkhitbah akhwat pujaan hatimu itu langsung ke ortunya. Tentu­nya setelah oke dengan doi dong. Kenapa kudu menyampaikan ke ortunya? Lho, itu kan walinya. Sebab seorang gadis itu dalam pengawasan walinya. Karena walinya (ayah, dan sau­dara dari ayahnya), bertanggung jawab penuh. Terus selain meminta kepada ortunya, dan jika ortu udah oke, boleh nggak melihat calon istri kita? Misalnya, untuk memastikan apakah telinganya masih utuh ada dua-duanya ataukah tidak. Karena kan selama ini nggak kelihatan ditutupi kerudung terus. Intinya, jangan sampe kita beli karung dalam kucing, eh, beli kucing dalam karung. Yup, boleh melihat kok. Tapi bukan seluruh tubuhnya. Bisa gawat!

 Anas bin Malik berkata: “Mughirah bin Syu’bah berkeinginan untuk menikahi seorang perempuan, lalu Rasulullah memberi nasihat kepadanya: “Pergilah untuk melihat perempuan itu, karena dengan melihat itu akan memberikan jalan untuk lebih dapat membina kerukunan antara kamu berdua” Lalu ia pun melaku­kannya, kemudian menikahi perempuan itu, dan ia menceritakan tentang kerukunan dirinya dengan perempuan itu. (HR. Ibnu Majah)

 Sobat muda muslim, kayaknya kalo diba­has terus bakalan asyik juga ya?Tapi sayang, buletin ini nggak cukup menampung semua per­soalan itu. Jadi intinya, bagi kamu yang udah siap moril, materiil, maupun ‘onderdil’, segera saja menikah. Mau khitbah dulu juga boleh. Tapi jangan lama-lama. Dan inget, kalo pun udah khitbah, kamu kudu tetep menjaga batasan dalam bergaul. Kan, tetep aja belum sah jadi suami-istri. Makanya, cepetan nikah aja! Dan buat kamu yang masih SMP or SMU, jadikan aja ini sebagai wawasan awal ya? Biar ngeh juga. Jadi, hindari pacaran dan fokus belajar. Untuk yang udah mapan, langsung nikah sajalah. Ya, kalo nikah itu halal, buat apa pacaran? Iya nggak?

 Soal Rizki? Dari Allah. Firman Allah Swt.:“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antaramu, dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan.Jika mereka miskin, Allah akan memampu­kan mereka dengan karunia-Nya. Dan Alah Maha Luas lagi Maha Mengetahui. (TQS an-Nûr [24]: 32)

 Rasulullah saw. bersabda:“Ada tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah Swt: Seorang Mujahid di jalan Allah, Mukatab (budak yang membeli dirinya dari tuannya) yang mau melu­nasi pembayarannya, dan seorang yang kawin karena mau menjauhkan diri dari yang haram”(HR Tirmidzi dari Abu Hurairah)

 Jadi begitu sobat. Paham kan?

   Buletin Studia23 Maret 2005 - 16:39 Kalo Kamu Dikhitbah…    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

 Dikhitbah? Wow, suka dong. Yup, ini adalah artikel ‘sekuel’-nya tentang khitbah. Kalo minggu kemarin kita ngajak yang cowok untuk mengkhitbah, sekarang, biar adil, kita mencoba ngajak anak puteri untuk bersikap bijak seandainya ada anak cowok yang ‘nekat’ mengkhitbah dirinya. Gimana, setuju kan?
Oke deh, yang baca edisi kemarin insya Allah bakalan klop kalo kita ajak ngomongin yang satu ini. Bagi yang ketinggalan baca edisi kemarin, mohon pinjem saja sama temennya. Pokoke, ini ceritanya khusus buat temen-temen yang emang udah siap segalanya. Jadi sekali lagi, bukan ditujukan buat kamu yang masih SMU, apalagi SMP. Bagi kamu-kamu yang masih ke sekolahnya pake seragam, jadikan aja sebagai wawasan untuk jaga-jaga. Siapa tahu nanti kamu membutuhkan bimbingan, tul nggak?

 Nah, ngomongin soal khitbah berarti kita sedang bicara tentang cinta.Khususnya tentang sarana untuk menyalurkan rasa cinta ini dengan baik. Memang sih, kalo lihat temen-temen remaja yang lain, kalo di antara mereka saling jatuh cinta, biasanya langsung diwujudkan dengan pacaran. Dan ini kita pikir udah pada tahu semua gimana sih rasanya, or ngelihat orang yang sedang pacaran. Mesra dan… ah, nggak usah diterusin deh. Tapi inget lho, pacaran itu kan cara penyaluran rasa cinta yang diharamkan oleh Allah Swt.

 Oya, seperti yang udah kita baca di edisi kemarin, khitbah adalah pernyataan seorang lelaki kepada wanita yang disukainya untuk serius menikahinya. Dan ini disampaikan kepada ortunya. Tentu setelah kita udah sama-sama janjian dong. Kalo nggak, bisa gaswat. Jadi khitbah boleh dibilang ‘nandain’ calon kita. Pokoknya diiket dulu deh, sebelum akhirnya dinikahi.

 Nah, kadangkala, anak puteri yang akhirnya kebingungan. Kalo kemarin kita bahas anak cowok yang bimbang dan kurang pede untuk mengkhitbah akhwat, kita kasih support supaya mantap dan berani, sekarang kita coba nemenin anak puteri untuk bersikap bijaksana dalam menghadapi pinangan anak cowok.
Berdasarkan pengalaman neh, paling nggak ada beberapa masalah yang dihadapi anak puteri dalam urusan ini. Misalnya, ketika datang anak cowok yang berani menyatakan keseriusannya untuk menikah dengannya, adakalanya anak puteri suka keder menghadapai ini. Sebab, tak selamanya begitu mendapat pinangan langsung seneng. Kenapa? Bisa jadi kasusnya adalah begini; ada orang yang meminang dirinya, tapi ternyata nggak sesuai dengan kriteria pria idamannya. Kan itu bikin bingung. Maksud hati berharap yang datang tipe Arjuna, eh, yang berani dan nekat ngedatengin malah tipe Rahwana. Karuan aja bak serasa disamber petir. Waduh, gimana cara menolaknya? Apalagi ortu juga turut campur, makin berabe aja tuh.

 Masalah lain yang biasanya terjadi adalah, begitu ada anak cowok yang berminat sama kita, eh, kitanya masih pada sekolah or kuliah. Wah, itu bikin masalah juga ya? Mungkin kalo yang udah kuliah nggak terlalu bermasalah, asal pandai ngasih keyakinan sama ortu, karena memang kalo udah kuliah boleh nikah. Itu bedanya dengan yang masih sekolah di SMU. Paling nggak itu berdasarkan aturan main di negeri ini. Karena dalam Islam nggak begitu kok. Boleh-boleh aja asal udah pada baligh.

 Masalah lainnya apa? Kita udah sama-sama oke dengan pasangan kita, eh, ortu kita malah nggak setuju. Mending kalo alasannya bisa dipertanggung jawabkan secara ajaran Islam, kadangkala hanya persoalan nasab, harta, status sosial, dan seabrek masalah yang nggak perlu dijadikan sebagai paramater untuk membina sebuah rumah tangga. Tapi walau bagaimana pun juga itu adalah masalah yang kudu diselesaikan dengan tuntas.
Ngomong-ngomong, jadi gimane neh kalo kamu dikhitbah?

 Jangan repot-repot; terima!
Wacksss? Sembarangan, main terima aja. He..he..he.. ini ceritanya kalo memang udah sreg gitu lho. Apalagi ortu kita setuju. Kita dan anak cowok itu juga sama-sama aktivis pengajian. Wah, itu sih jangan dilama-lamain, mending segera terima pinangan dan nikah. Duh, enak banget ya kalo itu terjadi sama kita-kita. Jelas aja, itu kan kondisi ideal.

 Oya, kita ngasih saran begini bukan ngebelain anak cowok lho. Tapi kita mencoba memberikan gambaran buat kamu-kamu anak puteri. Seperti halnya anak cowok, yang puteri juga jangan pilih-pilih deh. Maksudnya, menggunakan pilihan yang nggak perlu. Seperti, menentukan bahwa calon suaminya kudu pandai bahasa Arabnya, kudu sekufu dalam hal status sosial (kalo kita sarjana, ya, calon suami kita juga kudu sarjana), terus minimal punya wajah yang nggak kalah ganteng dengan para personelnya Westlife, udah gitu harus keturunan ningrat, lagi. Wah, itu keberatan sama kriteria, bisa-bisa jadi keburu tue Non, karena kriterianya ideal banget.

 Uppsss.. sori, kita nggak nuduh lho, tapi mengingatkan. Apalagi kamu udah tahu kalo yang berminat sama kamu itu orangnya berakhlak mulia dan pengetahuan agamanya oke. Cuma kurangnya, seperti yang tadi disebutkan. Jadi, sebetulnya nggak bijaksana dong kalo kamu menolak, dan kayaknya nggak pantes. Apalagi sih yang mau diharapkan? Iya nggak?

 Lagipula, kriteria pemilihan yang berlaku buat kaum lelaki, juga berlaku buat anak puteri. Umar r.a. pernah berkata: “Janganlah kalian menikahkan puteri kalian dengan lelaki yang buruk perangainya, karena kriteria-kriteria yang berlaku pada laki-laki juga berlaku bagi perempuan.”
Dan buat para ayah serta walinya anak puteri, kudu waspada. Firman Allah Swt.: "Dan janganlah kamu nikahkan wanita-wanita mukminat dengan pria-pria musyrik sebelum mereka beriman.”(TQS al-Baqarah [2]: 221)

 Tapi kita yakin kok, bahwa kamu yang puteri juga udah ngeh dan nggak salah pilih dalam menentukan kriteria. Kalo yang dateng itu orangnya sholeh dan berakhlak mulia, biasanya temen puteri juga langsung nyetel aja. Iya nggak? Tapi kalo memang nggak sreg. Namanya juga manusia ya? Ada aja keinginan lebih dari itu. Dan keinginan itu boleh-boleh aja kok. Sebab yang namanya perasaan itu susah sih. Kudu bener-bener ada ‘getaran’ yang, gimanaaa gitu… Aduh, sulit menjelaskan dengan kata-kata atau tulisan.

 Kalo kejadiannya kayak gitu, kamu boleh aja nolak.Tapi kudu baik-baik ya. Anak cowok juga sama punya perasaan. Jadi kalo kamu nolak pinangan, ya jangan dipublikasikan ke orang lain dong. Apalagi sampe bangga segala, dan menganggap pasaran kamu naik karena kamu jual mahal. Wah, itu nggak baik, Non.

 Boleh nggak wanita ‘menawarkan’ diri?
Wah, nekat amat? Nggak juga tuh. Memang sih umumnya wanita bersikap pasif. Artinya nungguin ada yang meminang dirinya. Tapi Islam membolehkan lho, wanita menawarkan diri kepada seorang laki-laki untuk dijadikan istri. Pada masa Rasulullah saw. ada perempuan yang pernah melakukannya seperti diriwayatkan dalam hadis berikut:“Dari sahl bin sa’ad, bahwa Rasulullah saw. pernah didatangi oleh seorang perempuan, lalu ia berkata: ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya saya menyerahkan diri kepada Tuan’. Ia berdiri lama sekali, kemudian tampil seorang laki-laki dan berkata: ‘Ya Rasulullah, kawinkanlah saya dengan perempuan ini seandainya tuan tidak berhasrat kepadanya…” (HR Bukhari)

 Nah, jadi silakan saja, kalo emang kamu berkenan untuk melakukan itu. Nggak dilarang kok. Memang sih, tradisi yang ada di sini, mengharuskan wanita bersikap pasif. Kalo ada yang ‘agresif’, malah mungkin dianggap kenapa-napa. Jadi dari segi hukum boleh-boleh aja. Mau? Silakan dicoba. He..he..he..

 Kalo ortu yang bikin masalah?
Nah, ini juga jadi persoalan Non. Untuk urusan ini adakalanya gampang-gampang susah. Tapi jangan sedih. Tenang aja. Misalnya, kamu ‘dijodohin’ sama ortu kamu. Padahal kamu nggak suka sama lelaki yang dipilihin sama ortumu. Sebenarnya kamu bisa aja nolak. Boleh kok.

 Dari Ibnu Abbas bahwa seorang gadis datang kepada Rasulullah saw. lalu ia menceritakan kepada beliau tentang ayahnya yang mengawinkannya dengan laki-laki yang ia tidak sukai. Maka Rasulullah menyuruh dia untuk memilih (menerima atau menolak).”(HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Daruquthni)

 Begitu Non. Tapi tentunya kamu menyampaikan kepada ortu dengan baik-baik pula. Nggak boleh sambil marah-marah. Jadi, mau nerima silakan, mau nolak juga nggak masalah. Semua diserahkan kepada kamu, kok. Dan cuma kamu yang berhak menentukan pilihan. Bukan orang lain.

 Dari Abdullah bin Buraidah dari bapaknya, ia berkata: “Seorang gadis datang kepada Rasulullah saw. lalu katanya: ‘Sesungguhnya ayahku mengawinkan aku dengan anak saudaranya, agar dengan begitu terangkat martabatnya. Kata Abdullah: ‘Lalu Rasullah saw. menyerahkan urusannya kepadanya. Dan katanya: ‘Saya mengizinkan tindakan ayahku kepadaku. Tetapi yang aku kehendaki yaitu memberitahu kepada kaum wanita bahwa bapak-bapak itu tidak mempunyai apa-apa dalam urusan ini (perkawinan).”(HR Ibnu Majah yang dikutip dalam kitab Fikih Sunnah, Sayyid Sabiq)

 Kalo udah jadian dikhitbah?
Wah, alhamdulillahatuh . Tapi inget, khitbah adalah semacam ‘pintu’ menuju nikah. Jadi belum sah ngapa-ngapain. Memang sih, mentang-mentang anaknya udah ada yang meminang, suka ada ortu yang membiarkan anaknya bebas kemana-mana bareng tunangannya. Wah, kalo gitu apa bedanya dengan pacaran? Itu kan sama aja gaul bebas. Dan jelas berdosa dong. Haram lho.

 Nah, kalo emang kamu udah ‘kebelet’ mendingan nikah aja langsung. Nggak usah ditunda-tunda lagi. Lebih save. ‘Penyakit’ orang yang udah punya tempat untuk berbagai cerita, biasanya pengennya ketemu melulu. Celakanya, kalo terus-terusan ketemu, nggak ada jaminan kalo iman kamu juga makin menipis. Jangan heran kalo kemudian malah berzina. Ih,naudzubillahi min dzalik .

 Memang sih, kalo kamu udah jadian dikhitbah, berbicara or kirim-kirim surat dengan calonmu nggak dilarang. Sah-sah saja. Tapi inget, jangan keterusan. Bisa gaswat. Jangan-jangan nanti kamu sulit ngebedain antara rasa suka dengan nafsu bisikan iblis. Celaka!

 Kita sih menyarankan kalo udah oke mending segera nikah aja. Meski memang waktu dari khitbah ke nikah itu nggak ditentukan dengan jelas, artinya mau 50 tahun lagi nikah juga boleh (ih, udah jadi nenek-nenek dong? Ya, salah sendiri he..he..). Tapi meski demikian, alangkah utamanya kalo kamu segera menikah saja.

 Pesan buat yang masih sekolah
Memang asyik ya kalo bicara soal cinta dan pernikahan. Jujur saja, hampir semua orang seneng ngomongin ini. Tapi inget, karena kita yakin neh, mayoritas pembaca buletin ini adalah masih anak sekolah, jadi jangan keburu sregep dapat pembahasan seperti ini.

 Pesan kita, jadikan saja ini sebagai tambahan wawasan buat kamu. Dan kita yakin kok, bahwa kamu udah bisa membedakan mana yang prioritas dan mana yang bisa ditunda. Iya nggak? Sekarang fokus belajar, dan jangan nekat pacaran. Kita juga nggak abis pikir sama kondisi masyarakat dan negara sekarang ini; gaul bebas dimudahkan, tapi nikah malah dipermasalahkan. Kebalik-balik memang. Oke, jangan lupa, tetep semangat mengkaji Islam! :)

   Buletin Studia14 Agustus 2002 - 06:18 Cinta Berlumur Noda 

 Gaswat! 97,05 persen mahasiswi di Yogyakarta sudah tidak perawan lagi. Wow, sungguh mencengangkan dan mengerikan mengetahui kehidupan seks mahasiswi di kota pelajar Yogyakarta. Benar. Suatu penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora (LSCK PUSBIH) menunjukkan hampir 97,05 persen mahasiswi di Yogyakarta sudah hilang keperawanannya saat kuliah.

 Seperti yang ditulis detik.com pada 2 Agustus 2002 lalu, bahwa yang lebih mengenaskan, semua responden mengaku melakukan hubungan seks tanpa ada paksaan. Semua dilakukan atas dasar suka sama suka dan adanya kebutuhan. Selain itu, ada sebagian responden mengaku melakukan hubungan seks dengan lebih dari satu pasangan dan tidak bersifat komersil. Wah, wah, wah.

 Hal itu dikemukakan Direktur Eksekutif LSCK PUSBIH, Iip Wijayanto, kepada wartawan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jl. Malioboro, Yogyakarta, Kamis (1/8/2002).

 Menurut Iip, penelitian itu dilakukan selama 3 tahun mulai Juli 1999 hingga Juli 2002, dengan melibatkan sekitar 1.660 responden yang berasal dari 16 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Yogya. Dari 1.660 responden itu, 97,05 persen mengaku sudah hilang keperawanannya saat kuliah.(detik.com, 2 Agustus 2002)
Sobat muda muslim, tentunya hal itu bukan kabar baik. Sebaliknya itu merupakan tamparan buat kita, kaum muslimin, khususnya yang berada di Yogyakarta. Bukan apa-apa, sangat boleh jadi yang melakukannya dan yang jadi korbannya adalah mahasiswi muslim. Maklum saja, jumlah umat Islam di negeri ini cukup banyak ketimbang jumlah umat lainnya. Andai dari 97,05 persen itu sekitar 60 persennya pelaku kebejatan itu adalah beragama Islam, maka hampir 1000 orang umat Islam dari 1660 yang disurvei adalah pelaku aktif maksiat jenis itu.Astaghfirullah...

 Jadi jangan heran or jangan kaget, apalagi bingung setengah hidup. Karena sebenarnya itu baru di Yogyakarta. Masih ada Jakarta, Bandung, Medan, Semarang, Surabaya, Makasar, dan kota besar lainnya yang barangkali bernasib sama. Jadi kebingungan kamu sebenarnya belum seberapa. Maklum saja, kemaksiatan saat ini bener-bener kompakan.Nggak cuma milik daerah tertentu aja. Boleh dibilang merata di mana-mana. Itu sebabnya, kita khawatirkan banget, jangan-jangan tetangga di lingkungan tempat tinggal kita malah pelaku seks bebas itu. Ih,naudzubillahi min dzalik .

 Sobat muda muslim, terus terang kita prihatin dengan kondisi ini. Gimana nggak, kalo ternyata hasil survei itu benar-benar valid, maka kita pantas untuk khawatir. Kalo gitu susah juga nyari yang masih baik-baik ya? Wah, bisa berabe kan? Sebab, 97 banding 3. Jadi tiap 100 orang yang disurvei, hanya 3 yang masih 'bersegel', alias masih baik-baik dan selamat. Wuih, kebayang nggak sih betapa bingungnya kalo kita disuruh untuk milih yang masih baik-baik. Itu sih ibarat nyari jerami dalam tumpukan jarum, eh, nyari jarum dalam tumpukan jerami. Bisa keteteran.

 Pengaruh globalisasi
Nggak salah lagi, yang patut ditunjuk hidung sebagai terdakwa dalam kasus ini adalah maraknya budaya bebas nilai aliaspermisivisme . Akibatnya, kalo dulu masyarakat kita masih malu-malu untuk berbuat asusila, tapi sekarang, yang namanya perbuatan merusak moral itu udah jadi tren. Pelakunya bahkan udah nggak merasa bersalah lagi. Lihat aja, lokalisasi judi kian marak dan berani, lokalisasi pelacuran apalagi, makin berani aja buka praktiknya. Dan orang-orang yang terlibat dalam kedua bisnis haram itu tidak merasa malu apalagi merasa berdosa. Cuek aja lagi. Ih, kacau bener!

 Sobat muda muslim, mungkin semua itu karena saking banyaknya yang melakukan dan nggak ada teguran dari masyarakat yang lain. Bisa jadi, lho. Sebab, manusia itu adakalanya berbuat sebagaimana orang lain melakukan perbuatan tersebut. Apalagi nggak ada teguran dari masyarakat dan pihak keamanan, dijamin makin betah aja berbuat maksiat. Celaka dua belas memang.

 Nah, dalam kasus ini, memang diakui juga bahwa dampak budaya rusak itu udah masuk ke dalam pergaulan muda-mudi, khususnya di kota-kota besar.
Jadi kalo ditanyakan, apa yang salah sehingga 97,05% mahasiswi Yogyakarta hilang kegadisannya? Menurut psikolog sosial asal UGM, Mohammad As'ad, hal itu terjadi karena suasana kos-kosan yang mendukung, tanpa kontrol. Demikian sebagaimana dituturkannya kepada detik.com.

 "Ini diakibatkan terjadinya pergeseran dalam perilaku permisif atau serba boleh. Dan juga ada perubahan orientasi dalam pengelolaan kos-kosan. Sehingga hubungan induk semang dan penghuni kos hanya bersifat ekonomis yaitu antara penjual dan konsumen, tanpa memperhatikan nilai-nilai sosial yang ada," papar As'ad.
Menurutnya, dulu kalau orang kos di Yogyakarta, hubungan sosialnya sangat dekat dengan pemilik rumah maupun dengan masyarakat. Namun sekarang ini telah berubah. "Dengan pemilik rumah pun kadang-kadang tidak kenal, apalagi dengan warga sekitar," lanjut psikolog sosial ini.

 Sobat muda muslim, ini memang pengaruh globalisasi. Buktinya, kelakuan bejat remaja Amrik bisa dengan cepat ditiru oleh remaja negerinya Si Unyil ini.Maklum saja, sekarang kan jaman kuda gigit prosesor, jaman digital. Dengan internet dan parabola semua informasi dunia luar bisa diakses dengan mudah dan bahkan murah. Wajar aja, kalo remaja kita banyak yang kaget dan kemudian latah ngikut budaya mereka dengan sepenuh hati.

 Coba, saat kamu mengakses internet, nyaris seluruh informasi dunia luar bisa diserap dengan mudah. Termasuk budaya bejat remaja Barat dalam bergaul dengan lawan jenisnya. Begitupun ketika kamu nongkrongin acara televisi. Mulai dari iklan, sinetron, sampe film, semua memberikan kesan yang bikin otak kamu jadi piktor, alias pikiran kotor. Jadi kamu mikirnya ke "situ" melulu. Bisa gaswat kan?

 Celakanya lagi, kalo kamu kemudian merasa ada justifikasi alias pembenaran. Merasa banyak yang berbuat begitu, akhirnya kamu ikutan juga jadi senewen. Ditambah masyarakat sekitar cenderung melakukan ATM, alias Aksi Tutup Mata, seolah nggak melihat bahayanya.

 Cinta berarti seks bebas?
Sobat muda muslim, manusia punya potensi kehidupan (thaqatul hayawiyah). Potensi tersebut berupa naluri dan kebutuhan jasmani. Naluri dalam diri manusia ada tiga; naluri mempertahankan diri, naluri melanjutkan keturunan, dan naluri beragama. Keduanya (naluri dan kebutuhan jasmani) berbeda lho dalam pemenuhannya.
Dalam masalah rangsangan pun keduanya berbeda. Kebutuhan jasmani rangsangannya dari dalam. Artinya, kalo perut kita udah merasa lapar, tenggorokan terasa tercekik karena kehausan, maka sudah mutlak kudu dipenuhi. Kalo nggak? Alamat bakalan sakit atau malah koit. Itu artinya rangsangan dari dalam diri kita, dan pemenuhannya mutlak.

 Sedangkan naluri, rangsangannya dari luar. Ambil contoh dalam kasus ini naluri melanjutkan keturunan. Salah satunya diwujudkan dengan rasa cinta terhadap lawan jenis. Nah, itu akan muncul kalo ada rangsangan dari luar. Misalnya, kalo kamu udah pernah ketemu seorang cewek cakeup, baik, kiut, imut-imut, dan yang pasti kamu suka. Maka sejak saat itu kamu bakalan salting sekaligus seneng kalo ketemu doi. Rasanya jantungmu bakalan berdetak dua kali lebih kenceng. Makin senang lagi kalo ternyata gayung bersambut, alias doi juga suka sama kamu. Artinya, doi mengharapkan kamu seperti kamu mengharapkan dirinya. Hanya saja, naluri itu pemenuhannya tidak mutlak, alias kalo pun nggak terpenuhi, nggak bakalan sakit apalagi koit. Ya, cuma bikin kamu gelisah doang. Nggak lebih dari itu.

 Tapi celakanya, kalo kamu nggak bisa nahan nafsu, bakalan berani mewujudkannya dengan gaul bebas. Akibatnya, boleh jadi kayak kasus mahasiswi Yogya itu. Cinta mereka berlumur noda. Parahnya lagi, kalo teman-teman kita itu ada yang udah nggak peduli lagi dengan kesucian dan kehormatan dirinya. Waduh, itu sih emang udah bejat banget ya? Kasihan.

 Ini terjadi karena kita sering kali memahami bahwa cinta itu sama dengan seks. Bila kita jatuh cinta, berarti kita harus berhubungan seks. Itu keliru kawan. Ya, sangat keliru. Emang sih, sebagian besar orang Barat selalu mengidentikan bahwa cinta sama dengan seks.Bercinta dalam istilah mereka berarti bermain seks. Bilang "I love you", dalam 'kamus' sebagian besar remaja Barat adalah "I wan't your sex". Idih serem banget, ya?

 Nah, kabar dari Yogya itu emang bikin merinding bulu kuduk lho. Seremnya bukan karena abis nonton film horor, tapi nggak habis pikir kalo ngebayangin kejadian tersebut. Baca beritanya saja udah lunglay, gimana kalo langsung ikutan survei dan dapat jawaban seperti itu, bisa ngejoprak duluan deh.

 Situs berita detik.com juga mengutip pernyataan Direktur Eksekutif LSCK PUSBIH Iip Wijayanto yang menyebutkan bahwa pergaulan mahasiswa dan mahasiswi di tempat kos-kosan itu udah parah banget. Agar tidak ketahuan pemilik kos ataupun petugas ronda kampung, responden mengaku mengakali dengan cara memasukkan pasangannya sejak pukul 07.00 WIB dan baru keluar atau pulang pada pukul 21.00 malam. Wacksss?

 Sobat muda muslim, pemahaman yang salah tentang cinta mengakibatkan temen-temen remaja berbuat sesuka hatinya. Parahnya lagi, dalam kehidupan sistem kapitalisme seperti sekarang ini, celah-celah atau peluang yang memungkinkan terjadinya 'kegiatan' yang bikin bejat dibuka lebar-lebar. Lihat aja, film, sinetron, novel, musik, tempat hiburan malam, dan tata aturan dalam kehidupan masyarakat kita secara tidak langsung udah ngasih lampu ijo. Makna cinta yang diekspos pun adalah yang berkaitan dengan bagaimana upaya memenuhi gejolak naluri itu.

 Celakanya, upaya pemenuhannya nggak memperhatikan aturan dan norma agama. Akibatnya, acapkali berujung dengan hubungan seks di luar nikah. Ih, parah sekuwali tuh. Payahnya lagi, masyarakat di lingkungan kita sebagian besar nggak serius mengajarkan kepada kita bagaimana mengendalikan cinta agar tak berujung di 'tangan hansip' alias kepergok lagi "begituan" oleh petugas siskamling, misalkan. Ih, hina banget?

 Emang sih, bila ngikutin pendapatnya Sigmund Freud-ilmuwan Jerman yang kesohor dengan teori psikoanalisa-nya-yang melontarkan pernyataan bahwa libido seksual itu harus disalurkan, bila nggak, bakalan menyebabkan kita sakit atau malah koit. Dan rupanya, banyak yang menerjemahkan 'ocehan' Freud ini dengan serampangan, itu sebabnya muncul pernyataan bahwa cinta identik dengan aktivitas seks. Waduh, bikin berabe tuh!

 Bertobat ngapa?
Seorang muslim pantang berputus asa, apalagi dari ampunan dan rahmat Allah. Manusia saja ada yang begitu pengampun, apalagi Tuhannya manusia. Sebesar apapun dosa yang kita lakukan, maghfirah dari Allah jauh lebih besar lagi. Dan kasih sayang Allah mendahului murka-Nya. Dosa perzinaan yang pernah dilakukan, bukanlah dosa yang tak berampun. Kamu bisa bertobat dengan memohon ampunan kepada Allah Swt.

 Lalu bagaimana soal 'kesucian' yang sudah hilang? Kawan, dengan tobat yang kita lakukan insya Allah Dia akan memberikan jalan terbaik bagi kita. Bahkan, pasangan hidup yang baik. Yakinlah.

 Jika Allah sayang kepada kita karena kita ngikutin aturan-Nya, kelak jodoh yang baik alias sholeh or sholehah akan datang menghampiri. Allah Swt. berfirman:"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)." [TQS an-Nûr [24]: 26]

   Buletin Studia22 Maret 2005 - 15:23 Ada Cinta di Sekolah…    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

 Sobat muda muslim, ngomongin soal cinta, nuansanya bisa berwarna-warni. Apalagi kalo yang ngomongin adalah anak sekolah seusia kamu. Dijamin obrolan seputar cinta jadi acara yang spesial dan seru.Utamanya bagi kamu yang baru kenal makhluk bernama cinta. Serasa menemukan dunia baru. Persis adik kita yang kesengsem berat sama mainan barunya. Sampe tidur pun dibawa-bawa aja tuh mainan. Bahkan boleh jadi kebawa juga dalam mimpinya. Sampe-sampe ortu kita suka geleng-geleng kepala, saat adik kita ngigo soal mainan barunya. Maklum saja, baru merasakan gimana senengnya suasana hati.

 Kata Mbak Titik Puspa dalam sebuah lagunya, jatuh cinta itu katanya berjuta rasanya. Bener nggak sih? Hanya mereka yang pernah merasakannya. Konon kabarnya, emang begitu kok. Dari mulai asem, manis, asin, kecut, sampe pedes dan turunannya yang berjumlah ribuan rasa. Wah, kayak lidah aja yang punya ribuan sensor syaraf untuk mengidentifikasi rasa. Seru banget ya? Hmm…

 Well, apalagi kalo yang jatuh cinta itu remaja yang masih pada sekolah. Bisa tambah heboh sekaligus menggelikan. Lho, kok bisa? Maklum, biasanya teman remaja suka malu-malu kucing. Sebab, bagi kamu yang jatuh cinta pertama kali adalah pengalaman yang mendebarkan. Boleh dibilang bisa bakalan dicatat dalam lembaran sejarah kehidupan kamu. Soalnya, emang seru sih. Tul nggak? Jadi deh, sesuatu yang terindah dalam hidup kamu.

 Sobat muda muslim, anak remaja mana sih yang awalnya nggak malu-malu kucing kalo ketemu kecengannya? Kayaknya, hampir semua teman remaja begitu. Biasanya anak SMP yang paling banyak, meski anak SMU juga nggak sedikit yang masih polos tentang urusan cinta.

 Bagi tipe kebanyakan dari kamu yang emang malu-malu kucing, biasanya cuma seneng ngincer doang. Pas ketemu orangnya bisa salting banget. Kalo jauh dengan doi, hati kita rindu. Eh, begitu doi dekat kita, malah dak-dik-duk, sebagian lagi malah memasang tampang jual mahal. Pura-puranya sih, nggak suka. Padahal, justru pengen disapa. Dasar!

 Nah, rupanya di sinilah serunya urusan cinta anak sekolah. Selain karena masih pemula dalam masalah cinta, juga karena persoalan kesiapan mental. Maklum saja, baru lepas dari masa kanak-kanak beranjak dewasa. Itulah remaja. Pengennya nggak disebut anak kecil lagi. Itu sebabnya, untuk bisa lepas dari predikat bocah cilik, biasanya teman remaja suka melakukan banyak hal, termasuk dalam urusan cinta, yang katanya salah satu ciri anak remaja. Tapi sayangnya, dari segi mental masih belum mapan. Artinya kadang masih merasa sebagai anak kecil. Cirinya apa? Biasanya teman remaja merasa jangan disalahkan bila berbuat sesuatu. Anggaplah itu sebagai sebuah 'kesalahan' kecil yang wajar dilakukan. Walah?

 Termasuk dalam urusan cinta ini. Nggak heran kalo ada anak puteri yang suka ngumpet-ngumpet alias backstreet bareng gebetannya karena takut ketahuan sang ortu. Satu sisi pengen disebut udah dewasa, dengan menjalin hubungan cinta dengan sang kekasih, tapi di satu sisi lagi, doi nggak mau disalahkan juga. Itu sebabnya, doi melakukannya dengan sembunyi-sembunyi. Takut direcokin sama ortunya. Berbahaya memang!

 Mewujudkan cintaHmm… ini yang paling greng dan favorit untuk dibicarakan. Bukan apa-apa, rasanya cinta yang hadir dalam diri kita kagak bakalan seru kalo nggak berusaha untuk diwujudkan. Artinya, kalo cinta cuma mampir di hati, bikin jantung berdetak dua kali lebih kenceng, dada kita terasa bergolak oleh panasnya api cinta, itu belum seberapa dahsyat. Kenapa? Sebab, bagi sebagai teman remaja, biar oke kudu diwujudkan dalam bentuk aktivitas yang lebih kreatif. Yang paling mudah adalah pacaran. Nah lho?

 Betul, banyak teman kita yang menempuh jalur itu. Katanya sih, pacaran adalah wujud dalam mengekspresikan cinta yang hadir dalam diri kita. Tanpa diwujudkan dengan pacaran, cinta ibarat sayur tanpa garam. Hambar. Begitulah komentar para aktivis pacaran.

 Sobat muda muslim, pacaran bukan barang aneh bagi anak jaman kiwari. Jaman penulis kecil dulu, kira-kira ketika masih SD, sebetulnya rasa suka sama lawan jenis sudah muncul. Naluriah kok. Tapi tentunya belum berani untuk maju sejauh anak sekarang. Maklum saja, jaman dulu sarana komunikasi terbatas banget. Televisi yang ada baru TVRI. Siarannya kebetulan masih lebih banyak pendidikannya. Jadi nggak banyak contoh untuk berbuat lebih jauh dari itu, misalnya untuk melakukan pdkt (baca: pendekatan) ke lawan jenis. Cukup ngincer di balik pohon kembang di taman sekolah.

 Nah, ketika jaman berubah. Teknologi informasi makin mudah diakses, maka dimulailah babak baru perubahan gaya hidup masyarakat. Siaran radio masuk, televisi swasta banyak didirikan. Koran, tabloid, dan majalah muncul dan dicetak ribuan eksemplar. Semuanya berlomba menggaet iklan sebanyak mungkin. Maka jangan kaget kalo para konglomerat media massa, khususnya televisi jor-joran bikin tayangan unggulan. Tujuan mulianya, tentu saja untuk menggenjot pendapatan usahanya. Tapi celakanya, mereka nggak peduli lagi apakah program acaranya bakalan merusak ataukah tidak bagi pemirsanya.Prinsip kapitalisme mengajarkan: "Asal ada manfaat di sana yang berupa materi, kejar!" Jadi, yang penting bisa mendatangkan rejeki nomplok. Habis perkara.

 Saat ini, jangankan anak SMP, anak SD aja udah banyak yang berani untuk ngedeketin lawan jenis. Bahkan pake acara nge-date segala. Kok bisa? Siapa lagi teladannya kalo bukan ngeliat dari tayangan di televisi. Atau baca di media cetak. Nggak repot kan?

 Jadi, keberanian anak sekolah dalam mewujudkan cintanya secara berlebihan ternyata amat dipengaruhi juga oleh berkembangnya teknologi informasi. Komunikasi yang berkembang dalam kehidupan masyarakat kita melaju dengan cepat dan adakalanya mengalahkan norma-norma yang berlaku.

 Sobat muda muslim, jadi jangan heran kalo pacaran dinobatkan sebagai cara untuk mewujudkan cinta yang paling efektif. Bahkan boleh jadi pacaran diyakini betul oleh sebagian besar remaja sebagai satu-satunya cara untuk mengekspresikan cintanya kepada lawan jenis. Ah, masak iya sih?

 Benar. Bagi sebagian teman kamu boleh jadi berpendapat begitu. Sebab, berdasarkan bisik-bisik tetangga, pacaran itu bikin hidup lebih hidup. Nggak heran, banyak teman remaja yang meyakini bahwa pacaran tempatnya untuk mendapat perhatian dari lawan jenis. Lihat deh teman sekelas kamu yang kuat pacarannya, biasanya selalu memperhatikan penampilan. Gengsi dong kalo penampilannya kumuh bin kucel, sementara sang kekasih kayak guru yang kelewat telaten merhatiin kita. Tapi berbeda dengan guru, kalo diperhatiin sama si doi mah bisa jadi bikin kaki kita serasa nggak di tanah lagi, alias mengawang-awang.Suweneng buwanget . PokoknyaOK's bang-get deh! :

 Memang manusia itu seneng diperhatiin kok. Itu sebabnya, teman kamu yang lagi getol pacaran, biasanya jadi rajin banget ke sekolah. Biar bisa merhatiin dan diperhatiin sama lawan jenisnya. Lho, jadi bukan untuk nuntut ilmu? Ssssttt, itu mah usahasampingan. Walah?

 Bagi teman kamu yang lagi dilanda kasmaran, kadang cuma denger suaranya atawa papasan di perpus aja suasana hatinya udah berbunga-bunga. Saking senangnya tentu. Apalagi kalo kemudian doi ngajak jalan-jalan ke kantin or sekadar duduk-duduk di taman sekolah. Ditanggung anti manyun deh. Dan biasanya langsung sregep menyambut rayuan tersebut.

 Sobat muda muslim, pacaran sebagai perwujudan dari rasa cinta sering dianggap mendatangkan berkah. Berdasarkan desas-desus teman sekelas yang dulu pernah aktif, pacaran juga sebagai ajang sharing, alias berbagi. Coba deh kamu lihat teman kamu yang getol pacarannya, biasanya suka berbagi cerita, pengalaman, masalah, termasuk mungkin berbagi utang (he…he…, kayaknya yang ini mah jarang diungkap. Malu dong).

 Yup, pacaran seringkali dianggap harus dijalani karena diyakini sebagai cara ampuh untuk berbagi cerita di antara dua lawan jenis ini. Katanya sih, cita-cita mulianya kepingin bisa menyelami siapa jati diri pasangannya.Itu sebabnya, banyak teman remaja yang merasa wajib melakukan pacaran. Berbahaya! Padahal, itu cuma alasan aja. Klise lagi. Biar disebut legal aja hubungan gelapnya itu. Pacaran hubungan gelap? Betul, sebab itu udah termasuk gaul bebas. Hati-hati lho!

 Antara cinta dan cita-citaSebagian dari kamu boleh jadi protes karena nggak setuju dengan apa yang diungkap di atas. Tapi ingat sobat, kita ngebahas dan menilai masalah ini bukan karena benci sama kamu, bukan pula karena sinis. Nggak lah yauw. Justru kita ingin supaya kamu juga lebih dewasa dan bijak menilai setiap perbuatan. Nggak cuma ngikutin apa kata hawa nafsu kamu. Itu sih, bisa gaswat suraswat atuh! :

 Sobat muda muslim, kalo kamu masih sekolah, pantasnya fokus mikirin pelajaran dong, ketimbang mikirin pujaan hati kamu.Memang, rasa cinta bisa muncul di mana saja, termasuk di sekolah. Tapi kan nggak mesti kudu diwujudkan dalam aktivitas maksiat. Tul nggak?

 Di sekolah boleh ada cinta, tapi jangan sampe membunuh cita-cita kamu. Cinta itu anugerah kok, dan bahkan sangat boleh jadi membawa berkah kalo kita bisa mengendalikannya. Tapi cinta bakalan membawa petaka, kalo kita nggak bisa mengendalikannya. Kata pepatah, Omnia vincit Amor: et nos cedamus Amori. Dalam bahasa kita berarti, Cinta menaklukan segalanya: dan kita takluk demi cinta.

 Bahaya banget kankalo kita takluk oleh cinta, justru pada saat kita kudu meraih cita-cita dalam belajar kita. Sayang dong, cita-cita ortu kita, cita-cita kita untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya harus kandas gara-gara hadir juga cinta dalam diri kita, dan menggerogoti niat kamu untuk meraih cita-cita. Artinya, sekolah bagi kamu bukan ladang memuluskan cita-cita kamu, tapi malah jurang untuk menghancurkan cita-cita dan mengejar cinta yang, barangkali, masih belum pantas untuk kamu dapatkan.Maklum saja, cinta anak sekolah kan masih angin-anginan. Tul nggak?

 So, daripada kamu mengorbankan masa depanmu dengan mengejar cinta dan mewujudkannya dalam pergaulan bebas, mending kamu konsentrasi mikiran pelajaran sebagai bagian dari usaha kamu meraih cita-cita setinggi langit. Tapi sayangnya, nggak banyak dari kita yang kemudian menyadari masalah ini. Akibatnya, meski masih sekolah, banyak teman remaja yang getol menyalurkan syahwatnya via pergaulan bebas (baca: pacaran), dengan atas nama cinta. Kalo udah kebablasan dalam bergaul, yang repot bukan cuma guru, sekolah, dan ortu kamu, tapi kamu pun bisa ketiban getahnya. Anggaplah misalnya bagi kamu yang puteri, ternyata hamil akibat hubungan intim dengan pacar kamu. Sekolah udah pasti mengeluarkan kamu, guru kamu sewot, terlebih ortu kamu merasa dikhianati sama kamu. Dan, kamu pun menanggung malu juga. Duh, jangan sampe deh itu menimpa kamu.

 Nah, sebagai bekal kamu dalam meniti cita-cita dengan tanpa terganggu oleh cinta (palsu), kamu perlu tahu tips-tips berikut:Pertama , jangan sekali-kali menganggap bahwa cinta kudu diwujudkan dengan pacaran.Kedua, cinta bisa muncul di sekolah. Tapi kamu kudu tetap meraih cita-cita. Caranya? Tunda dulu keinginan kamu untuk mikirin soal cinta dengan banyak belajar dan aktivitas untuk meraih cita-cita.Ketiga , dekati teman-teman yang emang nggak suka ngomongin soal pacaran.Keempat , menempa diri dengan banyak mengkaji Islam. Jadi kamu jangan malas ikut pengajian. Kelima, sekuat mungkin kendalikan nafsumu, misalnya dengan banyak olah raga dan puasa.

 Yup, semoga ini bisa bikin kamu tentrem dan bisa untuk ngendaliin diri kamu. Tapi tentunya, karena yang terjadi sekarang ini bersifat massal, maka kita menyeru juga kepada bapak-bapak pejabat kita supaya jangan segan untuk memberangus tayangan dan bacaan yang merusak kepribadian remaja. Khususnya yang berkaitan dengan masalah pergaulan bebas.

   Artikel Islami10 Maret 2004 - 09:55 Adikku Annisa    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

 Saya ingin bercerita mengenai kisah adik saya, Nur Annisa, seorang gadis yang baru menginjak dewasa tetapi agak kasar dan suka berkelakuan seperti lelaki. Ketika usianya mencecah 17 tahun, perkembangan tingkah lakunya benar-benar membimbangkan ibu. Dia sering membawa teman-teman lelakinya pulang ke rumah. Situasi ini menyebabkan ibu tidak senang tambahan pula ibu merupakan guru Al_Quran. Bagi mengelakkan pergaulan yang terlalu bebas, ibu telah meminta adik memakai tudung. Permintaan ibu itu ditolaknya sehingga seringkali berlaku pertengkaran-pertengkaran kecil antara mereka.

 Pernah pada suatu masa, adik berkata dengan suara yang agak keras,

 "Coba mama lihat, tetangga-tetangga kita pun ada yang anaknya pakai jilbab, tapi perangainya sama seperti orang yang tak pakai jilbab. Sampai kawan-kawan ani dekat sekolah, yang pakai jilbab pun selalu pergi-pergian dengan om-om, pegang-pegang tangan. Ani ni, walaupun tak pakai jilbab, tak pernah berbuat kayak gituan!"

 Ibu hanya mampu mengelus dada mendengar kata-kata adik. Kadang kala saya terlihat ibu menangis di akhir malam. Dalam qiamullailnya. Terdengar lirih doanya " Ya Allah, kenalkan ani dengan hukum-hakam-Mu".

 Pada satu hari ada tetangga yang baru pindah berdekatan dengan rumah kami. Sebuah keluarga yang mempunyai enam orang anak yang masih kecil. Suaminya bernama Abu khoiri,(nama sebenarnya siapa, tak dapat dipastikan). Saya mengenalinya sewaktu di masjid. Setelah beberapa lama mereka tinggal berhampiran rumah kami, timbul desas desus mengenai isteri Abu Khoiri yang tidak pernah keluar rumah, hingga ada yang menggelarnya si buta, bisu dan tuli. hal ini telah sampai ke pengetahuan adikku. Dia bertanya kepada saya,

 "Abang, betul kah orang yang baru pindah itu, isterinya buta, bisu dan tuli?"

 Lalu saya menjawab sambil cuek,

 "Kalau mau tahu, pergi aja ke rumahnya, tanya sendiri"

 Eh bener tuh adik mengambil serius kata-kata saya dan benar-benar pergi ke rumah Abu Khoiri. Sekembalinya dari rumah mereka, saya melihat perubahan yang benar-benar drastis berlaku pada wajah ani. Wajahnya yang tak pernah muram atau lesu menjadi pucat lesu..entah apa yang telah berlaku?

 Namun, selang dua hari kemudian, dia minta ibu buatkan jilbab. jilbab yang jatuh ke bawah. Adikku pakai baju panjang.. Lengan panjang pula tuh. Saya sendiri jadi bingung.. Bingung campur syukur kepada Allah SWT kerana saya melihat perubahan yang ajaib.. Ya, saya katakan ajaib kerana dia berubah seratus persen! Tiada lagi anak-anak muda atau teman-teman wanitanya yang datang ke rumah hanya untuk bercakap perkara-perkara yang tidak tentu arah... Saya lihat, dia banyak merenung, banyak baca majalah Islam (biasanya dia suka beli majalah hiburan), dan saya lihat ibadahnya pun melebihi saya sendiri.. Tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur'annya, solat sunat nya..dan yang lebih menakjubkan lagi, bila kawan-kawan saya datang, dia menundukkan pandangan.. Subhanallah.....Segala puji bagi Engkau wahai Allah, jerit hati saya..

 Tidak lama kemudian, saya mendapat panggilan untuk bekerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan minyak CALTEX. Dua bulan saya bekerja di sana, saya mendapat khabar bahawa adik sakit tenat hingga ibu memanggil saya pulang ke rumah ( rumah saya di Madiun). Dalam perjalanan, saya tak henti-henti berdoa kepada Allah SWT agar adikku ani di beri kesembuhan, hanya itu yang mampu saya usahakan.

 Ketika saya sampai di rumah..di depan pintu sudah banyak orang..hati berdebar-debar, tak dapat ditahan...saya berlari masuk ke dalam rumah..saya lihat ibu menangis .. saya segera menghampiri ibu lantas memeluknya....dalam isak tangisnya ibu memberitahu, "Dhi, adik bisa mengucapkan kalimat Syahadah diakhir hidupnya".. Air mata ini tak dapat ditahan lagi...

 Setelah selesai upacara pengkebumian dan lain-lainnya, saya masuk ke bilik adikku. Saya lihat di atas mejanya terletak sebuah diari. Diari yang selalu adik tulis. Diari tempat adikku menghabiskan waktunya sebelum tidur semasa hayatnya. Kemudian diari itu saya buka sehelai demi sehelai...hingga sampai pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul di hati ini..

 Perubahan yang terjadi ketika adik baru pulang dari rumah Abu khoiri..di situ tertera tanya jawab antara adik dan isteri tetangga kami itu. Butirannya seperti ini:

 Soaljawab (saya lihat di lembaran itu terdapat banyak bekas tetesan air mata)

 Annisa : (Aku hairan,wajah wanita ini cerah dan bersinar seperti bidadari) Ibu.. wajah ibu sangat muda dan cantik

 Isteri tetanggaku : Alhamdulillah ..sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati

 Annisa : Tapi ibu kan sudah punya anak enam .. Tapi masih kelihatan cantik

 Isteri tetanggaku : Subhanallah..sesungguhnya keindahan itu milik Allah SWT. Dan bila Allah SWT berkehendak.. Siapakah yang bisa menolaknya?

 Annisa : Ibu... Selama ini ibu saya selalu menyuruh saya memakai jilbab..tapi saya selalu menolak kerana saya rasa tak ada masalah kalau saya tak pakai jilbab, asalkan saya berkelakuan baik. Saya lihat, banyak wanita yang pakai jilbab tapi kelakuannya melebihi kami yang tak pakai..sampaikan saya tak pernah rasa ingin pakai jilbab..pendapat ibu bagaimana ?

 Isteri tetanggaku: Annisa, sesungguhnya Allah SWT menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan muhrim kita semuanya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT nanti, jilbab adalah perlindungan untuk wanita ..

 Annisa : Tapi yang saya lihat, banyak wanita berjilbab yang kelakuannya tak baik..

 Isteri tetanggaku: jilbab hanyalah kain , tapi hakikat atau makna di sebalik jilbab itu sendiri yang harus kita pahami

 Annisa : Apakah hakikat jilbab ?

 Isteri tetanggaku : Hakikat jilbab adalah perlindungan zahir batin, lindungi mata kamu dari memandang lelaki yang bukan muhrim kamu, lindungi lidah kamu dari mengumpat orang dan bercakap perkara yang sia sia .. Senantiasalah lazimi lidah dengan zikir kepada Allah SWT, lindungi telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat, lindungi hidungmu dari mencium segala yang berbau busuk, lindungi tangan-tangan kamu dari berbuat sesuatu yang tidak senonoh, lindungi kaki kamu dari melangkah menuju maksiat, lindungi fikiran kamu dari berfikir perkara yang mengundang syaitan untuk memperdayai nafsu kamu, lindungi hati kamu dari sesuatu selain Allah SWT, bila kamu sudah bisa, maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hati kamu.. Itulah hakikat jilbab

 Annisa : Ibu, sekarang saya sudah jelas tentang arti jilbab...mudah mudahan saya mampu pakai jilbab. Tapi, bagaimana saya mau melakukannya?

 Isteri tetanggaku: Duhai Nisa, bila kamu memakai jilbab, itulah kurniaan dan rahmat yang datang dari Allah SWT yang Maha Pemberi Rahmat, bila kamu mensyukuri rahmat itu, kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan-amalan 'jilbab' hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah SWT.

 Duhai Nisa .. Ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan.. Ketika ditiup sangkakala yang kedua, .. pada saat roh-roh manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tiada rumput maupun tumbuhan , ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gelita, ketika seluruh manusia ketakutan, ketika ibu tidak mempedulikan anaknya , anak tidak mempedulikan ibunya, sanak-saudara tidak kenal satu sama lain lagi , antara satu sama lain bisa menjadi musuh lantaran satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada di alam ini, ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya mempedulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berpeluh kerana rasa takut yang luar biasa hingga tenggelam dirinya akibat peluh yang banyak, dan bermacam macam rupa-rupa bentuk manusia yang tergantung amalannya , ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syaitan, semuanya menangis..menangis kerana hari itu Allah SWT murka..belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari itu. Hingga ribuan tahun manusia dibiarkan Allah SWT dipadang mahsyar yang panas membara hinggalah sampai ke Timbangan Mizan. Hari itulah dipanggil hari Hisab..

 Duhai Annisa, bila kita tidak berusaha untuk beramal pada hari ini, entah dengan apa nanti kita akan menjawab bila kita di tanya oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar , Yang Maha Kuat , Yang Maha Agung. . . . . Allah SWT .

 Sampai di sini saja kisah itu saya baca karena di sini tulisannya terhenti dan saya lihat banyak tetesan ai mata yang jatuh dari pelupuk matanya..SubhanAllah Saya buka halaman berikutnya dan saya lihat tertera tulisan kecil dibawah tulisan itu "buta , tuli dan bisu.. wanita yang tidak pernah melihat lelaki selain muhrimnya , wanita yang tidak pernah mau mendengar perkara yang dapat mengundang murka Allah SWT , wanita tidak pernah berbicara ghibah dan segala sesuatu yang mengundang dosa dan sia sia"

 Tak tahan airmata ini pun jatuh.semoga Allah SWT menerima adikku disisinya..Amin

Subhanallah ..saya harap cerita ini bisa menjadi iktibar bagi kita semua. Wassalam...

   Buletin Studia22 Juni 2002 - 16:42 Kalau Cinta Jangan Maksiat    ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

 Dunia perfilman Indonesia mulai bangkit dari liang lahat, eh, mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupannya. Setelah sekian lama terlelapen cuma bisa bikin film-film yang isinya nggak jauh dari 'sepeda bupati', alias, maaf, seputar perut dan dada serta buka paha tinggi-tinggi (idih, film apa senam aerobik) Kamu boleh bangga ngeliat film-film layar lebar produksi dalam negeri udah bisa 'nangkring' di bioskop-bioskop bonafide, saingan ama "The Scorpion King"-nyaThe Rock . Ditambah lagi maraknya pemutaran SMS (Sinetron Mini Seri) yang habis satu muncul banyak menjadi ajang seleksi bintang muda untuk diangkat ke layar lebar. Siapa yang nggak kenal, Irgi Fahrezi dan Marcella dalamSephia -nya, atau Leony yang membintangiSiapa Takut Jatuh Cinta? Penulis yakin kamu-kamu udah nggak asing ama mereka. Atau mungkin malah ada yang ngefans dengan salah satu dari mereka.

 Bejibunnya saluran TV swasta baru, menuntut para produser TV banting tulang untuk ngegaet pemirsa. Salah satunya via pemutaran sinetron, biar pemirsa kecantol dan nggak pindah chanel. Maka lahir sinetron-sinetron remaja kayakPercikan, Dilarang Jatuh Cinta, atawa Kalau Cinta Jangan Marah . Ditambah pemaennya juga bintang-bintang muda yang lagi naik daon (ulet kali..). Udah gitu, ceritanya nggak jauh dari persoalan cintrong dua insan yang selalu menarik perhatian. Siapa yang nggak betah ngecengin Didi 'Element' en Vonny 'Bening' dalam Tunjuk Satu Bintang atawa muka-muka baru kayak Adelia Lontoh, Revalina dan Diana Fitria yang membintangi 'Percikan'?

 Meskipun judulen pemaennya beda, isinya nggak jauh dari seluk-beluk cinta remaja.Diawali masa perjuangan saat PDKT. Benci dan rindu jadi satu. Diikuti aksi "nembak pujaan hati". Mengikat janji setia menjalin cinta kasih hingga ujung waktu (cieeee…). Yang berarti lampu hijau buat jalan bareng alias pacaran sebagai episode terakhir upaya mencari cinta bak arjuna.
Namun, kayaknya nggak semua setuju ama gaya pacaran remaja sekarang. Banyak pro dan kontra yang cukup bikin kepala kita pusing tujuh belas koma tiga puluh empat keliling lapangan senayan (makin pusing khan?). Bukannya dapet jalan terang, malah bikin remaja ngambil kesimpulan sendiri. Pokoke, pacaran itu boleh dan keputusan itu nggak bisa diganggu gugat. Titik! Nah lho!

 Cinta = Pacaran + Seks?
Tren orang pacaran, kayaknya udah mendarah daging dan berurat akar di negerinya si Unyil ini. Seakan nggak bisa di-delete dari kehidupan kita. So, istilah pacaran dan segala kembarannya udah populer. Sepopuler album '07 Des'-nya Sheila onTujuh . Ada istilahcimot (cinta monyet), cilok (cinta lokasi), atawacimplung yang artinya cinta kecemplung, alias kasih tak sampai. Juga adaciner (eh, itu sih adiknya Cuplis ya?). Lucunya lagi, ada gaya pacaran Islami.No kiss no touch. Aneh-aneh aja, emangnya jalan bareng atawa nonton bareng, bisa disebut islami? Asal!!

 Celakanya lagi, banyak yang menobatkan pacaran sebagai simbol pergaulan modern. Kamu baru dianggap dewasa en gaul kalo udah punya doi. Kalau belum punya, siap-siap aja dinobatkan jadi pejabat, alias pemuda jaman batu. Dan itu bisa bikin kamu manyun en berjuang dengan semangat '45 ngegaet sang buah hati. Meski harus ngorbanin uang SPP biar bisa nge-date nonton aksiTobey 'Spider' Maguire . Sekaligus biar nggak disebut jomblo!

 Sobat muda muslim, banyak teman remaja yang pacaran beralasan bahwa doi butuh seseorang yang bisa ngertiin dan merhatiin kamu. Pokoknya, yang lebih dari sekadar temen, bisa mompa semangat bak cheerleader waktu kamu lagi putus asa, bisa jadi tempat berbagi rasa dan masalah, atau paling jauh buat ajang seleksi pasangan hidup. Tiap remaja membutuhkan orang dekat yang bisa mengingatkan dan membimbing tanpa harus menggurui. Dan biasanya teman sebaya atau lawan jenis berada di urutan pertama (emangnya klasemen) sebelum orangtua atawa guru.

 Tapi kayaknya alasan-alasan temen kamu itu cuma justifikasi aja, alias pembenaran biar dilegalisasi sekolah, keluarga dan lingkungan. Buktinya pacaran cuma jadi ajang baku syahwat. Nggak hanya jalan bareng, tapi bisa-bahkan kebanyakan remaja-sampe rela'tidur bareng '.Naudzubillah min dzalik!

 Sobat, setan paling doyan nongkrongin orang yang lagi pacaran alias mojok, lho. Temen kamu boleh bilang pacaran itu manis, tapi sebenarnya itu jalan iblis!

 "Ih, itukan tergantung orangnya?". Bisa jadi. Tapi nggak selalu. Sekuat-kuatnya iman, tetep akan ambrol juga. Karena rasa cinta plus kebutuhan akan kasih sayang dan perhatian akan selalu menghinggapi manusia selagi masih hidup. Seperti halnya hawa nafsu. Ketika berpacaran, batas antara cinta dan nafsu itu jadi bias, alias nggak jelas.

 Nggak ada yang ngejamin kamu atau pacar kamu bisa jaga diri alias tahan godaan ketika lagi asyik berduaan. Apalagi di tengah maraknya kampanye gaul bebas (baca: seks bebas) melalui media massa dan tayangan televisi. Awalnya mungkin cuma nonton bareng, makan bareng, pegangan tangan, berpelukan kayak teletubies, sampe teler abis. Udah gitu, wallahu'alam. En, kalo kamu udah lengket ama doi, kamu akan ngerasa berat banget untuk menolak 'aksi gerilya' tangan pacar kamu yang bisa berujung kamu nggak gadis lagi. Ih, syerem..! Jangan sampe deh.

 Rasulullah saw. bersabda:"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh baginya berkhalwat (bedua-duaan) dengan seorang wanita, sedangkan wanita itu tidak bersama mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga di antara mereka adalah setan" (H.R. Ahmad)

 Kalau cinta jangan maksiat
"Cinta itu anugerah, maka berbahagialah. Sebab kita sengsara, bila tak punya cinta". Kamu pasti inget ama penggalan lirik lagunya Kang Doel Soembang itu.Dan so pasti setuju juga kalo rasa cinta itu adalah anugerah terindah yang kita miliki. Nggak kebayang deh, kalo kita nggak punya rasa cinta. Mungkin nggak jauh bedanya ama patung pak polisi di perempatan jalan. Karena itulah, Mbak Melly Guslaw wanti-wanti agar kita jangan pernah menyanjung cinta bila tak mengerti maknanya cinta, yang dilantunkan lewat"Hanya" dalam albumOST A2DC . Tapi, tahukah kita maknanya cinta?

 Tatkala Allah Swt. menciptakan manusia sebagai makhluk yang terbaik. Allah pun mengkaruniakan kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia bisa hidup dan nggak punah sebelum hari kiamat. Ada kebutuhan jasmani (hajjatul 'udawiyah) seperti rasa lapar, haus, tidur atau pengen buang air. Kebutuhan ini mutlak harus dipenuhi. Kalau nggak, badan kita bakal protes dan bisa sampai pada kondisi yang "mengundang" malaikat Ijrail.

 Ada juga yang disebut kebutuhan naluri (hajjatul gharaa'iz). Terdiri dari naluri beragama (gharizatun tadayyun), naluri mempertahankan diri (gharizatu al-baqa) yang berbentuk rasa takut, atau pengen populer, terakhir naluri melestarikan keturunan (gharizatun nau') yang berwujud rasa cinta. Kalo kebutuhan ini nggak dipenuhi, perasaan kita jadi resah dan gelisah. Tapi badan kamu pun nggak akan protes. Persis perasaan kamu waktu lagi nunggu jawaban dari doi. Kalo ternyata cinta kamu sebatas mimpi, biasanya kamu cuma uring-uringan terus dengan 'bijak' sana-sini kamu bilang "cinta kan tak harus memiliki" dengan suara nge-bass kayak Butet Kertaradjasa. Padahal gondok. Hatinya serasa kompor meledug. Kasiaan… deh!

 Sobat muda muslim, Allah mengkaruniakan kebutuhan-kebutuhan itu satu paket ama aturan maennya. Nggak bisa cara pemenuhan kebutuhan itu semau gue. Karena manusia itu lemah, nggak tahu mana dan apa yang terbaik buat dirinya. Allah Swt. berfirman:"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." [TQS al-Baqarah [2]: 216]

 Termasuk dalam masalah cinta kepada lawan jenis. Allah Swt. udah ngasih aturan pemenuhannya melalui pernikahan seperti dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dengan begitu, manusia akan lebih mulia kedudukannya dan jelas asal-usulnya. Nggak kayak ayam yang maen sosor aja kalo lagi 'pengen'. Ditambah dengan janji Allah yang akan memberi pertolongan dan kemudahan buat para bujangan yang udah nggak kuku pengen nikah biar bisa jaga diri dari perbuatan maksiat. Apa nggak pengen?
Nah, sobat muda muslim, kalo rasa cinta itu diwujudkan dengan pacaran, berarti udah ngelanggar aturan Allah. Itu maksiat. Selain dosa, kesengsaraan akan menimpa. Alih-alih sayang sama pacar, malah kamu bikin celaka. Maka, kalau kamu jatuh cinta jangan terus maksiat, karena akan rugi dunia akhirat!

 Sobat muda muslim, sekarang kita udah tahu kalo pacaran itu nggak boleh (baca: haram). Terus kamu pasti berpikir gimana caranya bisa mengendalikan virus cinta itu. Tapi tidak untuk dihilangkan. Biar virus ini nggak bikin hati kita tergoda untuk pacaran. Mau tahu?

 Rasa cinta itu muncul tatkala ada rangsangan dari luar. Rangsangan itu bisa berupa film yang berkisah tentang cinta, lagu-lagu melankolis, atawa majalah remaja yang nggak bosen-bosennya ngomongin cinta. Selain itu, pergaulan juga kudu diwaspadai. Seperti kata pepatah jawa, witing trisno jalaran soko kulino. Terjemah bebasnya, rasa cinta itu tumbuh karena keseringan meeting alias ketemu. Kebayang kan kalo kita bergaul bebas, persahabatan dengan lawan jenis akan menjadi lahan subur tumbuhnya benih-benih cinta. Persis dalam film"Kuch Kuch Hota Hai" .

 Itu sebabnya, kita bisa mulai upaya mengendalikan virus cinta dengan membatasi pergaulan bebas. Dalam Islam, ada aturan mainnya lho. Ketemu atawa berinteraksi cuma seperlunya aja, jika memang diperlukan. Udah gitu, jika dikhawatirkan virus itu meradang lagi, tahan diri untuk nonton film romantis, atawa enjoy dengerin "Seberapa Pantas"-nyaSo7 .

 Nggak cukup sampe situ, kita juga kudu bangun benteng pertahanan dengan ikut pengajian. Karena dengan ikut pengajian, kecintaan terhadap Allah, keyakinan terhadap janji Allah, dan kebenaran aturan Allah bisa terpupuk. Dengan begitu, kita bisa istiqomah meski banyak penghalang. Jika Allah sayang kepada kita karena kita ngikutin aturan-Nya, kelak jodoh yang baik alias sholeh or sholehah akan datang menghampiri. Allah Swt. berfirman:"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)."[TQS an-Nûr [24]: 26]

 Sobat muda muslim, bisa jadi kamu ngerasa berat bin bete kalo harus berbuat kayak gitu. Tapi berat, bukan berarti nggak bisa. Pasti bisa. Masalahnya cuma waktu dan kemauan kamu untuk dapetin ridho Allah. Iya nggak?

 Nah, Buat kamu atau temen kamu yang masih aktif pacaran, pintu taubat insya Allah masih terbuka. Jangan sampe kita habiskan masa muda kita dengan menabung dosa tiap harinya. Nggak ada yang tahu kapan Allah bakal 'memecat' kita jadi manusia ketika ajal menjemput. Mari, kita kuatkan tekad untuk nggak pacaran. Jangan lupa, ikut pengajian!

 _______________________________________

   Buletin Studia18 April 2002 - 12:47 BertemanYes! , PacaranNo!     ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

 Laki-laki dan wanita "ditakdirkan" untuk saling tertarik. Pesonanya kerap memberikan suasana yang lain daripada yang lain. Pokoknya, bikin hidup lebih hidup. Lihat deh iklan salah satu produk rokok untuk pasar remaja, edisi "jatuh cinta". Bener-bener lain dari yang lain. Maksudnya, rasakan sendiri deh bedanya. Lho, kok nyuruh?

 Hubungan yang terjadi di antara mereka pun nggak jarang bikin heboh. Bahkan banyak "diabadikan" melalui karya sastra dan seni yang bertebaran dalam puisi, lagu, film, dan juga dalam cerpen atawa novel. Dalam lagu misalnya, kayaknya nggak seru kalo nggak ada unsur hubungan antara dua jenis manusia ini. Kamu bisa lihat sendiri, banyak musisi yang menjadikan "kisah" hubungan antara kaum Adam dan kaum Hawa ini.Kisah cinta di antara keduanya pun senantiasa menjadi cerita tersendiri yang menarik untuk disimak. Kisah tentang kepedihan ataupun tentang kebahagiaan, kedua sisi itu tetap punya pesona.

 Jelasnya, laki-laki dan wanita ibarat magnet yang berbeda kutub. Satu sama lain saling memiliki daya tarik. Kalo yang laki kutub selatan, maka yang perempuan sudah pasti kutub utara. Atau sebaliknya. Dua kutub ini pasti saling tertarik dan menarik. Kalo nggak saling menarik berarti ada apa-apanya. Misalnya, kedua magnet itu tidak saling berdekatan. Sebab, "hukum asalnya", magnet hanya akan saling menarik bila masih dalam medan magnet yang bisa dijangkaunya. Kalo berjauhan dijamin kagak bakalan saling menarik. Coba aja, satu magnet sepatu kuda di letakkan di Bandung, dan magnet lainnya disimpan di Jakarta. Walah? He..he..he..

 Sobat muda muslim, hubungan antara lelaki dan wanita selalu menarik perhatian. Bahkan ada teman yang bilang, bahwa intensitas pertemuan dua lawan jenis ini bisa menimbulkan "energi" lain. Seperti rasa senang, suka, cinta, bahagia, bahkan juga bisa kebencian. Wah, wah, wah. Kok?

 Begini, lelaki dan wanita memang diciptakan dengan kondisi yang berbeda satu sama lain. Baik itu postur tubuh, cara bicara, cara berjalan, juga model suaranya. Wis, pokoke berbeda banget di antara keduanya. Itu pulalah yang kemudian dalam kehidupan sehari-hari memerlukan aturan baku yang bisa menjaga hubungan di antara keduanya.

 Dalam batasan aurat misalnya, lelaki dan perempuan berbeda aturannya. Kalo perempuan sekujur tubuhnya adalah aurat, kecuali muka dan kedua telapak tangannya. Itu artinya, kalo keluar rumah, dan kalo ada lawan jenis yang bukan mahrom di hadapannya, maka auratnya wajib tertutup rapat. Kalo anak laki gimana? Wah, pasti kamu udah pada tahu dong. Yup, anak laki lebih "ringan". Maksudnya cuma bagian pusar sampe lutut. Dengan begitu, anak laki kalo keluar rumah atau bertemu dengan lawan jenisnya kudu menutup daerah batas aurat tersebut. Kalo melanggar, ya berdosa, dong.

 Sobat muda muslim, dalam kondisi di lapangan, kita memang nggak mungkin bisa menghindarkan diri 100 persen dari lawan jenis. Nggak. Nggak mungkin. Kalo pun bisa, gharizah an-na'u (naluri mempertahankan jenis) akan senantiasa hadir dalam diri kita. Bedanya, dalam hal kuat atau tidaknya gelombang perasaan tersebut. Mungkin kalo sering bertemu, gelombangnya makin kenceng, bahkan mungkin menandingi gelombang tsunami (emangnya bisa?). Tapi kalo jarang ketemu, bisa tenang. Terdeteksi sih, kalo ada gelombang perasaan itu, tapi tak sedahsyat kalo sering bertatap wajah atau dengerin suaranya di gagang telepon saat kita mengontaknya.

 Nah, karena kita nggak mungkin hidup menyendiri, maka antara lelaki dan wanita juga bisa dibangun mitra kerja. Anggaplah untuk beberapa keperluan, kita bisa bekerjasama dengan lawan jenis. Dalam bahasa mudahnya, kita bisa berteman; entah di kampus, di pesantren, di sekolah, atau di antara pengurus pengajian di lingkungan tempat kita tinggal. Bisa aja kan itu terjadi. Dan memang mutlak terjadi. Hanya saja, perlu aturan main juga, biar nggak kebablasan. Sebab, adakalanya di antara kita yang lupa dan nggak ngeh. Mentang-mentang berteman, tapi yang terjadi adalah gaul bebas. Kan itu bahaya binti gawat, iya nggak? Jadi hati-hati deh!

 Berteman dengan lawan jenis

 Sebut saja Rina, anak kelas 3 SMU ini terkenal sering curhat sama Ferry, teman sekelasnya. Bagi Rina, punya teman curhat lawan jenis betul-betul mengasyikkan. Alasan beliau, kalo dengan anak cewek lagi suka nggak enak ati. Masih ada perasaan ragu dan khawatir. Apalagi kebetulan temen-temen Rina mulutnya lebih dari satu. Maksudnya doyan ngegosip ke sana kemari. Jadi Rina nggak mau curhat sama temen ceweknya itu. Sebab, terlalu berisiko. Jangan-jangan masalah dirinya bakalan diobral kepada siapa aja. Kan malu. Itu sebabnya Rina lebih percaya sama anak cowok. Menurutnya, anak laki nggak banyak omong. Lagi pula, berdasarkan pengalamannya, Ferry amat ngertiin kondisi dirinya. Karuan aja, itu membuat Rina makin percaya sama anak cowok sekelasnya itu.Maklumlah, anak cowok kan berbeda dalam mengendalikan emosinya ketimbang anak cewek. Benarkah?
Jadi deh, Rina lengket sama Ferry, bahkan punya lagu kebangsaan segala. Apalagi kalo bukan lagu Sobat-nya Padi. Wah, Rina-Ferry ini deket banget bergaulnya. Meski mereka menampik kalo hubungan keduanya adalah pacaran. "Nggak kok, kita cuma berteman," kilah Rina. Hmm...

 Sobat muda muslim, Allah memang menciptakan dua jenis manusia ini. Bahkan bukan hanya itu, Allah Swt. telah menciptakan manusia ini menjadi bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Tujuannya adalah untuk saling mengenal. Firman Allah Swt.:"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal." (TQS al-Hujurât [49]:13)

 Tapi jangan salah, meski tujuan kita adalah berteman, tapi tetep kudu mematuhi rambu-rambu pergaulan. Maklum, dengan lawan jenis kan ada "magnetnya". Khawatir nggak tahan godaan. Entar "kecebur" aja. Bahaya banget. Itu sebabnya, nggak boleh sesuka kita dalam berbuat. Tapi ada aturan mainnya. Nah, karena kita adalah seorang muslim, maka tentu saja yang dipakai adalah aturan Islam. Bukan aturan lain. Pastikan standarnya adalah Islam.

 Berteman dengan lawan jenis, bukan berarti secara 'saklek' haram. Nggak. Silakan saja, asal masing-masing memegang prinsip pergaulan yang diajarkan Islam. Sebab, berteman adalah bagian dari sosialisasi kita. Dan yang namanya sosialisasi, bukan berarti hanya dengan kawan sejenis aja kan? Tapi bisa lintas jenis. Anak laki dengan anak puteri.

 Kamu yang kebetulan aktif di masjid sekolahan atau lembaga keislaman di kampus, pasti saling membutuhkan peran masing-masing. Anak laki butuh teman dari kalangan anak puteri, dan sebaliknya. Itu ada gunanya pas kita mengelola dakwah di sekolah atau di kampus. Utamanya ketika kita harus berorganisasi untuk keperluan pembinaan. Berarti berteman itu boleh-boleh saja, selama masih menjaga batasan-batasan yang diajarkan Islam.

 Seperti apa sih aturan mainnya? Singkatnya begini, anak putra dan anak puteri kalo bertemu untuk membicarakan suatu keperluan dakwah misalnya, harus tetap menjaga diri. Keduanya usahakan harus bertemu di tempat umum; seperti masjid, jalan, atau ruang kelas. Selain itu, kudu tetap menutup aurat. Terus, menjaga pandangan, artinya mata kamu jangan jelalatan kayak mau maling jemuran (uppsss..). Meski tentu nggak perlu terus menunduk (emangnya lagi ngegojlok semut?). Jangan lupa, kita juga kudu sopan santun dalam berbahasa, artinya kita jangan sembarangan ngomong. Anak puteri kalo pas ngomong dengan anak laki, suaranya jangan dibuat-buat. Tahu kan yang kita maksud? Yes, dibuat semerdu mungkin atau mendesah kayak para pesinden musik dangdut. Sebab, khawatir diterjemahkan lain sama anak laki. Maklum, hubungan ini tetap menyimpan pesona. Sekali lagi, hati-hati!

 Untuk semua itu, Allah Swt. telah mengajarkan kepada kita melalui firman-Nya:"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, (TQS an-Nûr [24]: 31)

 Dalam ayat lain Allah Swt. Berfirman:"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". (TQS an-Nûr [24]: 30)

 Dengan begitu, kamu kudu mampu untuk menjaga dan mempertahankan aturan main itu sebagai tameng dalam berteman dengan lawan jenis. Sebab, banyak juga di antara teman remaja yang ngakunya berteman, eh, buktinya malah pacaran. Kan itu berbahaya sobat. Dosa!

 Pacaran? No Way!

 Bagi sebagian teman remaja, berteman dengan lawan jenis bisa dijadikan sebagai sarana untuk menjajaki hubungan di antara keduanya. Malah lucunya, banyak juga teman remaja yang sulit membedakan antara berteman dengan pacaran. Maklum, kalo kita lihat di lapangan, anak laki dan anak puteri banyak juga yang main bareng layaknya dengan kawan sejenis. Kadang ada juga yang suka main timpuk-timpukan, atau saling curhat. Perbuatan itu menurut sebagian besar teman remaja adalah wajar alias nggak ada yang perlu dikhawatirkan. Padahal dalam ajaran Islam, hubungan mereka sudah termasuk gaul bebas, meski tidak kelewat batas memang. Tapi celah itu bisa menjadi peluang untuk berhubungan ke arah yang lebih jauh.Maksudnya bisa bikin deket, makin deket dan pengen deket aja. Nggak heran kalo kemudian banyak yang akhirnya nekat z-i-n-a. Naudzubillah min dzalik.

Sobat muda muslim, pacaran adalah salah satu jalan menuju perzinaan. Itu sebabnya, Allah Swt. sudah mewanti-wanti umat Nabi Muhammad ini melalui firman-Nya:"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk."(Al Isra: 32).

Sobat muda muslim, pacaran bagi sebagian besar teman remaja adalah aktivitas normal. Yakni aktivitas yang tidak perlu dipersoalkan. Malah seringkali para aktivis beratnya punya dalil, bahwa pacaran adalah bagian dari proses kehidupan, khususnya dalam mengenal seseorang. Siapa tahu, suatu saat bisa terus ke pernikahan. Walah? Padahal faktanya, banyak juga yang udah bertualang "luar-dalam", akhirnya kagak jadian alias salah satu mengkhianati, yakni menikah dengan orang lain. Wuah?

Kamu jangan heran or bingung, dalam kondisi kehidupan yang jauh dari ajaran Islam ini, banyak orang, termasuk remaja menjadi liar. Gaya hidup hedonis (mendewakan kenikmatan materi dan jasmani) yang kemudian melahirkan gaya hidup permisivisme (serba boleh). Akibatnya, banyak teman remaja yang memiliki gaya hidup "semau gue". Khususnya, dalam ajang gaul bebas.Kasihaaan deh kamu....

Oke deh, berteman yes, pacaran no!

 ____________________________________

==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
====================================================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================  ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================  ==================================
  ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar